Suami ke dua

Suami ke dua
Semangat juang


__ADS_3

Pagi ini aku sedikit semangat. Setelah bermalas malasan ahkirnya ku putuskan untuk bergegas mengunjungi ruko ku.


Hari ini aku mengadakan Syukuran kecil kecilan . Tertulis besar nama Dinda di situ. " DINDA COLLECTION"


Pusat oleh oleh yang aku isi dengan hasil produksi masyarakat di sekitarku. Tetanggaku senang bergabung di tempatku. Karena mereka bisa memasak tapi tidak bisa memasarkannya.


Yaa maklumlah hasil bumi di sekitarku memang banyak dan jika tidak di manfaatkan secara maksimal akan mubazir menurutku.


Yang kedua ini aku menggandeng para pengrajin muda. Aku tidak menyangka di tempatku tinggalku yang kecil ini banyak orang orang kreatif.


mereka memanfaatkan bahan bahan alami menjadi karya karya yang menakjubkan. Orang orang ini dari penampilannya biasa biasa saja tapi menghasilkan karya yang mempunyai nilai jual tinggi.


Tentunya saja aku sendiri tidak mempunyai modal banyak. Kami memberikan sistem kerja sama. Mereka bisa menitipkan barang dan aku bayar setelah laku.


Yaa dengan sistem saling percaya yang kami tetapkan


Yang ke tiga ini adalah ide mas Adam membuat kedai soto ayam dan soto daging. Tentunya aku


menyuruh orang untuk memasak. Karena aku kurang mahir untuk memasak.

__ADS_1


Aku mendisain tempat itu dengan unik dan natural. Banyak orang yang dateng hanya untuk sekedar foto foto saja. Dari pada untuk membeli.


Aku tidak berkecil hati di situ. Selang beberapa lama. Dari foto foto itu di share ke sosial media.


Orang orang pada ingin tau dan mulai mencari lokasi tempatku.


Tidak hanya toko ku yang lagi vital tetapi tempat wisata di tempat ku pun jadi ikut vital.


Kali ini bupati mengunjungi kami. Karena aku menggandeng karang taruna dan memperdayakan masyarakat sekitar.


Pak bupati bangga dengan perjuanganku dalam bait pidatonya. Akhirnya Pak bupati memberi apresiasi kepada karang taruna.


Dari berbagai foto serah terima apresiasi itu banyak terselip senyum bahagia di dalam.


Aku hanya tidak ingin merusak acara ini di samping itu banyak mata yang sedang mengawasiku.


Mas Gilang masih setia mendukung apa yang aku lakukan. Meski menurutnya aku ini hanya membuat hal hal yang tidak berguna tapi hari ini dia bisa melihat besok wajah ku ini akan menghias surat kabar.


Seperti nya mulai besok banyak orang yang menggunjingku karena Pak bupati mengajakku berfoto.

__ADS_1


Yang suka biarlah suka dan yang tidak suka biarlah tidak suka. Aku tidak bisa memasakkan orang untuk tidak suka kepada ku.


Dinda saking girangnya memenuhi handphonenya dengan banyak foto entah apa saja yang dia foto.


Dindaku mulai dewasa dia sedikit malu jika di ajak foto dengan ayahnya.


Dinda memang anak yang pemalu untuk menyapa ayahnya saja harus ku dampingi.


Aku dan mas Gilang sedang menikmati kopi. Kebetulan aku kurang suka dengan kopi hitam jadi aku memutuskan kopi susu. Kami duduk berhadapan tiba tiba dinda ikut duduk di pangkuanku.


"Sana duduk sama ayah. Usirku


"Nggak mau. Manjanya mulai lagi.


"Sini sama ayah.


Dinda tidak menuruti perintah ayah nya karena dia hanya malu.


"Di perut Ibuk ada adeknya. Sambung mas Gilang.

__ADS_1


Seketika itu langsung dia menuju ayahnya. Aku tau hanya itu cara mas Gilang membujuk dinda.


Mas Gilang langsung mencium dinda


__ADS_2