
Tengah malam aku masih gusar, bolak balik aku mengganti posisi tidur tetap saja tidak bisa tidur kembali.
Jam dinding menunjuk angka satu, kulihat jarum itu berjalan. Aku memàng tidak suka dengan detak suara. Suaranya membuat susah tidur.
Padahal mas Gilang sudah membelikan jam yang tanpa suara tetap saja aku tidak bisa tidur.
Kulihat suamiku yang tertidur pulas. Aku tidak tega untuk membangunkannya.
Mas Gilang mendengkur pelan.%%%%%####
"Pengen aja merekam mas Gilang pas mendengkur, biar dia tau kalo dia tidurnya juga mendengkur. Biar dia ngak ngejek aku terus. Kalo orang tidur mana dia tahu kalau mendengkur karena dalam keadaan tidak sadar.
"Koq nggak tidur. Mas Gilang terbangun.
"Nggak bisa tidur.
"Kenapa.
"Kaki rasanya capek semua.
Dengan setengah sadar suamiku memijat kakiku secara bergantian. Aku ingat dulu pas mengandung Dinda mas Gilang juga perhatian.
Apakah mas Adam mau mijitin aku seperti yang di lakukan mas Gilang.
Mataku mulai mengantuk kulihat mas Gilang tertidur saat memijat kakiku. "Seandainya dia tau tentang jabang bayi ini.
Pagi
Aku bukan orang yang suka basa basi. Aku lebih suka berterus terang. Lebih tepatnya aku mengungkap perasaanku.
__ADS_1
Meski aku seorang wanita bagiku mengungkapkan perasaan terlebih dahulu itu bukan termasuk perkataan tabu.
Aku sering bilang kata sayang baik kepada mas Gilang, mas Adam dan Dinda.
Mereka adalah orang yang aku sayang.
Meski mas Adam sedang berada di jarak yang jauh. Tapi dia mempunyai ruang tersendiri di hatiku.
Jarak bukan jadi penghalang untuk kisah kami. Kisah yang tak berujung. Kisah yang tidak ada tujuan.
Entah sampai kapan kisah ini berakhir. Bagiku memilikinya adalah hal yang mustahil. Tapi aku tidak berkecil hati untuk memiliki nya.
Meski raganya berada jauh tapi hatinya sudah kumiliki.
Kalau aku bilang hati kami sudah berkoneksi. Di manapun dan kapanpun serasa dia berada disini bersamaku.
" I love you sayang.
"I love you sayang. Ku balas juga.
Pantaskah seorang laki laki selesai menikah masih mengucapkan sayang terhadap wanita yang sudah beristri.
Kalau ukurannya pantas atau tidak. Mungkin sudah lama dia meninggalkan aku.
"Muachh. Mas Adam mencium lewat video call.
Aku pun membalasnya juga.
Perasaan apa ini. Tubuhku bergetar mendengar
__ADS_1
kata kata mas Adam. Seakan melayang tubuh ini.
Meski hanya lewat video tapi serasa dia benar benar menciumku.
Aku memang sudah gila merindukan orang yang jauh. Sementara yang dekatpun jadi terlupakan.
"Aku seperti orang gila.
"Haaaa orang gila. Mas Adam mengejek.
"Aku bener bener gila.
"Kenapa.
"Aku gila merindukanmu.
Pagi pagi aku sudah melantunkan kata kata sendu.
Aku tau mas Adam orang yang suka berfikir positif dia tidak mau membebani pikirannya dengan pikiran yang sepele menurutnya.
Mas Adam memang seperti itu. Dia ingin mencintai tanpa harus meribetkan hidupnya.
Karena cinta itu tidak harus menyakiti tidak harus sesak di dalamnya. Ya memang itu permainan mas Adam. Aku pun ikut dalam permainan itu.
Sejak itu aku mulai belajar bersikap sebiasa mungkin. Agar aku tidak tersakiti. Karena nyatanya dia tidak pernah meninggalkan aku dalam kondisi apapun.
"Semangat pagi.
"Sipp. jawabnya santai.
__ADS_1
"Aku mau masak dulu.
Dinda sedang menunggu sarapan yang dari tadi belom matang juga.