Suami Pelit Istri Pamit

Suami Pelit Istri Pamit
Terjadinya Baku Hantam


__ADS_3

"Maan... Manda". Ujar Alex terbata


Dengan tangan mengepal Manda terus berjalan menuju ke arah h Alex yang sudah berdiri dari duduk nya dengan ekspresi wajah cemas.


Ratih yang mendengar kegaduhan di ruang tamu itu, langsung bangkit dari tidur nya dan berjalan keluar dari dalam kamar.


Saat Ratih keluar dari dalam kamar nya, wanita itu langsung bisa melihat Manda yang sudah emosi dengan tangan mengepal berjalan menuju ke arah Alex.


" Alex Brengsekk!". Teriak Manda


Buughh..


Buughhh..


Bugghh..


Berulang kali Manda memberikan bogeman mentah ke arah wajah Alex, lelaki itu hanya meringis kesakitan, terdiam tak berani membalas amukan dari istri pertama nya itu.


Manda menoleh dan melihat ke arah Ratih yang sedang terkejut sampai menutup mulut nya, karena tak percaya jika Manda bisa melakukan hal itu kepada Alex.


Tak menyia-nyiakan waktu, Manda pun berlari ke arah Ratih yang masih terdiam dengan tangan menutup mulut nya.


Secepat kilat Manda menjambak rambut Ratih dan menyeret nya dengan kasar ke arah di mana Alex berada.


"Dek.. Sudah, Maafin Mas. Mas khilaf dek, jangan seperti ini". Ujar Alex memelas karena sudah tertangkap basah


" Aduhh lepaskan rambut ku ini Sialan! kamu ini memang dasar perempuan tidak punya otak, maka nya Mas Alex itu tidak mencintaimu, karena kamu itu memang wanita Barbar seperti ini!". ujar ujar Ratih berteriak sembari berusaha untuk melepaskan genggaman tangan Manda di rambut nya


kata-kata Ratih barusan, sukses membuat kemarahan Manda semakin meledak. alih alih melepaskan rambut Ratih yang dia genggam, Manda malah menambah kekuatan nya sehingga kepala Ratih terdongak ke atas dengan menunjukkan wajah kesakitan yang amat sangat terasa di kulit kepala nya.


tangan manda yang satu nya meremas mulut Ratih dengan sangat amat kuat, seolah sedang menyalurkan kemarahan nya kepada wanita itu.

__ADS_1


"Rasakan ini wanita sund*al, dasar wanita ******! berani nya kau menggoda suamiku dan berani-berani nya juga kau menjadi istri kedua dari suamiku hah!! dasar wanita sialan!!". Umpat Manda dengan nada yang geram


"sakit bangs*at". Umpat Ratih tak kalah bengis


bersusah payah Ratih berteriak karena mulut nya kini sedang di remas oleh Manda, bahkan rambut nya juga terasa amat sakit dan Wanita itu menatap ke arah Alex yang masih memegang pipi nya di ujung sana.


laki-laki itu sama sekali tidak berniat untuk menghentikan perkelahian antara Manda dan juga Ratih, Entah kenapa dia seolah-olah seperti patung yang terdiam dan tak bisa menggerakkan tubuh nya untuk membantu istri kedua nya itu yang sedang dibserang habis-habisan oleh istri pertama.


"Mas!! Kamu jangan diem aja kayak gitu, cepat bantu aku. Lepaskan wanita gila ini dari aku, Mas!! ". Ujar Ratih berteriak


"Awas kalau kamu berani sama aku Mas, satu langkah aja kamu mendekat ke arah sini, maka akan ku bunuh kalian berdua!" kata Manda sambil menghentakkan kepala Ratih ke depan dan juga ke belakang sehingga membuat wanita itu kembali berteriak kesakitan


"Dekk, sudah dekk.. bisa bisa nanti Ratih mati di tangan mu dek". Ujar Alex memohon


Ketika Manda menoleh ke arah Alex dengan tatapan mata tajam, bahkan mata Manda sampai melotot berwarna kemerahan.


Ratih yang melihat Tangan Manda sedikit mengendur, seperti mempunyai kesempatan, Ratih langsung berhasil melepaskan genggaman tangan Manda dari rambut nya.


Pemandangan itu makin membuat Manda kesetanan, Wanita itu langsung ingin menjambak lagi rambut Ratih, namun kali ini tangan nya di halau oleh Alex.


karena mendengar keributan yang amat sangat gaduh, beberapa Tetangga Ratih langsung keluar rumah dan menonton mereka bertiga dengan menatap kehebohan yang terjadi di rumah Ratih dengan tatapan penuh tanya dan juga tatapan tertarik.


"Dekk.. Mas mohon, sudah jangan lakukan itu lagi. Mas tahu, semua ini salah Mas, Pukul Mas jangan Ratih". Ujar Alex berusaha melindungi istri kedua nya itu


"Brengs*ek Kau Alex, bisa bisa nya kau berselingkuh dari ku, bahkan kau sampai menikah siri di belakangku". Teriak Manda dengan tersedu sedu, tumpah sudah seluruh air mata yang sedari tadi di tahan oleh nya.


Manda akhir nya berjalan ke arah Alex dan menghajar lelaki itu dengan sangat Barbar, Manda juga menendang ************ Alex dengan kuat, hingga membuat Alex berguling di lantai, di iringi dengan teriakan histeris dari Ratih.


setelah melihat kalau lelaki yang masih sah menjadi suami nya itu terlihat mengerang kesakitan, Manda langsung berjalan cepat ke arah motor nya dan menggeber nya sekuat tenaga.


Di sepanjang perjalanan Manda menangis histeris, meluapkan seluruh rasa Emosi antara sedih, marah, kecewa, sakit, dan sebagai nya menjadi satu.

__ADS_1


Setiba nya di rumah Manda langsung berlari menemui Bu Ningsih, dan menumpahkan rasa sakit hati nya itu di hadapan Ibu nya.


"Lohh.. Lohh.. kamu kenapa Mand? pulang pulang kok menangis begini?". Tanya Bu Ningsih yang terlihat kebingungan melihat Anak perempuan nya tiba tiba pulang ke rumah dengan keadaan yang menangis tersedu sedu.


"Bu, Mbak Manda kenapa ini? kenapa dia menangis seperti ini?". Tanya Rio yang kebetulan keluar dari dalam kamar bersama dengan Mawar


Manda saat ini tidak kuasa membuka mulut nya untuk bercerita kepada adik dan juga ibu nya.


wanita itu benar-benar belum bisa melupakan kejadian tadi, bahkan pelukan ibu nya dan juga usapan lembut yang di berikan oleh adik nya sama sekali tidak membantu Manda untuk menjadi tenang.


amarah yang menggelegar di hati nya seolah menyuruh Manda untuk kembali ke rumah Ratih dan menghajar kedua orang itu lagi di sana, Jika nafsu nya di turuti maka Manda yakin, dia akan membunuh Alex dan juga Ratih saat itu juga.


"Bu ini minum nya, kasih ke Mbak Manda dulu untuk minum biar dia tenang". kata mawar sambil menyodorkan segala se air kepada mertua nya itu


wanita paruh baya itu langsung melerai pelukan nya kepada Manda dan memberikan air yang berada di gelas itu kepada putri sulung nya, Manda dengan cepat meneguk segelas air itu dengan tergesa gesa.


setelah menyelesaikan minumnya Manda kembali memeluk Bu ningsih, namun kali ini dia tidak lagi histeris seperti tadi, tapi hanya sekali isakan yang masih terdengar dari bibir nya.


Mawar menatap Rio dengan tatapan penuh tanda tanya, tetapi lelaki itu sendiri hanya bisa mengangkat bahu nya, karena Manda memang belum berbicara sedikitpun tentang masalah nya.


"Mbak Sebenar nya apa yang terjadi? Mbak harus ngomong sama aku, biar aku juga tahu apa yang harus aku lakukandengan masalah Mbak". ujar Rio dengan nada lembut


"Iya man, apa yang di katakan adikmu itu benar. gimana Kami mau nolong kamu, Kalau kami sendiri nggak tahu apa penyebab kamu nangis seperti ini? Emang nya ada masalah apa?". kata bu Ningsih ikut berbicara dengan nada yang sangat lembut..


"Bu, Mas Alex selingkuh. tadi ketika aku berkunjung ke rumah orang tua nya, Ibu Mas Alex bilang kalau dia tidak pernah datang ke sana, bahkan Mas Alex hanya menitipkan Risa lalu pergi untuk pulang, tapi kita tahu sendiri kan Mas Alex tidak pernah pulang. dan ternyata dia pergi ke rumah selingkuhan nya dan lebih parah nya lagi ternyata dia sudah menikah Siri". ujar Manda dengan susah payah


Hening..


tidak ada satupun orang yang berbicara di ruangan itu, Baik Bu Ningsih, Rio maupun Mawar.


mereka bertiga sedang memikirkan ucapan dari Manda, mereka bertiga tidak paham dengan apa yang di katakan oleh Manda, namun Sedetik kemudian mereka bertiga berteriak dengan sangat kompak.

__ADS_1


"APA????!!!"


__ADS_2