Suami ke dua

Suami ke dua
Mas Adam menghilang


__ADS_3

Mas Adam sudah tidak pernah menghubungiku lagi. Rasanya tidak rela jika mas Adam pergi ninggalin aku.


Tapi apa mau di kata jika dia sudah tidak menginginkan aku lagi. Karena rasa ini memang tidak pernah ada perjanjian di atas kertas.


Bagaimana bisa aku menuntut jika aku tidak pernah punya hak atas dia.


Apakah mas Adam masih hidup atau sudah tiada aku kurang tahu.


Karena aku tidak tahu apapun tentang dia. Meski dulu kita pernah bersama tapi mas Adam tidak pernah menunjukkan identitasnya.


Sulit sekali mencari dimana rumah dan keluarganya. Tidak ada satu infopun yang aku dapat.


Untung saja dulu mas Adam pernah membeli sebidang tanah. Rencana aku dulu ingin membuat bisnis dengan mas Adam. Tapi keburu mas Adam meninggalkan aku. Jadi tanah itu sekarang terbengkalai.


Kebetulan di perdesaan harga tanah jauh lebih murah di bandingkan di kota.


Kulihat tabunganku cuma sedikit. Jadi aku mempunyai ide untuk mengajak para pedagang di tepi jalan.


Aku membuat tempat yang layak untuk para pedagang. Tempat itu aku sulap menjadi menakjubkan.

__ADS_1


Selain itu para pemuda yang penggangguran menjadi kurir yang antar makanan.


Oh ya bisnis kerajinan dan pusat oleh oleh ku juga berkembang pesat.


Mungkin mas Adam sudah mempersiapkan semuanya. Dia tidak ingin aku tergantung padanya. Mungkin dia ingin mandiri tidak tergantung pada siapapun.


Mas Adam ingin aku menjadi wanita yang kuat dan bisa berdiri sendiri.


Tapi apa maksudnya dengan semua ini. Jika dia sudah mempersiapkan lantas mengapa begitu saja pergi.


Mas Gilang tidak pernah menanyakan hal tentang kekayaan ku. Karena aku masih pura pura miskin di depan suamiku.


Bagaimana jika dia tahu dengan aset aset yang aku punya padahal dulunya aku hanya penjual keripik pisang.


Mas Gilang sekarang sedang bangga bisa mempunyai toko onderdil sendiri di situ dia mempunyai beberapa karyawan. Mas Gilang mempunyai bengkel yang cukup besar. Tentunya dengan suntikan dana yang aku berikan.


Kalo pun mas Adam menghilang mungkin sekarang dia ingin menata hidupnya kembali kepada Ayu.


Tidak mungkin mas Adam memintaku untuk meninggalkan mas Gilang karena dia tidak ingin merusak kehidupanku.

__ADS_1


Apakah mas Adam sedikit saja tidak ingin mengingatkan aku. Padahal sampai detik ini tidak pernah aku mencoba untuk melupakan dirinya.


Jodoh..... takdir tidak pernah ada yang tahu meski begitu kuat seseorang mempertahankan hubungan tapi jika sang kuasa memilih untuk berpisah maka akan terpisah dengan sendirinya.


Dan sebaliknya aku dulu ingin seķali berpisah dengan mas Gilang karena mas Gilang adalah orang yang temperamen tapi kenyataannya tuhan maha membolak balikkan hati.


Mas Gilang yang aku kenal sekarang adalah orang yang lembut dan menyayangi anak anaknya.


Aku hanya mahluk kecil yang tidak bisa memprediksi hari esok. Aku tidak pernah berpikir jika mas Gilang adalah orang yang masih setia mendukungku. Dan setia menemaniku.


Jika mas Adam pergi aku tidak ingin mempertanyakannya. Yang aku sesali tidak ada kata perpisahan.


Aku Juga tidak takut kehilangan ........ karena mas Gilang ada bersamaku.


Malam ini kami tidur berempat aku Dinda Devan dan mas Gilang.


"Aku Sayang kamu mas Gilang." Batinku.


Namun mas Gilang orang yang pemalu.

__ADS_1


........


.........


__ADS_2