
"Kenapa mas Adam belum pulang juga." Ayu mencemaskan suaminya.
Hampir jam enam Adam belum menampakkan kakinya.
"Akhirnya mas kamu pulang juga." Ayu menyambut suaminya.
"Iya. Aku Sibuk." Jawab Adam santai.
"Emang ada proyek apa sih mas."
"Ya adalah .......
Mas Adam memang seperti itu mengenai bisnis dia ngak banyak cerita. Karena dia tidak ingin membebani wanitanya.
"Santai saja." Adam menangkan istrinya.
Bagaimanapun juga Ayu khawatir. Terkadang suaminya itu tidak pulang seminggu pergi ke Cilacap terus pulang tiga hari terus pergi lagi ke Bali selama seminggu.
Setiap pergi Adam selalu mengabarinya Ayu tapi tidak untuk semalam.
"Ini teh nya." Ayu menyajikan teh panas. Meski Ayu sedikit gusar. Tapi rasa itu di tenggelamkan.
Sementara Adam ganti baju di kamar.
"Kenapa sih." Adam melihat Istrinya yang umurnya jauh di bawahnya.
"Nggak ada."
"Aku lagi pusing. Proyek di Cilacap ngak ada kabar."
"Masa seminggu survei ngak ada hasil."
__ADS_1
"Iya." Adam sambil minum teh panas.
Adam memang seperti itu dia selalu menghargai perasaan setiap orang. Dia jarang mengucapkan kata kata yang menyinggung orang apalagi wanita.
Dengan sikapnya yang lembut terkadang banyak orang yang memanfaatkannya. Hingga banyak proyek yang gagal. Gara gara ngak enak dengan orang.
Mas Adam jika ribut dengan orang dia lebih memilih untuk mengalahkan dari pada debat.
"Aku siapkan makan ya." Ayu menawarkan.
"Iya."
Ayu menyiapkan nasi diatas piring. Kebetulan mas Adam suka yang berkuah.
Setelah makan Adam memutuskan untuk beristirahat karena semalam dia tidak tidur.
"Istirahat." Pesan dari kekasih gelapnya.
Ayu tidak pernah menanyakan pesan di handphone suaminya karena memang biasanya handphone itu terus berbunyi, Saking banyaknya pesan yang masuk.
Ayu berusaha mendekati suaminya. Dia duduk di atas ranjang yang sama dengan Adam.
"Aku capek banget." Seru Adam.
Ayu bersandar di dada suaminya. Suaminya memang bertubuh besar.
Adam hanya mengelus elus rambut Ayu. Meski Ayu berwajah cantik dan putih. Tidak membuat Adam bergairah.
Beda dengan Rosa dia begitu menggoda Adam.
Apakah karena Rosa sudah berpengalaman di pernikahan. Jadi dia cukup mahir mempermainkan lelakinya.
__ADS_1
Rosa memang gadis desa yang menggoda.
"Ahhh." Adam membayangkan Rosa di tengah tengah kebersamaannya dengan istrinya.
Memang Rosa sedang menjadi candu bagi Adam. Apalagi permainan permainan Rosa yang membuatnya hampir gila.
Entah pelet apa yang dipake Rosa hingga buat Adam kelimpungan.
Ayu mulai merayu Adam. Dengan memakai baju seksi yang sudah di siapkan dari tadi siang.
Sementara Adam hanya melirik sekilas. Kemudian sibuk dengan handphonenya.
"Mas kamu ngak kangen sama istrimu ini."
"Iya sebentar lagi selesai." Setelah menyelesaikan kerjaan nya Adam menutup handphonenya.
Dia hanya tidak enak membiarkan istrinya menunggu.
Beberapa waktu lalu Rosa mengajari Adam cara bermain. Yang Dia terapkan bersama Ayu.
Meski begitu Ayu tidak nampak curiga mengapa Suaminya begitu mahir. Di awal awal pernikahannya
Akhirnya mereka berdua menghabiskan malam bersama. Meski mereka sudah menjadi sepasang kekasih tapi keduanya jarang menikmati malam bersama karena kesibukan Adam.
"Mas aku koq belum hamil juga ya. Padahal kita sudah tujuh bulan menikah."
"Ya belum waktunya mungkin."
"Gitu ya."
"Besok kita coba lagi." Bujuk Adam
__ADS_1
Dengan polosnya Ayu menuruti apa kata suaminya. Ayu memang wanita yang lembut dan penurut.