Suami ke dua

Suami ke dua
Ikatan batin.


__ADS_3

Dinda berlarian menghampiriku. Setelah melihat mobil putih yang parkir di depan rumahku.


"Ibuk kenapa?"


"Ibuk ngak kenapa kenapa."


Lantas Dinda tidak percaya begitu saja. Dia tahu betul perasaan ibunya. Kadang kadang Dinda lebih berperan sebagai sahabatku dari pada anakku padahal umurnya baru sepuluh tahun.


Memang Dinda selalu menemaniku baik suka dan duka. Dinda dari balita selalu ikut berjualan keliling mengitari kampung kampung. Hingga dia lebih dewasa dari teman sebayanya.


Dinda juga banyak ikut mengambil keputusan atas usaha usahaku. Misalnya memilih warna , atau perkakas yang di butuhkan. Semua ide itu atas saran Dinda.


"Yakin ibuk baik baik saja." Tanya Dinda lagi.


"Iya." Jawabku ngeles. Tidak mungkin aku menceritakan apa yang terjadi. Aku tidak ingin membuatnya khawatir.


Dinda masih tidak yakin dengan jawabanku .Tapi membohonginya itu lebih baik. Dari pada aku harus menceritakan pertikaian yang terjadi dengan wanita yang tidak aku kenal Hanya untuk memperebutkan Devan.


Padahal aku yang mengajarkan untuk berlaku jujur tapi aku malah yang pandai berbohong.


"Ayo makan dulu." Ajakku. Kebetulan Dinda belum sarapan.


"Buk .... Dinda boleh tanya ngak." Suara Dinda ragu untuk menanyakan sesuatu.


"Tanya apa.?"


"Wanita tadi siapa?" Selidik Dinda.


"Ngak tahu. Ibuk juga ngak kenal. Salah alamat."


"Ooooh.


Tuh kan aku pandai berbohong.!!!!!!

__ADS_1


...........


" Ayah koq pulang.?"


Suami ku tiba tiba pulang.


"Aku lapar buk."


Memang mas Gilang belum sempat sarapan tadi pagi.


"Aku tiba tiba ingin pulang. Apa di rumah baik baik saja."


Mas Gilang seperti punya telepati saja. Hingga merasakan apa yang terjadi di rumah. Sementara aku sibuk memikirkan mas Adam yang tidak pernah menghubungi lagi.


Memang kadang kalau sudah ada ikatan batin kita bisa merasakan apa yang terjadi pada orang yang kita cintai.


Meski pun mas Adam tidak pernah menghubungiku lagi. Aku hanya berbicara lewat batin. Entah dia dengar atau tidak. Setidaknya dia merasakan apa yang aku rasakan.


"Itu yah tadi ada wanita kesini pakai mobil bagus." Serobot Dinda.


"Apa itu betul buk."


"Iya."


Ingin aku tutup saja mulut anakku ini. Sudah di kasih kode beberapa kali masih ngak ngerti juga. Dasar anak anak.


"Ngapain."


"Tanya alamat yah." Aku berbohong.


Entah sudah berapa kali aku berbohong. Jika pernah satu kali berbohong akan terus di tutupi dengan kebohongan yang lainnya.


Ketidak puasan ku dahulu membuatku aku mencari kepuasan dengan lelaki lain. Memang manusia di ciptakan tidak ada yang sempurna.

__ADS_1


Aku pikir dulu mas Adam adalah orang yang sempurna di bandingkan mas Gilang suamiku. Tapi kenyataannya setelah aku bersamanya. Banyak hal yang membuat perbedaan di antara aku dan dia.


Dan sebaliknya banyak orang yang iri terhadapku. Banyak yang mengira mas Gilang adalah orang yang sempurna. Memang mas Gilang jika di depan banyak orang dia akan berlaku baik.


Sementara bagiku biasa biasa saja. Karena aku yang setiap hari di dekatnya. Semua hal akan menjadi tidak istimewa jika sudah di lewati nya setiap hari.


Aku masih membuat teh hangat untuk mas Gilang. Beda sekali dengan mas Adam yang suka teh panas. Aku harus mengingat kebiasaan kebiasaan mereka yang berbeda. Pernah suatu ketika aku membuatkan teh panas untuk suamiku. Lantas dia akan marah besar. Padahal hanya sebuah teh saja bisa membuat pertengkaran di antara kami.


Sebuah tangan melingkar di pinggangku.


"Ayah." Aku berusaha melepaskannya.


Memang suamiku jika berada di rumah sedikit sedikit colek.


"Kenapa ngak boleh ya."


"Jangan jangan ayah pulang kerumah karena kangen aku kan." Goda ku.


Sebuah ciuman sudah mendarat di pipiku. Lantas aku tidak tinggal diam. Ku balas ciuman itu langsung ke bibir suamiku.


"Ha haa." Aku memang wanita yang nakal.


Mas Gilang pun tidak ingin kalah.


"Ayah ada Dinda tuh di depan."


Mas Gilang menoleh ke kanan dan ke kiri. Mengawasi apakah Dinda masuk atau tidak ke dapur. Setelah aman dia melanjutkan serangannya.


.......


.......


.......

__ADS_1


__ADS_2