Sahara In Love

Sahara In Love
22 : Hari yang Panjang


__ADS_3

Seminggu berlalu sejak kecelakaan yang menimpa Devano dan sekarang pria itu sudah berada di rumah dengan perban yang masih belum di lepas bahkan untuk berjalan juga Devano masih agak kesakitan. Setiap hari saudara kembarnya dan Kakaknya datang untuk menemani Devano membuat pria itu merasa begitu bahagia karena dikelilingi oleh orang-orang yang begitu menyayanginya.


Memang tali persaudaraan itu begitu kuat kedua orang tua mereka juga merasa bangga ketika melihatnya. Meskipun Devano cukup cuek dengan saudara-saudaranya, tapi pria itu mendapatkan banyak cinta dan kasih sayang.


Pada tiga hari pertama pria itu bahkan disuapi ketika makan, dia memang cukup manja ketia sedang sakit. Di hari-hari selanjutnya Devano mulai bisa beraktifitas kembali, tapi masih belum boleh keluar dari rumah.


Kemarin pria itu baru saja check up dan hasilnya sudah baik Devano sudah bisa beraktifitas seperti biasa meskipun masih harus berhati-hati.


Sekarang Sahara merasa lega karena keadaan adiknya sudah membaik dan hari ini Devano juga sudah mulai masuk sekolah kembali. Seperti biasanya Sahara mengantar kedua adiknya ke sekolah.


"Nanti minta jemput Daddy atau Pak Hadi aja ya? Hari ini Kakak cukup sibuk dan kemungkinan pulangnya agak malam." Kata Sahara ketika mobilnya sudah berhenti di gerbang utama sekolah adiknya


"Iya Kak"


Setelah memastikan kedua adiknya masuk Sahara kembali melajukan mobilnya menuju butik. Hari yang panjang akan segera dimulai. Waktu peluncuran produk barunya sudah semakin dekat dan harus ada banyak hal yang Sahara lakukan.


Saat sampai dia akan melihat hasil pemotretan kemarin lalu membaca beberapa laporan keungan bulanan dan pergi untuk menandatangani kerja sama dengan seseorang. Rencananya Sahara ingin membuka cabang dan memperluas lokasi butiknya sehingga sore ini Sahara memutuskan untuk melihat beberapa lokasi yang cukup strategis untuk pemasaran.


Sekitar lima belas menit Sahara sampai di butiknya dan bergegas dia masuk lalu menghampiri Diandra yang baru keluar dari gudang.


"Diandra"


"Iya Kak? Hasil pemotretan kemarin sudah aku letakkan di meja bersama dengan laporan keuangan bulanan." Kata Diandra membuat Sahara mengangguk faham


"Nanti sore kamu ikut aku ke beberapa tempat ya?" Kata Sahara


"Kakak mau buka berapa butik lagi memangnya?" Tanya Diandra penasaran


"Satu aja Ra aku takut kerjaan nanti malah berantakan kalau terlalu banyak butik." Kata Sahara


Mengangguk faham Diandra juga menyetujui ucapan atasannya itu selain itu dia rasa Sahara tidak perlu bekerja terlalu keras karena hidup wanita itu sudah sangat tertata, baik dari keluarga, diri sendiri, ataupun calon pasangan.


Diandra menganggap bahwa pekerjaan yang dilakukan Sahara sekarang hanyalah untuk bersenang-senang.


"Oh iya Kak aku lupa bilang kalau hari ini Kak Gibran tidak berangkat katanya dia mau datang ke suatu acara." Kata Diandra


"Iya tidak masalah lagipula pemotretannya sudah selesai kemarin." Kata Sahara


Setelah mengatakan hal itu Sahara memasuki ruang kerjanya dan memeriksa banyak hal yang memang harus dia lakukan. Sebenarnya dia cukup lelah karena dari kemarin Sahara menggambar sketsa hingga larut malam.


Sepertinya dia masih butuh istirahat, tapi pekerjaan ini harus segera diselesaikan dan Sahara tidak mungkin mengabaikannya. Seandainya orang tua atau Arjuna sampai tau dia pasti akan dimarahi, tapi Sahara tidak peduli dia bahagia melakukannya.


Pekerjaan ini adalah hidupnya.


¤¤¤¤


Di sisi lain seorang pria yang merasa terusik karena sinar matahari yang menusuk indra penglihatannya itu mulai membuka matanya dengan kepala yang terasa begitu berat. Seingatnya tadi malam dia berarti di sebuah club seperti hari-hari sebelumnya, tapi merasa kepala begitu berat dia yakin kalau malam tadi dia pasti sangat mabuk.


Sial, kalau sudah begini dia yakin kalau dia berkahir dengan malam yang panjang bersama seorang wanita dan benar saja ketika dia menoleh punggung mulus yang tidak terutupi sehelai benangpun itu terlihat.


"Shit! Kenapa lo lakuin lagi Kevin?" Maki Kevin pada dirinya sendiri


Mendengar suara yang mengusik pendengarannya wanita itu menoleh lalu tersenyum ketika melihat Kevin yang sudah membuka matanya.


"Sudah bangun?" Tanya wanita itu membuat Kevin menatapnya dengan marah


"Tutup mulutmu sebentar lagi aku akan transfer uang dan terima kasih untuk tadi malam." Kata Kevin dengan wajah tanpa ekspresi


Beruntung setidaknya Kevin masih punya kesadaran untuk kembali memakai celana sehingga dia bisa berjalan ke kamar mandi tanpa perasaan risih. Berada dibawah guyuran shower Kevin memejamkan matanya dia benci kebiasaan menjijikannya.


"Brengsek Kevin kenapa lo gak mau berhenti?" Maki Kevin lagi


Beberapa hari belakangan setiap kali bercinta dengan seseorang Kevin selalu membayangkan Sahara diingatannya.


Iya, dia memang brengsek!

__ADS_1


Sekitar lima belas menit berada di kamar mandi Kevin sudah keluar dengan pakaian yang sama seperti tadi malam.


"Kevin"


Suara wanita itu membuat Kevin kembali merasa marah dan dengan tiba-tiba mencengkram lehernya cukup kuat hingga wanita itu meringis kesakitan.


"Semua hanya ketidaksengajaan! Aku tidak pernah benar-benar ingin tidur denganmu ******, berhentilah memanggil namaku!" Kata Kevin dengan tatapan tajamnya


Setelah mengatakan hal itu Kevin benar-benar keluar dari area hotel yang sangat dia kenali, hotel milik keluarganya. Mungkin keluarganya juga sudah tau tentang kebiasaannya, tapi tidak ada yang marah atau melarangnya.


Ya, tentu saja mereka hanya bisa mengatur Kevin ketika pria itu ada di dekat mereka.


Masuk kedalam mobilnya yang ada di parkiran Kevin menyandarkan kepalanya di jok sambil menghela nafasnya kasar. Deringan ponsel membuat Kevin mengalihkan pandangannya dan melihat ponselnya yang berada dibawah.


Nama teman baiknya Farrel tertera disana tadinya dia tidak berniat untuk mengangkat, tapi karena deringan itu terdengar hingga berkali-kali akhirnya Kevin mengangkatnya.


"Hmm katakan." Kata Kevin sebelum Farrel berbicara disebrang sana


'Vin lo akan berterima kasih kalau gue kasih tau ini'


"Memang apa?" Tanya Kevin yang sama sekali tidak penasaran


'Gue punya berita baik untuk lo'


"Berita apa?" Tanya Kevin lagi


'Tentang Sahara'


Oke, sekarang Kevin mulai tertarik dan langsung bertanya tentang kabar yang teman baiknya itu punya.


Berita apa yang akan menguntungkan dirinya?


'Oke dengerin gue baik-baik'


Farrel benar itu adalah berita yang sangat bagus dan menguntungnya untuk dirinya.


¤¤¤¤


Waktu sudah menunjukkan pukul tiga dan di restoran miliknya Arjuna yang baru saja selesai memeriksa beberapa laporan langsung bersiap untuk pergi ke butik kekasihnya. Sejak pagi Arjuna belum bertemu dengan Sahara dan sekarang dia sangat merindukan kekasihnya yang sangat manja.


Tadi siang kekasihnya itu mengatakan bahwa sore ini dia ingin pergi ke beberapa lokasi yang nantinya akan dibangun butik disana dan Arjuna langsung mengatakan bahwa dia akan ikut. Meskipun awalnya menolak, tapi Sahara akhirnya menurut juga makanya Arjuna dengan segera menyusul Sahara ke butik.


Sekitar lima belas menit Arjuna sampai dan dia langsung menuju ruang kerja kekasihnya. Saat membuka pintu Sahara yang sedang menggambar langsung mendongak ketika mendengar Arjuna yang memanggil namanya.


"Sahara"


Tersenyum lebar Sahara menghampiri Arjuna dan memeluknya cukup erat.


"Kangennn"


Rengekan Sahara membuat Arjuna tertawa kecil lalu membalas pelukan itu sambil mengusap lembut rambut hitam kekasihnya.


"Tadi kamu makan siang kan?" Tanya Arjuna memastikan


Menganggukkan kepalanya Sahara menjawab dengan jujur.


"Makan kok sama Diandra di cafe yang dekat sini." Kata Sahara


"Mau berangkat sekarang?" Tanya Arjuna


"Kakak serius mau antar aku? Tadinya aku mau kesana sama Diandra." Kata Sahara


"Aku serius Ra tempatnya lumayan jauh akan lebih baik kalau kamu pergi sama aku." Kata Arjuna dengan lembut


Mengangguk faham pada akhirnya Sahara hanya akan menyetujui ucapan kekasihnya. Sebenarnya tidak terlalu jauh hanya perlu waktu sekitar satu jam untuk sampai kesana, tapi Arjuna yang sedikit berlebihan.

__ADS_1


"Ra"


"Iya?"


Arjuna diam sambil memperhatikan wajah Sahara yang terlihat berbeda karena mata indah wanita itu yang memiliki lingkar hitam dibawahnya.


"Kamu kurang tidur ya?" Tebak Arjuna sambil menyentuh bagian bawah mata Sahara


Terdiam sesaat Sahara tidak bisa berbohong jadi dia hanya menjawabnya dengan gumaman singkat saja.


"Apa pekerjaan kamu terlalu banyak sampai tidak bisa dikerjakan besok? Jangan terlalu sering tidur larut malam Ra tidak baik." Kata Arjuna mengingatkan


"Iya Kak baru dua hari kemarin kok." Kata Sahara bohong


Mengangguk faham Arjuna tidak lagi melanjutkan pertanyaannya, dia tidak mau Sahara merasa risih karena terlalu diatur.


"Mau pergi sekarang?" Tanya Arjuna


"Iya biar lebih cepat." Kata Sahara


Seperti biasa Arjuna menggenggam erat tangan kekasihnya dan membukakan pintu mobilnya untuk Sahara ketika mereka sudah diluar, perlakuan manis yang membuat Sahara begitu bahagia.


"Ra besok malam mau ikut aku?" Tanys Arjuna sambil melajukan mobilnya


"Kemana?" Tanya Sahara penasaran


"Ke pesta pertunangan temanku hanya sebentar kita tidak akan pulang terlalu malam." Kata Arjuna


Kedengarannya itu ide yang bagus dia senang karena Arjuna ingin mengajaknya.


"Hmm boleh, tapi Kakak bilang dulu sama Daddy." Kata Sahara


"Kalau itu harus Ra." Kata Arjuna membuat Sahara tersenyum mendengarnya


Memang Arjuna selalu izin untuk membawa Sahara kemanapun itu dan ketika akan pulang sedikit terlambat dia langsung menghubungi orang tua Sahara lalu menjelaskan keadaannya. Selama perjalanan Sahara bercerita tentang pekerjaannya yang sering kali membuatnya lelah, tapi dia tidak bisa berhenti karena setiap kali berhasil mencapai sesuatu dia akan merasa bahagia.


"Capeknya itu kalau ada masalah waktu lagi sibuk-sibuknya kepala aku rasanya mau pecah, sebenarnya Daddy suruh berhenti, tapi aku tidak mau Kak." Kata Sahara


"Sebenarnya aku setuju dengan Daddy kamu Ra, tapi kembali lagi ke kamunya kalau kamu memang tidak mau berhenti tidak masalah asalkan kamu bisa bagi waktu,"


Arjuna mengatakannya dengan penuh pengertian membuat Sahara tersenyum ketika mendengarnya.


"Yang bikin orang tua kamu mau kamu ubtuk berhenti karena kamu tidak bisa membagi waktu Ra. Semua tau kamu sering telat makan dan tidur larut malam, mereka cuman tidak mau kamu sakit." Kata Arjuna lagi


"Emm Ara juga tau sekarang Ara sudah belajar untuk tidak seperti itu lagi." Kata Sahara


"Ra"


"Emm kenapa lagi?" Tanya Sahara sambil menolehkan kepalanya


"Waktu aku ngobrol sama Daddy kamu dia bilang sesuatu sama aku." Kata Arjuna membuat Sahara menatapnya dengan rasa ingin tau


"Bilang apa? Dia tidak bilang yang aneh-aneh kan?" Tanya Sahara penasaran


Tertawa kecil Arjuna menggelengkan kepalanya pelan lalu mengatakan hal yang membuat Sahara terpaku ditempatnya dengan jantung yang berdetak sangat cepat serta wajah yang mulai memanas.


"Dia suruh aku cepat-cepat menikahi kamu"


Memalingkan wajahnya Sahara menahan senyumnya, dia ingin berteriak sekarang.


Melihat kekasihnya yang tampak malu membuat Arjuna tertawa kecil. Rencananya besok dia akan bicara dengan Abian, lagi.


Tidak mau tau pokoknya dia harus berhasil membuat Abian membatalkan perjodohannya.


Daffa sudah memberikan lampu hijau yang begitu terang dan Arjuna tidak mau mengulur waktu lagi.

__ADS_1


__ADS_2