
Dinda dan Dimas menuju proyek baru pak Adam.
Dinda hanya heran seperti nya jalan yang di lalui, sangat dia kenal.
"Pak Dimas tidak salah jalan." Ucap Dinda.
"Emang kenapa din." Jawab Dimas.
"Ini kan jalan kerumah Dinda."
"Terus kenapa."
"Berarti proyek baru pak Adam dekat dengan rumah Dinda dong."
"Terus......"
"Mengapa pak Adam ngak pernah cerita."
"Itu artinya kamu itu tidak penting dalam hidup om Adam. "
"Tapi saya kan assisten."
"Sampai kapan sih kamu itu bisa mengerti. Bahwa om Adam itu cuma menganggap kamu itu asisten aja tidak lebih." Jelas Dimas.
"Tuh kan pak Dimas mulai lagi."
"Entah lah din capek aku melihat kamu."
Dimas langsung diam tidak melanjutkan kata katanya.
Berdebat dengan Dinda hanya membuatnya kesal saja.
"Din seperti nya itu mobil om Adam." Dimas sangat hafal dengan mobil Adam.
"Seperti nya pak Dimas salah lihat kali."
"Ngak mungkin lah aku salah lihat. kita ikuti aja mobil itu."
__ADS_1
"Tapi lebih baik kita.. fokus pada kerjaan aja pak." Sahut Dinda.
Dimas tidak menghiraukan perkataan Dinda. Dimas terus mengebut dan mengejar mobil Adam.
Dimas terus mengikuti mobil itu. Mobil itu berbelok ke kanan, Dimas tidak ingin ketinggalan dia melaju dengan cepat.
Akhirnya mobil itu berhenti di suatu rumah.
Dimas tidak sempat mengawasi desain rumah itu. Yang Dia lakukan adalah mengawasi Adam saat ini.
"Din siapa itu????" Tanya Dimas.
"Ngapain sih pak kita kesini."
"Lihat itu din, om Adam dengan seorang wanita.."
"Masa' sih pak."
"Ayo Din kita turun. Aku penasaran nih."
"Ngak ahh. Pak Dimas aja yang turun, Dinda disini aja."
"Itu kan urusan pak Adam. ngapain kita harus ikut campur." Batin Dinda.
"Ayo cepet. " Ajak Dimas.
Adam masuk ke rumah itu dengan wanita nya. Karena jarak Dimas yang agak jauh sehingga Dimas kurang jelas melihat mereka berdua.
Rasa penasaran Dimas sudah tidak bisa di kendalikan.
Dimas dan Dinda tiba tiba membuka pintu itu. Pintu itu tidak di kunci.
Dimas dan Dinda melihat Adam yang tidak memakai baju hanya memakai celana panjang
Sementara wanita itu duduk bersandar di bahu Adam. Wanita itu masih memakai bra dan bawahan celana hitam.
Sesekali Adam mencium rambut wanitanya.
__ADS_1
Rasa penasaran Dimas terus berlanjut. Dia ingin tau, seperti apa wanita simpan an om nya itu.
"Ini Adam ngapain di sini." Tanya Dimas.
Adam langsung menoleh ke belakang. Kebetulan sofa itu tidak menghadap ke pintu.
Wanita itu pun juga ikut menoleh. Dengan rambut yang masih rapi dia terkejut.
"Ibuk........" Tanya Dinda lemas.
"Ngapain kalian disini." Bentak Adam.
"Tante Rosa. " Jawab Dimas pelan. Harus nya Dimas tidak mengikuti rasa penasaran nya. Hingga membawa ke tempat ini.
Gara gara keingin tahu Dimas hal yang tidak harus di lihat sekarang malah terpampang nyata.
Dimas terus melihat tubuh Rosa. Mungkin umur Rosa sudah jauh di atas Dimas. Tapi Rosa mampu membuat gairah laki laki menjadi naik.
Entah apa yang di miliki wanita itu. Hingga dapat menarik perhatian laki laki.
Wanita desa itu memang sangat menggoda.
Dimas kemudian sadar bayangannya terlalu jauh.
"Mas jangan keras keras." Perintah Rosa terhadap kekasih nya.
"Udah sayang kamu diam aja. " Jawab Adam.
"Sayang......" Kata Dinda lirih.
Itu artinya ibuk dan pak Adam........
Dinda langsung lari menuju mobil, dan Dimas mengikuti Dinda.
......
.....
__ADS_1
....