Suami ke dua

Suami ke dua
Tak pernah ku bayangkan


__ADS_3

Sudah setahun mas Adam tiada kabar. Entah dimana dia saat ini.


Penyakit apa yang sedang menggerogoti nya saat ini. Hingga dia menghilang sampai saat ini.


Aku pikir aku tidak akan kehilangan dia karena Devan hadir di antara kami


Aku pikir Devan kelak akan jadi pengikat kami. Tapi kenyataannya tidak........


Jika dia tahu betapa tampan nya Devan mungkin dia akan berpikir untuk pergi.


Pagi ini mas Gilang berangkat bekerja pagi pagi sekali. Dia bilang ada janji dengan pelanggannya yang mau servis sepeda.


Sementara aku berada di rumah dengan Devan.


Aku mendengar suara orang yang mengetuk pintu. "Siapa." Batinku. Sepagi ini siapa yang bertamu. Apalagi aku tidak punya janji dengan siapa pun.


Aku bergegas membuka pintu. Kreeek......


"Maaf bu ..... nyari siapa ya.."


Aku mencoba bertanya kepada wanita di depanku. Aku tidak pernah mengenalnya sebelumnya.


"Kamu Rosa kan." Wanita itu menodongkan pertanyaan kepadaku.


Harusnya dia memperkenalkan diri. Sebelum mencoba menanyakan sesuatu.


"Iya. ibu ... siapa ya. Aku rasa kita tidak saling mengenal."


" Kamu tidak perlu tau siapa aku. Aku hanya mau mengambil anaknya adam."


Siapa dia koq bisa mengenal mas Adam. Selama ini tidak ada yang tau soal Devan. Kecuali aku dan mas Adam.

__ADS_1


"Ibu siapa ya... dan apa hubungannya ibu dengan mas Adam."


"Oo ternyata benar kamu punya hubungan khusus dengan Adam."


"Maaf bu .... dugaan ibu salah. Saya hanya sekedar berteman dengan Adam. Dan saya masih punya suami yang menyayangi saya."


"Kamu bohong. Jangan pikir aku tidak tahu kelakuanmu, aku sudah menyuruh orang untuk mengintai Adam."


"Emang kenapa dengan mas Adam . Mengapa dia harus di selidiki. Bukannya dia orang yang baik dan tidak pernah merugikan orang lain."


"Aku hanya tidak ingin kamu merusak kehidupan anakku."


Bukannya ibunya mas Adam sudah meninggal terus ini siapa.? jangan jangan yang dia maksud adalah orang tua dari istri mas Adam.


"Ibu salah besar. Datang kesini. Sudah saya bilang saya tidak ada urusan dengan mas Adam."


Wanita itu kemudian masuk ke dalam rumah ku. Tanpa seijin ku dia mencari sesuatu.


"Dimana anak Adam."


"Maaf ini anak saya." Aku langsung menggendong putraku.


Dia memang sengaja ingin merebut anakku. Atau dia ingin melenyapkan anakku. Ahhh pikiran ku lagi tidak karuan. Aku tidak bisa berpikir lagi.


"Tolong ibu cepat pergi dari sini." Usir ku.


"Aku tidak akan pergi sebelum aku mendapatkan apa yang aku mau."


"Bukan ibu sudah mendapatkan apa yang ibu mau."


"Apa maksudmu." Wanita itu berbalik tanya.

__ADS_1


"Bu .. bukankah Mas Adam sudah kembali kepada anak ibu."


Wanita itu kemudian diam dan berusaha menyerangku.


Aku takut terjadi apa apa terhadap putraku. Apalagi di rumah tidak ada siapapun. Mas Gilang pun tidak ada di rumah.


Aku tidak pernah berpikir sebelumnya jika aku harus berurusan dengan orang seperti ini.


Aku hanya berpikir untuk mencintai mas Adam itu saja. Ternyata perasaan itu bisa membahayakan keselamatan keluargaku.


"Dia memang kembali pada putriku tapi dia masih memikirkan anak ini."


Deg ..... mas Adam sungguh kah itu sampai saat ini. Kamu masih memikirkan anak ini. Aku pikir kamu sudah melupakan aku dan putramu.


"Sudah saya bilang ini anakku dan suamiku. Sebaiknya ibu pergi dari sini."


"Camkan kata kata ku ini. Aku tidak akan membiarkanmu. Menyakiti putriku.!!!! aku akan melakukan apa pun demi putri ku."


"Ibu pergi atau aku panggilkan warga kampung." Gertakku .


Wanita itu kemudian pergi meninggalkan rumah ku. Entah kekuatan apa yang merasukiku. Hingga aku seberani ini.


Aku memeluk putraku dengan sekuat tenaga. Aku tidak ingin kehilangan dia.


Ternyata banyak hal di sana yang tidak pernah ku bayangkan bisa terjadi padaku.


.....


......


......

__ADS_1


__ADS_2