Suami Pelit Istri Pamit

Suami Pelit Istri Pamit
Perdebatan di Gedung Pengadilan


__ADS_3

Tiara tersenyum tipis mendengar pembelaan dari Rio, sedangkan Rio sendiri memilih fokus untuk tetap menatap ke depan tak menoleh pada Tiara.


"Saudari Tiara apa punya bukti untuk semua ucapan yang saudari katakan?". Tanya Yang Mulia Hakim kepada Tiara


Sang pengacara Tiara kemudian mengambil alih, pengacara senior itu menjelaskan semua bukti yang ia miliki sehingga membuat Rio langsung menjadi pucat pasi serta berkeringat dingin.


Jalan nya sidang kemudian berlanjut, sidang mediasi antara kedua belah pihak.


Pada saat ini Tiara dan Rio di tanyai bagaimana kelanjutan hubungan mereka, apakah mau kembali rujuk atau tetap melanjutkan perceraian.


Hal ini biasa di lakukan supaya tidak ada penyesalan di kemudian hari, karena saat melakukan gugatan perceraian pihak penggugat sebagian besar masih di landa emosi.


Sehingga kadang ada yang bisa berubah fikiran saat mediasi, karena sudah bisa menata hati nya.


Tapi tentu saja semua itu tidak berlaku untuk Tiara, karena wanita itu sudah mantap untuk berpisah dengan Rio.


Tiara saat ini sudah dalam kondisi ikhlas melepas semua nya, sebenarnya jika hanya masalah keluarga toxic tentu Tiara masih bisa bertahan tapi karena perilaku Rio sudah ke ranah perselingkuhan hingga perzinaan hingga membuat wanita nya hamil tentu Tiara tak akan bertahan.


Sudah memiliki keluarga toxic, suami berselingkuh, berzina, dan banyak kebohongan yang di sembunyikan. Tentu tidak ada yang perlu lagu untuk di pertahankan di pernikahan nya.


Mediasi pun berjalan dengan Alot dari pihak Tiara, wanita itu ingin berpisah. Namun dari pihak Rio, lelaki itu dengan tegas mengatakan jika diri nya tidak ingin berpisah. Sehingga membuat Yang Mulia Hakim memutuskan untuk menunda keputusan di sidang kedua, yang akan di laksanakan 2 minggu lagi.


Tiara sangat kesal dengan sikap Rio yang menolak untuk berpisah, wanita itu menatap Rio dengan tatapan tajam, namun Rio sendiri berpura pura tidak tahu hingga memalingkan wajah nya.

__ADS_1


Tiara dan Rio pun berjalan keluar dari ruangan tersebut, namun pada saat keluar Tiara malah berjumpa dengan duo cecunguk.


Tadi saat tiba di gedung ini, Tiara sama sekali tak melihat keberadaan duo ini, entah dari mana mereka. Sebenar nya saat tiba di gedung pengadilan agama Bu Ningsih kebelet membuang air jadi wanita paruh baya itu meminta anak perempuan nya untuk menemani ke toilet. Jadi saat Rio masuk ke dalam ruangan mediasi, mereka berdua tidak tahu dan memutuskan menunggu di luar.


Hari ini Bu Ningsih datang ke pengadilan dengan berdandan menor karena ingin terlihat wah di depan Tiara, Dia juga memakai banyak perhiasan di tangan, telinga, dan juga di leher nya.


Wanita paruh baya itu memang sengaja ingin pamer kepada Tiara, sedangkan Manda dia terlihat memakai Tas KW super agar terlihat bak sosialita.


Ibu dan anak itu memandang sinis ke arah Tiara yang baru saja keluar dari ruangan sidang, bukan Bu Ningsih dan manda nama nya jika mereka berdua tidak membuat masalah kepada Tiara.


"Oh jadi ini alasan kamu memaksa bercerai dari Rio karena kamu jadi simpanan om om ini!". Cecar Bu Ningsih pada Tiara yang terlihat sedang berjalan berduaan dengan seorang laki laki paruh baya


Laki laki paruh baya itu adalah sang pengacara yang membantu Tiara untuk proses perceraian nya.


Mereka berdua tidak tahu bahwa lelaki paruh baya itu adalah pengacara Tiara, karena melihat jika Tiara dan sang pengacara berjalan dan mengobrol dengan sangat dekat.


"Maksud Ibu apa?". tanya Tiara menghentikan langkah nya dan menatap calon mantan mertua nya dengan heran atas perkataan yang di ucapkan nya


"Ya itu kamu menggugat cerai Rio karena kamu sudah mendapatkan mangsa baru untuk kamu kuras harta nya kan!. Benar benar wanita murahan, belum juga resmi bercerai eh udah jadi simpanan om om lagi!". Ucap Bu Ningsih dengan ketus


"Cukup!!!". Teriak Tiara dengan mengepalkan tangan nya menahan semua emosi yang ada dalam diri nya agar tidak membludak di gedung pengadilan saat ini.


"ibu jangan asal menuduh ya, harta mana yang aku kuras dari anak mu itu?! Bukankah anak ibu hanya memberikan ku uang nafkah 1 juta setiap bulan, dan uang itu saja tidak cukup untuk membiayai semua kebutuhan rumah. Jadi harta mana yang aku kuras selama ini?". Ucap Tiara menahan emosi nya

__ADS_1


"Halah gk usah sok deh kamu, masih mending anak saya masih mau menghidupi orang yang tak berguna seperti kami!. Udah miskin, dan tak jelas asal usul nya!". Hina Bu Ningsih


Apa Bu Ningsih lupa jika Tiara adalah Pewaris Perusahaan Besar? Namun wanita paruh baya itu seakan tutup mata dan telinga karena kebencian dan rasa ketidak sukaannya pada Tiara.


Perdebatan antara Bu Ningsih dan Tiara pun masih berlanjut, bahkan Manda juga ikut menimpali dan menghina mantan adik ipar nya itu. Sedangkan Rio? Lelaki itu hanya berdiam diri memandang ke arah Tiara, sejujurnya lelaki itu sangat merindukan kehadiran Tiara di hidup nya lagi.


"Maaf, saya pengacara nya dan Ibu Tiara bukan simpanan saya". Ucap Sang pengacara yang menyela perdebatan di antara ketiga wanita berbeda usia tersebut, sang pengacara sendiri bingung harus berbuat apa agar perdebatan mereka selesai.


"Mana bukti nya jika kamu pengacara murahan ini!". Tanya Manda dengan sinis


Sang pengacara pun memberikan bukti kepada Manda bahwa dia adalah seorang pengacara yang akan menangani perceraian Tiara.


Manda dan Bu Ningsih langsung melihat kartu nama sang pengacara dan mereka berdua pun terlihat malu setelah di berikan bukti tersebut.


"Maka nya jangan suka fitnah orang, kan malu sendiri jadi nya". Ucap Tiara tersenyum sinis


"Diam kamu wanita miskin". Ucap Bu Ningsih geram karena tak mau di salahkan oleh Tiara.


"Lagian gaya nya pakai pengacara segala kayak punya uang aja". Ucap Manda mengejek


"Palingan juga ngutang buat bayar nya atau dia bayar dengan menjuak tubuh nya". Sahut Bu Ningsih di selingi dengan tawa mereka berdua, tawa tersebut mengandung hinaan dan ejekan untuk Tiara.


Tiara pun tidak memperdulikan apa yang di katakan oleh Bu Ningsih, toh dia sendiri pun merasa bersyukur berkali kali karena sudah terbebas dari kekuarga toxic ini.

__ADS_1


Akhir nya Tiara pun langsung melangkahkan kaki nya menuju ke area parkir gedung ini, sedangkan sang pengacara sudah pamit karena harus mengurus beberapa klien selanjut nya.


Tiara berjalan menuju mobil nya dan masuk kedalam, Pemandangan itu pun di lihat oleh Bu Ningsih, dan Manda. Mereka berdua merasa iri dan kesal melihat Tiara masuk ke dalam mobil mewah yang tak semua orang bisa memiliki nya, sedangkan Rio yang sudah mengetahui nya semakin merasa menyesal telah mengkhianati Tiara.


__ADS_2