Suami ke dua

Suami ke dua
Teka teki


__ADS_3

Perasaanku sudah tidak karauan....


Aku benar benar ingin marah. Tapi aku tidak bisa melampiaskan kemarahanku. Aku adalah orang yang ekstrim jika kemarahanku tidak aku dilampiaskan bisa bisa otakku ini mendidih.


Ahhh


"Geram aku melihat mas Adam "


Ingin sekali aku datang menghampirinya terus aku menciumnya agar istrinya tahu siapa aku. Atau ingin sekali aku menarik rambut istri mas Adam. "Wahh pikiranku sedang kacau."


"Mas Adam aku di sini tolong lihat sedikit saja. Disini ada anakmu." Batinku terus bergejolak.


Sesungguhnya kamu tahu sampai detik ini aku masih mencintaimu. Mengapa kamu begitu mudah melupakan aku.


"Mas dulu kamu selalu memanggil aku dengan sebutan SAYANG Tapi sekarang rasa sayangmu itu sekejap hilang begitu saja."


Mas aku adalah wanitamu.


Yang dulu pernah kamu kejar kejar. Mungkin aku Wanita yang berdaster dan tidak selevel dengan dirimu.Tapi sungguh aku mencintaimu.


Aku sudah tidak bisa menahan amarahku lagi. Aku tidak sanggup melihat mereka bermesraan di depan ku.


Mereka tidak tahu, Tidak hanya mereka di tempat ini. Tapi ada aku.


Aku berjalan menuju pintu keluar. Hatiku aku tangguhkan. Tanpa menoleh ke kanan dan kiri aku nyelonong begitu saja.


"Mas kamu nakal sekali." Istri mas Adam menikmati rayuan suaminya.


"Disini kan ngak ada siapa siapa." Goda mas Adam.


"Ada tuh."


"Mana."

__ADS_1


"Kalo berduaan yang ketiga siapa hayo."


"Setan dong." Mereka bercanda.


Apa!!!!!! aku di bilang setan


"Kalian tuh yang setan." Umpatku.


Aku melewati mereka berdua. Mereka masih bermesraan di atas sofa tanpa busana. Setelah bergulat tubuh mereka masih bermandikan keringat.


Betapa mendidihnya otak ini. Melihat mereka bermesraan di depanku.


"Permisi." Aku nyelonong begitu saja. Dan pergi keluar. Kemudian aku menutup pintu dengan keras.


Sementara Devan aku gendong dan melihat ke arah mas Adam.


"Siapa itu mas." Ayu bertanya kepada mas Adam.


"Terus ini villa punya siapa. Kenapa ada orang tiba tiba masuk. Benar benar tidak sopan."


Mas Adam masih diam. Dia ingin sekali mengejarku. Tapi..... Dia sangat lemah menghadapi kenyataan.


Haruskah dia bilang kalo aku adalah wanitanya.


Perempuan mana yang bisa menerima jika suaminya punya wanita lain.


Apalagi mas Adam sudah berkomitmen untuk setia terhadap istri. Ya .... Mungkin mulut mu bisa berkomitmen. Tapi hati dan pikiran tidak bisa di kendalikan. Mereka berjalan tanpa harus di kontrol.


"Mas kamu kenapa sih. Apa kamu kenal dengan wanita itu."


"Aku tidak mengenalnya." Jawab mas Adam.


"Terus dia siapa." Ayu adalah orang yang cerdas tidak mudah untuk membodohinya.

__ADS_1


Mas Adam juga tidak ingin banyak bicara. Seandainya alasannya tidak masuk akal. Ayu pasti akan menanyakan hingga menemukan jawaban.


"Ohh dia orang yang membersihkan villa ini."


Mas Adam hanya mengangguk saja.


"Maafkan aku sayang aku tidak bisa menjelaskan kepada istriku." Batin mas Adam.


"Harusnya kamu suruh pergi dulu wanita itu. Aku jadi malu, kalo seperti ini."


"Mana aku tau kalo dia ada disini." Mas Adam mengeles.


Kadang kadang orang yang pandai pun akan menjadi sangat bodoh jika sedang mencintai seseorang. Akal dan logikanya menjadi tidak berguna.


"Mas ini villa mu kan."


"Iya."


"Kalo begitu kita nginap sini ya." Pinta Ayu terhadap suaminya.


"Iya."


Mas Adam setengah hati menjawab pertanyaan Ayu.


"Sayang aku sudah berusaha keras melupakanmu. Tapi kenapa kamu tiba tiba muncul di hadapan ku. Tidak kah kamu tahu di semua sudut ada bekas jejakmu." Batin mas Adam.


.........


.........


..........


Mas Adam kalo kamu bisa lupakan saja aku dengan sekuat hatimu.

__ADS_1


__ADS_2