
Terbangun dengan melihat wajah sang suaminya yang terlihat lelap dalam tidurnya merupakan salah satu kebiasaan yang Sahara lakukan. Sekarang memang Sahara yang selalu bangun lebih awal dan biasanya dia akan berdiam diri sambil menatap wajah Arjuna untuk waktu yang cukup lama.
Sering kali Sahara membayangkan tentang bagaimana kehidupannya kalau dia tidak menikah dengan suaminya, mungkin dia tidak akan sebahagia ini. Bisa dibilang Arjuna merupakan suami yang sangat pengertian dan sabar dia tidak pernah marah dengan Sahara meskipun Sahara sering kali salah faham juga merajuk.
Beberapa hari belakangan Sahara merasa sedikit lemas dan menjadi sangat-sangat sensitif, dia fikir kalau dia sedang hamil karena Sahara sendiri sudah telat datang bulan. Meskipun belum yakin, tapi Sahara tetap ingin periksa ke dokter bersama dengan Arjuna setidaknya kalau dugaannya benar mereka akan mendapatkan kejutan berharga.
Cup
Setelah memberikan kecupan singkat di bibir sang suami Sahara beranjak dari tempat tidur mereka lalu ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya dan pergi ke kamar si kecil Airlangga untuk melihat apa anaknya itu sudah bangun atau belum. Belakangan ini Airlangga jarang menangis kalau bangun tidur jadi Sahara sendiri yang harus memeriksanya.
Benar.
Si kecil Airlangga sudah membuka matanya dan dia terlihat girang ketika melihat wajah Sahara kedua tangannya terangkat meminta untuk digendong.
Sahara tertawa lalu menggendong anak kesayangannya.
"Sudah bangun baby? Kamu pintar sekali sekarang sayang." Kata Sahara
Sebelum pergi ke dapur Sahara terlebih dulu membangunkan suaminya agar dia segera mandi dan bersiap untuk bekerja, mereka akan pergi ke dokter saat siang.
"Mas Juna bangun sudah pagi"
Sahara menepuk pelan pipi suaminya dan membuat dia terusik dalam tidurnya, Arjuna memang mudah untuk dibangunkan.
"Emm"
Bukan membuka matanya Arjuna malah menggenggam tangan Sahara yang berada dipipinya.
"Bangun Mas masa kalah sama anaknya yang dari tadi sudah bangun." Kata sahara
Sesaat setelah perkataan itu mata Arjuna terbuka dan satu hal yang sangat Sahara sukai adalah wajah sang suami yang baru bangun tidur, entah kenapa Arjuna malah terlihat semakin tampan.
Mata Arjuna bergerak dan menatap anaknya yang duduk di tempat tidur mereka dengan tenang.
"Biarkan Angga sama aku." Kata Arjuna dengan suara serak
"Tidak, nanti kamu gangguin Angga sampai nangis." Kata Sahara
"Tidak Ra, sudah sanaa biar Angga sama aku." Kata Arjuna
Arjuna bangun dari tidurnya, wajah bantal dan rambut berantakannya juga salah satu hal yang Sahara sukai.
"Yaudah sana cuci muka dulu." Kata Sahara
Menurut Arjuna pergi ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya dan kembali dengan wajah yang terlihat lebih segar. Senyum manis Arjuna terbentuk ketika melihat si kecil Airlangga yang masih duduk di ranjangnya.
"Hei jagoan Papi"
Sahara tersenyum senang ketika melihat anak dan suaminya kalau sudah begini dia akan pergi ke dapur untuk membuatkan sarapan.
"Aku mau buatkan sarapan, suamiku ini mau makan apa kira-kira?" Tanya Sahara
Menghampiri keduanya Sahara dibuat terkejut ketika Arjuna mengecup singkat bibirnya lalu tersenyum.
"Bagaimana dengan roti dan selai coklat? Aku tidak mau makan nasi pagi ini." Kata Arjuna
Mengangguk faham Sahara pergi ke dapur dan meninggalkan Arjuna bersama dengan anak mereka. Setelah Sahara pergi dan Arjuna hanya berdua bersama anaknya seperti biasa dia akan mengobrol bersama si kecil, meskipun tidak ditanggapi.
Kemarin ketika Sahara meminta untuk diantar ke dokter Arjuna sedikit cemas, tapi ketika Sahara mengatakan bahwa mereka mungkin akan mendapat kabar gembira membuat Arjuna sedikit berfikir.
Saat menyadari maksud dari ucapan istrinya itu Arjuna sangat senang dan antusias, dia bahkan tidak sabar menunggu siang.
"Baby sepertinya kamu akan benar-benar mendapatkan adik kali ini, kamu senang sayang?" Tanya Arjuna sambil mencium pipi anaknya
Tidak seperti biasanya Airlangga malah terlihat senang ketika Arjuna mencium pipinya.
"Kamu senang kan? Papi juga senang, semoga kamu akan benar-benar mendapatkan adik ya Angga sayang." Kata Arjuna yang kembali membuat anaknya terlihat riang
Semisalnya istrinya memang benar-benar hamil Arjuna akan mencari seorang pekerja rumah tangga agar istrinya tidak terlalu lelah dengan pekerjaan rumah.
Dengan semangat Arjuna mengajak anaknya untuk turun dan pergi ke ruang tengah dimana semua mainan si kecil Airlangga berada.
__ADS_1
"Pa.. Pa..."
Mendengara suara si kecil membuat hati Arjuna merasa begitu gembira, ternyata bahagianya sesederhana itu.
"Hmm ada apa baby?" Tanya Arjuna sambil mencium pipinya lagi
"Ma... Ma"
"Mami? Kamu mau melihat Mami?" Tanya Arjuna
Menjawabnya sendiri Arjuna membawa Airlangga ke dapur dan menghampiri sang istri yang sedang memasak.
"Hey kenapa kesini?" Tanya Sahara ketika melihat suami dan juga anaknya
"Dia mengatakan Mama jadi aku fikir dia mau melihat kamu." Kata Arjuna membuat Sahara tersenyum ketika mendengarnya
"Sudah, kamu makan dulu Mas aku sudah siapkan roti dan teh hangat." Kata Sahara
Arjuna mengangguk singkat dia memberikan si kecil Airlangga pada Sahara lalu duduk untuk memakan sarapannya.
Sepertinya dia akan lebih sering meminta sarapan seperti ini saja karena mudah untuk dibuat dan mengurangi pekerjaan Sahara juga.
Lagipula sarapan seperti ini cukup mengenyangkan dan waktu sekolah Arjuna selalu sarapan ini setiap pagi.
"Nanti siang jadi temani Ara kan?" Tanya Sahara yang dijawab dengan anggukan singkat oleh suaminya
"Kamu mau aku susul di rumah atau butik?" Tanya Arjuna
"Hmm rumah Mommy aja nanti Ara mau kesana sekalian si kecil Angga kita titipkan pada Mommy." Kata Sahara
"Baiklah aku susul sekitar pukul satu ya Ra?" Kata Arjuna
"Hmm"
"Kamu tidak makan?" Tanya Arjuna
"Belum lapar." Kata Sahara
"Iya sayang"
Arjuna tersenyum lalu tangannya terulur untuk mengacak rambut hitam Sahara.
¤¤¤
Kedatangan anak serta cucunya membuat Fahisa merasa begitu bahagia dan antusias membuat Sahara menggelengkan kepalanya pelan, lucu sekali Mommy nya sekarang. Anaknya juga hanya diam ketika berada di dekapan Oma nya bahkan meskipun Fahisa terus menciumnya, tapi Airlangga sama sekali tidak terganggu.
Senang sekali rasanya melihat kebahagiaan orang yang selama ini sudah membuat hidup Sahara terasa begitu sempurna.
"Hey jagoannya Oma"
Airlangga terlihat riang ketika Fahisa membawakan beberapa mainan.
"Mommy nanti siang Ara sama Mas Juna mau keluar sebentar....."
"Tentu saja Mommy mau menjaga Angga." Kata Fahisa memotong ucapan anaknya dan membuat Sahara terkekeh pelan
"Dia sudah besar kan Mommy? Sekarang Angga tidak menangis lagi kalau bangun tidur hanya sesekali saja." Kata Sahara dengan bangga
"Benarkah? Cucu Oma pintar sekali hmm?" Kata Fahisa sambil mencapit hidung si kecil Airlangga
Saat si kecil Airlangga tengah fokus pada mainannya Fahisa menatap anaknya lalu mengusap sayang puncak kepala Sahara, anaknya sudah sangat dewasa sekarang.
"Besok adik-adik kamu mau berkunjung ke rumah kalian." Kata Fahisa membuat senyum Sahara mengembang sempurna
"Benakah? Itu bagus Mommy nanti Ara ada teman dan Angga juga jadi punya teman." Kata Sahara
Fahisa tersenyum lalu kembali fokus pada cucunya yang masih asik bermain.
"Ara kalau mau makan Mommy tadi masak semur ayam dan Mommy juga baru beli semangka kemarin." Kata Fahisa
"Ara mau semangkaa"
__ADS_1
Sering kali Fahisa memang menyiapkan makanan kesukaan Sahara dengan berfikir bahwa anaknya bisa sewaktu-waktu datang mengunjunginya.
Dan dugaannya memang benar kan?
¤¤¤
Tepat setelah dia selesai meeting Arjuna mendapat telpon dari mertuanya yang mengatakan bahwa Sahara mendadak muntah-muntah lalu pingsan dan hal itu membuat Arjuna sangat cemas. Secepat kilat Arjuna mengendari mobilnya sebenarnya Fahisa sudah mengatakan bahwa dia sudah menelpon dokter, tapi tetap saja Arjuna merasa cemas.
Dia jadi berfikir kalau Sahara benar-benar sakit atau jangan-jangan istrinya itu sudah merasa sakit sejak kemarin, tapi tidak mau mengatakannya.
Saat sampai di rumah mertuanya Arjuna berlari memasuki rumah dan langsung menuju kamar istrinya dulu. Hal pertama yang dia lihat adalah Sahara yang tertidur lalu mertuanya yang duduk di tepian ranjang sambil mengusap rambut hitam Sahara.
"Mami"
Fahisa mendongak lalu tersenyum tipis dia meletakkan jari telunjuknya di bibir lalu mengajak Arjuna untuk mengobrol di luar.
"Angga sudah tidur." Kata Fahisa ketika dia dan menantunya sudah duduk berhadapan
Arjuna mengangguk faham lalu menanyakan keadaan istrinya.
"Ara baik-baik saja? Apa kita perlu bawa Ara ke rumah sakit?" Tanya Arjuna membuat Fahisa tersenyum ketika mendengarnya
Dia bersyukur karena memiliki menantu yang sangat mencintai anaknya.
"Tidak perlu Juna, kamu mau tau apa yang dokter katakan?" Tanya Fahisa yang langsung dijawab dengan anggukan oleh menantunya
Fahisa tersenyum lalu mengatakan hal yang membuat Arjuna terdiam.
"Sahara, dia sedang hamil dan dokter mengatakan bahwa kalian masih harus cek ke dokter." Kata Fahisa
Cukup lama Arjuna terdiam sampai akhirnya dia tersenyum haru, dia akan memiliki anak lagi?
Bukankah ini berita yang sangat membahagiakan?
"Sudah sekarang kamu lihat Sahara dulu Mami akan menjaga Angga." Kata Fahisa
Arjuna menganggukkan kepalanya lalu bergegas kembali ke kamar Sahara dan ketika sampai disana ternyata istrinya itu sudah bangun.
Senyuman tipis Sahara membuat Arjuna langsung menghampirinya dan memeluknya dengan sayang.
"Terima kasih banyak sayang"
Sahara hanya bergumam pelan dan membalas pelukan suaminya.
Tadinya dia fikir orang pertama yang akan tau adalah Arjuna, tapi ternyata salah.
Tidak masalah yang penting Sahara telah membuat orang-orang tersayangnya bahagia.
Dan tentu saja dia juga sudah membuat dirinya sendiri bahagia.
"Baby Angga pasti senang akan punya adik"
Sahara tertawa kecil dan menyetujui ucapan suaminya.
"Aku akan cari pekerja rumah tangga oke?" Kata Arjuna sambil menatap wajah Sahara
"Emm terserah Mas Juna saja." Kata Sahara dengan senyum manisnya
"Besok kita ke dokter." Kata Arjuna yang kembali ditanggapi dengan gumaman oleh istrinya
Tersenyum senang Arjuna mengecup bibir Sahara hingga berkali-kali membuat istrinya itu tertawa kecil.
"Jangan cemas mulai sekarang aku akan menjaga Angga"
Ah suami yang sangat pengertian.
¤¤¤
Yeee Angga punya adik😶
Sepertinya asik nihhh😂 Kira-kira adiknya perempuan atau laki-laki yaaaa???
__ADS_1