
Pagi ini ada yang aneh dengan Sahara sejak wanita itu bangun dari tidurnya, Arjun baru menyadarinya. Sejak bangun tidur Sahara berkali-kali ke kamar mandi dan ketika mereka menyantap sarapan tangan wanita itu juga terus berada di perutnya dengan dahi berkerut, seperti menahan sakit.
Arjuna khawatir melihatnya, tapi saat ingin bertanya Sahara sudah lebih dulu beranjak dari tempat duduknya menuju kamar mandi. Semakin khawatir Arjuna mengikuti istrinya dan menunggu wanita itu di depan pintu kamar mandi, tidak ada yang bisa dia dengar selain suara keran.
Dilain sisi Sahara tidak bisa menahan mualnya sejak pagi dan sekarang kepalanya sedikit berdenyut, dia sudah berusaha menahannya sejak bangun dari tidur, tapi sial mualnya malah semakin parah. Saat ini dia tau kalau suaminya ada di depan pintu kamar mandi, menunggu dia keluar untuk bertanya keadaannya.
Beruntung Sahara sudah memiliki alasan yang dapat dia berikan.
Setelah merasa cukup baik Sahara membasuh wajahnya dan mengelapnya menggunakan handuk kecil yang tergantung.
Benar dugaannya Arjuna menunggu dia keluar dan Sahara hanya bersikap acuh seraya melangkahkan kakinya kembali ke ruang makan, menghabiskan sarapannya karena sekarang dia merasa sangat lapar.
Dia tidak boleh ketahuan sebelum kejutan ulang tahun Arjuna diberikan.
Tidak boleh!
Baru saja duduk Arjuna yang juga duduk disebelahnya membawa wajah Sahara untuk menatapnya.
Mata Arjuna meneliti Sahara dan menyadari istrinta itu sedikit pucat, di benar-benar cemas sekarang.
"Kamu sakit? Dari tadi kamu kelihatan tidak enak badan Ra, apa kita perlu ke dokter?" Tanya Arjuna dengan penuh kelembutan, tapi Sahara masih dapat menangkap nada penuh kecemasan didalamnya
Sahara hanya menggelengkan kepalanya pelan dan mengatakan satu-satunya alasan yang bisa dia berikan.
"Tidak perlu Kak sepertinya ini sudah masuk bulan menstruasi Ara dan biasanya memang begini." Kata Sahara
Raut wajah Arjuna berubah untuk sesaat dan Sahara menyadarinya, tapi sang suami dengan segera merubah raut wajahnya sambil tersenyum tipis.
"Apa yang bisa aku lakukan supaya kamu tidak merasa sakit?" Tanya Arjuna yang disambut dengan kekehan kecil istrinya
Arjuna lucu sekali Sahara jadi gemas dan tidak sabar untuk mengatakan rahasianya.
"Tidak perlu Kak nanti hilang sendiri." Kata Sahara sambil tersenyum manis
Tapi, sayangnya Arjuna tidak bisa menghilangkan rasa cemasnya.
"Kamu tidak usah ke butik saja ya Ra? Istirahat saja dirumah kalau sakit." Kata Arjuna semakin membuat senyum Sahara mengembang lebar
"Kalau diam saja malah tambah sakit, jangan khawatir Kak." Kata Sahara sambil menangkup wajah suaminya dan mencium singkat bibirnya
Sekali lagi Arjuna tidak bisa menghilangkan kecemasannya.
"Kalau gitu aku antar saja ya?" Tawar Arjuna
Sahara menggelengkan kepalanya pelan, bisa gagal rencananya kalau Arjuna yang mengantar.
"Tidak usah sayang kamu kan mau ke kantor Papi nanti malah muter jauh." Kata Sahara gemas
"Tapi, kamu nanti...."
Perkataan Arjuna terputus karena dering di ponselnya.
Awalnya Arjuna ingin menolak panggilan itu, tapi sayangnya Abian yang menelpon bisa habis dia marahi nanti.
Saat melihat suaminya yang mengangguk lesu Sahara tau bahwa Papi mertuanya pasti meminta Arjuna untuk segera datang ke kantor, dia memang sudah bekerja sama dengan mertuanya.
Seharian ini Arjuna tidak boleh berada di restoran karena Sahara akan memberikan kejutan disana.
"Kenapa suamiku manyun hmm? Papi minta kamu berangkat sekarang ya?" Tebak Sahara
Arjuna hanya bergumam pelan, dia cemas harus meninggalkan Sahara yang terlihat tidak enak badan seperti sekarang.
Beruntungnya Sahara menyadari tatapan mata itu dan dengan senyum manisnya Sahara mengatakan bahwa dia akan meminta Gibran untuk menjemputnya saja, mengingat rumah sepupunya itu searah dengan rumah mereka.
"Bener ya? Jangan berangkat sendiri kalau Gibran gak bisa antar nanti aku telpon Pak Mun." Kata Arjuna yang hanya dijawab dengan anggukan oleh Sahara
Tentu saja dia akan berangkat sendiri karena dia harus ke toko kue bersama Anjani dan pergi ke restoran untuk mendekorasi bersama yang lainnya.
"Iya sayang"
Arjuna terkekeh pelan lalu memeluk tubuh istrinya cukup erat dan mencium puncak kepalanya dengan sayang.
Tadinya Arjuna sedikit berharap istrinya akan memberikan ucapan selamat ulang tahun, tapi jangan khawatir dia tidak masalah untuk itu semua.
Seperti yang sudah dia katakan sebelumnya kehadiran Sahara sendiri sudah cukup untuknya.
"Nanti makan siang mau barang atau gimana?" Tanya Arjuna
"Emm sendiri aja soalnya Ara ada janji temu waktu jam makan siang." Kata Sahara
Mengangguk faham Arjuna mencium seluruh wajah istrinya dan berhenti lama di bibir merah muda Sahara, ********** sebentar sebelum menjauhkan wajahnya.
Diusapnya pipi Sahara dengan lembut dan setelahnya sang istri membawa tangannya untuk dicium membuat Arjuna tersenyum senang.
"Hati-hati di jalan ya Kak kabari Ara kalau sudah sampai." Kata Sahara
Arjuna mengangguk singkat lalu beranjak dari tempat duduknya untuk mengambil tas, beruntung dia sudah menyelesaikan sarapannya.
Saat akan pergi sekali lagi Arjuna memeluk Sahara dan mengatakan kepada istrinya untuk menghabiskan sarapan.
"Habiskan dulu sarapannya sebelum kerja dan kalau masih sakit kamu telpon aku saja ya?" Kata Arjuna
Sahara hanya mengangguk dan tersenyum manis.
Saat suaminya berlalu dan memasuki mobil Sahara melambaikan tangannya lalu kembali masuk ke dalam rumah untuk melanjutkan sarapannya.
Sembari memakan sarapannya Sahara menelpon Anjani untuk membicarakan rencana mereka.
'Kakakku sudah berangkat?'
"Emm sudah kita ketemuan di resto Kak Juna oke?" Kata Sahara
'Oke, aku akan berangkat sama Mami'
"Baiklah aku mau sarapan dulu." Kata Sahara
'Sampai ketemu nanti Ra'
Sahara hanya menjawabnya dengan gumaman singkat lalu mematikan panggilan telponnya dengan sang adik ipar dan kembali melanjutkan sarapannya yang tertunda.
__ADS_1
Hampir habis
Makanan dipiringnya hampir habis, tapi sekali lagi Sahara merasa begitu mual dan ingin memuntahkan kembali makanannya.
Sial, jangan lagi dia harus makan sebelum pergi keluar rumah.
Sahara meminum teh hangatnya dan menghentikan sarapannya, setelah dirasa membaik dia memutuskan untuk menyelesaikan sarapannya.
Biar saja tidak dihabiskan dari pada dia harus memuntahkan kembali makanannya lalu merasa lapar, lagi.
Beranjak dari tempat duduknya Sahara membersihkan piring kotor lalu pergi ke kamarnya untuk bersiap.
Hari ini adalah hari spesial milik Arjuna.
Dan Sahara akan membuat hari ini begitu berkesan untuk suaminya.
Sangat berkesan dengan hadiah spesial yang akan dia berikan.
¤¤¤
Seharian ini Arjuna benar-benar kesal dan ingin kabur saja dari kantor Abian, dia cemas karena seharian ini Sahara tidak menjawab telponnya dan semua orang pun sama. Baik Anjani, keluarga Sahara, dan Diandra mereka semua juga tidak bisa dihubungi. Sungguh Arjuna kesal bukan main.
Masalahnya adalah saat berangkat tadi istrinya terlihat tidak cukup sehat bahkan wajahnya pucat.
Bagaimana dia tidak cemas?
Bahkan dia tidak percaya dengan perkataan istrinya bahwa itu karena tanggal menstruasi nya sudah dekat, dia tidak percaya.
Bagaimana kalau itu semua karena Sahara salah makan atau telat makan?
Dia tidak mau istrinya sakit karena Sahara memang begitu mudah jatuh sakit.
Dia punya maag dan tifus.
Setidaknya Sahara harus membalas pesannya meski hanya sekali dan mengatakan bahwa dia telah makan siang dengan baik.
Tapi, jangankan balasan nomornya saja malah tidak aktif.
Dia ingin pergi ke butik, tapi Abian melarangnya karena sebentar lagi mereka akan ada meeting penting dan Papi nya mengatakan bahwa Sahara pasti baik-baik saja.
Tetap saja Arjuna tidak bisa fokus, dia tidak akan lega sebelum Sahara memberinya kabar.
Di sisi lain Sahara sedang sangat sibuk bersama yang lainnya untuk mendekorasi restoran Arjuna menjadi tempat indah untuk kejutan spesial di hari ulang tahunnya.
Sejak tadi Sahara tidak memegang ponselnya begitu juga dengan yang lainnya kalau Diandra dia sudah meminta asistennya itu untuk tutup mulut dan mengabaikan panggiln atau pesan dari Arjuna yang menanyakan keberadaannya.
Pasti menyenangkan saat Arjuna melihatnya nanti, dia jadi tidak sabar.
Mereka sepakat untuk memberikan kejutan ini sekitar pukul lima sore, tepat setelah jam kerja di kantor Abian berakhir.
Senyuman Sahara mengembang dengan begitu lebar, dia tidak sabar untuk memberikan hadiah ini kepada Arjuna.
Kejutan dan hadiah spesial yang telah dia siapkan.
¤¤¤
'Kak apa Kakak bisa ke restoran sekarang? Istri Kakak ada disini sepertinya terjadi sesuatu ada luka di lengan dan dahinya'
Feeling nya selalu benar, dia tidak tenang sejak tadi dan ternyata benar dia mendapat telpon dari salah satu karyawannya.
Kenapa Sahara bisa terluka?
Kenapa istrinya itu tidak menelpon?
Dia mempersingkat perjalanan hingga dalam waktu lima belas menit Arjuna sampai di restoran.
Dengan penuh kecemasan Arjuna kembali berlari dan masuk ke dalam, tapi yang dia dapati adalah istrinya yang berdiri dengan senyuman manis sambil memegang kue ulang tahun ditangannya.
Restorannya mendadak berubah dengan dekorasi yang sepertinya sudah istrinya siapkan.
Ada banyak keluarga dan teman-temannya disana.
Nafasnya masih terengah, tapi istrinya malah tersenyum manis dan berjalan mendekatinya.
Saat keduanya sudah berhadapan sebuah kalimat Sahara ucapkan dan membuat Arjuna benar-benar tidak menyangka kalau istrinya melakukan ini semua.
"Selamat ulang tahun suamiku sayang"
Arjuna masih diam, dia bingung harus merasa kesal atau senang.
Seharian ini dia hampir gila karena Sahara tidak membalas pesannya, tapi ternyata istrinya itu menyiapkan kejutan di hari ulang tahunnya.
"Ihh kok diam?"
Rengekan Sahara membuat mereka terkekeh pelan dan Arjuna yang menatap mata istrinya dengan dalam.
"Kenapa harus menakuti aku? Kamu tau aku cemas sejak pagi Ra." Keluh Arjuna
Senyum Sahara memudar, dia salah ya?
Arjuna menyadari hal itu makanya dia menghela nafasnya pelan dan mengangkat dagu Sahara agar wanita itu kembali menatapnya.
Dia tidak boleh marah Sahara pasti sudah menyiapkannya dengan susah payah.
"Terima kasih sayang"
Senyum Sahara kembali mengembang dan dia meminta suaminya untuk meniup lilin, tapi Arjuna malah tertawa.
"Aku merasa seperti anak kecil." Kekehnya
"Ihh tiup lilinnya, tapi make a wish dulu." Kata Sahara
Arjuna tersenyum dan mulai memejamkan matanya, meminta sebuah permintaan.
'Aku harap kami bisa hidup bahagia bersama dengan anak-anak kami nantinya'
Saat membuka matanya Arjuna tersenyum kala melihat istrinya yang juga tersenyum ke arahnya.
Setelah lilin itu ditiup Sahara meletakkan kue yang dia bawa di meja lalu memeluk suaminya dengan sayang.
__ADS_1
"Selamat ulang tahun Ara sudah punya hadiah yang sangat spesial untuk Kakak." Kata Sahara
Arjuna baru akan bertanya, tapi Sahara langsung mengatakan bahwa hadiah spesialnya ada di rumah mereka.
Arjuna yang tidak tau apa-apa menganggap hadiah spesialnya adalah menjalani malam panjang bersama istrinya.
Setelah Sahara melepaskan pelukannya satu persatu orang yang ada disana menghampiri Arjuna dan mengucapkan selamat.
Sesaat setelahnya pintu restoran kembali terbuka dan Abian langsung menghampiri putranya, memeluk Arjuna dengan erat.
Arjuna tersenyum bahagia, dia sangat senang mendapatkan ini semua.
Terima kasih kepada Sahara.
¤¤¤
Pukul tujuh malam pasangan suami istri itu telah sampai di rumah mereka dan selama perjalanan keduanya tidak bisa menyembunyikan senyum bahagianya. Apalagi Arjuna yang mendapat hadiah indah berupa album mini seperti yang ia buat untuk Sahara dulu dan sebuah surat manis yang ditulis sendiri oleh istrinya.
Saat ini Arjuna masih menanti hadiah spesialnya.
"Jadi apa hadiah spesialku sayang?" Tanya Arjuna ketika mereka telah memasuki rumah
Sahara hanya tersenyum dan menggenggam tangan suaminya, mengajak Arjuna ke kamar mereka.
Saat masuk kedalam Arjuna tidak menemukan apapun dan dia hanya memperhatikan istrinya yang menuju lemari, mengambil sebuah kotak kecil disana.
"Sini duduk dulu." Kata Sahara
Setelah keduanya duduk Sahara menyerahkan kotak itu kepada Arjuna.
"Ini sangat spesial"
Senyum manis istrinya membuat Arjuna terpesona, tapu sesaat setelahnya dia menatap kotak ditangannya.
Entah kenapa jantungnya berdetak dengan begitu cepat.
Arjuna menatap Sahara yang tersenyum sambil mengangguk singkat.
Menghela nafasnya pelan Arjuna membukanya dan dia hampir menangis ketika melihat apa isinya.
Sahara benar ini sangat spesial.
"Ra kamu..."
Saat mendongakkan kepalanya Arjuna kembali dibuat terkejut dengan kecupan singkat dibibirnya.
"Hay Daddy Juna"
Tanpa sadar air matanya turun, tapi Arjuna dengan cepat menghapusnya dan langsung memeluk Sahara.
"Terima kasih banyak Ra"
Arjuna mengecup puncak kepala Sahara hingga berkali-kali.
Setelah pelukan mereka terlepas Arjuna menatap Sahara dengan begitu dalam dan mengusap lembut pipinya lalu turun hingga ke leher jenjangnya.
Mata Sahara tertutup dan dia bisa merasakan bibirnya menyatu dengan bibir Arjuna.
Arjuna menciumnya dengan begitu lembut.
Tangan Arjuna berada di lehernya dan secara tiba-tiba tubuhnya terhempas ke ranjang.
Arjuna memperdalam ciuman mereka dan setelah merasa kehabisan nafas dia menjauhkan wajahnya lalu berbisik sensual di telinganya.
"Can i have another gift?"
"Hadiah apa lagi?" Tanya Sahara dengan tatapan sayunya
Tangan Arjuna menyusup masuk ke dalam bajunya dan mengusap perutnya dengan lembut.
Lalu berbisik.
"Bolehkah aku mengunjungi anakku didalam sana?"
Sahara tersenyum lalu menarik tengkuk Arjuna dan menyatukan lagi bibir mereka.
Malam yang panjang kembali mereka lewati.
¤¤¤
Teruntuk suamiku sayang,
Selamat ulang tahun suamiku sayang, aku harap kamu akan selalu bahagia♡
Ara bingung mau nulis apa, tapi Ara juga mau ngirim surat seperti yang pernah Kak Juna lakukan dulu
Ara mau bilang kalau Ara sangat bahagia bisa memiliki Kak Juna dan Ara merasa sangat beruntung bisa menjadi istri Kakak
Jangan protes karena masih manggil Kakak ya?!
Kak Juna memberikan begitu banyak kebahagiaan untuk Ara dan Ara sangat berterima kasih untuk itu
Ara berharap kita bisa selalu bersama dan membangun keluarga yang harmonis bersama anak-anak kita kelak
Tertanda,
Sahara yang cantik dan imut♡
The End.
¤¤¤
Yeee akhirnya aku bisa tamatin certa ini juga❤
Makasih banyak yang udah ngikutin cerita ini sampai tamat😊 Makasih banyak untuk like, comment, dan vote nya😶
Aku sayang kalian❤
Butuh extra part????
__ADS_1
Kasih satu kata dong buat cerita ini (kalo mau) eheee😂