Suami ke dua

Suami ke dua
mengungkapkan cinta


__ADS_3

Dimas bersandar di tembok teras rumah. Dimas melihat angka delapan di layar handphonenya. Udara dingin menyelimuti tubuh Dimas.


Ayah Dinda kemudian datang. Dia pulang dari bekerja.


"Malam om." Dimas menyapa Gilang.


"Hmm siapa ya." Gilang balik nanya.


Dimas sedikit lemas. Karena Ayahnya Dinda tidak mengenali. Niat hati pengen pedekate namun begitu saja meredup.


"Saya teman kerjanya Dinda om. Yang waktu itu pernah kesini."


"Ohh ya ya."


Gilang masuk kedalam rumah.


"Ayah ..... ." Dinda menyapa ayahnya.


Gilang hanya tersenyum, kemudian masuk ke kamar mandi. Dinda sudah terbiasa dengan sifat ayahnya. Gilang bukan termasuk orang yang ekspresif. Meski Dinda sangat rindu terhadap ayahnya. Dia tidak langsung menyodorkan pertanyaan pertanyaan. Dinda nunggu jika ayahnya sudah siap di ajak ngobrol baru dia memulainya.


Dinda menyiapkan kopi hitam untuk ayahnya di meja depan televisi.


Dinda menyiapkan kopi untuk Dimas.


"Kopi apaan nih din?" Dimas menyeruput kopi panas itu.


"Emang kenapa pak." Perasaan Dinda sudah di kasih gula.


"Kopi apa kolak sih, manis banget."


"Pak Dimas nih... ngak bersyukur. Dikasih minum protes terus. Sini kalo ngak mau." Dinda mengambil lagi kopi itu.


"Ehh eh enak aja di ambil lagi. Sini." Dimas menarik tangan Dinda.


Dinda tidak menyangka kalo Dimas tidak suka kopi yang manis yang dia buat. Memang Dinda sudah biasa menyajikan kopi manis untuk ayahnya.


"Ayah sudah makan ." Dinda bertanya kepada ayahnya.


"Belum."

__ADS_1


Dinda menyiapkan makan malam untuk ayahnya. Entah mulai dari kapan laki laki itu menjadi manja. Hanya soal makan saja harus di ambilkan. Seperti anak kecil saja yang tidak melakukan perkerjaan sendiri..


"Kamu tidak makan." Tanya ayahnya.


"Sudah yah tadi.."


"Teman kamu sudah makan."


"Sudah yah."


...


"Din... Aku pengen ngomong sama kamu." Kata Dimas.


"Ada pak."


"Sepertinya aku suka sama kamu."


"Terus pak." Jawab Dinda singkat.


Dimas sedikit kesal dengan jawaban Dinda. Harusnya Dinda merespon kata kata Dimas. Tapi Dinda seakan tidak peduli.


"Jawaban nya koq gitu sih din."


"Terus kalo pak Dimas suka. Dinda harus ngapain."Jawab Dinda.


"Yaaa kamu jawablah ya atau tidak."


"Emang kalo suka harus pacaran." Jawab Dinda.


"Ngak juga sih."


"Tuh kan pak Dimas sudah ngerti."


Dimas makin kesal dengan jawaban Dinda. Apakah Dinda itu orang yang bodoh, lugu, atau kampungan. Yang tidak mengerti pengungkapan cinta Dimas.


Apakah Dinda pura pura tidak tahu dan sengaja menghindar. Karena dia sudah menyukai orang lain


Dinda membuat teka teki untuk Dimas yang harus di pecahkan.

__ADS_1


Dimas memegang tangan Dinda.


"Sebentar Din jangan lepaskan."


Dinda ingin menolak Dimas, Tapi dia tidak tega melihat raut muka Dimas.


Dinda tidak merasakan apa apa jika berdekatan dengan Dimas. Karena pertemuan mereka di awali dengan pertengkaran. Bukannya Dinda tidak prihatin, tapi tidak ada hal yang harus di ungkapkan.


Sementara Dimas meresapi aliran darah dari tangan Dinda. Tangan kecil itu sudah menghipnotisnya.


"Din apa kamu tidak sedikitpun merasakan sesuatu." Dimas menatap Dinda.


"Tidak pak." Jawab Dinda.


Uhhjj Dinda..... teriak Dimas dalam hati. Dimas telah salah mengungkapkan perasaannya pada anak di bawah umur.


Dimas langsung mencomot bibir Dinda. Berharap dengan ciuman pertama itu Dinda bisa belajar mencintai.


"Apakah kamu merasakan sesuatu." Tanya Dimas.


"Tidak pak."


"Dinda ....."


"Saya boleh pergi."


"Terserahlah."


Dinda meninggalkan Dimas sendirian. Bukannya Dinda itu bodoh, Dia adalah anak yang cerdas. Meski hidup di kampung yang banyak suara kodok, jangkrik, ayam. Dinda tetap mengerti maksud dan tujuan Dimas. Tapi saat ini Dinda sangat mengagumi pak Adam. Malah Dinda berharap kejadian itu bisa di alami dengan bosnya. Entah kedengarannya memang gila, tapi ini yang sedang terjadi.


"Dinda ngak tidur."


"Dinda tidur sama ibuk yaa please."


Dinda langsung nimbrung di kamar ibunya.


Gilang langsung melototi istrinya seakan memberi kode.


......

__ADS_1


.....


....


__ADS_2