
"Enggak mau makan!"
Sudah hampir satu jam Sahara membujuk anaknya agar mau makan meski hanya sedikit lalu meminum obatnya, tapi Alana bersikeras menolak dan menutup semua tubuhnya dengan selimut. Saat ingin memaksa Alana malah menangis dengan keras membuat Sahara mau tak ma mengurungkan niatnya dan kembali membujuk anaknya agar mau memakan makanannya meski hanya sedikit saja.
Sebenarnya bukan hanya Sahara saja, tapi suaminya juga berusaha membujuk dan mengatakan kalau dia akan menuruti semua keinginan Alana kalau sudah sembuh. Namun, anak mereka tetap menolak untuk makan hingga Sahara juga Arjuna merasa sangat bingung ini sudah hampir siang dan Alana masih menolak untuk makan atau minum obat.
Tadi setelah diperiksa Dokter memberikan obat penurun panas, tapi mengatakan kalau panasnya masih belum turun juga Alana lebih baik dibawa ke rumah sakit saja.
Sahara sangat sedih melihat anaknya yang biasa cerita itu sekarang hanya diam bahkan menangis dan sangat manja padanya.
"Ana makan ya? Sedikit saja hmm? Habis makan minum obat biar Ana cepat sembuh." Kata Sahara dengan begitu lembut
Membuka selimut yang menutupi tubuh anaknya Alana kembali menggelengkan kepalanya ketika melihat orang tuanya yang menatap penuh harap.
"Ana enggak mau makan." Tolaknya lagi
"Ana mau disuntik?" Tanya Arjuna yang membuat anaknya menggelengkan kepala dengan cepat
"Takut"
"Kalau Ana gak mau makan nanti Ana gak sembuh dan kalau gak sembuh Ana harus disuntik seperti Mami." Kata Arjuna
Mata Alana langsung berkaca-kaca dan dia kembali menggelengkan kepalanya.
"Ana gak mau cuntik takut cakit." Kata Alana yang mulai menangis
"Makanya makan ya? Sedikit saja hmm?" Bujuk Arjuna
"Ana enggak lapal." Kata Alana sambil memeluk Sahara dengan erat dan menenggelamkan wajahnya di perut Sahara
"Tapi, Ana harus makan biar cepat sembuh." Kata Arjuna lagi
"Cedikit aja ya?" Kata Alana dengan raut wajah sedih
Sahara tersenyum lalu menganggukkan kepalanya, tidak masalah meski hanya sedikit yang penting anaknya itu tetap makan dan meminum obatnya.
Suhu tubuh Alana masih cukup tinggi hingga gadis itu tidak mandi ataupun beranjak dari tempat tidurnya bahkan dia memakai pakaian tebal karena mengeluh kedinginan. Membantu anaknya untuk duduk Sahara segera mengambil nampan berisi bubur serta sup yang sudah dia buatkan lalu menyuapi anaknya dengan telaten.
Alana makan dengan lama dia mengunyah cukup lama dan sesekali meminta air putih untuk diminum.
Saat Alana menatap Papi nya dia melihat Airlangga yang menatapnya membuat Alana langsung memasang wajah cemberutnya, dia masih marah pada Kakaknya.
"Ana enggak mau Kakak." Kata Alana galak
Di tempatnya Airlangga terlihat sedih dan langsung merapatkan tubuhnya pada Arjuna membuat pria itu langsung merangkul anaknya dengan sayang.
"Ana jangan gitu sayang, sini makan lagi ya?" Kata Sahara dengan lembut
"Ana enggak mau Kakak! Kakak jahat sama Ana." Kata Alana sambil menangis
Menghela nafasnya pelan Sahara menatap kedua anaknya bergantian lalu menatap suaminya sebentar. Seakan mengerti Arjuna membawa Airlangga keluar kamar dan membuat anak itu merasa sangat sedih karena adiknya masih marah.
Setelah keduanya keluar Sahara langsung menarik dagu Alana agar menatapnya dan menghapus air mata anak itu dengan lembut. Masih menangis Alana masih marah pada Kakaknya yang dia anggap nakal dan tidak sayang lagi padanya.
"Ana malah cama Kakak! Ana gak mau cama Kakak! Dia jahat Mami cama Ana." Kata Alana
"Sst jangan bicara gitu sayang Kakak Angga sangat menyayangi Ana." Kata Sahara dengan lembut
__ADS_1
"Enggak Kakak jahat!" Kata Alana lagi
Merasa Alana masih sangat marah akhirnya Sahara memutuskan untuk menyuapi anaknya lagi dan memintanya untuk meminum obat.
"Cudah Ana gak mau makan lagi." Kata Alana saat Sahara ingin menyuapinya lagi
"Sedikit lagi ya?" Pinta Sahara yang tetap dijawab dengan gelengan oleh anaknya
"Kalau gitu minum obatnya." Kata Sahara sambil mengeluarkan beberapa obat yang diberikan oleh Dokter
Awalnya Alana meminum dua obat sirup yang diberikan, tapi ketika melihat tablet dia langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Enggak mau!" Kata Alana
"Mami buat seperti sirup ya?" Bujuk Sahara
Saat anaknya mengangguk Sahara segera menggerus obatnya dan memberikan sedikit air lalu meminumkan pada anaknya, tapi setelah merasakan pahit Alana langsung menangis.
"Mami Paitt enggak cuka." Rengek Alana
Mengingat kalau Sahara membawa roti dia langsung memberikannya pada Alana agar bisa mengurangi sedikit rasa pahit. Setelah anaknya selesai makan dan minum obat Sahara langsung membantunya untuk kembali berbaring lalu mengatakan bahwa dia akan menaruh piring terlebih dahulu.
Setelah kembali menyelimuti anaknya Sahara mencium keningnya cukup lama lalu beranjak sambil membawa nampan berisi piring serta golos kotor. Saat ingin ke dapur Sahara melihat Airlangga yang terlihat murung di ruang tengah dan hal itu membuat dia langsung menaruh nampannya lalu menghampiri anak laki-lakinya.
Ada Arjuna juga yang sedang bicara dengan anaknya, tapi Airlangga enggan untuk menanggapi dan tetap diam dengan wajah sedihnya.
"Kenapa hmm?" Tanya Sahara membuat kedua orang itu menoleh
Melihat Sahara yang datang Airlangga langsung berlari dan memeluknya lalu mengeluh karena Alana masih marah dengannya.
"Angga jahat Mami sekarang Ana marah." Kata Airlangga sedih
"Tidak kok Ana tidak akan marah kalau Angga minta maaf sekarang." Kata Sahara dengan lembut
"Ana marah Mami dia enggak mau ketemu Angga." Rengek Airlangga lagi
Kalau dilihat-lihat semua anaknya menurun sikap manjanya, tapi khusus Airlangga dia seperti Arjuna yang sangat-sangat menyayangi adiknya dan tidak mau melihatnya sedih atau terluka.
"Coba dulu hmm?" Kata Sahara
Terlihat ragu untuk sesaat Airlangga akhirnya mengangguk dan melangkahkan kakinya ke atas menuju kamarnya juga Alana.
"Nanti mereka bertengkar Ra." Kata Arjuna
Sahara tersenyum penuh arti dan mengatakan kalau itu tidak akan terjadi.
Dia tau anak-anaknya dan dia tau apa kelemahan mereka.
Air mata
Tatapan penuh penyesalan
Raut wajah sedih
Dan ketulusan.
¤¤¤
__ADS_1
Airlangga tetap diam ditempatnya ketika adik perempuannya memukul lengannya berkali-kali dengan lemah sambil memasang wajah sedihnya. Bahkan sejak tadi Alana menyuruh Kakaknya untuk pergi, tapi Airlangga enggan untuk beranjak dan tetap duduk ditepian ranjang.
Dia meminta maaf pada Alana, tapi adiknya itu malah marah dan kembali memukulnya dengan raut wajah penuh kesedihan. Namun, tidak ada perlawanan yang dia berikan karena Airlangga tau dia salah pada adiknya karena sudah nakal dan membuatnya terjatuh dari tangga.
"Nakal! Ana gak mau Kakak! Pelgi pelgi pelgi." Kata Alana sambil mendorong Kakaknya agar menjauh
"Maafin Kakak"
"Kakak nakal nakal! Ana gak cuka Kakak nakal!" Kata Alana lagi
"Maaf Ana"
"Ana gak mau Kakak! Ana gak mau main cama Kakak! Ana gak mau tidul cama Kakak juga." Kata Alana masih sambil mendorong Airlangga agar menjauh
Merasa sedih Airlangga akhirnya berdiri dan pergi membuat Alana diam dan menatapnya yang menghilang dari balik pintu. Sesaat setelahnya Sahara masuk ke dalam dan tersenyum melihat anaknya yang belum tertidur padahal habis minum obat.
Tadi dia yang menunggu di depan pintu melihat Airlangga yang keluar dengan wajah sedihnya dan pergi tanpa mengatakan apa-apa bahkan saat ditanya anaknya itu tidak menjawab.
"Ana kenapa marah sama Kakak?" Tanya Sahara dengan lembut
"Ana jatuh kalna Kakak nakal." Kata Alana
"Kakak sudah minta maaf kan?" Kata Sahara lagi
Alana menganggukkan kepalanya singkat.
"Ana mau tau?" Tanya Sahara
"Apa Mami?" Tanya Alana pelan
"Tadi Kakak Angga gak mau sekolah karena adiknya sedang sakit dan dia tidak mau maka sarapan sebelum Ana makan juga, tau artinya apa?" Tanya Sahara
Alana menggelengkan kepalanya pelan membuat Sahara tersenyum penuh arti dan mengusap sayang puncak kepalanya.
"Artinya Kakak sangat sayang sama Ana." Kata Sahara
"Ana juga cayang Kakak." Kata Alana pelan
Sahara tersenyum senang lalu mencium puncak kepalanya dengan sayang.
"Kakak sudah minta maaf berarti Ana harus apa?" Tanya Sahara dengan lembut
"Maapin Kakak?" Kata Alana
Wajahnya terlihat menggemaskan membuat Sahara tersenyum senang melihatnya.
"Sekarang Ana tidur ya? Kalau nanti Kakak kesini lagi jangan marah hmm?" Kata Sahara
Alan mengangguk faham dan memejamkan matanya ketika Mami nya mengusap pipinya dengan lembut.
"Nanti Ana peluk Kakak"
Ya, memang itu yang harus Alana lakukan.
¤¤¤
Tau kok ini sedikit banget maaf :(
__ADS_1
Updatenya malam-malam lagi maapin yaaa :"