
Sudah setahun aku tidak mengunjungi villa yang di belikan mas Adam. Entah bagaimana keadaannya mungkin sudah sangat kotor.
Aku berencana untuk membersihkannya. Devan juga ikut bersamaku. Tidak mungkin dia aku tinggal di rumah. Karena di rumah tidak ada yang menjaganya.
Aku sengaja tidak menitipkan Devan ke orang lain. Kecuali suamiku, Tapi dia sedang sibuk bekerja.
Setiba di villa aku membuka pintu. Kreeek ......
Aku mengingat semua kejadian di tempat ini. Semua sudut sudah pernah aku jadikan tempat untuk bercinta. Aku dan mas Adam pernah berkali kali memadu kasih di sini. Padahal waktu itu aku masih mengandung Devan.
Sungguh aku wanita yang nakal.
Sekilas lamunanku buyar. Aku melihat sekitar. Aku memeriksa debu di atas meja dengan telunjukku.
"Koq bisa begini." Aku heran kenapa bisa bersih. Padahal sudah setahun aku tidak kesini.
Harusnya debu debu itu setebal satu sentimeter. Aku periksa seluruh ruangan semua bersih.
Apakah mas Adam pernah kesini.??? Karena yang mempunyai kunci villa ini hanya aku dan mas Adam.
Kami tidak pernah menyewa orang untuk menjaga villa ini.
Bayangkan jika rumah sudah tidak di tempati selama setahun pasti sudah banyak sarang laba laba. Tapi ini ......
Mungkin kah mas Adam diam diam datang kesini. Terus kenapa dia tidak pernah datang untuk mencariku.
"Ahhh aku sulit menemukan teka teki ini."
__ADS_1
Aku kemudian masuk ke kamar tidur, semua masih rapi. Padahal seingatku tempat tidur ini dulu aku tinggalkan dalam keadaan berantakan.
Karena waktu itu aku dan mas Adam selesai bergulat.
"Entahlah." Aku pusing memikirkannya.
Jika memang mas Adam sering kesini. Dan tidak menemuiku itu artinya dia memang benar benar sudah berniat untuk melupakan aku.
Untuk apa aku memikirkan orang yang sudah jelas tidak menginginkan aku. Kalau dia sudah tidak mencintaiku lagi aku akan berusaha melupakannya.
..........
Aku dengar ada langkah kaki masuk ke dalam rumah.
"Siapa itu." Aku memberi aba aba pada Devan agar tidak bersuara. Entah Devan paham atau tidak karena dia masih berumur satu tahun.
"Siapa yang berani beraninya masuk ke dalam villaku tanpa ijin." Padahal mas Adam sudah menyerahkan sertifikatnya. itu artinya ini milikku.
Aku mendengar suara perempuan yang sedang ketawa dan bercanda.
"Ya Tuhan itu manusia atau mahluk halus ya." Pikiranku kemana mana.
Tidak mungkin orang lain bisa masuk ke sini. Kecuali atas ijin mas Adam.
Langkah kaki itu semakin jelas. Entah bagaimana mereka bisa masuk.
Aku mencoba mendengar langkah suara itu di balik persembunyianku. Aku Ingin sekali keluar dan pergi dari sini tapi lewat mana !!! tidak ada pintu belakang.
__ADS_1
Apakah suara itu mas Adam. Apakah dia benar benar ada di sini.
Aku keluar dari persembunyianku dan ingin sekali menemui mas Adam. Aku sangat merindukannya.
"Mas."
Aku hanya terpaku. Ku urung kan niatku memanggil mas Adam.
Mas Adam sedang bersama wanita disana. Mas Adam melakukan adegan panas di ruang tamu.
Aku masih terpaku.....
Harusnya aku yang disana. Biasanya aku yang memainkan tubuh mas Adam. Tapi sekarang mas Adam sudah mahir memainkan tubuh wanita itu.
Siapa kah perempuan itu. Apakah dia istrinya. Tidak mungkin mas Adam bermain dengan banyak wanita.
Karena dia adalah orang yang baik. Tapi hari ini orang baik itu telah menyakitiku.
Ingin sekali aku menggantikan posisi perempuan itu. Harusnya .....
Ahhhhh ingin sekali aku berteriak. Atau membawakan satu ember berisi air. Dan aku guyur saja mereka berdua. Agar tidak bermain di sembarang tempat.
Sementara Devan sudah melihat adegan tidak pantas di depannya.
"Ingat Devan ini adegan orang dewasa kamu tidak boleh lihat."
.......
__ADS_1
.......