Suami Pelit Istri Pamit

Suami Pelit Istri Pamit
Mendapatkan pinjaman


__ADS_3

Saat ini keluarga Rio sedang menunggu seseorang yang sangat penting bagi mereka, bagaimana tidak? Sore ini sekitar jam 4 sore nanti Bude Tatik akan membawakan uang pinjaman itu ke rumah, sebelum nya Bude Tatik sudah memberi kabar lewat pesan kepada ponsel Manda.


"Kenapa Man? Kok senyum senyum gitu? Habis dapet hadiah ya?". Ujar Bu Ningsih yang ingin tahu


"Ini loh Bu, ada pesan dari Bude Tatik. Dia bilang nanti dia akan datang ke sini jam 4 sore, jadi kita tidak perlu was was lagi, karena kita akan mendapatkan uang itu sore hari ini". Ujar Manda dengan semangat


"Ya Ampun beneran ini Man, Ibu bersyukur akhir nya pinjaman kita di setujui sama Bude Tatik". Ujar Bu Ningsih bersyukur, iya bersyukur memiliki hutang dengan bunga besar kepada Renteiner


Rio sendiri yang mendengar nya tidak mampu mengucapkan kata kata, tapi lelaki itu juga sangat bersyukur dengan kabar yang baru saja di berikan oleh Kakak perempuan nya itu. Itu arti nya dia akan bisa menikahi Mawar secepat nya


"Ya sudah, aku mau mandi dulu deh Bu. Masak mau ketemu Bude Tatik kita berpenampilan kayak gembel dan lusuh seperti ini, bagaimana pun juga kita sebentar lagi akan menerima uang banyak jadi kondisikan penampilan kita!". Ujar Rio tiba tiba seraya bangkit dari sofa dan berjalan menuju kamar nya


Kedua wanita beda usia itu langsung saling pandang dan menganggukan kepala nya dengan kompak, seakan setuju dengan perkataan dari Rio. Hingga mereka berdua pun juga masuk ke dalam kamar nya masing masing untuk bersiap siap juga karena memang waktu sudah menunjukan pukul setengah empat sore yang mana setengah jam lagi Bude Tatik akan tiba di rumah mereka.


Setelah Bu Ningsih selesai bersiap siap, bertepatan dengan Manda yang baru saja keluar dari kamar nya. Manda terlihat sudah tampil maksimal, bahkan dia sampai berdandan seperti ke acara kondangan yang membuat Bu Ningsih mendengus dan menahan tawa nya.


"Suami mu itu belum pulang dari menjemput Risa Man?". Tanya Bu Ningsih


"Belum Bu, kata nya sih Risa meminta menginap sehari lagi di rumah Nenek nya". Jawab Manda sedikit takut, karena pasti Ibu nya menanyakan keberadaan Alex perkara hutang nya tadi di bank keliling

__ADS_1


Bu Ningsih tidak menjawab, hanya saja wanita paruh baya itu menganggukan anggukan kepala nya.


Mereka berdua lalu mendudukan diri nya di kursi sofa sambil menyalakan televisi sembari menunggu kedatangan Bude Tatik, mereka sudah tak sabar menanti kehadiran si renteiner itu.


Saat mereka sedang asyik menonton televisi melihat sebuah acara gosip, tiba tiba terdengar suara mobil yang berhenti di halaman rumah. Mereka berdua yang tengah fokus langsung keluar rumah dan melihat Bude Tatik yang sedang turun bersama dengan Doni dari dalam mobil itu.


"Aduhh, Maaf ya Mbak Manda. Saya datang ke sorean sebab banyak sekali urusan yang saya kerjakan dari tadi siang, jadi baru sempat kemari". Kata Bude Tatik sambil menyalami Bu Ningsih dan juga Manda dengan tersenyum ramah


"Duhh gk apa apa kok Bu, Saya tahu kalau Ibu Orang yang sangat sibuk, malahan kami yang merasa merepotkan Ibu". Sahut Manda Berbasa basi


"Ya sudah sekarang kita langsung cek kondisi bangunan dan juga tanah nya di sertifikat nya". Ujar Doni dengan sopan


setelah mendapatkan sertifikat yang sedang ia cari, Bu Ningsih langsung keluar dan memberikan sertifikat itu kepada Bude Tatik. Dan Doni langsung mengecek luas tanah ke belakang bersama dengan Rio, sedangkan Bude Tatik mengecek kelayakan bangunan itu.


Setelah mengecek bangunan rumah, Bude Tatik segera mendudukkan diri nya di kursi sofa ruang tamu bersama dengan Manda dan juga Bu Ningsih. Tak lama kemudian Doni dan Rio ikut bergabung bersama mereka, setelah semua nya lemgkap Doni pun melaporkan kepada kakak kandung itu bahwa luas tanah rumah itu sesuai dengan yang ada di dalam sertifikat.


"Ya sudah kalau begitu, kami sudah melihat tanah dan juga bangunan ini. Sekarang saya ingin bertanya, apa benar pinjaman yang kalian ajukan dua ratus juta?". Tanya Bude Tatik dengan wajah serius


"Iya benar Bu!" Sahut Rio dengan mantap

__ADS_1


Bude Tatik dan juga Doni langsung saling berpandangan, mereka berdua saling melemparkan kode yang terlihat jelas di mata Rio, Manda, dan juga Bu Ningsih. Ketiga orang itu menatap nya dengan deg degan, suasana menjadi tegang saat menunggu jawaban yang akan di katakan oleh Bude Tatik.


"Sebenar nya saya bisa memberikan uang pinjaman segitu, tapi apa kalian sanggup membayar bubga sebanyak dua puluh juta? saya tidak mau pinjaman inu berujung dengan penarikan aset kalian, kalian tahu sendiri kan pinjaman ini ada hitam di atas putih. Jadi kalau kalian terlambat membayar atau tidak sanggup bayar, maka rumah dan tanah kalian akan saya sita!". Ujar Bude Tatik dengan nada mengintimidasi


Glek!


Bu Ningsih menelan saliva nya dengan susah payah, dia tidak bisa membayangkan jika rumah satu satu nya harta yang dia punya akan di sita dan di ambil paksa, akibat mereka yang tidak sanggup membayar pinjaman itu.


Tapi Bu Ningsih sudah bertekad, dia harus bisa menikahkan Rio dan juga Mawar, dan dia juga harus membangunkan usaha untuk Manda, dan tentu saja uang yang lebih nya akan ia gunakan untuk membeli perhiasan dan juga baju baju baru, untuk di pamerkan kepada tetangga tetangga lain nya.


"Kami akan berusaha untuk membayar nya, ini adalah rumah kami satu satu nya peninggalan Almarhum bapak kami. Tentu saja kami tidak akan membiarkan rumah ini di sita begitu saja, Ibu tenang saja yang akan memastikan jika rumah ini akan di tebus dalam beberapa bulan ke depan". Ujar Rio dengan mantap


"Baiklah kalau begitu sesuai dengan permintaan kalian, saya akan memberikan pinjaman dua ratus juta. Tentu saja bunga nya sebanyak dua puluh juta setiap bulan nya, saya tidak bisa mentoleransi jika ada nya keterlambatan, kalau kalian sudah setuju maka kita segera membuat surat perjanjian, dan setelah nya uang itu akan di transfer ke rekening kalian". Ucap Bude Tatik menjelaskan dengan tegas


Manda, Rio, dan juga Bu Ningsih mengangguk dengan kompak, Membuat Bude Tatik menyunggingkan senyum nya.


Mereka pun menandatangani surat perjanjian itu secara bergantian, sebelum nya memang surat surat itu sudah di sediakan oleh Bude Tatik.


Setelah tanda tangan satu surat di pegang oleh Bude Tatik, dan satu nya lagi di pegang oleh Bu Ningsih.

__ADS_1


Setelah memberikan sertifikat rumah milik Bu Ningsih kepada Bude Tatik, uang sejumlah dua ratus juta itu langsung masuk ke dalam rekening milik Rio.


__ADS_2