
hari ini Rio berencana akan membagikan undangan pesta pernikahan nya ke rumah yang dihuni oleh Tiara dan juga kakak nya, karena yang mengetahui rumah Tiara hanya Manda dan juga bu Ningsih Jadi mereka bertiga bersama-sama berkunjung ke kediaman Tiara.
saat ini Rio datang khusus mengantar undangan pernikahan nya ke rumah Tiara untuk memastikan juga jika Mantan istri nya akan datang besok pada acara pesta pernikahan nya itu.
dia juga merasa penasaran dengan cerita bu Ningsih yang kata nya bertemu dengan Tiara dan sengaja membuntuti wanita itu sampai ke rumah nya, Oleh karena itu bu Ningsih, Rio, dan juga manda akan pergi ke sana lagi.
setelah menempuh perjalanan kurang lebih 45 menit lama nya, akhir nya mereka bertiga pun sampai di sebuah rumah yang besar dan mewah, Sebenar nya sebelum mereka masuk ke perumahan elit ini, mereka sudah meminta izin terlebih dahulu kepada satpam kompleks perumahan elit itu, dan sang satpam pun mengizinkan dengan jaminan KTP Rio yang masih berada di sana.
"ini benar rumah nya Tiara, Bu? ". tanya Rio yang tak percaya, lelaki itu hanya mengatur nafas nya sebisa mungkin karena tiba tiba dada nya merasa semakin sesak saat melihat jika rumah mantan istri nya itu ternyata sangat mewah dan besar, bisa terlihat dari tingginya pagar yang menjulang dari luar.
"Iya Yo, Masa Ibu berbohong sih. tanya aja sama kakakmu kalau nggak percaya". ujar bu Ningsih mendecak dengan kesal
"iya Yo, mbak Memang kemarin juga melihat Tiara di dalam rumah ini dan ini memang rumah Tiara". sahut Manda sambil menunjuk ke arah rumah Tiara
sementara Rio pun hanya bisa terdiam sejenak dia memikirkan Betapa enak hidup nya Jika dia masih bersama dengan Tiara, pasti dia akan menjadi seorang pemimpin perusahaan dan akan menikmati semua fasilitas yang di miliki oleh Tiara juga pada saat ini.
saat mereka sedang berbincang-bincang, salah seorang asisten rumah tangga yang bekerja di rumah Tiara pun keluar untuk membuang sampah dan Rio pun tak membuang kesempatan untuk segera bertanya pada asisten tersebut.
"Mbak saya boleh tanya sebentar?". tanya Rio pada sang asisten
"tanya apa ya Mas?". sahut si art tersebut kebingungan
"Apa benar ini rumah Tiara?". Ujar Rio
__ADS_1
"Memang nya kenapa mas? ada perlu apa ya?". si asisten itu malah bertanya balik terhadap Rio
"Jadi benar kalau ini rumah nya Tiara?". tanya Rio sekali lagi dengan ekspresi terkejut, lelaki itu tambah syok saat si asisten tersebut menggangguk mantap menjawab pertanyaan nya
"Iya Pak benar". ujar sang asisten
"kami saudara nya Tiara Mbak, Tiara ada di rumah kan? karena kami mau bertemu dengan nya". ujar bu Ningsih langsung menyerocos tanpa sabar
kebetulan sekali tanpa di panggil Tiara telah keluar pagar dengan mengendarai mobil nya, karena dia sendiri memiliki janji dengan Alfian untuk bertemu.
Tiara pun turun dari mobil nya dan langsung mendekat ke arah orang orang yang tengah berkumpul itu
"Ada apa ini mas Rio, Mbak Manda, dan juga Ibu ada urusan apa kalian kemari? dan ibu, juga Mbak Manda Kenapa kalian kemari lagi?". tegur Tiara yang tak suka melihat keberadaan mereka, karena sudah bisa di bayangkan jika ada mereka pasti akan ada keributan.
"Oh ini benar ini rumah kamu Ra? ". tanya Rio
Tiara sendiri tak menjawab pertanyaan dari Rio itu, Ia hanya terdiam mengamati tingkah laku dari ketiga orang yang berada di hadapan nya saat ini
"oh ya Ra, ini ada undangan untuk kamu jangan lupa datang ya ke pesta pernikahan ku, hubungan kita memang sudah berakhir, tapi tak ada salah nya kan kalau kita tetap menjadi teman". seloroh Rio sambil menyerahkan selembar kertas undangan pada Tiara
"Oh akhir nya kamu menikahi gundik mu itu mas, Selamat ya atas pernikahan kalian, dan aku berharap kalian berbahagialah dan jika kamu menikah dengan gundikmu itu kamu jangan memperlakukan dia seperti kamu memperlakukanku dulu ya Mas, tapi lihat waktu dulu deh soal nya kan aku sibuk". ujar Tiara dengan Tatapan yang benar-benar sedang meremehkan Rio
Rio melotot saat mendengarkan pernyataan dari Tiara, gigi gigi nya bergemelatuk menahan emosi karena ucapan itu.
__ADS_1
"Dasar perempuan sombong, enak sekali kamu berbicara seperti itu. saya yakin kalau kamu kaya bukan dari warisan keluargamu, tapi dari hasil menjual diri kan! ". ucap Bu Ningsih seenaknya, dia tak terima kalau Rio di hina seperti tadi oleh Tiara.
"Terserah apa kata ibu saja, sudah ya cuma mau mengantar undangan kan? Permisi, Soal nya saya sibuk nggak ada waktu untuk melayani kalian semua di sini berlama-lama. Oh ya silahkan keluar sekarang". ujar tiara mengusir mereka dengan tangan yang menunjukkan arah pintu keluar karena memang mereka dari tadi juga hanya mengobrol di halaman saja
Tiara memang sengaja tak mengizinkan mereka semua masuk ke dalam rumah nya karena tahu kalau Bu Ningsih pasti akan membuat keributan
"sudah bu kita pergi sekarang, lebih baik kita mampir ke Mall daripada kita berlama-lama di sini dan berbicara dengan perempuan yang sombong dan tak tahu diri itu!". Sinis Manda yang tak terima
lalu dengan langkah kesal, Bu Ningsih pun mengalah dan berjalan keluar dari rumah milik Tiara sambil menghentak-hentakkan kaki nya. sedangkan Rio belum juga beranjak dari tempat nya berdiri dan masih memandangi Tiara dengan rasa penuh penyesalan.
"Mas pamit ya Ra, Mas harap kamu datang. Oh ya maafin semua kesalahan Mas ya, Mas berharap kamu segera menikah lalu kalian bercerai agar kita bisa menikah dan bersama lagi". ujar Rio dengan percaya diri nya
sontak ucapan tersebut membuat Tiara tertawa terbahak-bahak karena menurut Tiara ucapan Rio kini sudah mulai melantur seperti itu
setelah Rio pun melangkahkan kaki nya pergi sambil terus Memperhatikan sekeliling halaman rumah Tiara yang begitu indah di pandang mata
saat bu Ningsih and the gank sedang berjalan ingin menuju ke mobil nya, tiba-tiba ada sebuah mobil towing yang mengangkut sebuah mobil lalu berhenti tepat di depan rumah Tiara dan mereka bertiga refleks langsung berhenti dan terus memperhatikan mobil tersebut yang sedang di turunkan.
Tiara pun terlihat keluar dari dalam rumah nya, dia sedang berbincang-bincang dengan driver yang telah mengirimkan mobil itu
tak lama Tiara pun mendapat berkas, dan menandatangani sebuah berkas penting itu dan juga berfoto bersama mobil tersebut.
Sontak hal itu membuat hati bu Ningsih dan Manda benar-benar merasa panas dengan pemandangan seperti itu, Sedangkan Rio hanya terdiam meratapi nasib nya dan hanya bisa berharap jika nanti setelah menikah dengan mawar Hidup nya akan lebih kaya dari Tiara agar Rio tak terlalu menyesal karena telah meninggalkan Tiara.
__ADS_1