Sahara In Love

Sahara In Love
S2 (2)


__ADS_3

Suara geraman tertahan Arjuna terdengar kala dia harus menghentikan aktifitasnya bersama Sahara karena suara tangisan Airlangga terdengar, lagi. Entah sudah berapa kali Arjuna harus menahan diri disetiap menjelang pelepasannya anaknya akan menangis lalu Sahara akan memintanya menjauh untuk menghampiri Airlangga dan menenangkannya.


Nafas Arjuna masih terengah dia menatap Sahara yang memakai pakaian tidurnya dengan asal lalu berlari kecil ke kamar si kecil Airlangga. Sungguh Arjuna tidak pernah marah mungkin hanya sedikit kesal saja karena dia harus menahan gairah yang sudah diujung tanduk, tapi karena itu putra kecilnya yang menggemaskan jadi tak masalah.


Bukan sekali dua kali dia mengalami hal seperti ini, tapi sangat sering dan Arjuna sudah mulai terbiasa sekarang. Setelah menenangkan dirinya Arjuna akan memakai celananya lalu menghampiri sang istri di kamar anak mereka.


Mungkin karena dia sering mengganggu anaknya kalau pagi makanya anaknya juga mengganggu dia ketika malam hari.


Senyum Arjuna mengembang kala melihat Sahara yang sedang memberikan susu untuk si kecil Airlangga sambil menepuk-nepuknya agar tertidur lagi.


"Baby kamu balas dendam ya sama Papi?" Tanya Arjuna sambil melangkahkan kakinya ke dalam


"Sstt diam." Kata Sahara


Mendudukkan dirinya disamping istrinya tangan Arjuna terulur untuk mengusap rambut hitam Sahara dengan sayang.


"Dia mengganggu kita lagi padahal aku berniat membuatkan adik untuk dia." Kata Arjuna membuat Sahara refleks menoleh dan menatapnya dengan galak


Suara kekehan Arjuna terdengar bersamaan dengan kalimat selanjutnya yang dia keluarkan dan malah semakin membuat Sahara kesal bukan main.


"Aku juga mau seperti Airlangga sekarang." Kata Arjuna


"Mass kenapa sih ih?!" Rengek Sahara


Arjuna tertawa kecil lalu dia berpindah kebelakang Sahara dan memijat lembut bahunya membuat wanita itu tersentak karena merasa kaget.


"Sini aku pijat kamu lelah kan?" Kata Arjuna


"Tidak usah Mas lebih baik kamu tidur saja, besok kerja kan?" Tolak Sahara


"Kalau kamu belum tidur aku juga gak mau tidur." Kata Arjuna membuat Sahara menghela nafasnya pelan


Sekarang Arjuna termasuk tipe suami yang cukup keras kepala dan Sahara hanya perlu menurut saja.


Mata hitam Airlangga perlahan tertutup, tapi Sahara tidak langsung menaruhnya kembali di ranjang karena butuh waktu cukup lama untuk membuat anaknya benar-benar tertidur lelap.


"Lihat Ra dia sudah tidur kalau sedang tidur aku jadi mau cubit pipinya." Kata Arjuna


"Jangan berani Mas aku akan marah sama kamu kalau kamu berani melakukan itu." Kata Sahara galak


Arjuna tertawa mendengarnya, dia hanya bercanda karena Arjuna pun sangat tau kalau istrinya pasti lelah jadi mana mungkin dia akan melakukan hal yang membuat Sahara tidak bisa istirahat.


Setelah cukup lama membiarkan Airlangga terlelap didekapannya Sahara dengan hati-hati menidurkan anaknya di ranjang bayi. Sebelum kembali ke kamarnya Sahara mengusap sayang kepala Airlangga dan mengajak Arjuna untuk kembali ke kamar.


Keduanya berbaring diranjang dengan saling berhadapan dan Sahara yang belum merasakan kantuk menatap suaminya dengan dalam lalu tangannya terulur untuk mengusap pipi Arjuna. Merasakan sentuhan hangat di pipinya membuat Arjuna memejamkan matanya, merasa nyaman.


"Masih mau melanjutkan yang tadi?" Tanya Sahara lembut


Arjuna membuka matanya lalu menggelengkan kepalanya pelan, dia tidak akan membiarkan istrinya sampai kelelahan.


"Tidak perlu kamu tidur saja, istirahat." Kata Arjuna membuat senyum Sahara mengembang


Tapi, diluar dugaan Sahara malah menempelkan bibirnya dengan bibir Arjuna dan mencium suaminya itu dengan begitu lembut.


Arjuna terpaku dan hanya diam mendapat serangan tiba-tiba dari istrinya, dia tidak menyangka kalau Sahara melakukannya.


Dan Arjuna semakin dibuat terkejut dengan bisikan ditelinganya.


"Tapi, Ara mau"


Sahara menatapnya dengan begitu dalam juga senyuman manis yang menghangatkan.


Ikut tersenyum Arjuna melingkarkan tangannya di leher Sahara lalu menciumnya.


Saat Arjuna mengusap lembut tengkuknya Sahara membuka mulutnya dan membiarkan pria itu menciumnya lebih dalam lagi.


Entah seberapa cepat Arjuna bergerak, tapi sekarang pria itu telah berada tepat diatasnya.


Arjuna menyudahi ciumannya dan sekarang pria itu manatap istrinya dengan penuh gairah.


Gairah yang sebelumnya sudah dia redupkan kembali bangkit dan semakin besar.


"I love you Ra"


Tidak ada jawaban, tapi Sahara melingkarkan tangannya di leher sang suami dan menariknya mendekat hingga hidung mereka bersentuhan.


Sebuah ciuman kembali Arjuna berikan dan kali ini dia mencium Sahara dengan tergesa, tangannya pun mulai bergerak untuk menyentuh tubuh istrinya.


Bergerak dengan gelisah nafas Sahara terengah ketika Arjuna menyudahi ciuman panas mereka, mata pria itu dipenuhi gairah.

__ADS_1


"Kamu tau Ra? Kamu sangat cantik"


Sahara sedikit tersentak kala Arjuna melepaskan pakaiannya dan memeluk tubuhnya seraya memberikan kecupan di leher jenjangnya.


Suara lenguhan terdengar membuat Arjuna semakin ingin berbuat lebih dari ini dan mendengar suara Sahara yang terdengar begitu merdu ditelinganya.


"Boleh aku mulai?" Bisik Arjuna


Suara gumaman Sahara adalah jawaban bagi suaminya.


Malam ini mereka akan kembali melalui malam yang panjang.


¤¤¤


Bunyi alarm membangunkan tidur nyenyak Sahara, dia sengaja memasang alarm setelah pergulatan panasnya dengan Arjuna karena takut bangun kesiangan. Namun, Sahara tak mendapati sang suami disampingnya ketika membuka mata dan dia fikir jika suaminya sedang dikamar mandi hingha akhirnya Sahara memutuskan untuk melihat anaknya.


Betapa terkejutnya dia ketika melihat sang suami yang sedang menggendong Airlangga sambil berbicara, entah membicarakan apa yang jelas wajah pria itu terlihat bersemangat. Tersenyum senang Sahara berjalan mendekat dan menghampiri keduanya.


"Apa dia menangis?" Tanya Sahara membuat Arjuna menoleh dan menatap istrinya


Mencium singkat kening istrinya Arjuna mengatakan bahwa ketika dia melihat tadi si kecil Airlangga sudah bangun, tapi dia tidak menangis.


"Dia sudah bangun waktu aku melihatnya." Kata Arjuna


"Benakah? Wah pintar sekali anak Mami hmm?" Kata Sahara sambil mencapit hidung anaknya gemas


Seolah mengerti dengan kehadiran Mami nya si kecil Airlangga merentangkan tangannya dan dengan wajah yang ingin menangis menatap Sahara.


Terlihat menggemaskan.


"Ma.. Ma.."


Saat Sahara mengambil alih anaknya dari gendongan sang suami suara riang Airlangga terdengar bersamaan dengan tangan mungilnya yang memainkan wajah Sahara.


"Kangen Mami ya? Hmm sini cium dulu sayang." Kata Sahara


Sahara mencium seluruh wajah Airlangga dengan gemas dan berbeda jika Arjuna yang melakukannya anak itu akan menangis, maka ketika Sahara yang melakukannya Airlangga justru tertawa.


"Mana ciuman untuk aku Mami?" Tanya Arjuna membuat Sahara menatapnya dengan tidak percaya


"Mas apaan sih?" Kekeh Sahara merasa lucu dengan nada bicara suaminya


"Mami boleh cium Papi sayang?" Tanya Sahara pada anaknya


Sesaat setelah mengatakan itu Airlangga menyandarkan kepalanya di bahu Sahara membuat Arjuna merubah raut wajahnya menjadi sangat kesal.


"Tidak boleh Mas." Kata Sahara sambil tertawa kecil


"Araaa kenapa kamu jahat sama aku sekarang?" Protes Arjuna


Lihat kan sekarang yang berubah jadi manja itu Arjuna.


Tangan Sahara mengusap sayang kepala Airlangga lalu dia mendekatkan dirinya kepada Arjuna dan mencium sekilas bibirnya, sengaja biar Arjuna tersenyum.


"Sudah ya Papi Juna"


Tersenyum senang Arjuna mencubit pipi tembam istrinya lalu mencoba untuk merebut Airlangga dari dekapan Sahara.


"Angga sini sama Papi"


Tapi, Airlangga menolak dia merengek dan ingin menangis membua Arjuna yang merasa gemas mencium pipinya lama.


"Mas udah nanti nangis"


Baru selesai mengatakannya suara tangis Airlangga terdengar membuat Sahara menghela nafasnya pelan.


Terkadang dia merasa kesal dengan tingkah suaminya yang jadi menyebalkan.


"Lihat kan dia nangis kamu nih jahil baget! Sana mandi dulu biar aku buatkan sarapan." Kata Sahara


"Nanti saja ayo Ra bawa Angga ke ruang tengah biar aku jagaiin dia selagi kamu masak." Kata Arjuna


Seperti biasanya Sahara akan menurut dan membiarkan Papi Juna menjaga si kecil Airlangga.


Airlangga tampan yang sering menangis kalau dijahili Papi nya.


¤¤¤


Sesaat setelah sarapan Anjani datang untuk melihat keponakannya yang sekarang sudah semakin besar, maklum saja Anjani sangat sibuk dengan pekerjaannya dan sering lembur. Terlihat sangat bersemangat Anjani berseru ketika melihat Airlangga yang tengah fokus dengan mainannya, Arjuna sudah berangkat bekerja.

__ADS_1


"Kakakku ke restoran?" Tanya Anjani


"Tidak dia ke kantor." Kata Sahara


Mengangguk faham Anjani mendudukkan dirinya dihadapan Airlangga dan menatapnya dengan anusias.


"Hai Angga ini Aunty kamu tidak rindu dengan Aunty?" Tanya Anjani


Airlangga mendongak dan menatap Anjani dengan wajah polosnya lalu secara tiba-tiba melemparkan bola mainan ditangannya tepat ke wajah Anjani.


"Awhh"


Menatap keponakannya dengan gemas Anjani sangat ingin mencubitnya ketika si kecil malah tertawa riang.


"Sini kamu baby Angga"


Saat Anjani mengangkat Airlangga dia langsung menangis dan memberontak minta untuk diturunkan, tapi Anjani malah memeluknya lalu mencium pipinya gemas.


Tangis Airlangga semakin keras membuat Sahara meminta Anjani untuk melepaskan anaknya.


"Udah ah Jan lepasin." Kata Sahara


Anjani baru akan melepaskan, tapi dia kurang cepat dari Airlangga yang menarik rambutnya.


"Astaga jangan sayang"


Sedikit terkejut dengan perbuatan anaknya Sahara langsung melepaskan tangab mungil anaknya di rambut Anjani.


"Hey kamu jahat sekali sama aunty." Kata Anjani


"Jani jangan langsung digendong kamu harus mengajaknya main dulu." Kata Sahara


Membawa anaknya kedalam dekapannya Airlangga tidak juga berhenti menangis.


"Ada apa hmm? Angga lapar?"


Sepertinya anaknya itu memang lapar atau mengantuk karena tangisnya tak kunjung reda.


"Jani boleh aku minta tolong? Buatkan susu untuk Angga." Pinta Sahara


Anjani menganggukkan kepalanya lalu bergegas ke dapur dan beberapa saat setelahnya kembali dengan sebuah dot ditangannya.


Membaringkan anaknya Sahara memberikan dot itu kepada Airlangga yang langsung anaknya itu minum, benarkan berarti dia lapar.


"Lihat Ra pipinya tembam sekali." Kekeh Anjani


"Hmm Kakak kamu selalu mencubit atau menciumya sampai dia menangis dan setiap aku marahi dia akan menjawab kalau dia gemas." Kata Sahara


Anjani tertawa ketika mendengarnya dia sangat tau kalau Kakaknya sangat sangat menyukai anak kecil bahkan Arjuna sering mengganggu anak dari sepupu mereka dulu.


"Aku senang melihat kalian bahagia Ra." Kata Anjani


"Kamu juga harus bahagia Jan." Kata Sahara sambil menatap temannya itu dengan senyuman


Anjani tersenyum tanpa arti, dia harus bahagia?


Entahlah dia masih enggan untuk memikirkannya karena melihat keponakan tampannya sudah termasuk definisi bahagia untuknya.


"Ra, bukankah Angga butuh seorang adik?"


Sial, pipinya merona sekarang.


Tidak Anjani tidak juga Arjuna selalu mengatakan hal yang sama.


"Mami Ara apa kamu tidak mau memberikan adik untuk Angga?"


Tentu saja dia mau!


¤¤¤


Kemarin malam aku udah update, tapi masih dalam proses review dan tadinya aku kira gak bakal terlalu lama ternyata sampai hari ini masih dalam proses review juga😂


Maaf ya bukannya php, tapi memang dari sananya udah kayak gitu mungkin😅


Terus ini aku tulis ulang lagi aja jadinya, semoga review nya gak lama😊


Thank youu and sorryyy :(


Okey sekarang yes or no untuk adik baru Airlangga??

__ADS_1


__ADS_2