Suami Pelit Istri Pamit

Suami Pelit Istri Pamit
Tidak akan pernah Mundur


__ADS_3

Tiara melangkahkan kaki nya masuk ke dalam penthouse, di belakang nya ada Alfian yang sedang membuntuti.


perasaan Alfian masih belum tenang sampai sekarang, ia khawatir jika Tiara akan berpikiran yang tidak tidak tentang ucapan dari tante nya itu.


sejujur nya kehidupan persaudaraan memang tidak selalu indah, terkadang saudara sendiri adalah tokoh utama yang jahat dan siap akan menyiksa saudara lain nya.


"aku ganti baju dulu Al". ujar Tiara masuk ke dalam kamar


Sedangkan Alfian pergi menuju dapur untuk membuat kopi, tidak lama Tiara muncul dengan pakaian yang sudah di ganti, wanita itu menyusul Alfian ke arah dapur.


"aku takut sayang..". jujur Alfian tiba tiba


Tiara masih terdiam tidak memberikan respon apapun, wanita itu membiarkan Alfian mengeluarkan semua yang ada di pikiran nya terlebih dahulu.


"aku takut kamu marah, aku takut kamu kecewa, aku takut kamu langsung memilih mundur, Aku takut kamu pergi, dan semua nya itu membuat aku takut". jelas Alfian


"selama ini aku dan Ayah selalu berusaha menahan kesabaran demi Bunda, bagi kami berdua kebahagiaan Bunda adalah hal yang utama. apa mau Bunda, apa yang bunda perintah kami berdua pasti akan menuruti nya, termasuk tetap sabar menghadapi keluarga Tante Wati. Kalau di bilang marah dan kesal, kami juga merasakan itu, kami juga sering kecewa karena Bunda tetap berusaha sabar dan memilih mengalah, tapi jika itu yang Bunda mau kami hanya bisa menuruti nya". ucap Alfian lagi menjelaskan seraya menatap ke arah manik Mata Tiara


Tiara hanya menghela nafas panjang, tangan nya terulur untuk menggenggam tangan Alfian, kini diri nya sudah tenang membuat kepala Tiara bisa berpikir lebih santai dan tidak dengan cepat mengambil keputusan yang mungkin selama nya akan di sesali.


"Sebelum nya kan aku sudah pernah bilang, kalau aku ingin kita menikah dengan semua keluarga menerima hubungan kita, aku enggak mau ada keluarga yang menantang karena aku takut suatu saat mereka akan menjadi duri di rumah tangga kita, setelah Apa yang terjadi hari ini aku nggak akan membatalkan atau menghancurkan apa yang sudah kita usahakan, jadi kamu nggak usah takut ya". Ujar Tiara lalu tersenyum dengan hangat, senyuman itu membuat Alfian langsung menghela nafas dengan lega


" sepanjang perjalanan menuju ke sini, aku terus berpikir jika sampai aku pergi begitu saja. Jika kita membatalkan nya begitu saja, ada pihak lain yang jauh lebih sakit dari aku dan kamu, yaitu Bunda Elisa...". Tiara kembali menjadi ucapan


nya


"Bunda akan menjadi orang yang paling menyalahkan diri nya sendiri di tengah luka yang selama ini Bunda rasakan". lanjut Tiara


dalam pikiran Tiara jika sampai ia pergi meninggalkan dan Mundur hanya karena satu orang yang tidak setuju, tentu saja bunda Elisa pasti akan terpuruk dan menyalahkan diri nya sendiri, karena memiliki kakak yang menghancurkan kebahagiaan putra nya, Bunda Elisa akan merasa jika diri nya tidak bisa melindungi keluarga nya.


...****************...


besok nya setelah Tiara merasa memang sudah cukup tenang, Tiara dan Alfian kembali lagi ke rumah kakek dan nenek, Alfian tidak memaksa Tiara atau mengajak Tiara.


"sayang....". Sapa Bunda Elisa

__ADS_1


"Bunda..". Sapa balik Tiara dengan hangat senyum di bibir nya, kini wanita itu terlihat jauh lebih baik dari hari kemarin.


"Bunda, sudah enakan? Istirahat aja". Tiara tersenyum menatap Bunda Elisa setelah pelukan mereka terlepas


" Bunda gk apa apa, udah istirahat, cuma nggak tenang aja kepikiran kamu".


"Bunda tenang aja ua, Tiara baik-baik aja, Bunda nggak usah khawatir yang berlebihan". ujar Tiara dengan tertawa pelan


" terima kasih ya sayang...". Tulus Bunda Elisa


" Iya Bunda".


mereka lalu masuk ke dalam rumah, Tiara menyapa semua keluarga yang ada lalu mengikuti salah satu sepupu Alfian yang mengajak nya ke taman belakang untuk bercerita.


"Yaelah Bro, aku tidak akan melakukan hal aneh tidak akan bicara aneh kepada Tiara, duh kamu tenang aja". ujar Salma, sepupu Alfian yang mengajak Tiara dan langsung mewanti Alfian agar tenang dan percaya kepada nya


"oke oke aku percaya padamu".


setelah Tiara dan Salma pergi ke halaman belakang, Alfian berencana pergi menemui kakek dan Ayah ya tapi sang Bunda menahan dan mengajak nya bicara berdua.


" enggak Bunda, malah dia enggak marah kalau kecewa pasti ada. siapa sih yang enggak kecewa kalau di perlakukan seperti itu, tapi Tiara Cukup dewasa dan berpikir panjang. ". jelas Alfian


Bunda elisa menatap Putra nya dengan tatapan yang kembali sendu


"maafin bunda ya Sayang, maafin keluarga Bunda yang selalu bikin masalah dan bikin malu".


"bunda... jangan minta maaf atas apa yang enggak bunda lakuin, ini kesalahan Tante Wati. sejak dulu bunda yang selalu menjadi korban, Bunda enggak usah minta maaf". Ucap Alfian


"Bunda janji hubungan kamu dan Tiara tidak akan hancur, Bunda pastikan Tante Wati nggak akan pernah ikut campur atau merecoki hubungan kalian lagi, bunda lebih siap kehilangan saudara bunda dari pada Putra Mama kehilangan kebahagiaan nya". Ujar Bunda dengan sendu


"Bunda...". Ujar Alfian menggenggam tangan Bunda Elisa


"Bunda minta maaf karena selama ini Bunda selalu menyusahkan kamu dan ayah, Bunda minta maaf... Bunda janji akan melindungi kamu, melindungi kebahagiaan kita, Bund.....". ujar Bunda Elisa tidak bisa melanjut kata nya, tangis nya tidak bisa di tahan lagi


Alfian langsung membawa Bunda nya ke dalam pelukan memberikan tempat ternyaman.

__ADS_1


di sisi lain Tiara yang hendak menyusul kedua nya,Wanita itu mendengar semua obrolan ibu dan anak itu. hati Tiara tentu saja terenyuh melihat bagaimana Alfian dan keluarga nya yang begitu tulus kepada nya, Alfian benar-benar mencintai nya begitu dalam. Dan sosok Bunda yang juga sangat mengharapkan Tiara sebagai menantu nya.


Tiara benar-benar menjadi manusia paling tidak bersyukur, iya.. jika ia sampai mundur.


Kini ia tidak peduli dengan anggota keluarga lain, Tiara harus bersyukur memiliki keluarga inti Alfian yang menginginkan sosok nya, satu hal yang harus ia yakini dalam hati nya, Jika ia tidak akan pernah mundur.


...****************...


Manda sedang berada di pasar, karena tadi Ibu nya menyuruh Manda untuk membeli beberapa bahan makanan yang sudah habis.


saat sedang memilih-milih beberapa sayuran dan juga bahan-bahan untuk keperluan di dapur, tiba-tiba ada sebuah motor yang berhenti tepat di depan tempat pedagang perabotan yang tak jauh dari keberadaan Manda.


"Her, apa kabar? ". tanya seseorang dengan sumringah


" baik Bude". sahut Heru dengan menyodorkan beberapa lembar uang berwarna merah


perempuan yang berkaos putih itu dengan cekatan membuka buku dan mencatat sesuatu di lembaran kertas itu


Manda merasa tak asing dengan suara itu, ia langsung berdiri dan melongok ke arah samping, kemudian ia terkejut, pantas saja dia familiar dengan suara tersebut ternyata orang di sebelah nya adalah Bude Tatik. kebetulan Bude Tatik juga menoleh, hingga pandangan mereka beradu dan senyum bahagia terlihat di wajah nya.


"eh Manda kamu di sini juga". tanya nya sambil melangkah menghampiri Manda


membuat Wanita itu mengumpat pada diri nya sendiri, karena kepo nya itu malah berujung petaka, sebab ia ketahuan oleh Bude Tatik.


Coba kalau tadi ia tidak kepo dan bangkit dari kegiatan nya hanya untuk mengetahui suara yang familiar di telinga nya itu, mungkin Bude Tatik tidak akan tahu tentang keberadaan nya.


"eh Bude Tatik, Iya Bude lagi belanja". sahut Manda dengan senyum yang di paksakan


" Wah lagi belanja ya, oh ya jangan lupa ya akhir minggu ini setoran pertama tidak boleh bolong". ujar Bude Tatik


Manda Langsung meneguk ludah nya, karena Bude Tatik berucap seperti itu dengan suara keras pula, tentu saja Heru dan beberapa orang yang berada di sebelah nya bisa mendengar apa yang di bicarakan, karena tadi pun Manda Mendengar pembicaraan Bude Tatik dengan tetangga nya itu.


"Iya Bude, tenang aja sudah saya siapkan kok". ucap Manda dengan pura-pura semangat


Tentu saja Manda menyanggupi nya, selain itu hutang adalah kewajiban yang harus di bayar, dia juga tidak mau malu oleh Heru dan beberapa orang yang tadi mendengar

__ADS_1


__ADS_2