Suami Pelit Istri Pamit

Suami Pelit Istri Pamit
Pemotretan


__ADS_3

Rio dan juga mawar kini menjalani sesi foto pra wedding beberapa kali dan di sepanjang pemotretan mawar benar-benar merasa ragu dan Curiga dengan fotografer yang telah memotret mereka saat ini, karena sebagai seorang fotografer seharusnya laki-laki itu mengarahkan mereka untuk berpose dengan beberapa gaya tetapi Bang Jojon malah menunggu mereka untuk melakukan itu.


Bang Jojon sama sekali tidak mempunyai inisiatif untuk menyuruh mawar dan juga Rio berpindah gaya ataupun melakukan beberapa gerakan, dia hanya menunggu dan juga ada banyak sesi ketika mawar dan Rio belum siap, laki-laki itu sudah asal menjepret kamera nya.


ketika sesi pemotretan sudah selesai mawar dengan cepat keluar dari studio foto itu, dengan langkah lebar, dia langsung memasuki mobil dan meninggalkan Rio di sana sendirian bersama dengan Bang Jojon.


"sayang, kamu kenapa sih? Kok cepet banget masuk ke dalam mobil, tadi kamu juga nggak pamitan loh sama Bang Jojon, kamu kenapa? kamu lagi sakit Ya? ". ujar Rio dengan tiba-tiba seraya masuk ke dalam mobil sambil menatap Mawar dengan tatapan lekat


"Mas, kamu yakin nggak sih, kalau laki-laki itu bisa di andalkan untuk pre-wedding nikahan kita? aku kok nggak yakin ya, aku takut kalau foto pre wedding kita itu bakalan hancur pernikahan itu kan adalah hal yang sakral loh Mas, aku udah menunggu hari ini begitu lama Aku nggak mau kalau pernikahan kita ini akan rusak hanya gara-gara foto pre wedding saja, lebih baik kita pindah saja ya ke tempat yang di maksud oleh ibu ku. Aku yakin kalau di sana pasti akan memberikan hasil pemotretan yang jauh lebih bagus dari pada pemotretan di sini. ya Mas, aku mohon Mas". ujar mawar sambil menunjukkan wajah memohon dan menunjukan wajahnya yang seperti menyimpan tangis


Rio sendiri Langsung menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal, dia bingung harus menanggapi Apa keinginan Mawar kali ini, karena Rio merasa kalau pemotretan tadi berjalan dengan lancar dan tidak ada yang perlu di lakukan oleh nya.


Entah karena Rio yang tidak peka atau dia yang memang tidak tahu menahu mengenai tata cara melakukan sebuah photoshoot, bahkan saat fotografer tidak memberi arahan. Rio sendiri masih mengira kalau fotografer itu bagus dan memang seperti itu cara kerja nya.


karena maklum saat dia menikah dengan Tiara, Rio sendiri tidak melakukan sesi pre wedding bahkan untuk pesta yang mewah seperti yang di lakukan kini dengan mawar saja tidak. pesta pernikahan Rio dengan Tiara hanya pesta pernikahan biasa dan di lakukan secara sederhana hanya keluarga inti saja yang datang.


"nggak enak lah kalau kita pindah Sayang, Apalagi kita juga udah bayar full payment tadi. masa Mau di batalkan gitu aja sih". Jawab Rio menunjukkan wajah yang keberatan Dan Rio pun berusaha memberikan pengertian untuk mawar saat ini

__ADS_1


mereka berdua memang langsung membayar sejumlah nominal yang sudah Bang Jojon pinta tadi, karena pengerjaan nya relatif terburu-buru maka harga pemotretan dan juga mengedit foto itu di patok dengan tarif yang lumayan mahal dari tarik biasa nya.


setelah membayar uang kepada Bang Jojon, mereka berdua malah mau pindah ke fotografer lain tentu Hal itu membuat Rio keberatan, dia sendiri tidak mau lagi mengeluarkan dana yang lebih, karena bagaimanapun juga dia sadar kalau saat ini uang nya memang terbatas.


"Ya tapi kan aku takut aja Mas, gimana kalau hasil nya itu jelek dan hancur.? Aku nggak mau ya foto prewedding kita itu nggak bagus". ujar mawar sambil merajuk kepada Rio


"ya nggak akan Jelek lah sayang, Bang Jojon ini kan emang udah punya tempat fotokopian yang sudah sering di jadikan orang untuk pas foto kalau perlu melengkapi berkas-berkas nya, Jadi inti nya Bang Jojon kan sudah sering memfoto orang lain, kamu nggak usah khawatir nggak usah ragu gitulah, tempat Bang jojon ini aja seramai itu kan? Nah Bukan kah itu pertanda kalau memang pekerjaan dia bagus? ". ujar Rio menjelaskan kepada mawar agar mengerti


"Ya udah Sayang kamu nggak perlu Terlalu khawatir, Mas yakin kok sama Bang Jojon. Mas yakin dia pasti bisa mengedit foto kita menjadi foto yang bagus dan sangat menakjubkan". Ujar Rio lagi berusaha untuk menenangkan mawar atas keraguan nya pada foto prewedding pernikahan nya


"Ya sudahlah mas , bener juga yang kamu bilang". akhir nya mawar berbicara dengan nada yang lirih


setelah mawar menggangguk setuju baru Rio melajukan kendaraan roda empat milik calon istri nya itu, Rio memang sengaja tidak membawa mobil milik nya karena hemat bensin menurut nya. Rio pun mengemudi dengan kecepatan sedang tentu saja karena ingin menikmati waktu berdua dengan mawar ini


"aku nggak sabar deh Mas, kenapa ya besok lusa terasa sangat lama sih". tanya mawar kepada Rio Yang tengah fokus menyetir


Rio tak menjawab pertanyaan dari mawar, Ia hanya terkekeh kecil dan mencubit pipi mawar dengan lembut. Sebenar nya Rio sendiri juga tidak sabar, Tetapi dia juga harus menunggu bukan

__ADS_1


sementara Rio dan juga Mawar sedang menikmati waktu berdua, Berbeda hal dengan Manda dan juga bu Ningsih yang sedang berharap-harap cemas di rumah.mereka berdua kali ini tidak bisa tenang, mereka ketakutan akan Rio yang akan memakai uang milik mereka untuk membeli perhiasan penambahan mahar pernikahan


".Kenapa mereka berdua lama banget sih ya Man, Kenapa mereka belum pulang juga ya? Ibu takut banget kalau Rio menggunakan uang itu, Tadi kenapa kamu nggak ikut aja sih, kan kamu bisa maksa tadi". ujar Bu Ningsih dengan nada yang Cemas, iya cemas? mencemaskan uang itu


manda sendiri hanya menggigit Bibir bawah nya dan terlihat jelas kalau saat ini dia juga sedang tidak baik-baik saja, Tapi tentu saja tidak bisa menunjukkan raut wajah panik pada diri nya.


"kalau begitu kita telepon saja mereka Bu, kita tanyakan keberadaan mereka di mana, biar kita juga nggak bertanya-tanya seperti ini!". ujar Manda


Bu Ningsih tidak menyahutu perkataan dari Manda, namun dia menyetujui apa yang dikatakan oleh Manda. wanita paruh baya itu pun sedang menunggu dengan harapan cemas hingga telah menunggu lama belum ada tanda-tanda kalau Rio dan juga mawar akan segera sampai ke rumah


dengan kecepatan kilat Bu Ningsiih langsung mengambil ponsel nya dan menghubungi nomor milik Rio, dia menunggu telepon itu berdering sambil harap cemas dan sesaat emudian senyum nya langsung tersungging saat Rio mengangkat panggilan telepon nya


"Iya Bu Ada apa? Kenapa Ibu telepon?".tanya Rio dari Sebrang sana


"Kamu di mana Yo, Kenapa lama sekali pulang nya ?". tanya bu Ningsih berbasa basi


"Oh aku udah di jalan kok Bu, sebentar lagi juga sampai. tadi aku mampir sebentar, jadi Memang agak lama . ibu ada pesan sesuatu biar nanti Rio belikan?". Tanya Rio dengan lembut

__ADS_1


"Memang nya kamu mampir ke mana Yo? ". Tanya bu Ningsih yang ingin tahu


"Oh ini aku sama mawar baru aja mampir ke toko perhiasan bu, tapi tenang aja sebentar lagi aku pulang". jawab Rio dengan nada Semangat dan sangat berbeda dengan wajah Bu Ningsih dan juga Manda yang terlihat memucat akibat peryataan dari Rio.


__ADS_2