Suami Pelit Istri Pamit

Suami Pelit Istri Pamit
Mencari Alex


__ADS_3

Bintang dan Nayla saling berpelukan, menyalurkan segala perasaan mereka. lelah kini yang mereka rasakan, setelah melaksanakan resepsi pernikahan itu. dengan para tamu yang berdatangan cukup banyak mengharuskan Mereka berdua berdiri cukup lama untuk bersalaman.


Nayla bahkan sempat mencopot sepatu heels-nya agar lebih nyaman saat berdiri, beruntung gaun indah nya menutupi kaki polos nya itu.


"gimana Happy?". Tanya bintang sambil melonggarkan pelukan dan menatap wajah Nayla yang sudah polos tanpa make up karena sudah di bersihkan


"Terima kasih". ujar Nayla tersenyum manis Seraya mengangguk dengan tulus


Bintang juga tersenyum dengan hangat, ia mencium kening Nayla dengan begitu lembut.


"sayang, Tegur aku kalau aku salah, kita berdua sama-sama belajar dan saling mendukung satu sama lain ya". ujar Bintang


Nayla hanya mengangguk, menurut nya memiliki bintang sebagai suami nya sudah menjadi salah satu anugerah yang luar biasa, pria yang begitu sabar dan selalu ada untuk mendukung nya.


bertahun-tahun mereka menjalani hubungan, pria itu jauh dari kata mengecewakan. Bintang selalu menjadi sosok penting dan pendukung bagi Nayla, kini Nayla berharap, dia bisa menjadi istri yang tidak mengecewakan untuk sosok Bintang.


lusa, mereka berdua akan pergi ke Paris untuk bulan madu sekaligus melakukan sebuah pengobatan.


Jujur saja Nayla merasa sedih karena tidak seperti pasangan baru lain nya, yang di mana bulan madu di fokuskan untuk hal yang indah, lain sebalik nya dengan mereka berdua malah harus bertemu dengan dokter.


"Sayang, please!! Jangan Pikirin hal aneh ya, aku tahu sekarang Apa isi dari kepalamu". ujar bintang yang dengan mudah mengetahui apa yang Nayla pikirkan


"aku nggak masalah dengan apa yang akan kita lakukan saat di Paris nanti, selama itu sama kamu aku udah senang kok Please jangan mikirin kalau aku bakal kecewa, karena di waktu bulan madu, aku harus antar kamu pergi ke dokter. aku malah senang dengan pengobatan itu, dengan pengobatan itu kondisi kamu bisa semakin baik kan, itu yang paling penting. lagi pula aku di kamar aja sama kamu juga udah seneng banget kok" . jelas Bintang panjang lebar dengan senyuman yang manis menghiasi wajah tampan itu


hal ini memang bukan kali ini mereka berdua bicarakan, cuma nama nya saja perempuan, hal yang bagi Bintang sudah selesai di bahas, masih terus di pikirkan sampai akhir nya.. ya pusing sendiri.


"Please.. pokok nya kamu Jangan Pikirin hal ini lagi, Kamu jangan merasa sedih ataupun ngerasa nggak bisa kasih aku hal yang terbaik. kamu itu merupakan hal terbaik bagi aku, jadi aku nggak peduli Yang lain, kamu mengerti kan Sayang". lanjut Bintang

__ADS_1


Lagi Dan Lagi Nayla hanya menggangguk, membenamkan wajah nya ke dada Bintang. Nayla tidak tahu kebaikan apa yang sudah dia lakukan sehingga mendapatkan sosok Bintang di dalam hidup nya.


wanita itu berjanji dia akan menjadi sosok istri yang baik untuk Bintang, pernikahan nya dengan Bintang bukanlah akhir kisah nyam ini adalah awal dari gerbang tahapan kehidupan baru bagi dia dan juga Bintang.


Nayla tidak akan meminta apa apa lagi kepada Tuhan, bahkan ia tidak akan meminta Tuhan untuk mengurangi ujian kedepan nya.


Nayla hanya akan meminta untuk selalu di kuatkan agar dia dan Bintang bisa melewati nya bersama-sama


...----------------...


POV Manda


hari ini aku memang bertujuan untuk pergi ke rumah mertua ku, pagi-pagi sekali ku niatkan pergi dari rumah.


kini aku sedang mengendarai motorku menuju ke tempat rumah ibu mertuaku, sepanjang perjalanan, Aku selalu memikirkan sikap aneh yang di tunjukkan oleh Mas Alex.


Entah untuk mengurus pekerjaan atau beralasan jika ibu nya itu sedang sakit sakitan dan tak ada yang mengurus.


dan hari ini untuk memastikan semua nya itu benar atau tidak, aku pergi ke rumah Ibu Mas Alex dengan diam-diam tanpa memberi tahu terlebih dahulu, dan juga aku ingin meminta Mas Alex untuk mengembalikan mobil Rio karena ini sudah lebih dari hari yang sudah di janjikan nya.


setiba nya di rumah ibu mertuaku itu, terlihat jika rumah itu sepi dengan pintu yang tertutup, aku pun mengetuk pintu rumah itu, dan tak lama kemudian seseorang membukakan pintu dan orang itu adalah Ibu Mertua ku.


Wanita paruh bayah itu tampak terkejut melihat kedatangan ku kesini tampa memberitahu terlebih dulu, kini ia berhadapan dengan ku.


Tak ku lihat jika dia dalam keadaan sakit sakitan, Malahan Ibu mertua ku terlihat sehat dan bugar.


"Bu, Mas Alex kemana? Apa kalian sudah pulang dari menjenguk saudara? ". Tanya ku

__ADS_1


"Hemm... Manda, ayo masuk dulu ke dalam". Ucap nya


"Loh Bu, kok rumah sepi dan Mas Alex kemana? dan mobil Rio masih di bawa Mas Alex keluar ya Bu? ". tanya ku lagi


"Hemm Manda, Ibu sama sekali gk ada tuhh pergi ke rumah saudara, dan Alex juga tidak pernah datang kemari lagi, biasa nya dia hanya menitipkan Risa dan lanjut pulang". jawab nya


Duuaarrr...


Aku terkejut mendengar ucapan dari mertua ku itu, jika Mas Alex tidak pernah menginap di sini, lalu kemana pergi nya Dia? dan Mobil Rio kemana ia bawa?


Berbagai pertanyaan hadir di dalam benak ku kini, ada rasa Marah, kecewa, dan sedih bercampur menjadi satu melihat tingkah Mas Alex yang sudah berbohong kepada ku.


"Ibu jangan bercanda deh, 1 minggu yang lalu Mas Alex berkata jika ia akan mengantarkan Ibu pergi ke rumah saudara, bahkan ia sampai meminjam Mobil adik ku loh". Ujar ku sedikit meninggi


"Lohhh.. ya mana Ibu tahu, kalau kamu gk percaya geledah saja rumah ini. lihat Alex ada di sini atau tidak, lahwong Alex nya saja tidak pernah datang ke rumah Ibu, kok kamu ngeyel kalau di bilangin". Ujar nya ketus


(Arrgghhh... apa apaan ini, Lalu Mas Alex pergi kemana? Bahkan ia membawa Mobil Rio, Brengs*ek Kau Alex, awas saja jika kau macam macam di luar sana) Aku membatin dengan tangan yang sudah mengepal menahan amarah


"Lah kamu jadi istri gimana sihh, kok suami nya pergi dan gk pulang berhari hari bisa gk tahu". Ujar Ibu Mertua ku ini dengan sinis


"Jangan malah nyalahin Manda ya Bu, jelas jelas Mas Alex sendiri beralasan seperti itu, apalagi dia berbicara jika akan mengantarkan Ibu ke rumah saudara, ya aku percaya dengan omongan anak mu yang brengs*ek itu". Ujar ku tak kalah ketus


" Hee.. menantu kurang ajar, pantesan Alex pergi dari rumah, lahwong punya istri gk becus kayak kamu, yang cuma mentingin diri sendiri, gk pernah memperdulikan suami dan anak, syukurin kalau Alex kecantol sama perempuan lain". Lagi dan lagi jawaban Ibu Mertua ku membuat darah ku semakin mendidih


Tanpa berpamitan, aku bangkit dari duduk ku dan melenggang pergi dari rumah itu, ku nyalakan motor meninggalkan pekarangan rumah Ibu Mertua ku.


Ku lajukan motor ini dengan kecepatan tak beraturan, dalam perjalanan aku mengumpat Alex Biad*b itu.

__ADS_1


Tiba di perempatan jalan, mata ini tak sengaja melihat sosok brengs*k itu menggunakan motor, entah itu motor siapa, dan aku pun langsung membelokkan motor ku untuk membuntuti motor Mas Alex yang entah akan pergi kemana.


__ADS_2