Suami ke dua

Suami ke dua
Anak adopsi


__ADS_3

Adam menggendong Devan ke ruang tamu. Disitu mamanya Ayu masih duduk santai minum teh dan beberapa camilan.


Memang Ayah kandung tidak bisa menggantikan siapapun termasuk mas Gilang.


"Ma ...."


"Mama tahu kamu mau ngomong apa."


"Maksud mama." Balas Adam.


"Kamu ingin tanyakan!!!! Bagaimana bisa anak dari simpananmu ada di sini."


Dia orang yang aku sayang ma. ingin sekali adam mengatakan itu.


"Sejak kapan mama tahu."


"Jangan pikir mama ngak tahu apa apa. Mama sudah menyelidikimu sebelum kamu menikah dengan anak mama."


"Terus kenapa mama masih ingin menikah anak mama denganku."


Kenapa Adam harus ikut terjebak dalam lingkaran ini.


"Kamu itu terlalu berharga jika untuk wanita desa itu. Lebih baik dengan anak mama. Wanita itu sudah punya keluarga untuk apa kamu pertahankan."


"Tapi ma ... kalo Ayu tahu gimana." Lanjut Adam.


"Itu tugas kamu untuk tutup mulut."

__ADS_1


Adam tidak menyangka jika mertuanya setega itu.


"Aku tidak perduli perasaanmu dengan wanita itu. Dari pada kamu mengadopsi anak orang lain. Lebih baik jika kamu merawat anak mu sendiri."


"Tapi ma! cara mama salah. Bagaimana dengan ibunya Devan pasti dia khawatir."


"Itu urusan kamu dengan dia."


"Mama memang kejam." Maki Adam. Adam semakin terdesak. Dia tidak bisa berbuat apa apa.


"Lebih kejam siapa mama atau kamu."


Adam hanya diam kata kata mertuanya begitu menusuk. Lantas Adam tidak ingin membalas karena dirinya juga bersalah atas hal ini.


Adam sangat menyayangi Devan tapi bukan ini yang dia mau. Dia tidak ingin memisahkan Devan dengan ibunya.


"Mungkin ini adalah jalan yang terbaik. Jika Devan di sini dia akan aman bersamaku. Jika Devan bersama ibunya. mungkin mamanya Ayu akan berbuat sesuatu lebih dari ini." Batin Adam.


"Aku sudah pernah memperingatkan gadis desa itu. Tapi dia tidak menghiraukan perkataanku. Ini balasan yang harus dia terima." Ketus mertuanya.


"Itu artinya mama mengancam Rosa. Aku tidak pernah menyangka mama bisa berbuat seperti itu." Balas Adam.


"Aku juga tidak menyangka kalo aku bisa berbuat seperti itu. Aku hanya ingin melindungi anakku."


"Maaf kan aku tidak bisa melindungi kamu." Batin Adam bergejolak dia tidak ingin menyakiti siapapun. termasuk istrinya atau Rosa.


"Seru benar ngobrolin apaan sih." Ayu tiba tiba datang menghampiri Adam dan mamanya. Sejak tadi dia berada di dapur membuat susu untuk Devan.

__ADS_1


"Ingat pesanku !! tutup mulut mu atau ini akan menjadi boomerang untuk diri mu sendiri." Mamanya berkata lirih kepada Adam.


Adam sungguh geram dipermainkan oleh wanita tua itu.


"Hai sayang .... Ngak ada koq.... sepertinya suamimu mulai akrab dengan anak ini. Iya kan."


"Mama memang tidak salah, anak ini sangat tampan cocok kalo jadi anaknya mas Adam." Sahut ayu.


Memang dia darah dagingku. tidak heran jika mirip denganku. Batin Adam menjawab.


"Mas KITA Beri nama siapa anak ini???"


"Devan." Adam langsung pergi dia tidak ingin ikut dalam percakapan wanita wanita itu. Atau memang Adam tidak ingin terjebak dalam pertanyaan. Yang nantinya dia sendiri yang! akan terseret.


"Nama yang bagus iya kan ma."


Mamanya hanya tersenyum.


Adam mengirimkan fotonya dengan Devan . Kepada Rosa kekasihnya.


Beberapa pesan dia kirim.


"Devan aman bersamaku. kamu tidak perlu khawatir."


......


......

__ADS_1


.......


__ADS_2