Sahara In Love

Sahara In Love
52 : I want you


__ADS_3

Hari pertama di rumah mereka pasangan suami istri ini memilih untuk bermalas-malasan di atas ranjang sambil bercerita tentang kenangan masa muda mereka. Satu jam sudah berlalu sejak mereka sampai dan keduanya langsung pergi ke kamar untuk beristirahat, meskipun sama sekali tidak lelah.


Ada banyak hal yang mereka ceritakan dan Sahara beberapa kali tertawa ketika mendengar cerita dari Arjuna, suaminya mengisahkan perjuangannya mendapat kepercayaan Fahisa agar mau bekerja sama dengannya untuk mendapatkan Sahara. Ternyata Mommy nya cukup galak di awal pertemuan juga percakapan dengan Arjuna, mungkin karena belum mengenal dan sekarang ketika sudah mengenal Arjuna dengan baik Fahisa sangat-sangat menyayangi Arjuna seperti seorang ibu yang menyayangi anaknya.


Suaminya bercerita bahwa awalnya Fahisa menolak dengan tegas dan mengatakan bahwa dia tidak percaya dengan ucapan Arjuna bahkan chat pria itu di abaikan, tapi Arjuna yang tidak pernah menyerah membuat Fahisa akhirnya luluh.


Sampai sekarang Arjuna masih menyimpan percakapan awal dirinya dengan Fahisa, Daffa, dan kedua adiknya. Dia cukup terharu melihat betapa seriusnya Arjuna dengan perasaannya yang sempat dia abaikan dulu, pria itu sangat mencintainya ternyata.


Ada yang membuatnya tertawa ketika membaca salah satu chat Arjuna dengan Devano beberapa bulan yang lalu.


Adik ipar aku mau tanya sesuatu


Apa Sahara ada di rumah? Aku tidak bisa menghubungi dia seharian dan aku merasa cemas karena dia tidak mau menjawab telponku


Mau tau apa balasan adiknya?


Tdk


Sahara benar-benar tertawa dia tidak menyangka kalau adiknya sedingin ini bahkan ketika di chat.


Astaga Sahara jadi membayangkan bagaimana ekspresi Arjuna ketika menerima balasan ini dari adiknya.


Ada yang lainnya juga.


Adik ipar bisa tanyakan Ara kenapa dia tidak ke butik hari ini?


Pesanku tidak di balas olehnya dan telponku juga di abaikan


Dan beginilah jawaban Devano.


Knp tdk tny sndr sj?


Ya ampun Sahara benar-benar tertawa lepas sekarang, apa huruf vokal di ponsel Devano tidak ada?


Kalau dia yang mengirim pesan Devano selalu menjawabnya dengan huruf lengkap tidak pernah disingkat, karena dia akan sangat marah kalau sampai adiknya membalas begitu. Pernah sekali dia mendapat balasan seperti itu dan Sahara mengirim pesan dengan huruf besar untuk memarahi adiknya.


APA SUSAHNYA MEMBALAS PESAN DENGAN HURUF LENGKAP?!


Setelah itu Devano tidak pernah melakukannya, tapi ternyata adiknya melakukan hal yang sama kepada orang lain juga. Terkadang Sahara jadi takut kalau adiknya akan sulit mendapat kekasih karena terlalu dingin dan terlalu sibuk dengan buku-bukunya.


Meskipun berwajah tampan, tapi kalau dia sendiri tidak berusaha mendekati wanita sama saja bohong.


Baiklah kembali kepada Sahara yang kini menatap suaminya dengan senyum manis dan mencium singkat bibirnya lalu mengatakan sesuatu dengan begitu lembut.


"Terima kasih karena sudah memperjuangkan Ara dan meyakinkan Ara untuk menjatuhkan hati kepada lelaki seperti Kak Juna." Kata Sahara

__ADS_1


Tatapan matanya begitu teduh dan wajahnya begitu polos membuat Arjuna ikut tersenyum dengan kedua tangan yang menangkup wajah istrinya. Di usap kedua pipi itu dengan begitu lembut hingga Sahara menutup matanya karena nyaman.


"Aku pernah berjanji pada diriku sendiri Ra bahwa ketika aku mencintai seorang wanita maka aku akan terus mencintainya, tanpa ada keraguan sedikit pun aku akan mencintainya dengan penuh ketulusan dan berjuang untuk mendapatkannya." Kata Arjuna


Membuka kedua mata indahnya Sahara tersenyum bahagia, dia dapat melihat ketulusan di mata Arjuna.


"Maaf karena sempat meragukan perasaan Kakak dan maaf kalau Ara pernah menyakiti Kak Juna tanpa sengaja, mulai sekarang Ara akan terus mencintai Kakak." Kata Sahara


"Benarkah sayang?" Tanya Arjuna dengan wajah menggodanya


Mengerucutkan bibirnya kesal Sahara membuat Arjuna tertawa karena wajah menggemaskannya.


"Jadi maksudnya aku bercanda gitu?" Tanya Sahara kesal


"Bukan begitu sayang, sekarang cium aku biar aku percaya." Kata Arjuna


Dengan pipi memerah Sahara menggelengkan kepalanya dengan cepat, menolak keinginan suaminya yang malah membuat Arjuna semakin gemas melihatnya.


"Ayolah Ra sebentar saja cium aku." Kata Arjuna lagi


Karena Sahara menunduk dan menghindari pandangannya Arjuna menarik dagu istrinya hingga membuat wanita itu menatapnya.


"Tidak mau hmm?" Tanya Arjuna


Menatap suaminya dengan ragu Sahara sama sekali tidak sadar jika dirinya telah membuat sang suami hampir gila dan harus menahan diri untuk tidak menyerangnya lebih dulu. Sedangkan Sahara yang di tatap begitu oleh suaminya merasa semakin malu, tapi perlahan dia melingkarkan tangan di leher Arjuna dan mendekatkan wajahnya.


Dengan tergesa Arjuna menarik tengkuk Sahara dan menciumnya, bukan sekedar menempel kali ini bibir Arjuna bergerak disana menikmati manisnya bibir Sahara yang membuat candu.


Sahara terengah karena Arjuna tak mau memberikan jeda dan terus memperdalam ciumannya hingga membuat dia harus memukul pelan dada suaminya agar dia berhenti. Pukulan itu tak membuat Arjuna berhenti, tapi dia mulai merasa Sahara kehilangan pasokan oksigennya hingga akhirnya Arjuna melepaskan ciuman itu tanpa menjauhkan wajahnya.


Kening mereka menempel dan Sahara yang masih menghirup udara sebanyak-banyaknya hanya diam ketika Arjuna mengusap lembut pipinya. Nafas pria itu terdengar berat dan ketika Arjuna memanggil namanya Sahara dibuat merinding, suara pria itu terdengar berbeda.


"Sahara"


Suara Arjuna terdengar sedikit serak dan ketika dia menatap mata suaminya ada gairah yang terpendam disana.


Mata pria itu juga berbeda.


"Sahara"


Sekali lagi Arjuna memanggilnya dengan lebih lembut dan tatapan yang begitu menghanyutkan.


"Emm kenapa?" Tanya Sahara ragu


"Aku mencintai kamu Ra"

__ADS_1


Sahara tersenyum dan mengatakan bahwa dia sangat tau hal itu bahkan meskipun Arjuna tidak mengatakannya.


Cinta Arjuna bukan hanya lewat kata-kata, tapi juga melalui tatapan mata dan tindakan nyata.


"Aku sangat mencintai kamu Ra"


Sahara ingin menjawab sebelum akhirnya Arjuna menciumnya lagi, hanya sesaat hingga setelahnya dia berbisik di telinganya.


Arjuna membisikkan sesuatu yang membuat jantungnya berdetak dengan tidak karuan.


"Aku menginginkan kamu Ra"


Sahara tak sempat menjawab karena masih ada kata lain yang ingin Arjuna sampaikan.


"Bisakah kita memulainya sekarang?"


Dan Sahara tau bahwa dia tidak akan bisa menolaknya.


Tidak sama sekali.


Saat Arjuna kembali mendekatkan wajahnya dan mencium dengan begitu lembut Sahara hanya bisa diam dan menerimanya, membiarkan Arjuna menyentuhnya dan mempermainkannya.


Setiap kali ada sentuhan yang dirasakan Sahara benar-benar merasa jantungnya akan melompat keluar, dia juga hanya bisa menerima ketika tangan Arjuna berpindah melingkari pinggangnya.


Sahara sama sekali tidak memahami apapun, dia hanya akan mengikuti kemana Arjuna membawanya.


Dia hanya bisa diam dan menahan nafasnya sesaat jika Arjuna menyentuh bagian tubuhnya.


Lalu ketika pria itu membalik tubuhnya dan membuat Sahara berada tepat dibawahnya dia kembali berbisik.


"Kamu sangat cantik Ra dan aku benar-benar menginginkanmu"


Dia benar-benar tak bisa berkutik sampai akhirnya bisikan itu kembali terdengar, dengan suara yang lebih berat dari sebelumnya.


"I want you Ra right now"


Hanya anggukan singkat yang bisa Sahara berikan dan itu sudah cukup bagi Arjuna.


Sangat cukup sebagai jawaban bahwa Sahara juga menginginkannya.


Jadi dia bisa memulainya sekarang kan?


¤¤¤¤¤


Gak sabaran ihhh Arjunaaa😶

__ADS_1


Sedang berusaha untuk update setiap hari supaya kalian senanggg😋


__ADS_2