Suami ke dua

Suami ke dua
Kado


__ADS_3

Pagi.


Dinda sudah mulai terbiasa dengan pekerjaannya di kantor. Setiap kali dia datang semua orang sudah pasti memandanginya. Tapi Dinda tidak pernah memperdulikan mereka. Karena mendengar omongan orang orang hanya membuatnya kerdil saja.


Dinda hanya tidak ingin pengorbanannya menjadi sia sia. Apalagi Dinda sudah meninggalkan orang tuanya demi mencari karir.


Sebelum bosnya datang Dinda sudah membersihkan ruangan dan mempersiapkan keperluan bosnya.


"Pagi pak."


Si bos tidak mengangguk kan kepala seperti biasanya. Tapi kali ini Si bos memandangi Dinda sedikit lebih lama.


"Kenapa bapak memandangi saya seperti itu." Tanpa basa basi Dinda menuding bosnya.


"Kamu pikir saya suka dengan anak anak di bawah umur seperti kamu."


"Bapak sih mesum." Awas aja kalo sampe mesum. Umur udah hampir setengah abad. Masih pengen daun muda. Belum tahu siapa Dinda.


"Kamu mau di pecat."


"Ngak pak."


"Kamu seperti kenalan lama saya."


"Siapa pak." Dinda mulai banyak bertanya.


"Kerja yang benar." Bentak si bos.


"Iya iya."


"Pagi om." Seorang laki laki tiba tiba masuk ke ruangan si bos.


"Ngapain kamu disini."


"Galak amat.

__ADS_1


"Pekerjaanmu sudah selesai."


"Belum sih om. Aku jenuh pengen jalan jalan."


Dinda penasaran dengan lelaki itu. Dia seenaknya saja jika bekerja. Padahal atasannya saja berkerja keras. Dia malah santai santai.


"Dimas cepat kamu balik ke ruanganmu."


"Tumben om mengusirku, apa gara gara gadis kecil ini." Canda dimas.


"Kamu pengen di pecat sekarang juga."


"Om sudah ngak sayang lagi dengan keponakan yang ganteng ini." Dimas mulai mendekati Dinda.


"Cantik juga., asisten om." Dimas berusaha menggoda Dinda. Tapi Dinda sudah menyiapkan kepalan tangannya.


"Aku yang pergi atau kamu yang pergi." Bentak si bos.


"Siap om." Dimas ahkirnya pergi juga.


Dasar keluarga mesum.....


.....


"Nama saya Dinda pak."


"Oh ya ya."


" Umur berapa pak."


"Sepuluh tahun."


Dinda mulai duduk di kursi sambil mengotak atik handphonenya. Dia memilih milih kado apa yang cocok untuk anak anak.


"Kenapa kamu masih di sini."

__ADS_1


Dinda kebingungan dengan pertanyaan bosnya.


"Kata bapak suruh cari kado."


"Nanti kamu ikut kerumah saya." Perintah bosnya.


"Ngapain pak." Aduh Dinda masih tanya ngapain. sudah jelas anak si bos ulang tahun.


Dinda Teringat dulu pernah punya adek. Entah ada dimana adek nya sekarang. Gara gara Dinda lalai menjaga adek nya Dia harus kehilangan adek nya. Tapi Dinda tidak bisa menyalahkan diri sendiri, karena dia waktu itu masih kecil.


Dinda memesan satu kado lagi. Satu untuk bosnya dan satu untuk dirinya. Karena tidak mungkin dia membawa tangàn kosong.


"Dinda kenapa kamu sedih."


"Ngak apa apa pak. Saya cuma teringat adek saya pak."


"Kenapa adek kamu." Tanya Si bos.


"Saya kehilangan adek saya pak. Gara gara kelalaian saya waktu kecil. Adek saya entah ada dimana sekarang. Padahal waktu itu.... " Dinda tidak bisa melanjutkan perkataannya.


Dia tahu betapa sedihnya kehilangan orang kita sayang. Apalagi Ayah Dinda sudah lama mengharapkan anak laki laki.


Sejak kejadian itu Dinda dan keluarganya tidak pernah membahas anak yang hilang. Mereka sudah menguburnya dalam dalam.


Dinda tidak mau mengorek luka lama yang terpendam.


"Kenapa kamu. Kerja yang benar."


"Iya pak."


"Cepat selesaikan. kita pulang cepat nanti."


"Iya pak."


......

__ADS_1


......


......


__ADS_2