
Tiara tersenyum lebar saat melihat Kakak dan kakak ipar nya datang ke ruangan kerja nya, sebelum nya Nayla sudah mengirim pesan agar Tiara tidak pergi saat makan siang dan tidak memesan apapun, karena dia akan datang membawa hasil makanan nya untuk makan siang bersama.
"kamu masih kerja Ra, harus nya kamu cuti kan tinggal beberapa hari lagi pernikahanmu". Ucap Nayla menatap kesal pada Tiara yang masih duduk di kursi kebesaran nya
wanita itu hanya kesal dengan pekerjaan Tiara dan Bintang yang banyak dan terkadang membuat mereka lupa makan, bahkan beristirahat.
Tiara hanya tertawa lalu bangun dan menghampiri pasangan yang sudah duduk di sofa.
"Ya gimana lagi kak, kerjaan nggak ada habis nya". jawab Tiara lalu duduk di sofa yang tepat di hadapan Nayla dan juga Bintang
Nayla mulai membuka tas yang berisi beberapa kotak makanan, Tiara memajukan tubuh nya dan ikut membantu.
cukup banyak kotak yang Nayla sediakan dan Tiara tidak tahu apa saja isi nya, satu persatu kotak itu di buka dan wangi dari setiap masakan itu tercium memenuhi indra penciuman mereka.
soal memasak keahlian Nayla tidak perlu di ragukan lagi, Ia suka memasak sejak masih duduk di bangku SMP, bahkan ketika liburan Nayla suka mengambil kelas memasak, jadi di saat Nayla untuk menjadi seorang dokter, Tiara sempat terkejut, tapi setiap orang memiliki prioritas dan ajaran hidup sendiri, jadi memasak hanya di jadikan hobi oleh Nayla.
"Kak tadi masak semua ini jam berapa? ". Tanya Tiara
menu masakan yang Nayla buat, ada berbagai macam masakan Indonesia.
"lupa sih tapi kan ini semua Gampang kok, Soal nya udah di olah dari kemarin". jawab Nayla sambil mulai menyiapkan nasi untuk Bintang, porsi yang di bawa memang cukup banyak dan itu cukup untuk mereka bertiga.
"kemarin Kak Nayla libur kan?". tanya Tiara lagi
setelah menikah Nayla memang sangat mengurangi jadwal nya yang awal nya bekerja di beberapa umah sakit, kini hanya bekerja di satu rumah sakit.
"libur, tadi nya mau ngajak jalan kamu, tapi kamu pasti banyak kerjaan. Jadi nya cuma diam aja di rumah terus masak masak deh". jawab Nayla
"Ra, kata nya kamu ketemu sama Rio ya di pesta nya perusahaan Wijaya? ". tanya bintang saat mereka baru mulai menyantap makan siang
Tiara menggangguk lalu menelan makanan yang ada di mulut nya sebelum menjawab pertanyaan dari kakak nya itu.
"Iya waktu itu ketemu di acara". jawab nya kemudian
"sama siapa dia?".
"sama istri nya lah, perut nya udah kelihatan buncit banget". Tiara kembali menjawab lalu menyuapkan makanan ke dalam mulut nya lagi
"mereka ganggu kamu nggak Ra?". Tanya Bintang
lagi Tiara menggangguk dan menelan makanan nya terlebih dahulu.
"istri nya sih yang gangguin aku, dia datang terus kayak sengaja mancing keributan gitu, Habis itu suami nya datang". Sahut Tiara
"tapi Alfian ngelindungin kamu kan? ".
"Pasti nya dong, dia sama Tiara terus kok, dan aku juga baru tahu dari Alfian kalau mas Rio bekerja di perusahaan milik Alfian di cabang nya Kak".
__ADS_1
" Kak Bintang kok tahu kalau aku ketemu sama mereka? ". jawab Tiara lalu bertanya
"kemarin aku ketemu sama Alfian di proyek, terus dia bilang kalau kalian berdua ketemu Rio". Jawab Bintang
" Hehe iya sih, tahu gk Kak, dia itu kesel banget Pas lihat Mas Rio, kayak yang pernah punya masalah aja". Ujar Tiara seraya terkekeh
"Alfian kan pernah tahu cerita kamu, terus ya dia jadi kesel".
"Oh ya gimana sama progres pernikahan kamu sama Alfian?". tanya Nayla
"Oh tenang Kak udah 80% aja, semua nya sudah beres, tinggal menyebar undangan saja".
"Semoga di pernikahan kamu kali ini bahagia ya Ra". ucap Bintang dengan tatapan dalam
"Amin Kak, Kakak juga ya, semoga pernikahan Kakak langgeng sampai mau memisahkan".
...****************...
Rio nampak panik saat mendengar kabar jika Mawar akan melahirkan, dengan cepat ia bangkit dari duduk nya dan membereskan semua peralatan kerja nya.
"Hei Bro, Lo kenapa panik kayak gitu?". Ujar Adi
"Sorry Bro, gue minta tolong nanti izinin Gue ke Pak Damar soal nya Istri Gue mau ngelahirin sekarang, Gue duluan". Ucap Rio sedikit berlari menuju ke arah parkiran untuk mengambil motor nya
...****************...
"sabar mawar, jangan menggerutu terus, melahirkan itu memang sakit, tapi rasa sakit itu akan terbayar ketika kamu melihat bayimu nanti lahir ke dunia". Ucap Bu Ningsih mengusap perut Mawar yang terlihat mengencang
" tapi ini sakit sekali Bu, sangat sakit!". emosi mawar mulai menaik, ia kembali menangis sambil menggigit Bibir bawah nya
bu Ningsih tak menanggapi keluhan Mawar lagi karena manda baru saja masuk ke ruangan itu, Bu Ningsih langsung menarik lengan anak perempuan nya itu dan menjauh dari mawar
"Gimana Man, Rio udah kamu hubungi? ".
"Sudah Bu mungkin bentar lagi dia bakalan sampai di sini".
"Iya semoga saja Rio cepat ke sini, tadi dokter bilang kalau pembukaan nya nggak nambah Mawar harus secepat nya di operasi karena air ketuban nya sendiri sudah hampir habis".
"apa?? Ibu serius? ". ucap Anda membulatkan mata nya
"Bu, biaya operasi itu sangat mahal. sebaik nya Ibu bujukin bayi si mawar biar cepat-cepat brojol aja deh, duhh...". ucap Manda sambil memikirkan dan membayangkan nominal yang harus di siapkan untuk biaya operasi mawar
"mana bisa begitu".
"ya di coba aja siapa tahu bisa". bujuk Manda
"Ya ya nanti Ibu Coba deh siapa tahu bisa". sahut bu Ningsih setengah menggerutu, lalu kembali menemani mawar
__ADS_1
hampir setiap setengah jam sekali, dua perawat kembali masuk dan mengecek pembukaan di jalan lahir, namun setelah nya Perawat akan menggelengkan kepala nya dengan wajah penuh makna pada teman seprofesi nya
"gimana Bu? ". tanya Bu Ningsih
"masih tidak ada pembukaan tambahan, Sebentar lagi kita akan coba induksi ya Bu". Ucap sang perawat
"apa itu akan berhasil?". Tanya bu Ningsih
"kita hanya berusaha, untuk hasil nya kita serahkan pada Tuhan yang jelas karena kami akan melakukan penyelamatan yang terbaik untuk ibu mawar".
tapi detik kemudian Bu Ningsih mengingat satu Hal
"apa ini semua ada hubungan nya akibat dari kelahiran prematur ya Bu?". Tanya Bu Ningsih
Pertanyaan Bu Ningsih membuat kedua perawat itu, saling melempar pandang
" prematur..??". ucap kedua nya hampir berbarengan
"usia kandungan nya sudah cukup....".
" Aaarrgghhh... Sakit sekali!!!". teriak mawar memotong ucapan perawat tersebut hingga kedua perawat itu kembali mengecek kondisi mawar
...****************...
sementara di tempat lain Rio mengemudikan motor nya dengan kecepatan tinggi, pikiran nya kini melayang jauh hingga mengganggu fokus nya.
Cekiiitttt!!!....
Rio menari Rem motor nya dengan kuat ketika anak kecil hampir saja tertabrak oleh nya
"Punya Mata itu di pakai dong". teriakan seseorang yang berhasil menyelamatkan anak tersebut, sebagai lelaki yang bertanggung jawab Rio turun dari motor nya tol dan langsung meminta maaf
"Aaarrgghh... Tenang Rio jangan panik, santai".
Setelah Rio sedikit tenang, lelaki itu melajukan motor nya kembali untuk menuju ke rumah sakit tujuan nya..
Sesampai nya di rumah sakit, Rio berlarian menuju ruang bersalin di mana Mawar berada
" Bu, bagaimana Mawar?". Tanya Rio.
"Mawar ada di dalam, dan pembukaan nya belum juga bertambah jadi mau tidak mau kita harus segera membawa Mawar untuk melakukan operasi". Ucap Bu Ningsih
" Iya Yo, gimana ini? uang dari mana kita sebanyak itu untuk biaya operasi Mawar?".
"Nanti biar Rio fikirkan Mbak, yg terpenting sekarang Mawar dan anak ku baik baik saja".
" Ya sudah, aku ke dalam dulu mau melihat kondisi Mawar".
__ADS_1