
Malam ini entah kenapa Sahara kembali merasa takut dan tidak bisa tidur dengan nyenyak, perkataan Arjuna siang tadi membuatnya sangat kefikiran. Ada yang mengawasi rumahnya, ada yang mengikuti Arjuna ketika pria itu pulang dari rumahnya dan senua itu membuat Sahara tidak tenang.
Dia takut
Bagaimana kalau sesuatu yang buruk sampai terjadi?
Sahara tidak ingin kedua pria yang disayanginya itu sampai terluka karena melindunginya, dia tidak bisa menghadapi itu semua. Sebenarnya Sahara tidak mengerti kenapa Kevin sampai berbuat seperti ini.
Apa benar hanya karena cinta?
Apa masih ada alasan yang lainnya?
Memandang langit-langit kamarnya Sahara berkali-kali menghela nafas pelan, berusaha membuat dirinya sendiri merasa tenang dan menghilangkan semua rasa takutnya.
Saat tengah sibuk dengan fikirannya sendiri getaran di ponselnya membuat Sahara tersentak dengan jantung yang berdetak semakin cepat. Tangannya sedikit gemetar ketika dia meraih ponselnya dan melihat bahwa sebuah nomor tak dikenal menelponnya.
Ada keraguan yang begitu besar, tapi perlahan Sahara menggeser layar hijau disana dan meletakkan ponselnya di telinga.
Sahara tidak bicara dan sang penelpon juga masih diam disana.
Cukup lama mereka diam dan Sahara yang akan menarik turun ponselnya mendadak terkejut ketika sang penelpon mulai bersuara.
'Apa kabar Ra?'
Sahara tidak menjawab, dia kenal suara itu.
'Selamat atas pertunangan kalian'
Suara milik Kevin benar-benar membuat Sahara ketakutan.
'Kamu bahagia Ra?'
Sahara masih tidak menjawab rasanya dia tidak bisa mengeluarkan kata apapun.
'Kalau aku menyakiti Arjuna bagaimana Ra?'
Dan pertanyaan itu berhasil membuat suara Sahara keluar.
"Jangan.... kenapa... kamu lakuin ini... ke aku?" Tanya Sahara takut
Kekehan kecil terdengar disebrang sana membuat Sahara merinding ketika mendengarnya.
'Karena kamu ninggalin aku dan memilih pria itu'
"Tapi... kamu yang ninggalin aku Vin." Bela Sahara
'Dan seharusnya kamu menunggu aku Ra! Kenapa kamu malah bersama pria lain?!'
Sekali lagi Sahara mendapat bentakan dan itu membuatnya bergetar ketakutan.
"Pasti ada alasan lain kan?" Kata Sahara dengan suara bergetar
Kali ini tawa kecil terdengar dan Kevin tak langsung menjawab.
'Alasan lain? Menurut kamu apa Ra?'
Tak ada jawaban Sahara hanya diam lalu Kevin kembali bersuara.
'Kamu berasal dari keluarga terpandang, kaya raya, dan memiliki segalanya'
Sahara tercekat ketika mendengar itu semua, dia benar-benar tidak bisa mengeluarkan sepatah kata pun.
'Kamu fikir untuk apa aku mengejar kamu kalau bukan karena itu semua? Kamu fikir aku benar-benar mencintai kamu Ra?'
Terdengar suara decihan disebrang sana lalu Kevin mengatakan hal yang membuat air mata Sahara turun.
'Kamu hanya wanita manja yang selalu membuat orang lain susah dan repot, aku tidak akan mungkin jatuh cinta dengan wanita seperti itu Ra'
Jadi karena itu?
Kevin tidak pernah mencintainya dan satu-satunya alasan kenapa dia mengejar Sahara hanya karena harta juga status.
Tidak mau lagi mendengar perkataan Kevin dengan segera Sahara mematikan panggilan telponnya dan melempar benda itu ke sembarang arah.
Menggigit bibir bawahnya pelan Sahara menahan isakannya, dia cengeng sekali ya?
Sahara cengeng, manja, terlalu banyak mau, penakut, dan selalu membuat orang lain susah.
Bahkan kalau difikir Devina lebih mandiri dibanding Sahara.
Dia selalu merepotkan orang lain.
Sejak kecil Sahara selalu banyak keinginan dan merajuk atau menangis apabila tidak dipenuhi.
"Hikss.. Hikss..."
Sampai sekarang ternyata Sahara tetap sama, manja dan selalu menyusahkan.
__ADS_1
¤¤¤¤
Pagi hari datang Sahara bangun dari tidurnya lebih siang dari hari-hari biasanya, beruntung mata indahnya tidak hitam karena menangis tadi malam. Berusaha bersikap biasa Sahara yang sudah selesai bersiap langsung keluar dari kamarnya dan bergabung untuk menyantap sarapan bersama yang lainnya.
Tidak ada sapaan seperti biasa Sahara langsung duduk dan hanya memberikan senyuman manis kepada keluarganya. Mereka sudah mulai sarapan dari tadi dan Fahisa yang melihat kedatangan Sahara langsung tersenyum lalu menyiapkan sarapan untuknya.
Sahara diam, bahkan untuk sarapan saja Fahisa selalu menyiapkannya.
Mendadak nafsu makan Sahara menghilang, tapi dia tidak ingin membuat yang lainnya curiga sehingga sebuah senyuman manis terbentuk bersamaan dengan Sahara yang mulai menyantap sarapannya.
"Ara bangunnya terlambat, apa kamu tidak bisa tidur?" Tanya Daffa yang langsung dijawab dengan gelengan kepala oleh anaknya
"Tidak Daddy tadi malam Ara tidurnya agak larut karena menggambar sketsa." Kata Sahara bohong
Terdengar helaan nafas yang keluar dari bibir Daffa, dia yang percaya dengan ucapan anaknya itu langsung memperingati Sahara agar tidak tidur larut malam lagi.
"Jangan sering tidur larut malam, Ara baru sembuh harus jaga kesehatan." Kata Daffa
Bahkan Sahara begitu lemah, dia mudah sakit.
Sangat merepotkan.
Tapi, Sahara hanya mengangguk patuh dan menatap Daffa sambil tersenyum.
"Emm tidak lagi Daddy." Kata Sahara
Setelah menghabiskan sarapannya Sahara berpamitan kepada Fahisa untuk berangkat ke butik, kedua adiknya berangkat bersama Daffa lebih dulu karena Sahara yang berangkat ke butiknya agak siang.
Saat Sahara memeluknya dengan erat Fahisa merasa ada sesuatu yang aneh, biasanya ketika akan berangkat ke butik Sahara akan tersenyum lebar lalu memeluknya singkat dan mencium punggung tangannya.
Tapi, kali ini Sahara memeluknya cukup lama dan cukup erat begitu juga ketika Sahara mencium punggung tangannya.
"Ara"
Mendongakkan kepalanya Fahisa melihat tatapan Sahara yang berbeda dari biasanya.
"Kamu baik-baik saja?" Tanya Fahisa yang dijawab dengan sebuah senyuman dan anggukan singkat
"Mommy maaf ya?" Kata Sahara secara tiba-tiba
"Maaf untuk apa? Ara tidak punya salah sama Mommy." Kata Fahisa lembut
Tersenyum kecil Sahara kembali memeluk Fahisa dengan erat.
"Ara sayang sekali sama Mommy, maaf kalau Ara terlalu manja dan suka membuat Mommy susah." Kata Sahara membuat Fahisa menatapnya dengan terkejut
"Kamu kenapa Ra? Terjadi sesuatu kan?" Tanya Fahisa yang kembali dijawab dengan gelengan pelan oleh Sahara
"Tidak Mommy Ara baik-baik saja, tidak tau kenapa tiba-tiba Ara mau bicara begitu." Kata Sahara sambil tersenyum manis
"Kalau ada apa-apa cerita sama Mommy ya? Jangan dipendam sendiri." Kata Fahisa
Mengelus rambut Sahara dengan penuh kasih sayang Fahisa tersenyum lalu melambaikan tangannya ketika Sahara beranjak pergi dan masuk ke dalam mobil.
Setelah Sahara benar-benar pergi Fahisa jadi semakin kefikiran, dia yakin pasti ada sesuatu tidak mungkin Sahara tiba-tiba mengatakan seperti itu.
Kalau sudah begini dia akan bilang dengan suaminya.
¤¤¤¤
Selama berada di butiknya Sahara kembali melamun bahkan dia sama sekali tidak mendengar perkataan Diandra yang sedang melaporkan masalah pekerjaan. Fikiran Sahara berkelana entah kemana, tadi dia kembali mendapat pesan dari Kevin dan dia semakin kehilangan fokusnya.
Kamu yakin Arjuna adalah pria yang berbeda denganku Ra?
Berkali-kali Sahara meyakinkan dirinya sendiri bahwa Arjuna berbeda, pria itu benar-benar mencintainya dengan tulus.
Dulu Kevin meninggalkannya, tapi Arjuna tidak pernah melakukan hal itu kepada Sahara.
Kevin tidak pernah menyatakan perasaannya, tapi Arjuna melakukannya berkali-kali.
Mereka berbeda, sangat berbeda.
"Kakak"
Panggilan itu membuat Sahara tersentak dan langsung menatap ke arah Diandra dengan wajah bingung.
"Kenapa Ra?" Tanya Sahara
"Bagaimana menurut Kakak?" Tanya Diandra yang membuat kening Sahara berkerut, dia tidak faham
"Bagaimana apanya?" Tanya Sahara
"Kakak tidak dengar ya? Tadi aku bicara masalah acara fashion nanti malam, Kakak akan datang atau tidak?" Tanya Diandra lagi
"Maaf aku kurang fokus, jam berapa acaranya?" Tanya Sahara
"Jam delapan Kak, tapi lokasinya cukup jauh makanya aku tanya Kakak akan datang atau tidak." Kata Diandra
__ADS_1
Jam delapan malam kalau Sahara perkirakan dia akan pulang sangat larut nantinya dan dia ragu Daffa akan memberi izin.
"Aku kabari nanti sore ya Ra." Kata Sahara membuat asistennya itu mengangguk faham
Setelah itu Diandra keluar dari ruang kerja Sahara dan bersaman dengan itu Arjuna datang sambil membawa sesuatu, dia yakin itu makanan. Senyuman Arjuna terbit ketika mata mereka bertemu membuat Sahara ikut tersenyum dan meninggalkan pekerjaannya lalu memeluk tunangannya itu dengan erat.
"Kak Junaa"
Tertawa kecil Arjuna ikut membalas pelukan Sahara.
"Sudah makan belum?" Tanya Arjuna
Melepaskan pelukannya Sahara menatap Arjuna lalu menggelengkan kepalanya pelan.
"Belum"
Menunjukkan apa yang dia bawa Arjuna langsung mengajak Sahara untuk duduk.
"Aku tadi belikan pizza kesukaan kamu." Kata Arjuna membuat Sahara langsung tersenyum senang
"Makasih Kak." Kata Sahara
Dengan semangat Sahara menyantap makanan kesukaannya sedangkan Arjuna hanya diam sambil memperhatikan Sahara. Tadi dia dapat telpon dari Diandra dan juga Fahisa yang sama-sama mengatakan bahwa Sahara sedikit aneh hari ini, dia banyak melamun dan yang cukup mengejutkan adalah meminta maaf kepada Fahisa.
"Kamu ada kegiatan aja apa Ra sejak tadi?" Tanya Arjuna berusaha membuka percakapan
"Emm tidak banyak seharian Ara disini meriksa laporan dan gambar sketsa dari tadi belum keluar-keluar." Kata Sahara jujur
"Nanti malam kamu ada acara ya?" Tanya Arjuna yang langsung dijawab dengan anggukan oleh Sahara
"Tapi, belum izin sama Daddy acaranya malam dan tempatnya juga cukup jauh." Kata Sahara
"Lalu kamu akan tetap datang?" Tanya Arjuna
"Belum tau Kak." Kata Sahara
"Jangan datang Ra." Kata Arjuna refleks
"Kenapa?" Tanya Sahara dengan penuh tanda tanya
"Aku tidak bisa menemani kamu." Kata Arjuna membuat Sahara merasa begitu tersentuh ketika mendengarnya
Sahara memang benar bahwa Arjuna berbeda, dia tidak seperti Kevin bahkan keduanya sangat berbeda seperti langit dan juga bumi.
Sahara yang memang sudah menghentikan makannya menatap Arjuna dengan dalam lalu tanpa permisi dipelukanya tubuh kekar itu dengan cukup erat.
"Selalu ada dua orang suruhan Daddy yang akan menjaga Ara, kenapa Kakak harus cemas?" Tanya Sahara
"Aku selalu cemas Ra." Kata Arjuna sambil membalas pelukan tunangannya
Sahara memang sangat merepotkan, dia tidak bisa melindungi dirinya sendiri dan selalu membuat orang lain cemas.
"Kak Juna"
"Hmm"
"Maaf ya?" Kata Sahara membuat Arjuna langsung melepaskan pelukannya dan menatap matanya
"Untuk apa?" Tanya Arjuna lembut
"Semuanya, Ara suka bikin repot ya? Ara juga sangat manja dan banyak maunya Kakak pasti...."
Belum sempat menyelesaikan perkataannya Sahara dibuat terkejut dengan Arjuna yang tiba-tiba mencium bibirnya.
Hanya ciuman singkat karena setelahnya Arjuna menjauhkan dirinya dan menatap Sahara dengan dalam.
"Terjadi sesuatu kan? Kevin menghubungi kamu lagi?"
Dan Sahara hanya diam dengan kepala tertunduk.
Dia tidak mau menyebabkan masalah.
Dia tidak mau kalau sampai ada yang terluka karena dirinya.
Kevin benar dia memang selalu menyusahkan orang lain.
"Ara"
Menatap Arjuna dengan senyuman kecil Sahara menggelengkan kepalanya pelan lalu kembali memeluk Arjuna.
Pelukan yang entah kenapa membuat keduanya sama-sama cemas tanpa alasan.
¤¤¤¤
Rusuh kamu ya Kepinnn sebel akuu😠
Maaf ya kemarin gak update aku sibuk bikin vidio untuk nilai uas😢
__ADS_1
Tunggu terus kelanjutannya yaaa😚