Sahara In Love

Sahara In Love
Extra Part (1)


__ADS_3

Merupakan anak pertama dari masing-masing keluarga berita kehamilan Sahara benar-benar membuat mereka antusias dan bahagia karena memang kabar itulah yang selalu mereka tunggu. Sesaat setelah diberi kabar kedua orang tua mereka datang dan sekali lagi disaat yang bersamaan dengan wajah yang berseri-seri mereka memeluk Sahara sembari memberikan selamat.


Clara dan Fahisa memberitau berbagai macam hal yang harus Sahara lakukan sebagai wanita yang sedang mengandung. Selain itu baik orang tua Arjuna ataupun orang tua Sahara mereka sama-sama melarang wanita itu untuk melakukan pekerjaan yang terlalu berat.


Arjuna juga sudah memutuskan untuk mencari pekerja rumah tangga yang akan membantu Sahara membereskan rumah mereka.


Senyum Sahara tidak pernah pudar dia merasa begitu bahagia karena bisa membuat orang-orang disekitarnya senang.


Dia juga bahagia karena sebentar lagi dia akan menjadi seorang Ibu dan memiliki keluarga yang sempurna dengan Arjuna.


Tapi, saat mengandung seperti sekarang Sahara jadi sangat malas untuk melakukan apapun dan hanya ingin berdiam diri di rumah bersama Arjuna.


Iya bersama dengan suami tercintanya.


"Kak Junaaaa"


Seruan Sahara terdengar membuat Arjuna yang sedang berada di kamar mandi bergegas keluar dan menghampiri istrinya.


Sahara memang jadi sangat manja sekarang.


Bahkan sudah tiga hari ini Arjuna tidak berangkat ke restoran, sengaja sebenarnya dia ingin menemani Sahara di rumah untuk beberapa hari ke depan.


"Kenapa hmm?" Tanya Arjuna menghampiri istrinya yang sedang duduk di sofa kamar mereka


"Sini ajaa." Rengek Sahara


Tersenyum manis Arjuna menatap Sahara sambil membayangkan akan seperti apa anak mereka nanti.


Apakah mirip dengan dia atau Sahara atau keduanya?


Sahara merebahkan tubuhnya dan menjadikan paha sang suami sebagai bantal untuk kepalanya.


"Kak Juna nanti malam Ara malas mau masak." Kata Sahara


"Kita bisa makan di luar atau mau aku yang masak?" Tanya Arjuna menawarkan dua pilihan kepada istrinya


"Mau makan di luar Ara mau makan sate ayam." Kata Sahara dengan semangat


Menganggukkan kepalanya Arjuna kembali tersenyum seraya memainkan rambut hitam Sahara yang sudah sangat panjang.


Saat mengetahui bahwa istrinya sedang mengandung buah hati mereka Arjuna benar-benar tidak bisa menggambarkan suasana hatinya.


Dia bahkan menangis sangking bahagianya.


Membayangkan rumah ini akan dihadiri seorang bayi mungil membuat Arjuna merasa begitu bahagia.


Dia selalu membayangkannya.


Arjuna selalu membayangkan mengurus anak bersama dengan Sahara.


Mereka akan sama-sama menjadi orang tua.


Bukankah itu sangat sempurna dan membahagiakan?


"Kata Mami kamu harus minum susu, kamu mau?" Tanya Arjuna


Sahara menggelengkan kepalanya pelan, dia bosan meminum susu sekarang.


"Tidak"


Arjuna hanya mengangguk faham, dia tidak ingin memaksa.


"Kak Juna maunya anak laki-laki atau perempuan?" Tanya Sahara sambil menatap wajah suaminya


"Aku tidak akan memilih karena entah itu laki-laki atau perempuan aku hanya akan menerimanya dengan penuh kebahagiaan dan rasa syukur." Kata Arjuna membuat senyum Sahara mengembang dengan sempurna


"Ara maunya laki-laki." Kata Sahara


Tersenyum kecil Arjuna menunduk lalu mengecup singkat bibir Sahara membuat istrinya itu merona.


"Bagaimana kalau yang ini laki-laki dan setelah itu kita buat lagi perempuan?" Canda Arjuna


"Ishh ini saja belum lahir sudah memikirkan buat lagi." Kata Sahara membuat Arjuna tertawa mendengarnya


"Aku suka membuatnya." Kata Arjuna membuat Sahara mencubit tangan Arjuna yang ada di kepalanya


"Mulutnya nakal." Kata Sahara galak


"Kamu juga suka kan?" Goda Arjuna membuat pipi istrinya merona karena malu


"Ishh nyebelin!" Kesal Sahara


Arjuna tertawa lalu mengusap lembut pipi merah istrinya membuat wanita itu menatap matanya.

__ADS_1


Tatapan Arjuna penuh dengan cinta.


Perlahan Arjuna mendekatkan wajahnya lalu mengecup berkali-kali bibir Sahara.


Senyum Sahara mengembang dia bangun dari tidurnya lalu mendudukkan diri dipangkuan suaminya.


"Mau apa hmm?" Tanya Arjuna sambil mengusap lembut pipinya


"Mau cium"


Setelah kalimat itu dia dengar Sahara mengalungkan tangannya di leher Arjuna, menariknya mendekat lalu medaratkan bibir merah mudanya disana.


Sahara menciumnya dengan begitu lembut membuat Arjuna melingkarkan tangannya dipinggang sang istri lalu membalas ciumannya.


Nafas keduanya terengah kala ciuman panas itu mereka sudahi dan ketika mata mereka bertemu suara tawa terdengar bersamaan dengan Arjuna yang mengecup singkat bibir istrinya.


Sambil mengusap lembut serta perlahan bibir bawah istrinya Arjuna mengatakan satu hal yang membuat Sahara merona.


"Manis"


Kata itu membuat senyum Sahara mengembang, tapi juga malu disaat yang bersamaan.


Sahara ingin mengatakan sesuatu hanya saja dia urungkan ketika sang suami menyerang lehernya dengan kecupan dan meninggalkan tanda merah disana.


"I love you Ra"


Suara lenguhan Sahara menjawab ungkapan itu karena sekali lagi lehernya dikecup dan tangan Arjuna mulai bergerak nakal ditubuhnya.


"Kakkk"


Bukan berhenti tangan Arjuna malah menyusup masuk ke dalam kausnya dan menyentuh tubuh Sahara dengan tangan lembutnya.


Saat ingin melakukan hal yang lebih dari itu deringan ponsel Arjuna mengacaukannya dan membuat pria itu berdecak kesal.


"Ponselnya bunyi sayang." Kekeh Sahara ketika melihat wajah kesal suaminya


"No! Biarkan saja." Kata Arjuna


Pria itu menciumi seluruh wajah Sahara dan akan melakukan hal yang tadi ingin dia lakukan, tapi sekali lagi ponselnya berdering.


Sialnya suara deringan itu sangat kencang.


"Angkat dulu Kak siapa tau penting." Kata Sahara dengan lembut


Nama Anjani tertera disana.


"Halo kenapa Jan?" Tanya Arjuna


'Aku mau ke rumah Kakak ya? Mau lihat Ara'


"Besok saja oke?" Kata Arjuna


Astaga dia ingin menghabiskan waktu bersama Sahara jangan ada yang ganggu.


'Mau nanti malam'


"Besok saja Jan kamu bisa datang dari pagi kesini." Kata Arjuna


Ayolah Anjani kamu harus menurut dengan perkataan Kakakmu yang sekarang terlihat begitu sebal.


'Oke besok'


"Bagus, yaudah Kakak tutup telponnya." Kata Arjuna


Tanpa menunggu jawaban Arjuna menutup telponnya dan kembali menghampiri Sahara yang tersenyum sambil menatapnya.


"Kenapa Jani tidak boleh datang?" Tanya Sahara ketika sang suami kembali duduk disebelahnya


"Karena aku hanya ingin menghabiskan waktu berdua sama kamu." Bisik Arjuna


Tawa kecil Sahara terdengar dan tanpa Arjuna duga dia melakukan hal yang membuat Arjuna membeku ditempatnya.


Sahara mencium lehernya hingga berkali-kali.


Saat ingin mencium lagi Arjuna sudah lebih dulu mencegahnya dan meraih wajah Sahara, menciumnya dengan panas.


Perlahan tubuh Sahara dibaringkan pada sofa panjang yang sedang keduanya duduki.


Arjuna menjauhkan wajahnya dan menatap Sahara dengan senyuman manis.


"Terima kasih untuk semuanya Ra"


Sahara hanya tersenyum menanggapinya dan dia hanya diam ketika Arjuna kembali menciumnya.

__ADS_1


Sepertinya Arjuna ingin menyapa anaknya lagi.


Mungkin ini akan menjadi hari panjang mereka yang kesekian kalinya.


¤¤¤¤


Untuk pertama kalinya Sahara merasa begitu mual selama berjam-jam bahkan dia yang sebelumnya berencana untuk pergi makan malam di luar membatalkannya karena sejak tadi Sahara berkali-kali muntah. Tubuhnya terasa begitu lemas hingga membuat Arjuna tidak tega dan terus menemani Sahara sembari memijat tengkuknya lembut, dia merasa bersalah.


Arjuna jadi berfikir ini semua karena perbuatannya siang tadi yang mungkin saja malah membuat Sahara sakit seperti sekarang. Seharusnya dia menahan diri istrinya sedang mengandung dan harus berhati-hati serta tidak boleh kelelahan, tapi Arjuna seperti tidak peduli.


Dia merasa sangat bersalah.


Melihat Sahara yang wajahnya cukup pucat dan terlihat lemas karena terus muntah membuat Arjuna tidak tega. Sekarang Sahara sudah lebih baik, dia tidak lagi muntah hanya saja tubuhnya masih lemas dan Sahara belum mau makan.


"Sudah lebih baik? Apa kita perlu ke dokter? Apa aku harus panggilkan dokter agar datang ke rumah?" Tanya Arjuna masih dengan wajah cemasnya


Sahara tersenyum tipis lalu menggelengkan kepalanya pelan.


"Tidak perlu"


"Kamu yakin?" Tanya Arjuna yang dijawab dengan anggukan singkat oleh Sahara


Perlahan Sahara membaringkan tubuhnya dan membuat Arjuna langsung membantunya, suhu tubuh Sahara sedikit hangat.


Setelah berbaring Sahara memejamkan matanya mencoba meredakan rasa mual yang kembali datang, dia merasa kasihan dengan Arjuna yang sangat mencemaskannya.


Sebenarnya sampai sekarang Sahara masih merasa mual, tapi beruntung dia masih bisa menahannya.


"Maaf ya Ra"


Suara pelan suaminya membuat Sahata kembali membuka matanya dan menatap Arjuna yang juga sedang menatapnya.


Tatapannya begitu sendu membuat Sahara menyunggingkan senyumnya lalu meraih tangan Arjuna dan meletakkannya dipipi.


"Kenapa minta maaf?" Tanya Sahara


"Karena kamu sakit pasti karena aku kan?" Kata Arjuna


Mendengar hal itu Sahara tertawa kecil, astaga suaminya lucu sekali.


"Bukan Kak kata Mommy kalau mual dan muntah ketika sedang hamil itu hal yang biasa." Kata Sahara


"Tapi, kamu sakit Ra." Kata Arjuna lagi


"Cuman sebentar sekarang sudah tidak sakit lagi." Kata Sahara sambil tersenyum menenangkan


"Bener?" Tanya Arjuna memastikan


Wajah cemas Arjuna malah membuat Sahara ingin tertawa, dia lucu sekali.


"Emm sekarang sini tidur disamping Ara." Kata Sahara sambil menggeserkan tubuhnya


Menghela nafasnya pelan Arjuna ikut berbaring disebelah sang istri dan menatap wajahnya sembari mengusap lembut pipinya.


"Ara gak papa jangan sedih nanti anak kita ikut sedih." Kata Sahara


Perlahan senyum Arjuna terbentuk dan bersamaan dengan itu Sahara memeluk tubuh suaminya.


"Ara ngantuk." Kata Sahara pelan


"Kamu belum makan." Kata Arjuna


Sahara menggelengkan kepalanya pelan, dia belum nafsu makan.


"Emm tidak lapar nanti saja." Kata Sahara


Arjuna hanya diam dia tidak bisa memaksa mungkin biarkan saja nanti kalau Sahara lapar dia pasti bangun dan Arjuna siap membuatkan makanan untuk istrinya.


"Kak Juna sini saja ya? Jangan kemana-mana Ara mau tidur sambil dipeluk." Kata Sahara


Arjuna tersenyum dan menjawabnya dengan gumaman.


Tanpa Sahara minta dia juga tidak akan pergi.


Ternyata tidak butuh waktu lama bagi Sahara untuk pergi ke alam mimpinya karena sekarang istrinya sudah tertidur lelap.


Mendekatkan wajahnya Arjuna mengecup singkat puncak kepala Sahara lalu ikut memejamkan matanya.


¤¤¤¤


**Extra partnya sampai berapa yaaa😶


Mau sampai baby nya lahir nihh**??

__ADS_1


__ADS_2