Suami Pelit Istri Pamit

Suami Pelit Istri Pamit
Akhir


__ADS_3

"iya mbak itu mas Rio". Ujar Tiara seraya mengamati laki laki yang sudah menjadi mantan nya yang kini nampak sedang menyapu koridor rumah sakit yang sepi


Lelaki itu nampak berkeringat, seperti nya ia nampak sedang kelelahan, berulang kali Rio menyeka keringat yang keluar dari dahi nya.


"apa dia sedang bekerja di sini? dia juga memakai seragam OB rumah sakit ini, Tapi mbak baru tahu kalau dia kerja di sini, selama ini mbak gk pernah bertemu atau berpapasan dengan dia". Jelas Nayla


" Entah mbak, seperti nya seperti itu".


Rio telah selesai menyapu, dan mengepel bagian tadi dan saat ia hendak melangkah melewati ruang tunggu di poli kebidanan dan kandungan, tak sengaja manik mata nya melihat seseorang yang dulu sangat ia cintai sedang terduduk bersama seorang wanita hamil besar di samping nya.


Seseorang yang dulu pernah ia sakiti, dan sekarang seseorang itu berada di sini, di hadapan nya.


"Tiara". Lirih Rio


Rio langsung berjalan mendekat ke arah Tiara, meski Rio tahu jika saat ini jam bekerja, namun kesempatan ini tak akan ia sia siakan.


Tiara sendiri menyadari, jika Rio berjalan ke arah nya. Tiara langsung menundukkan kepala bersikap seolah olah tak saling kenal dan biasa saja


"Eh eh Ra, kayak nya dia jalan ke arah kita deh. mau ngapain lagi cecunguk satu itu". Gumam Nayla setengah berbisik saat menyadari Rio yang akan menghampiri


" Gk tau mbak, udahlah gak usah di tanggepin biar saja anggap saja gk kenal". Ucap Tiara yang setengah berbisik juga


Rio sudah tiba di depan Tiara yang sedang menunduk ke arah bawah, sedangkan Nayla sendiri hanya menyaksikan kelanjutan drama yang akan terjadi di hadapan nya saat ini.


"Ra..". Lirih Rio memanggil nama Tiara


Tiara yang di panggil langsung medongakan kepala nya dan menatap seseorang lelaki yang sudah menancapkan luka di hati nya dulu.


Tiara hanya menatap Rio tanpa membuka suara sedikit pun, bahkan tidak membalas sapaan dari Rio.


"Ra, kamu sedang apa ke sini? apa kamu sedang sakit?". Tanya Rio


Namun Tiara masih tetap bergeming dan enggan untuk menjawab perkataan dari Rio.


Rio yang mengetahui hal itu langsung tersadar, mungkin Tiara bersikap seperti itu karena perbuatan nya dulu yang sudah sangat dalam menorehkan luka di hati nya.


"Ra, aku Minta maaf atas semua yang sudah aku lakukan dulu terhadap kamu. aku menyesal sudah melakukan perbuatan yang sangat ceroboh seperti itu, dan kini aku sangat menyesal. aku tidak meminta apapun dari mu Ra, tapi tolong maafkan aku, tapi jika kamu tak mau memaafkan, itu semua keputusan kamu. aku, Ibu, dan Mbak Manda semua sudah mendapatkan balasan nya Ra, aku tahu itu semua karena sikap dan perbuatan kami yang selalu menyakiti mu. Sekarang Ibu terkena stroke di bagian kiri tubuh nya, Mbak Manda suami nya ketahuan selingkuh dan mereka bercerai, dan aku? seperti yang kamu lihat Ra, aku sekarang hanya menjadi OB dan aku juga sudah di tipu oleh Mawar, ternyata anak yang di kandung nya bukan lah darah daging ku". Ucap Rio menjelaskan dengar detail betapa merana nya dia


Tiara sedikit terkejut mendengar perkataan dari Rio, wanita itu juga merasa iba saat mendengar kan hal itu.


"Sudah Mas? Aku turut prihatin dengan apa yang sudah menimpa kamu dan keluargamu, aku sudah memaafkan semua perbuatan kamu dan keluargamu dulu, sekarang aku hanya bisa mendoakan kamu agar hidup mu selalu bahagia ke depan nya". Ucap Tiara dengan tulus, meski ia dulu terluka, namun ia tak bisa menjadi seseorang pedendam.


Menurut nya percuma saja kita sebagai manusia memiliki rasa dendam satu sama lain, rasa dendam itu sendirilah yang akan menghancurkanmu nanti.


Tuhan saja Maha Memaafkan, lantas kenapa kita sebagai manusia tidak mau memaafkan orang lain.

__ADS_1


Menurut Tiara, kisah kelam nya dulu biarlah berlalu, jika tidak ada masa lalu, tidak akan ada juga masa sekarang.


Tiara berterimakasih, akibat rasa sakit dan kecewa nya dulu, kini ia bisa menjadi pribadi yang lebih bijak dan tidak lemah seperti dahulu.


"Terimakasih ya Ra, aku tahu kamu wanita yang sangat baik". Ucap Rio tersenyum, lelaki itu merasa jika beban di tubuh nya jauh lebih ringan, karena ia merasa lega bisa meminta maaf dengan tulus kepada orang yang dulu ia sia siakan.


"Kalau begitu, aku pamit dulu mau membersihkan ruangan yang lain nya". Pamit Rio, namun sebelum lelaki itu pergi, tiba tiba nama Tiara dan Nayla di panggil oleh seorang suster yang berjaga


"Nyonya Tiara Wijaya, dan Nyonya Nayla Mahesa". Panggil Suster


Tiara dan Nayla yang mendengar nama nya di panggil langsung bangkit dari duduk nya dan memperlihatkan perut nya yang tercetak dengan jelas


Rio yang melihat ke arah Perut Tiara langsung terdiam, lelaki itu mematung menatap nya, meski ada sedikit rasa perih di hati nya, melihat wanita yang ia cintai kini kehidupan nya jauh bahagia.


(Ternyata apa yang di katakan Ibu tidak benar, jika Tiara Mandul, selamat ya Ra, aku ikut senang melihat mu sekarang jauh lebih bahagia). Batin Rio seraya tersenyum kecil


"Ra, kamu sedang hamil?". Tanya Rio sebelum Tiara masuk ke dalam ruangan itu


"Iya Mas". Jawab Tiara seraya tersenyum dan menganggukan kepala nya


"Selamat ya Ra, semoga sehat selalu. aku pamit dulu ya". Ucap Rio dan langsung melenggang pergi menjauh dari Tiara yang juga berjalan menuju ke dalam ruangan dokter


...****************...


Nayla sendiri sudah melahirkan seorang putri cantik yang di beri nama Nabila Aprilia Mahesa,


Kini keluarga Mahesa sudah memiliki formasi lengkap.


Alfian dan Tiara sudah tidak sabar lagi ingin bertemu dengan jagoan kecil nya, ya.. Anak Tiara dan Alfian berjenis kelamin laki laki, seorang calon pewaris tahta keluarga konglomerat Wijaya.


Alfian pun semakin mengurangi kegiatan nya di perusahaan, bahkan kini ia kembali menyerahkan perusahaan nya kepada Ayah Damar.


hal ini sengaja di lakukan, agar Alfian mempunyai banyak waktu bersama Tiara.


Untung saja Ayah Damar sangat mengerti, bahkan sangat mendukung dengan apa yang di lakukan oleh putra nya.


"Sayang, apa kamu nggak mau nyari sesuatu atau kamu ingin belanja gitu? ". tanya Alfian pada istri nya saat mereka tengah bersantai


"Nggak ah Mas, belanja mulu. Aku capek tahu terus-terusan belanja". jawab Tiara dengan singkat


"Astaga baru kali ini, aku lihat ada perempuan yang capek belanja, biasa nya perempuan kan suka nya belanja". Ucap Alfian terkekeh, karena sangking gemas nya terhadap Tiara, lelaki itu sampai memeluk istri nya yang di anggap nya unik ini


"Ya udah Mas, aku mau nyiapin makan siang dulu ya buat kamu, habis itu kita tidur siang ya, aku merasa capek banget". Keluh Tiara


"Iya Sayang, Ya udah ayo".

__ADS_1


namun baru saja Tiara hendak melangkah menuju dapur, tiba-tiba terlihat air dan darah yang mengalir dari pangkal paha Tiara.


Alfian yang melihat itu terlihat begitu panik, berbeda dengan Tiara yang masih begitu santai karena untuk saat ini ia sendiri harus tetap tenang.


"udah gak usah panik, seperti nya aku mau melahirkan". ucap Tiara yang berusaha tenang dan tetap saja hal itu membuat Alfian bingung sendiri


"Ka..Kamu tunggu di sini aja sayang, Biar aku ambil perlengkapan nya di kamar. Mbak.. Mbak.. tolong jagain Nyonya Tiara". teriak nya pada ART yang juga terlihat panik


Kebetulan di rumah itu Ayah damar dan Bunda Elisa sedang keluar kota dan kini hanya tinggal mereka berdua di dalam rumah, bersama dengan para art nya .


Tidak lama Alfian sudah datang, sembari membawa tas yang sudah di persiapkan oleh Tiara jauh-jauh hari.


mereka langsung berangkat menuju ke rumah sakit, Sesampai nya di rumah sakit.


Tiara langsung di bawa masuk ke tempat bersalin, sebab Tiara juga sudah mendapatkan pembukaan lima.


"kamu kuat banget sih sayang, bukan nya melahirkan itu sakit ya? kalau kamu nggak mau sakit, kita bisa Cesar". ujar Alfian salut dengan istri nya, yang sama sekali tak mengeluh


Tiara sendiri hanya tersenyum membalas ucapan dari suami nya itu, karena memang apa yang di katakan suami nya itu benar, melahirkan itu sangatlah sakit, semua rasa sakit dari pinggang, perut semua menjadi satu dan itu benar-benar sakit.


Dua jam berada di rumah sakit, pembukaan Tiara semakin bertambah, hingga akhir nya kini ia sudah mendapatkan pembukaan yang lengkap.


kini Alfian bisa melihat bagaimana perjuangan seorang perempuan saat melahirkan, ia bisa melihat keringat Tiara yang sebesar biji jagung membasahi dahi nya.


dokter dan para perawat membantu proses persalinan, dengan Alfian yang selalu memberikan semangat bagi istri nya.


untuk lebih mengejan dengan sekuat tenaga, Tiara pun mengambil nafas panjang dan kembali mengejan hingga dua kali mengejan, dan akhir nya perjuangan pun berhasil.


malaikat kecil ini telah lahir ke dunia dengan selamat, tangis nya pecah membuat Tiara dan Alfian ikut menangis haru.


Alfian mencium pipi dan dahi Tiara dengan mengucapkan banyak terima kasih pada nya, karena ia sudah mau berjuang antara hidup dan mati nya untuk melahirkan sang buah hati tercinta.


sang dokter pun langsung memberikan bayi itu pada Tiara untuk di letakkan di dada Tiara, kini mereka berdua bisa melihat wajah tampan putra nya dengan bibir mungil kemerahan, hidung mancung dan pipi yang Gembul.


apalagi wajah Putra mereka perpaduan antara wajah Tiara dan Alfian, para suster dan dokter pun yang membantu persalinan itu memuji wajah tampan Putra mereka yang memang benar-benar sangat tampan itu.


Mereka menamai putra mereka dengan nama Ravendra Putra Wijaya


Tiara memandangi wajah bayi nya dan wajah suami nya itu secara bergantian, Tiara sendiri tidak pernah menyangka bisa ada di titik seperti ini, titik di mana kehidupan nya penuh dengan kebahagiaan.


ia bersyukur karena sekarang ia sudah di berikan kebahagiaan yang sangat luar biasa, mendapatkan lelaki yang bisa menerima segala kekurangan yang ada pada diri nya dan kini di titipkan seorang malaikat kecil di hidup nya.


Tiara berdoa di dalam hati agar kebahagiaan ini tidak akan pernah hilang dari kehidupan nya, Terimakasih Tuhan:)


TAMAT

__ADS_1


__ADS_2