Sahara In Love

Sahara In Love
S2 (28)


__ADS_3

Sudah tiga hari belakangan ini Sahara sibuk dengan sketsanya dia bahkan sering meninggalkan makan malam hingga sang suami sering memarahinya, tapi dia tidak punya pilihan lain sketsanya harus selesai besok. Sejak pagi Arjuna sudah mengomel karena dia melewatkan sarapan hingga Sahara berhenti, tapi setelah suaminya pergi bekerja dan mengantar anak-anak ke sekolah Sahara kembali melanjutkan kegiatannya.


Hari ini dia tidak ikut mengantar anak-anak ke sekolah karena dia benar-benar harus menyelesaikannya sekarang agar besok pagi dia bisa beraktifitas seperti biasa. Sudah dua hari Sahara tidak membuat sarapan dan ikut mengantar anak-anak ke sekolah bahkan Alana sampai protes juga merengek padanya.


Masih ada beberapa yang harus Sahara selesaikan, tapi dia merasa sangat pusing sekarang hingga akhirnya Sahara meletakkan pensilnya lalu menelungkupkan wajahnya di meja. Sepertinya karena dia kurang tidur dan tidak makan teratur, memang sejak kemarin Sahara diam-diam bangun untuk menggambar sketsanya lalu kembali tidur ketika hampir pagi.


Semakin lama kepalanya terasa semakin sakit bahkan perutnya juga mulai terasa nyeri hingga Sahara ingin menangis rasanya. Suara lemah Sahara berusaha memanggil Bi Yuni dia merasa kepalanya sangat sakit, tapi ketika suara suaminya terdengar Sahara berusaha bangun dan berjalan untuk membuka pintu.


Hanya saja semakin dia melangkah kepalanya semakin pusing hingga Sahara merasa pandangannya mengabur lalu semua mendadak gelap.


Di luar Arjuna ingin mengambil berkas yang tertinggal di meja dan ketika bertemu Bi Yuni dia menanyakan keberadaan sang istri lalu wanita paruh baya itu mengatakan jika Sahara ada di kamar. Helaan nafas terdengar dia tau pasti Sahara kembali melanjutkan pekerjaannya dan dengan terburu-buru Arjuna melangkahkan kaki ke kamarnya.


Saat membuka pintu mata Arjuna langsung membulat berkas yang dia pegang jatuh begitu saja dan dia langsung berlari ke arah Sahara yang tidak sadarkan diri. Wajah Arjuna terlihat sangat cemas apalagi tangan istrinya sangat dingin sekarang.


"Ara"


Sambil memanggil nama istrinya Arjuna menepuk pipi itu berkali-kali, tapi Sahara masih enggan untuk membuka matanya.


"Ara kamu kenapa sayang?" Tanya Arjuna cemas


Dengan cepat Arjuna memanggil Bi Yuni dan membuat wanita paruh baya itu datang dia terkejut melihat majikannya yang pingsan.


"Astaga nyonya kenapa?" Katanya kaget


"Bi cepat panggil Pak Mun saya akan bawa Ara ke rumah sakit." Kata Arjuna


Bi Yuni mengangguk dan berlari keluar meninggalkan Arjuna yang masih berusaha untuk membangunkan istrinya.


Astaga Sahara benar-benar membuatnya takut sekarang.


"Ara please buka mata kamu." Pinta Arjuna


Melihat Sahara yang masih tetap setia dengan mata tertutup Arjuna langsung menggendongnya dan keluar dari kamar. Sampai di luar Pak Mun sudah menyiapkan mobil dan Arjuna segera masuk ke dalam lalu meminta pria paruh baya itu untuk cepat.


"Ra kamu kenapa hmm?" Tanya Arjuna lagi


Kening Sahara berkerut bersamaan dengan suara ringisan yang terdengar.


"Ra kamu kenapa? Apa yang sakit sayang?" Tanya Arjuna panik


Tidak ada jawaban Sahara menguatkan genggaman tangannya, berusaha menghilangkan rasa sakit yang dia rasakan.


Perutnya sudah tidak terlalu sakit, tapi kepalanya benar-benar berat.


Saat sudah sampai di rumah sakit Arjuna bergegas membawa istrinya ke UGD untuk diperiksa dan ketika dia sedang menunggu Sahara ponselnya berdering dengan sangat keras hingga membuat dia mengumpat tanpa suara. Berlari keluar Arjuna langsung mengangkat panggilan dari Abian yang pasti menunggu kehadirannya di kantor, tapi dia tidak mungkin pergi meninggalkan Sahara.


'Juna kamu dimana? Para client kita sudah menunggu'


"Papi Juna tidak bisa datang ke kantor." Kata Arjuna yang langsung membuat Abian melayangkan protesnya tanpa menunggu alasan dari anaknya


'Kenapa tidak bisa Juna? Hanya sebentar client kita sudah menunggu!'


"Juna lagi di rumah sakit Pi." Kata Arjuna pelan


'Rumah sakit? Ada apa Juna? Siapa yang sakit?'


Suara Abian terdengar cemas disana membua Arjuna langsung menjelaskan situasinya.


"Waktu Juna pulang Ara sudah pingsan Pi makanya langsung Juna bawa ke rumah sakit dan berkasnya nanti Juna minta Pak Mun untuk antarkan ke kantor." Kata Arjuna sambil memjiat dahinya pelan


'Yaudah kamu jagaiin menantu Papi dan kabari kalau sudah bicara sama dokter'


"Iya Pi"


Setelah mematikan panggilan telponnya Arjuna bergegas masuk ke dalam dan melihat Sahara yang sedang diperkisa, dia sudah sadar hanya saja Sahara terus memejamkan matanya dengan dahi berkerut. Cukup lama Arjuna menunggu sampai akhirnya pria berjas putih itu memanggilnya dan membuat Arjuna bergegas menghampirinya sambil memperhatikan Sahara yang berbaring di ranjang rumah sakit.


"Anda keluarganya?" Tanya dokter itu


"Saya suaminya." Kata Arjuna membuat sang dokter mengangguk faham


"Bagaimana keadaan istri saya? Apa terjadi sesuatu yang buruk?" Tanya Arjuna cemas


"Tekanan darahnya sangat rendah dan hal itu membuat kepalanya berdenyut sakit juga sakit di perutnya penyebabnya bisa karena kelelahan atah kurang tidur." Jelas dokter itu membuat Arjuna menghela nafasnya pelan


"Kandungannya?" Tanya Arjuna takut


"Kandungannya baik-baik saja, tapi saya sarankan untuk membiarkan istri anda beristirahat di rumah sakit selama beberapa hari." Kata sang dokter

__ADS_1


Arjuna langsung menyetujui hal itu karena membiarkan istrinya istirahat di rumah berarti harus mengawasi selama dua puluh empat jam penuh karena Sahara yang mengatakan akan istirahat ternyata diam-diam bekerja ketika semua orang tertidur.


Tidak mungkin Arjuna membiarkan hal itu sampai terjadi lagi.


"Tapi istri saya benar tidak papa kan?" Tanya Arjuna memastikan


"Setelah beberapa hari keadaannya pasti membaik asalkan dia benar-benar istirahat dan makan serta tidur yang cukup." Kata dokter itu lagi


Arjuna menghela nafasnya lega dan mengatakan bahwa dia menyetujui jika istrinya di rawat.


Setelah menyelesaikan beberapa hal untuk rawat inap Arjuna langsung menghampiri istrinya yang kini sudah membuka matanya, tapi tatapan itu sangat sayu dan lemah.


"Tidurlah kamu istirahat Ra." Kata Arjuna sambil mengusap lembut rambut istrinya


Dia fikir Sahara akan mengangguk, tapi istrinya itu malah mengatakan sesuatu yang membuat Arjuna kesal dan marah.


"Kita pulang kan Mas? Aku harus selesaikan pekerjaan..."


"Ra! Kamu akan di rawat dan berhenti memikirkan pekerjaan oke? Apa kamu tau kalau aku sangat cemas dan sekarang kamu malah memikirkan pekerjan?" Tanya Arjuna membuat Sahara terdiam dan menggigit bibir bawahnya pelan


Pertama kalinya Arjuna terlihat sangat marah dan Sahara merasa takut juga bersalah karena telah membuat suaminya bersedih. Melihat wajah sedih istrinya Arjuna menghela nafasnya pelan, dia kesal sekali karena Sahara masih memikirkan pekerjaan sampai sekarang bahkan dia tidak peduli dengan Arjuna yang khawatir.


"Istirahat Ra"


Hanya kata itu yang keluar dari bibir Arjuna bahkan dia mengatakannya dengan wajah yang datar tanpa ekspresi membuat Sahara merasa sedih melihatnya.


Dia keterlaluan ya?


Sahara hanya merasa bertanggung jawab atas pekerjaannya oleh karena itu dia melakukan pekerjaannya hingga meninggalkan makan serta diam-diam bangun ketika malam hari hanya untuk melanjutkan pekerjaannya.


Dengan hati yang terasa sakit Sahara berusaha memejamkan matanya lalu memunggungi Arjuna yang hanya diam tanpa mau mengatakan hal lainnya lagi.


Pertama kalinya Sahara membuat suaminya sangat marah.


¤¤¤


Setelah memasuki ruang rawat Arjuna langsung mengabari kedua orang tua juga mertuanya yang membuat mereka langsung menanyakan keadaan Sahara karena merasa cemas. Sedangkan di ranjang rumah sakit istrinya masih tertidur dia belum mengeluarkan suara lagi karena takut suaminya yang masih marah.


Saat melihat suaminya yang sedang sibuk dengan ponselnya Sahara terdiam, dia ingin bicara, tapi Sahara masih takut kalau Arjuna kembali memarahinya. Wajah Arjuna juga masih tidak bersahabat dan dia tidak berusaha untuk memulai sebuah percakapan dengannya.


Merasa dipanggil Arjuna menatap Sahara lalu menghampirinya.


"Butuh sesuatu?" Tanya Arjuna


Sahara menggelengkan kepalanya pelan lalu tersenyum tipis.


"Maaf"


Menghela nafasnya pelan Arjuna memeluk istrinya dan hal itu malah membuat Sahara menangis.


"Maafin Ara"


Diusapnya punggung Sahara dengan begitu lembut dan dia mencium puncak kepalanya sayang.


"Sudah jangan nangis." Kata Arjuna yang malah membuat istrinya semakin menangis


"Ara minta maaf." Kata Sahara lagi


"Iya Ra sudah aku maafkan." Kata Arjuna


"Jangan marahin Ara lagi." Kata Sahara sambil terisak pelan


"Iya sayang"


"Jangan marah Ara minta maaf." Kata Sahara lagi


Melepaskan pelukannya Arjuna mencium bibir istrinya lama lalu menjauhkan wajahnya dan mengecup kedua mata Sahara.


"Sudah aku maafkan, jangan menangis lagi hmm?" Kata Arjuna dengan lembut


Sahara mengangguk singkat lalu memeluk suaminya dengan erat masih disertai isak tangisnya.


"Jangan seperti itu lagi Ra aku sangat cemas melihat kamu pingsan." Kata Arjuna yang kembali dijawab dengan anggukan oleh istrinya


Saat tengah berpelukan mendadak Sahara kembali merasa mual dia langsung melepaskan pelukannya dan berbaring di ranjang membuat Arjuna merasa cemas.


"Ada apa Ra?" Tanya Arjuna

__ADS_1


"Mual banget." Kata Sahara


"Istirahat ya? Sebentar lagi kamu makan." Kata Arjuna


"Anak-anak mana?" Tanya Sahara pelan


"Aku belum menjemput mereka tadi aku minta Pak Mun untuk mengantar mereka ke rumah Mami mertua." Kata Arjuna


"Mas Juna temui anak-anak dulu nanti mereka mencari kita." Kata Sahara pelan


"Iya, aku masih menunggu Anjani datang." Kata Arjuna


Mengangguk faham Sahara berusaha memejamkan matanya dengan tangan yang menggenggam tangan suaminya yang terasa hangat.


Dia janji ini yang terakhir


¤¤¤


"Ana mau ikut Papi!"


"Angga juga mau ikut!"


Kepala Arjuna mendadak pusing ketika kedua anaknya merengek untuk ikut ke rumah sakit dan menjaga Sahara disana, tentu saja tidak mungkin apalagi mereka masih kecil. Saat datang Arjuna langsung diserbu oleh anak-anaknya yang menanyakan keberadaan Sahara dan ketika dibilang bahwa Sahara sakit mereka langsung merengek meminta agar bisa menemui Sahara.


"Sayang kalian sini saja sama Oma ya? Besok kan harus sekolah." Kata Fahisa sambil menarik kedua tangan cucunya yang bergelayut di kaki menantunya


"Ana mau Mami! Tidak mau cekolah!" Kata Alana sedih


"Aku juga tidak mau sekolah! Mau lihat Mami." Kata Airlangga


Menghela nafasnya pelan Arjuna menunduk dan bertumpu dengan kedua kakinya sambil menarik anak-anaknya ke dalam pelukan.


"Sama Oma dulu hmm? Tidak boleh ikut nanti kena marah sama dokter." Kata Arjuna dengan lembut


"Mau Mami." Rengek Alana


"Baiklah kalian ikut ke rumah sakit, tapi nanti pulang lagi sama Oma oke?" Kata Fahisa menengahi perdebatan cucunya


Keduanya langsung mengangguk dengan semangat membuat Fahisa dan Arjuna menghela nafasnya lega. Di antar oleh Pak Mun mereka bersama-sama pergi ke rumah sakit untuk menemui Sahara.


Setelah menempuh perjalanan selama hampir dua puluh menit akhirnya mereka sampai di rumah sakit dan dengan penuh semangat Alana juga Airlangga meminta Arjuna untuk cepat. Menggandeng tangan kedua anaknya Arjuna langsung membawa anak-anaknya ke ruang rawat Sahara di lantai dua.


Saat memasuki ruangan anak-anak langsung memanggil Sahara dan membuat wanita itu langsung membuka matanya, baru saja dia mau terjaga.


"Mamiii"


Senyum Sahara mengembang melihat mereka dan ketika Alana merengek untuk naik Arjuna langsung menggendongnya dan menaikkan ke atas ranjang.


"Hati-hati sayang Mami lagi sakit." Kata Arjuna


"Mami cakit apa? Kok Mami tidak pulang? Telus itu tangannya kenapa?" Tanya Alana


"Mami sakit kepala sayang dan ini habis disuntik Ana mau disuntik?" Tanya Sahara


Alana menggelengkan kepalanya dengan cepat.


Disampingnya ada Airlangga yang berdiri di atas kursi agar bisa melihatnya dengan jelas.


"Ana sama Angga tidur sama Oma ya? Jangan nakal disana." Kata Sahara


"Iya Mami." Kata keduanya bersamaan


"Ara masih ngeyel juga?" Tanya Fahisa galak


"Maaf Mommy." Kata Sahara


"Mommy sudah bilang Daddy besok dia kesini." Kata Fahisa membuat Daffa terdiam


Apa dia akan dimarahi untuk kedua kalinya?


¤¤¤


Malam banget ini updatenya😂 Ga papa lah dari pada ga updatee😆


Btw gak nyangka partnya sudah banyak yaa😂


Sangking sukanya nulis kisah Arjuna dan Sahara❤

__ADS_1


__ADS_2