Sahara In Love

Sahara In Love
44 : Cemburu


__ADS_3

Satu bulan sudah berlalu sejak kedatangan keluarga Arjuna untuk melamar Sahara dan sekarang keduanya sudah mulai menyiapkan serta membahas masalah pernikahan. Sering kali Sahara merasa malu saat membahasnya dengan Arjuna, tapi dia juga sangat bahagia apalagi pria itu tidak pernah berdebat dengannya.


Beberapa kali temannya yang menikah mengatakan bahwa ketika mempersiapkan pernikahan mereka sering berdebat karena berbeda pendapat, tapi beruntung Sahara tidak merasakannya dia dan Arjuna selalu membicarakan dengan baik-baik lalu berakhir dengan Arjuna yang mengalah.


Saat ini mereka sedang dalam perjalanan menuju percetakan untuk memesan dan memilih undangan pernikahan mereka, Sahara sangat antusias. Mereka sudah menyelesaikan masalah baju, catering, dan beberapa hal lainnya juga hanya tinggal sedikit lagi saja.


"Kak Junaaa"


"Hmm"


Satu hal lagi sekarang Sahara lebih manja dari biasanya, tapi Arjuna suka.


"Nanti habis dari sana Ara mau makan di restoran Kak Juna ya? Makan ayam bakar." Kata Sahara yang langsung dijawab dengan anggukan oleh calon suaminya


Bolehkan Sahara menyebutnya sebagai calon suami?


"Kak Juna maunya undangan kita seperti apa?" Tanya Sahara penasaran


"Hmm belum tau yang jelas aku gak mau kalau terlalu berlebihan dan jangan warna pink, lagi kita sudah ada banyak warna pink di konsep pernikahan." Kata Arjuna membuat Sahara tertawa kecil mendengarnya


Sahara memang mengatakan bahwa dia ingin nuansa pink dan abu-abu untuk pernikahan mereka, Arjuna setuju.


"Iya ihh gak warna pink lagi, memang Kak Juna maunya warna apa?" Tanya Sahara


"Abu-abu atau biru sepertinya bagus." Kata Arjuna


Mengangguk faham Sahara lalu diam dan tidak lagi bertanya, dia memilih untuk memandang ke arah jalanan sambil tersenyum lebar.


Rasanya masih belum menyangka kalau Arjuna akan melamarnya dan sebentar lagi mereka akan menikah, Sahara begitu bahagia.


"Kak Juna masa aku sering diledekin sama Anjani." Kata Sahara mengadu


Dia memang benar setiap kali bertemu Anjani wanita itu selalu menggodanya dan itu menyebalkan karena Sahara jadi malu.


"Memang dia bilang apa ke kamu Ra?" Tanya Arjuna sambil tersenyum


"Dia selalu panggil Ara dengan sebutan Kakak ipar terus Anjani juga sering ledekin Ara kan malu jadinya Kak." Keluh Sahara dengan bibir mengerucut


"Loh kenapa? Kan memang benar kamu akan jadi Kakak iparnya Anjani." Kata Arjuna


"Iya sih, tapi kan maluu Kak habisnya Anjani pas ngomong mukanya nyebelin bangettt." Kata Sahara


Tertawa kecil Arjuna mengatakan bahwa dia akan memberitau adiknya agar tidak melakukan hal itu lagi kepada Sahara, meskipun dia tau kalau Anjani tidak akan mau menurut.


Selanjutnya sisa perjalanan mereka diselimuti dengan keheingan sampai akhirnya keduanya sampai di tempat tujuan. Seperti biasa Arjuna akan membukakan pintu untuk calon istrinya lalu menggenggam tangan itu erat dan mengajaknya untuk masuk.


Sahara sangat tidak sabar dan merasa begitu antusias makanya ketika sampai lalu keduanya duduk bersama dengan pemilik percetakan senyumnya langsung mengembang dengan lebar.


Percetakan ini milik salah satu teman Arjuna oleh karena itu pria ini sendiri yang menghampiri keduanya untuk menanyakan beberapa model undangan pernikahan.


"Hai Jun"


Arjuna tersenyum dan membalas sapaan itu dengan ramah.


"Hai gue Yuda temaannya Arjuna." Kata pria itu kepada Sahara


"Hai juga aku Sahara." Kata Sahara dengan lembut membuat pria itu sedikit terpana


Tidak, jangan berfikir aneh karena Yuda sudah menikah dia hanya mengagumi ciptaan Tuhan saja.


"Oke, jadi gue ada beberapa sample undangan dan kalian bisa lihat atau kalau kalian punya design yang lain gak papa." Kata Yuda


Pria itu mengambil beberapa sample undangan di laci mejanya dan menunjukkan kepada pasangan yang akan menikah ini.


Keduanya memperhatikan satu persatu undangan yang ada di meja, semuanya bagus dan tidak terlalu berlebihan.


"Kak Juna sukanya yang mana?" Tanya Sahara membuat Yuda menatapnya dengan bingung


Kak


Panggilan itu lucu sekali, kenapa orang yang mau menikah memanggil pasangannya dengan sebutan Kakak?


"Kakak? Kok lo manggil Arjuna pakai sebutan Kakak sih? Kan sudah mau nikah ganti dong jadi sayang atau Mas Juna." Kata Yuda dengan wajah menyebalkannya


Mengerucutkan bibirnya kesal Sahara menatap Arjuna dengan tatapan bahwa dia ingin pria itu mengatakan sesuatu kepada Yuda.


"Jangan gitu Yud nanti dia ngambeknya sama gue lagian udah biasa manggil Kakak makanya susah mau ngerubah." Kata Arjuna yang langsung dijawab dengan anggukan oleh Sahara


Dia tidak terbiasa memanggil Arjuna dengan sebutan lainnya rasanya panggilan Kakak sudah pas untuk Arjuna.


Ya, tidak tau sih kalau mereka sudah resmi menikah nanti.


¤¤¤¤


Malam ini Arjuna mengajak Sahara untuk pergi ke acara ulang tahun perusahaan salah satu rekan kerja Papinya dan tentu saja setelah mendapat izin dari orang tuanya. Pukul tujuh malam Arjuna telah sampai di rumah Sahara dan ternyata sang kekasih sudah siap dengan gaun cantik berwarna peach juga rambut dikucir yang membuatnya semakin terlihat cantik.

__ADS_1


Setelah berpamitan dengan kedua orang tua Sahara kini keduanya sudah berada di dalam mobil dan menuju tempt acara diadakan. Sesekali Sahara menoleh, dia terpana dengan Arjuna yang malam ini terlihat begitu tampan menggunakan jas serta dasi, pria itu jarang menggunakan pakaian seperti sekarang.


Sebenarnya Arjuna malas menghadiri acaa seperti itu, tapi Abian memaksanya dan mengatakan bahwa nanti dia juga aan terbiasa.


Jadi Arjuna tidak dapat berbuat yang lain kecuali menerimanya.


"Kak Juna terlihat tampan kalau pakai jas." Kata Sahara sambil tersenyum


"Benarkah? Apa aku cocok pakai pakaian seperti ini Ra?" Tanya Arjuna yang langsung dijawab dengan anggukan oleh Sahara


"Cocok sekali seperti CEO sangat tampan dan menawan." Kata Sahara membuat tawa kecil Arjuna terdengar


Dia malu mendengar pujian yang diberikan kekasihnya, tapi Arjuna juga senang.


"Kamu juga cantik malam ini Ra meskipun setiap hari kamu juga selalu cantik." Kata Arjuna tanpa mengalihkan pandangannya dari jalan


"Iya dong dari kecil Ara memang cantik." Kata Sahara sambil tersenyum lebar


Ikut tersenyum Arjuna meraih tangan Sahara untuk digenggamnya lalu ia cium punggung tangan itu dengan lembut.


"Kak Juna kok suka cium tangan Ara?" Tanya Sahara


Tersenyum miring Arjuna menjawab dengan hal yang membuat Sahara berdecak kesal lalu memukul pelan lengannya.


"Kalau cium bibir nanti aku kelepasan"


Ada hal lain juga yang perlu kalian ketahui, Arjuna agak mesum sekarang.


"Kak Juna nih diajarin siapa ngomong begitu?" Tanya Sahara kesal


Bukannya menjawab Arjuna malah tertawa kecil lalu mencium tangan Sahara lagi, hingga berkali-kali.


Sahara hanya diam dengan bibir mengerucut, dia malu dan pipinya mulai memanas sekarang.


"Kamu tuh gemesin tau Ra." Kata Arjuna sambil mencubit pelan pipi Sahara sebelum akhirnya menjauhkan tangan kekarnya


Kali ini Sahara yang diam dan tidak menanggapi apapun lalu perjalanan mereka ditemani oleh alunan musik yang begitu indah. Sekitar dua puluh menit sampailah keduanya di salah satu gedung mewah tempat acara ini digelar, perusahaannya memang besar tidak wajar kalau pestanya semewah ini.


Dengan tangan yang saling bergenggaman keduanya memasuki area gedung yang telah di dekorasi dengan begitu indah dan Sahara benar-benar kagum ketika melihatnya. Ada banyak orang disana dan rata-rata diisi dengan pria paruh baya hanya ada beberapa orang yang seumuran Sahara ataupun Arjuna.


Tapi, ternyata ada beberapa wanita cantik juga disana.


"Arjuna"


Keduanya menoleh dan mendapati seorang pria tampan yang masih cukup muda menghampiri keduanya. Saat berhadapan Arjuna menyapanya, ternyata nama dia Julian.


Ikut tersenyum keduanya berjabat tangan dan ketika pria itu mengeluarkan suaranya Arjuna berdecak kesal lalu langsung memisahkan kedua tangan yang masih berjabatan itu.


"Malam cantik." Kata Julian sambil mengedipkan sebelah matanya


"Gak usah macam-macam ya Ju!" Kata Arjuna kesal


Dengan posesif Arjuna melingkarkan tangannya di pinggang Sahara membuat temannya itu tertawa kecil, tapi dia tidak bohong wanita yang dibawa Arjuna itu sangat cantik.


"Jangan gitu lah Jun kan gue nyapa doang." Canda Julian


"Sama siapa lo kesini?" Tanya Arjuna tanpa mau menanggapi ucapan temannya


"Sama bokap gue." Kata Julian membuat Arjuna mengangguk faham


"Eh Ra hati-hati lo disini banyak mantannya Arjuna." Kata Julian yang langsung dihadiahi tatapan tajam Arjuna


"Mantan apanya?! Gue gak pernah punya mantan." Kata Arjuna ketus


Sahara sedikit tersentak kala Arjuna mendekat dan membisikkan sesuatu di telinganya.


"Jangan percaya Ra"


Julian tertawa melihat interaksi pasangan itu, tapi Arjuna memang benar pria itu tidak punya mantan wanita yang dia bicarakan tadi hanya pernah dekat dengan Arjuna saja tidak pernah ada hubungan lebih.


"Yuk Jun ketemu sama yang lain." Ajak Julian


Arjuna yang hanya mengenal beberapa orang hanya mengangguk dan mengikuti langkah pria itu, dia memang sering menggantikan Abian ketika bekerja, tapi dia tidak terlalu mengenal rekan-rekan kerja Papi nya. Beberapa kali pria paruh baya menyapa dan bertanya tentang Abian dan dijawab dengan Arjuna bahwa Papi nya berhalangan untuk hadir.


Saat bertemu beberapa orang yang memang Arjuna kenal mereka mengobrol dan sesekali Sahara juga ikut berbicara. Sampai akhirnua suara seruan seorang wanita terdengar bersamaan dengan tubuh Arjuna yang dipeluk tanpa permisi.


Baik Arjuna ataupun Sahara terlihat begitu terkejut, tapi ketika wanita itu menjauhkan tubuhnya dan menatap Arjuna dia tersenyum.


"Junaa udah lama ya kita gak ketemu?" Tanya wanita itu dengan antusiasnya


Wanita itu cantik, tidak Sahara tidak cemburu dia hanya merasa tidak suka saja.


Kenapa wanita itu memeluk calon suaminya tanpa permisi?


"Hmm apa kabar?" Tanya Arjuna

__ADS_1


"Baik"


Takut kalau Sahara marah Arjuna langsung memperkenalkannya kepada wanita yang bernama Ferra.


"Ra kenalin ini teman aku namanya Ferra." Kata Arjuna


Sambil tersenyum manis Sahara mengulurkan tangannya dan tanpa berfikir apapun Ferra juga menjabat tangan itu sambil membalas senyumannya.


"Ferra, dia pacar kamu?" Tanya Ferra yang dijawab dengan gelengan kepala oleh Ferra


"Dia tunangan aku." Kata Arjuna membuat Sahara tersenyum ketika mendengarnya


Ada gurat kekecewaan di wajah Ferra, tapi hanya sesaat karena setelahnya dia tersenyum dengan ramah.


Saat menatap Sahara mendadak mata Ferra menyipit, dia seperti pernah melihat wanita itu bukan pernah melainkan sering.


"Kamu designer itu kan?! Iya kan? Aku pasti benar kamu mirip sekali dan namanya juga sama." Kata Ferra antusias


"Iya aku memang seorang designer." Kata Sahara sambil tersenyum


"Wahh aku senang sekali, kamu tau gak? Waktu itu aku hubungin Diandra, tapi kata dia kalian tutup sementara." Kata Ferra dengan wajah sedihnya


"Iya kami memang tutup sementara, tapi sekarang sudah buka lagi." Kata Sahara membuat wanita itu tersenyum senang


"Benarkah? Apa aku boleh mengunjungi kamu? Aku ada beberapa rencana dan aku mau bekerja sama dengan kamu." Kata Ferra semangat


"Hmm datang saja." Kata Sahara lembut


Setelah itu mereka berdua berbicara tentang banyak hal Ferra sangat ramah dan Sahara suka berbicara dengan dia. Sampai akhirnya semakin banyak tamu yang datang karena acara sudah di mulai dan mc di depan sana juga sudah mulai berbicara.


Sepanjang acara ada beberapa wanita yang menghampiri Arjuna lalu menyapa dan mengajak bicara, hal itu membuat Sahara tidak suka. Memang mereka tidak memeluk Arjuna seperti yang Ferra lakukan, tapi wanita-wanita itu dengan sangat jelas menggoda Arjuna.


Sahara tidak suka.


Meskipun Arjuna juga memperkenalkan dia sebagai tunangannya, tapi wanita-wanita itu seolah tidak perduli dan masih saja menggoda calon suaminya.


Akhirnya karena merasa kesal Sahara mendekat lalu menggenggam tangan Arjuna membuat pria itu menatapnya dan Sahara langsung memasang wajah sebalnya.


Arjuna tertawa kecil melihat wajah Sahara dan wanita-wanita itu juga menatap Sahara dengan kesal.


'Apa kalian?! Ini calon suami aku jangan ganjen!' Batin Sahara kesal


Kenapa ada banyak sekali wanita di sekitar Arjuna?!


Setelah wanita-wanita itu pergi Sahara melepaskan tangannya lalu menghampiri Ferra dan mengajaknya berbicara, mengabaikan Arjuna.


"Kesel ya? Memang ada banyak yang suka sama Juna, padahal dia cuman sesekali ikut Om Abian." Kata Ferra


"Kesel bangettt." Kata Sahara


Tertawa kecil Ferra sekarang mengerti kenapa Arjuna mencintai Sahara, dia cantik, lucu, dan wajahnya begitu polos.


Sepanjang acara Sahara mendiamkan Arjuna sampai akhirnya acara telah usai dan kini keduanya sedang berjalan menuju parkiran, Sahara masih diam.


"Kenapa sih Ra kok diam saja?" Tanya Arjuna


"Gak tau! Ara gak mau ngomong sama Kak Juna!" Ketus Sahara membuat Arjuna tertawa kecil


Sampai akhirnya ketika mereka sudah masuk ke dalam mobil Arjuna tidak langsung melajukan mobilnya, tapi pria itu membawa Sahara untuk menatapnya.


"Kenapa hmm?" Tanya Arjuna


"Gak suka! Banyak perempuan yang deket-deket Kak Juna! Terus tadi si Ferra juga peluk-peluk Kakak! Ara gak suka." Kata Sahara kesal


"Aku juga gak suka Ra sama mereka." Kata Arjuna


"Pokoknya Ara gak suka! Mereka ganjen banget godaiin Kak Juna!" Kata Sahara lagi


"Iyaudah maaf, sini sekarang aku peluk dulu." Kata Arjuna


Mengerucutkan bibirnya Sahara memeluk Arjuna dengan erat, awas saja kalau ada yang berani mendekati Arjuna lagi.


"Jangan marah Ra aku hanya mencintai kamu dan kita juga sudah mau menikah, mana mungkin aku mencintai wanita lain?"


Melepaskan pelukannya Arjuna mengecup singkat bibir Sahara lalu menatapnya dengan senyuman manis.


Perlahan Sahara juga ikut tersenyum.


Arjuna benar, mereka sudah mau menikah dan Sahara tidak perlu khawatir.


¤¤¤¤


Maaf banget baru update😢 Dua hari kemaren gak enak badan jadi tidur terus😟


Makasihh yang masih menunggu ceritanya updatee❤

__ADS_1


Siapa nih yang gak sabar nunggu Ara sama Arjuna menikahhh😄


__ADS_2