
"Wah aku bahagia banget loh mas". ujar mawar berteriak, Seraya bangkit dari duduk nya. dia Langsung memeluk bahu Rio, sedangkan badan nya harus membungkuk sebab Rio masih duduk di kursi sofa.
"Makasih ya mas, kamu udah ya wujudin dan nempatin janji kamu buat selalu bahagiain aku". ujar Mawar lagi
"Ya iyalah kamu itu kan calon istri aku, ya Mas harus ngebahagiain kamu dong!". balas Rio dengan santai
jika mawar tengah berbahagia dan senang akibat di tambah jumlah mahar pernikahan untuk nya berbeda hal nya dengan bu Ningsih dan juga Manda , mereka berdua masih saling tatap-tatapan, Mereka ingin sekali menyala suasana romantis tersebut. Namun mereka sedikit sungkan dan mereka hanya diam-diaman saja saat ini, karena mereka tak ingin berdebat masalah uang di depan mawar saat ini.
"Oh ya mas, kamu siap-siap gihh sana, kan kita mau foto prewedding sebentar lagi" ujar mawar tiba-tiba mengajak Rio
"iya ya, Aku sampai lupa Sayang. Ya udah Mas siap-siap dulu ya, Kamu tunggu mas di sini sebentar ya". kata Rio sambil bangkit berdiri dan mengusap rambut mawar sekilas, Seraya tersenyum sebelum masuk ke dalam kamar nya.
Setelah Rio masuk ke dalam kamar nya, bu Ningsih dan juga Manda kembali saling berpandangan satu sama lain, Mereka ingin masuk ke dalam kamar Rio dan bertanya pada Rio mengenai perkataan nya tentang menambah mahar yang akan di berikan kepada mawar. tetapi mawar sendiri masih di sini, dan tidak mungkin mereka akan meninggalkan nya seorang diri.
"Mbak nggak siap-siap juga? kan Mbak juga mau ikut kami prawedding nanti". ujar mawar sambil menatap Manda dengan tatapan bertanya
" Hemm Mbak gini aja deh, kan cuma mau ke studio aja dan enggak kemana-mana juga". ujar Manda sedikit cuek
mata mawar memindai penampilan Manda dari atas ke bawah yang terlihat sedikit berantakan, seperti nya kakak kandung calon suami nya itu tidak begitu mempedulikan nya. maka nya mawar juga masa bodoh, dia hanya mengangguk dan juga kembali menatap ponsel nya.
Manda memberi kode kepada bu Ningsih untuk melakukan sesuatu, namun sayang nya bu Ningsih malah mengangkat bahu nya karena ia tak mengerti. dia juga belum punya ide bagaimana agar mereka bisa masuk dan menginterogasi Rio secepat nya.
tiba-tiba Manda berbicara dan sukses membuat mawar yang fokus pada ponsel nya langsung mendongak ke arah Manda.
"Iya mbak, Ada apa? ". tanya mawar dengan kening yang berkerut menatap ke arah Manda
__ADS_1
" War di samping pertigaan dekat sama salon Rahayu itu, kan ada tuh pedagang telur gulung yang enak banget kalau siang-siang begini beliin dong War, Mbak jadi pengen nih, Ibu juga suka banget kan Bu!". kata Manda berucap Seraya menyenggol tangan bu Ningsih
"Iya, Ibu suka banget War". ucap buat Ningsih langsung mengangguk dengan cepat
"Duh Mbak nggak usah deh, nanti aja ya. kan kita nanti juga lewat sana, biar sekalian aja kita belinya". ujar mawar yang menolak secara halus permintaan dari calon kakak ipar nya itu
"kalau nunggu nanti bisa-bisa habis War, tahu sendiri telur gulung Bang Moymoy itu laris banget. jangan di tunda-tunda gitu dong, Mbak lagi pengen juga nih". ujar Manda sambil memaksa mawar agar ia cepat berangkat
"tapi Mbak...". Ucap Mawar terjeda
"War, Ibu juga pengen banget loh beliin ya sekarang, Toh Kamu kan juga naik mobil pasti Cepatlah sampai di sana, Lagian si Rio juga masih lama tuh kayak nya". kata bu Ningsih langsung menyambar sebelum sempat Maira menyelesaikan kalimat nya
karena bu Ningsih dan juga Manda yang sangat mendesak mawar terpaksa wanita itu pun bangkit dan berjalan ke arah mobil nya dengan hati yang sedikit dongkol, walaupun begitu mawar Tentu saja tidak bisa menunjukkan nya secara terang-terangan. masak permintaan dari calon mertua mau dibantah?
setelah melihat mobil Mawar pergi meninggalkan halaman rumah mereka, Manda dan juga bu Ningsih langsung berlari masuk ke dalam kamar Rio.
Toookkk..
Toookkk..
Toookkk...
"rio... rio.. rio... Kamu udah selesai kan, cepat keluar! Mbak sama ibu mau bicara penting sama kamu! ". ujar Manda berteriak dengan suara yang sangat keras
Kriieett..
__ADS_1
suara pintu yang terbuka dan menampakkan sosok Rio yang sudah berdiri di depan ambang Pintu dengan baju yang sudah rapi
"Ada apa sih Mbak, jangan gedor-gedor pintu kayak gitu dong! ". ujar Rio balas berteriak dari dalam kamar dan langsung berjalan cepat ke arah pintu kamar nya. Setelah dia buka pintu itu dia langsung bisa menemukan keberadaan ibu dan juga kakak nya di sana.
"Ada apa sih Mbak? kok serius banget, lah mana mawar! " ujar Rio sedikit bingung karena tak menemukan sosok mawar yang duduk di ruang tamu
"Mawar lagi keluar, kamu udah selesaikan? ".ujar bu Ningsih sambil memperhatikan penampilan Rio
"ayo kita bicara dulu sebentar". ujar Bu Ningsih lagi sambil menarik Rio ke dapur dan mendudukkan anak bungsu nya itu di kursi meja makan yang berada di dapur nya.
"Ada apa sih Bu, kok heboh banget? ". tanya Rio yang tak mengerti
"diam kamu!". ujar Manda datar sambil menatap Rio dengan tatapan tajam
Rio sendiri yang di tatap seperti itu langsung terdiam, ia sama sekali tidak berniat untuk menyahuti kata-kata Manda barusan, dengan melihat wajah kakak nya itu saja sudah berhasil membuat nya ketakutan seperti itu sudah cukup membuat Rio menciut.
"Maksud kamu apa yo ngomong sama Mawar kalau kamu mau menambah mahar untuk dia Hah? Emas 50 gram lagi? kamu itu gila ya Yo? Dari mana kamu mau dapat duit untuk membeli emas sebanyak itu? ". kata Manda to the point kepada adik nya itu
"Oh pasti kamu udah kehilangan akal sehat kan, Maka nya kamu bisa ngomong kayak gitu! kenapa sih kalau ngomong nggak di filter terlebih dahulu, Lagian kamu tuh nggak ada musyawarah dulu sama Mbak dan juga ibu. kamu kira kami ini siapa hah?". Tanya manda lagi dengan nada yang menggebu-gebu
"Ya ampun Mbak, tak kira ada apa? ternyata hanya masalah itu". jawab Rio dengan santai
"hanya kamu bilang? hanya itu! nggak hanya yo, 50 gram emas Itu uangnya 50 juta lebih dan kamu menjanjikan hal itu kepada mawar? kamu itu Udah nggak waras ya". ujar Manda lagi dengan nada kesal
"iya yo, Kamu kenapa kayak gini sih, nggak ada tuh musyawarah dulu sama ibu dan juga Mbak mu. kamu kira mengeluarkan uang 50 juta lebih itu hal yang mudah? jangan buat kita dalam keadaan yang susah lagi Yo, jangan buat kita dalam keadaan yang tidak bisa menguntungkan seperti ini! Kamu ini punya akal atau enggak sih?". ujar bu Ningsih yang ikut campur dengan nada yang marah pada Putra bungsu nya itu
__ADS_1
"Ya aku tahu lah Bu, cuman aku juga nggak rela melihat mawar sedih seperti itu. tadi pas dia bertanya seperti itu aku sebagai seorang lelaki juga seharus nya akan memberikan apa yang terbaik kepada calon istriku. bukan nya begitu ya Bu? ". Ujar Rio dengan kening yang berkerut dalam karena heran melihat Ibu dan Kakak nya saat ini
"Lagian ya Bu, Mbak. Mawar itu adalah tangkapan yang besar, bukan nya kalian pernah bilang seperti itu. berkali-kali loh kalian bilang kayak gitu sama aku, Mawar itu punya kedudukan, punya harta, punya keluarga yang bermartabat, tentu saja kita tidak bisa mengecewakan keluarga Mawar, hanya karena masalah menambah mahar 50 gram emas saja. tentu itu bukan hal sulit bukan? ". ujar Rio dengan nada yang amat lu guys