Suami Pelit Istri Pamit

Suami Pelit Istri Pamit
Mawar di tangkap


__ADS_3

Saat mawar membuka pintu kamar kos nya, Ia


Terkejut kala melihat dua orang lelaki berbadan tegap sedang berdiri di depan kamar nya, Jujur saja mawar mengira jika lelaki itu adalah orang yang ingin berkenalan dengan nya.


di perhatikan lagi mereka berdua dari atas sampai bawah, Mawar pun langsung menelan saliva nya dalam dalam karena tak bisa membayangkan jika harus melayani kedua pria kekar berotot itu sekaligus


melihat kedatangan mereka membuat mawar langsung berubah menjadi kecentilan dan bersikap manja agar mereka lebih tertarik kepada nya.


karena pikir nya, Lumayan bisa mendapatkan pemasukan dari kedua orang ini, apalagi masa nifas nya pun akan selesai.


"Maaf Ada perlu apa ya, Mas, Mas ini datang ke sini? ". tanya mawar dengan centil dan suara yang di buat mendayu dayu


" Apa benar ini kamar kos tempat Bu Mawar?". tanya lelaki yang memakai kaos hitam polos, yang membuat dada bidang nya tercetak dengan jelas, membuat bulu kuduk mawar menjadi geriming-geriming asoyy di buat nya.


"ya benar, Ini kamar saya. dan jangan panggil Ibu dong, panggil adek aja Biar lebih akrab mas". jawab Mawar dengan mengulum senyum


Namun gerak-gerik nya yang seperti ulat Keket itu justru membuat kedua pria yang tanpa ia ketahui adalah seorang polisi menjadi jijik melihat nya.


"baik, Saudara Mawar kami dari pihak kepolisian ingin menangkap Anda atas tuduhan pembuangan anak". ucap salah satu dari mereka dengan membawa bukti surat penangkapan resmi dari kepolisian


mendengar ucapan lelaki yang tampan itu seketika membuat lutut mawar lemas dan bergetar dengan hebat, dia tak menyangka jika pagi ini ia akan mengalami kesialan yang tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.


dulu Ia berpikir bahwa diri nya bisa bebas dari hal ini, karena selama beberapa minggu setelah kejadian itu terlihat tak ada masalah apapun yang terjadi, bahkan mawar berpikir jika masalah itu tak akan berbuntut panjang seperti ini.


Mawar pun berusaha bersikap seperti biasa saja agar para polisi tak curiga pada diri nya.


"apa? Maaf ya Mas, Nama saya memang mawar. tapi saya tak pernah melakukan hal seperti itu loh mas,saya juga belum pernah hamil, saya ini perempuan baik-baik". ujar Mawar menyangkal


"kalau untuk urusan itu silahkan Anda memberi keterangan di kantor saja kalau begitu, mari ikut dengan kami".


" Enggak! Saya gk mau ikut. enak saja, saya tidak bersalah kok malah harus ikut kalian, apa sih nggak ya jangan paksa saya!". Teriak Mawar memberontak

__ADS_1


Namun kedua polisi itu tanpa banyak kata langsung menyeret mawar yang kini tengah memberontak dan berteriak seperti orang kesurupan, sehingga membuat beberapa penghuni kos yang ada di dalam kamar kos langsung keluar untuk melihat apa yang sedang terjadi.


Mawar bersikap seperti itu karena enggan untuk di bawa ke kantor polisi.


"Lepaskan aku, aku tidak bersalah! tolong lepaskan! " teriak nya seraya mencoba melepaskan diri, Namun sayang Mawar tetap kalah tenaga oleh Kedua lelaki yang berbadan tegap itu.


bayangan Indah bisa berkenalan, bahkan bercinta dengan mereka kini hilang sudah. mawar pun terus berteriak hingga membuat mereka berdua merasa risih dan jengah.


"tolong Anda kooperatif, Kalau Anda tidak bisa diam, jangan salahkan kami kalau kaki Anda kami tembak". bentak salah satu dari mereka yang membuat Mawar langsung terdiam dan tak berkutik


Baru kali ini mawar di bentak oleh seseorang, biasa nya setiap ada orang yang melihat nya, pasti akan jatuh hati pada nya. karena memang paras cantik dan tubuh mawar yang indah.


"sudah tahu anda bersalah, Tapi masih saja berkilah. sudah ada bukti CCTV juga yang sudah membuktikan semua nya. jadi Anda mau mengelak apa hah?". bentak seorang polisi yang membuat nyali mawar semakin menciut


rasa nya wanita itu ingin menangis, namun malu kalau sampai ia ketahuan menangis. Mawar pun akhir nya memilih untuk diam, hingga mereka sampai di kantor polisi.


" Turun!".


"apa yang menjadi alasan ibu mawar tega meninggalkan anak ibu yang hampir meninggal karena kedinginan, apa Ibu tidak kasihan dengan bayi yang tak bersalah itu? tega tega nya seorang ibu membuang bayi yang masih sekecil itu? ". tanya seorang polisi perempuan


"untuk apa saya harus mempertahankan bayi itu jika mantan suami saya saja Tidak mau dengan bayi itu, malah dia yang menyuruh saya untuk membunuh anak itu, tapi karena saya masih punya hati, jadi saya meletakkan nya di rumah itu". jelas mawar mengarang cerita hingga membuat si polisi wanita itu membulatkan kedua mata nya


"Lalu sekarang suami Ibu di mana?".


"Suami saya berada di rumah nya, setelah selesai lahiran dia meninggalkkan saya di rumah sakit sendirian dan saat melihat anak ini ia pergi begitu saja meninggalkan saya, jadi kenapa hanya menyalahkan saya, karena dalam kasus ini suami saya juga salah satu tersangka nya". ucap mawar yang membuat si polwan langsung menggangguk


Kini Mawar berusaha untuk memfitnah Rio, karena ia juga merasa sakit hati terhadap lelaki itu. jika saja Rio mau menerima nya dan anak nya, pasti bayi itu tidak akan pernah di buang begitu saja oleh Mawar.


"baik untuk saat ini pertanyaan nya sudah cukup, Tapi sementara Ibu mawar tetap harus tinggal di sini".


"kenapa hanya saya saja? Tidak, saya tidak mau. Saya mau di penjara kalau memang mantan suami saya juga akan di penjara!!". Seru Mawar

__ADS_1


Sangat Polwan berkode pada kedua polisi yang ada di belakang nya untuk memasukkan dia ke dalam sel dan seperti biasa mawar pun memaki maki tak terima dan berontak untuk di lepaskan


namun tetap saja, iya kalah tenaga karena terlalu berisik membuat kedua polisi itu pun sedikit geram pada Mawar yang terlihat seperti orang gila.


"jangan berisik kalau kamu tidak mau di hajar sama tahanan yang lain" pesan sang polisi sebelum berjalan


Mawar pun melirik ke belakang dan melihat salah satu tahanan sudah menepalkan tangan ke arah nya, hingga membuat mawar menelan saliva nya dalam-dalam, karena merasa takut.


sepeninggalan kedua polisi tersebut, Mawar duduk di sudut depan sel sembari memegang jeruji besi itu.


Mawar melamunkan nasib nya, ia tak menyangka akan jadi seperti ini memikirkan hal ini membuat nya sedikit stress, apalagi saat melihat tatapan para tahanan lain nya yang seolah-olah ingin menerkam nya hidup hidup, di mana salah satu dari mereka yang dengan berbadan besar mendekati nya.


"Hei anak baru!! kamu kenapa bisa masuk penjara? habis bunuh orang atau habis mencuri?".


"sembarangan saja, aku tak sekejam itu juga kali!! sudahlah semua itu bukan urusanmu!".


jawaban yang di berikan oleh mawar, memantik amarah tahanan perempuan berbadan besar itu, mawar yang tak mengetahui jika dia adalah ketua di dalam sel ini.


lantas wanita berbadan besar itu menarik lengan mawar begitu kuat, hingga membuat nya terjungkal ke belakang.


tentu saja mawar begitu terkejut mendapat serangan itu secara tiba-tiba.


"kamu mau a..apa?". tanya mawar dengan terbatas bata karena merasa ketakutan


tanpa banyak kata perempuan itu langsung mencengkram baju mawar dan tiba-tiba langsung melayangkan bogeman mentah tepat di wajah mawar yang membuat wanita itu teler hingga hidung nya mengeluarkan darah.


lalu perempuan berbadan besar itu menghempaskan tubuh mawar ke lantai dengan kuat.


"berani-berani nya kau bilang bukan urusanmu hah, untung saja aku masih sabar, jika tidak aku akan habisin nyawamu sekarang juga!!".


Omelan itu terdengar sebelum mawar akhir nya kehilangan kesadaran

__ADS_1


__ADS_2