Suami Pelit Istri Pamit

Suami Pelit Istri Pamit
Manusia Manusia Jahat


__ADS_3

Sepanjang perjalanan Alvian dan Tiara menghabiskan waktu nya di mobil untuk saling mengobrol, dan membicarakan hal hal yang tidak penting menurut nya.


"Lo, kok masih jomblo aja Al?". Tanya Tiara blak blakan


"Siapa yang mau sama gue yang culun ini". Jawab Alvian melirik sekilas dengan senyuman ke arah Tiara sembari tangan nya masih fokus mengemudikan mobil.


"Tapi kan sekarang lo udah beda".


"Beda apa nya? Makin ganteng, keren, mapan kan?". Ujar Alvian dengan percaya diri nya.


Tiara yang mendengar ucapan Alvian pun sontak memutar bola mata nya dengan malas, sejak kapan lelaki itu narsistik seperti sekarang. Memang benar sih, jika saat ini Alvian sangat tampan, tapi kan tidak harus diri nya sendiri yang mengakui nya.


Alvian yang melihat ekspresi Tiara langsung tertawa kecil, Wanita itu yang melihat Alvian sedang tertawa saat ini, merasa kebingungan. Dia mengerutkan dahi nya, heran apa ada yang lucu sehingga Alvian ketawa.


"Emang gimana sih tipe cewek lo Al, lo lama banget ngejomblo cuma sibuk buat ngumpulin duit mulu". Tiara benar benar penasaran bagaimana tipe wanita yang di sukai oleh sahabat nya ini


Tiara akui jika Alvian saat ini adalah sosok yang hebat, ketika dia akan fokus pada satu hal, maka lelaki itu akan mengejar nya sampai dapat.


Sama hal nya seperti urusan pekerjaan, Alvian sangat fokus bekerja, memenuhi standard yang di tetapkan keluarga nya.


Dia adalah Pewaris Perusahaan Wijaya, jadi selama ini Alvian selalu mengesampingkan segala urusan. Termasuk percintaan nya, mungkin segala tahapan pekerjaan sudah Alvian selesaikan, tapi untuk masalah cinta seperti nya lelaki itu masih belum memulai nya.


"Inti nya dia harus wanita yang hebat, dan juga mengerti tentang dunia kerja. Terus dari keluarga kaya..". Kalimat Alvian terjeda karena Tiara dengan cepat memotong nya


"Lo udah kaya, malahan kekayaan lo gk bakal habis". Potong Tiara


"Nah itu..". Jeda Alvian dengan senyuman


"Karena gue kan udah kaya, jadi gue mau cari yang sama, yang gk akan silau sama duit. Gue cari wanita yang udah biasa liat duit...". Alvian menarik nafas nya dengan kasar, sebenar nya dia trauma dengan wanita seperti itu. Dia belajar dari masa lalu nya dulu, yang selalu di remehkan dan di hina orang orang. Karena mereka tahu nya jika Alvian hanyalah lelaki miskin, bersekolah lewat jalur Bea siswa.


"Duit itu nyeremin banget Ra, Duit bisa ngerubah sikap orang. Dari baik bisa menjadi jahat, semisalkan sekarang gue pilih perempuan yang biasa saja, tapi gk biasa pegang duit banyak, terus liat duit gue, kemungkinan perubahan itu pasti ada. Kalaupun iya dia gk berubah, gimana sama keluarga nya? Gimana kalau mereka yang berubah karena silau akan harta yang gue miliki. Jadi lebih baik gue cari pasangan yang sama kayak gue. Contoh nya Lo..". Ujar Alvian panjang lebar menjelaskan


Sontak Tiara langsung menolehkan wajah nya menghadap ke arah Alvian yang masih fokus mengemudi, Tiara mengerutkan dahi nya.

__ADS_1


"Hah apa? Kok gue?". Tanya Tiara heran


"Laki lo begitu kan, pas belum punya apa apa dia setia. Pas udah banyak duit, Lo di ganti". Alvian meledek Tiara dengan tertawa kecil


"Sialan Lo!". Tiara memukul lengan Alvian yang kini malah tertawa dengan keras, ya memang benar ucapan Alvian tidak salah.


Akhir nya mereka berdua telah sampai pada salah satu Mall yang berada di Pusat Kota, Mall Galeria nama tempat perbelanjaan itu.


Mereka berdua mengitari Mall tersebut, dan melangkahkan kaki nya menuju salah satu store di sana.


"Itu". Tunjuk Tiara kepada sebuah Tas berwarna hitam yang menurut nya akan cocok jika di gunakan oleh Bunda, dan Bunda juga memang menyukai warna hitam.


"Bagus". Jawab Alvian dengan menganggukan kepala nya setuju dengan pilihan Tiara


Tanpa lama mereka berdua langsung menuju kasir dan membayar nya, dan berjalan keluar dari store brand ternama itu.


"Lo mau balik apa masih mau keliling? Gue mau cari baju dulu buat keperluan kantor, biar gk itu itu mulu aja baju gue".


"Yaudah, ayo gue temenin".


"Iya, gue santai". Jawab Alvian tersenyum


Tiara menganggukan kepala nya, lalu mencari store pakaian langganan nya. Sekarang ini pengeluaran Tiara berkurang, yang sebelum nya harus membayar uang kontrakan, listrik, dan lain nya. Ya karena uang dari Mas Rio tidak bisa mencukupi semua keperluan nya sehari hari.


Kring.. Kriing.. Kriing..


Ponsel Alvian berbunyi, Lelaki itu berpamitan kepada Tiara untuk menjawab nya.


Sedangkan Tiara masih berputar putar mencari baju yang cocok untuk nya.


"Tiara...".


Tiara yang sedang fokus memilih milih pakaian langsung membalikkan tubuh nya saat seseorang memanggil nama nya, suara nya terdengar cukup jelas.

__ADS_1


"Ternyata bener ini kamu Ra, Mas tadi sempet ragu buat manggil". Ujar Rio kepada Tiara


Sementara Tiara sendiri memilih untuk tidak merespon perkataan yang di ucapkan oleh lelaki itu, Rio menghampiri nya dan ada juga si wanita murahan di samping Rio.


"Kamu beli pakaian juga Ra, sama siapa ke sini?". Rio bertanya dengan ramah seolah olah mereka tidak pernah memiliki masalah.


"Kenapa?". Tanya Tiara dengan ketus


"Kalau kamu sendiri, yaudah bareng kita aja Ra. Kamu tadi naik apa ke sini?".


"Makasih, gk ada yang pentingkan, yang mau di bicarakan?". Ucap Tiara malas meladeni dua manusia yang berada di depan nya


"Sombong banget kamu! Udah miskin juga, masih baik calon suami saya ajak kamu barengan pulang nya. Sok sok an belaga nolak segala, emang lu punya duit buat belanja di sini ciihh". Mawar mendecih.


Tiara menatap tajam pada wanita murahan di samping Rio.


{Gara gara wanita ini rumah tangga nya dengan Mas Rio harus berakhir. Namun gara gara dia juga, aku bersyukur karena bisa mengetahui sikap dan sifat asli Mas Rio dan keluarga nya}. Ujar Tiara di dalam hati nya


"Maaf, saya tidak meminta". Tegas Tiara,


Wanita itu memiliki hak untuk menolak nya, dengan kedua tangan yang di lipat di dada.


Tatapan wanita valakkor itu semakin kesal, Dia melototkan mata nya menatap ke arah Tiara.


"Sumpah ya Tiara, emang lo gk tahu diri ya, gk bisa banget di baikin. Nikmati saja hari hari terakhir lo sama Mas Rio, karena sebentar lagi Mas Rio akan menceraikan lo dan menikah dengan gue". Ucap Mawar seraya tersenyum sinis, dirinya merasa menang telak di atas Tiara.


Bukan merasa menyedihkan karena suami nya di ambil oleh wanita lain, Tiara malah menyunggingkan senyum nya.


Tiara menatap tajam pada Rio


"Dengar Mas, ajari wanita kamu dalam bersikap. Jika masih perlakuan nya seperti itu padaku, tak segan segan diriku akan memecat mu!. Kalian berdua jangan usik saya lagi! Bisakah saat kita bertemu bersikaplah seolah olah kita tidak saling mengenal, mengerti kan?". Ucap Tiara yang benar benar geram


Tiara membalikkan tubuh nya lalu melangkah menuju ke arah kasir berada. Dia sudah tidak mood untuk berbelanja, wanita itu harus segera pergi demi menjaga kewarasan nya saat ini.

__ADS_1


Tak berselang lama dari arah pintu, Alvian muncul dan segera menghampiri Tiara yang hendak berjalan keluar dari store tersebut.


__ADS_2