Suami Pelit Istri Pamit

Suami Pelit Istri Pamit
Bintang dan Nayla


__ADS_3

Nayla kembali meneteskan air mata nya saat menceritakan hal itu, jujur hal itu yang membuat Nayla merasakan sesak di dalam dada nya. Rasa sesak itu membuat Wanita itu menangis dengan sesenggukan.


Sedangkan Tiara sendiri hanya bisa terdiam, jujur ia sedikit terkejut tapi Tiara segera menarik tubuh Nayla ke dalam pelukan nya membiarkan wanita itu menangis sejadi-jadi nya menumpahkan segala rasa sesak di dalam hati nya.


Entah sudah berapa lama mereka berdua saling berpelukan, tapi perlahan lahan Nayla merasakan hati nya memang menjadi lebih tenang dari sebelum nya.


akhir nya setelah beberapa lama, mereka berdua saling melepas pelukan dan Nayla mencoba untuk mengatur deru nafas nya.


"ada sesuatu di rahim Kakak Ra, Dokter bilang kalau kakak bakal sulit jika ingin punya anak. Jadi Kakak menolak ajakan Bintang untuk menikah, rencana nya, kakak ingin sembuh dulu dari sakit ini. Tapi jika nanti Bintang Bertemu dengan wanita lain yang lebih baik dan bisa memberikan Bintang keturunan tidak seperti aku saat ini, maka aku akan merelakan Bintang untuk menikahi nya. Bintang bisa menikah dan memiliki anak adalah salah satu tujuan menikah kan? sedangkan aku sendiri tidak tahu apakah penyakit ku ini bisa sembuh atau tidak! gimana kalau aku nggak bisa sembuh dan gk bisa kasih dia keturunan karena pengobatan Aku yang nggak berhasil. tujuan menikah buat punya anak kan Ra?". jelas Nayla yang masih menangis sesenggukan dengan air mata yang membasahi pipi nya, seperti nya air mata itu tidak akan pernah berhenti mengalir.


"Siapa yang bilang seperti itu?". terdengar suara dari seseorang yang tiba tiba masuk ke dalam ruangan Tiara tanpa terdengsr oleh dua wanita yang berada di dalam, kedua wanita itu sedang fokus sehingga tak mendengar jika ada seseorang yang masuk ke dalam ruangan itu.

__ADS_1


baik Tiara dan Nayla langsung mengalihkan pandangan ke arah pintu ruangan yang terbuka, terlihat sosok bintang Berdiri tegap di sana dengan menatap ke arah Nayla berada. rahang lelaki itu nampak keras seolah olahraga sedang menahan segala hal yang bergejolak di dalam hati nya saat ini.


air mata yang sudah membasahi kedua pipi Nayla diusap lembut oleh bintang dengan penuh perasaan dan lelaki itu berkata kepada nya


" Nay, Aku paling nggak suka lihat kamu nangis seperti ini dan aku nggak tahu apa itu penyebab nya". ujar Bintang seraya masih menatap ke arah Nayla


Nayla sendiri Langsung menundukkan kepala nya saat Bintang mengatakan hal itu, tapi dengan lembut bintang menyentuh dagu wanita itu hingga terangkat, sehingga membuat wajah mereka saling bertatapan.


Nayla sendiri Langsung mengangguk dalam diam, dengan air mata yang terus bercucuran membasahi pipi nya.


Bintang yang melihat itu hanya menghelas nafas nya dan kembali mengusap air mata Nayla dengan penuh hati hati.

__ADS_1


"saat kamu bilang kalau kamu punya masalah di dalam rahim mu, yang ada di pikiran ku hanya satu , yaitu tentang kesehatan kamu. aku sudah mencari banyak informasi tentang penyakit mu itu , pengobatan apa yang harus kamu lakukan agar kamu cepat sembuh, bukan agar kamu bisa hamil, itu hanya tujuan ku kesekian. tujuan utama nya adalah, Aku yang nggak mau kamu pergi. Aku ingin kamu sehat seperti sedia kala, Aku nggak mau kalau sakit kamu semakin parah dan aku nggak tahu apa-apa. aku takut Nay, aku takut kehilangan kamu! Aku lebih takut kehilangan kamu dari pada aku takut tidak memiliki keturunan". suara Bintang sedikit bergetar menahan sesak atas segala kekhawatiran nya terhadap wanita yang di cintai nya itu.


Nayla yang mendengar ucapan bintang langsung memeluk erat lelaki itu, ia menangis dengan kencang menumpahkan segala sisa rasa yang dia pendam. tentang rasa haru nya atas kesetiaan yang Bintang miliki. Dan Bintang sendiri Langsung membalas pelukan wanita itu sambil mengusap usap punggu Nayla.


di sisi lain Tiara sendiri sedang mengusap sudut mata nya yang ikutan berair, Tiara menangis melihat adegan live di depan nya itu, ia terharu karena di dunia ini masih ada cinta yang begitu tulus. entah siapa yang paling beruntung mendapatkan siapa. Bintang sendiri beruntung mendapatkan sosok Nayla yang akan siap merelakan Bintang agar bahagia meskipun tidak bersama nya, karena menurut nya kebahagiaan bintang lebih penting dari pada harus melihat lelaki itu kecewa terhadap nya, di sisi Nayla, wanita itu juga beruntung mendapatkan sosok bintang yang siap untuk selama nya bersama dalam kondisi apapun, tak bisa diragukan lagi kesetiaan yang bintang miliki.


"Sayang". ujar Bintang memanggil Nayla dengan lembut setelah wanita itu terlihat lebih tenang saat ini


"Dengar! banyak cara untuk mendapatkan keturunan, kalaupun memang tidak ada cara yang berhasil. aku tidak mempermasalahkan itu semua, Bahkan mereka yang menikah pun ada yang mengambil keputusan child free dan mereka tetap bahagia dan kalau misal penyakit nya Kamu memang tidak bisa sembuh, aku akan tetap di sisi kamu. apapun itu dalam kondisi apapun, mereka berhak menikah dan mendapatkan kebahagiaan termasuk juga kamu! jadi Will you marry me Nayla Hermansyah secepat nya dan tidak perlu menunggu terlalu lama". Ujar Bintang Melamar wanita pujaan hati nya


lagi, Lagi, Dan Lagi Nayla kembali menangis, kini bibir nya tersenyum bahagia dan terlihat sebuah anggukan yang ia berikan sebagai jawaban atas pertanyaan bintang, ya wanita itu menerima lamaran Bintang.

__ADS_1


Tiara sendiri ikut tersenyum bahagia entah bagaimana pembicaraan mereka sebelum nya sampai belum menemukan titik temu, Tapi itu tidak penting bagi nya. Sekarang mereka berdua akhir nya akan menikah segera, Tiara sendiri hanya bisa berharap kebahagiaan selalu melingkupi mereka berdua karena mereka adalah orang-orang yang Tiara sayangi.


__ADS_2