Suami Pelit Istri Pamit

Suami Pelit Istri Pamit
Kekhawatiran Mawar


__ADS_3

Di tempat lain Mawar terlihat sangat emosi karena pesan yang ia kirimkan ke Tiara tak di respon sama sekali, bolak balik dia melihat ponsel nya dan membuka aplikasi hijau itu. Wanita itu melihat jika pesan yang ia kirimkan sudah di baca namun tidak di balas oleh penerima yang tak lain adalah Tiara, sehingga membuat Mawar mengumpat seperti orang yang kurang waras.


"Kurang ajar wanita sialan itu, berani berani nya dia tak merespon pesan ku!". Ucap Mawar menggerutu


Khawatir itulah yang tengah di rasakan Mawar saat ini, Perkataan Tiara yang mengatakan jika Rio selalu membujuk nya untuk Rujuk membuat nya takut jika Rio dan Tiara akan kembali bersama lagi.


Mawar pun tak mau jika perceraian Rio dan Tiara gagal, apapun pasti akan ia lakukan demi mendapatkan Rio meski harus berbohong jika anak yang tengah di kandung nya anak dari Rio padahal anak itu adalah hasil dari dia menjadi bayi gula.


Sementara Bu Ningsih, Manda, dan Rio baru saja sampai di rumah. Mereka sedikit kesal dengan sikap Tiara saat di pengadilan tadi, selama ini Tiara tak pernah melawan dan membangkang kepada mereka, ternyata saat di pengadilan tadi Tiara melawan.


Rio sendiri telah memutuskan untuk tinggal kembali bersama Ibu dan kakak nya, dia sudah tidak mengontrak lagi. Selain untuk menghemat pengeluaran uang nya, jika Rio masih berada di rumah kontrakan itu, bayang bayang Tiara selalu menghantui nya. Jadi lebih baik Rio pindah dan tinggal kembali di rumah ibu nya.


"Sialan wanita itu sudah berani membuatku malu". Ucap Bu Ningsih dengan geram


"Lagian ibu sih kenapa gk cari tahu dulu, kenapa langsung menuduh Tiara seperti itu". Ucap Rio


",Ya mana Ibu tahu, kamu juga lihat sendiri kan mereka jalan berduaan sambil mengobrol dan terlihat sangat dekat". Ucap Bu Ningsih membela diri nya sendiri


Padahal Tiara tergolong jauh saat berjalan dengan pengacara nya, hanya saja Bu Ningsih melihat Tiara seperti berdekatan karena Bu Ningsih melihat nya dari arah samping.


Sedangkan Rio melihat Tiara yang jauh terlihat lebih cantik, anggun, dan berpakaian modis seperti tadi benar benar menggoyangkan keyakinan nya untuk bercerai dari Tiara.


Tapi yang ada di fikiran Rio saat ini adalah cara untuk menikahi Mawar, apalagi Rio sudah di desak oleh kedua orang Tua wanita itu untuk menikahi Mawar secepat nya, Mawar juga sedang mengandung anak nya, tentu saja lelaki itu tidak tega untuk meninggalkan nya.


"Sok sok an banget wanita sialan itu pakai pengacara segala!".

__ADS_1


"Ya nama nya Tiara orang kaya Bu, pantas saja jika dia sewa pengacara handal". Jawab Rio


"Huh pokok nya Ibu gk mau tahu Yo, kamu harus dapetin harta gono gini di sidang berikut nya! Enak aja kalau wanita sialan itu mendapatkan semua nya". Ucap Bu Ningsih bersungut sungut


Rio yang mendengar perkataan Ibu nya tentang harta gono gini lagi, hanya mampu menggelengkan kepala nya. Sudah berulang kali Rio menjelaskan kepada Bu Ningsih jika harta yang di miliki Tiara bukan milik nya, semua itu murni milik Tiara tanpa campur tangan Rio di sana.


Rio melamun terbayang saat bertemu dengan Tiara dulu, Tiara adalah gadis yang baik, sayang dengan keluarga.


Bahkan selama ini Tiara selalu menjadi istri yang baik dan setia. Bagaimana pun sikap Rio dan juga keluarga nya kepada Tiara, wanita itu selalu bersikap baik tak pernah membangkang dan melawan.


Bayangan bayangan tentang Tiara muncul di fikiran Rio, apakah ia telah menyesal mengkhianati Tiara? Entahlah semakin lelaki itu berusaha melupakan nya, semakin jelas bayang bayang Tiara muncul di fikiran nya.


Manda yang sedari tadi berada di sana hanya terdiam tanpa ikut menyahut obrolan antara Rio dan Bu Ningsih, padahal biasa nya dia akan semamgat untuk ikut menjelek jelekan Tiara.


Tapi hari ini wanita itu terlihat berbeda, dia terlihat sedang melamun memikirkan sikap aneh dari Alex. Entah kenapa Manda memiliki firasat aneh.


"Gk apa apa Bu, Manda hanya gk enak badan aja". Jawab Manda berbohong


"Loh kok bisa? Orang tadi kamu sehat sehat aja kok sekarang malah gk enak badan". Tanya Bu Ningsih lagi


"Ya mana Manda tahu Bu, nama nya tiba tiba sakit. Masak harus di rencanakan dulu". Jawab Manda sedikit kesal dengan kecerewetan Bu Ningsih


"Ya udah Manda mau istirahat dulu Bu". Pamit Manda yang hendak menuju kamar nya


"Lah si Risa siapa yang jemput?"

__ADS_1


"Kan ada Mas Alex nanti yang akan menjemput nya". Ucap Manda melenggang pergi menuju kamar nya, begitu pula dengan Bu Ningsih, wanita paruh baya itu juga melangkahkan kaki nya menuju kamar nya.


Setelah Alex di PHK, Manda sedikit kewalahan tentang perekonomian nya saat ini. Sebab dia harus memakai uang yang di berikan Rio untuk kebutuhan sehari hari, uang sekolah Risa, dan lain lain.


Sedangkan Alex sendiri masih belum mendapatkan pekerjaan, lelaki itu kegiatan nya hanya pergi pagi hingga pulang petang dengan alasan ke rumah Ibu nya.


Tiba tiba ada suara familiar yang menyapa Rio, lelaki itu sendiri sedang melamun memikirkan Tiara.


"Mas.. Mas Rio". Ucap nya


Ternyata itu adalah Mawar, entah kenapa tumben sekali Mawar datang kemari tidak memberitahu kepada Rio. Biasa nya wanita itu akan meminta Rio untuk menjemput nya


"Eh.. Sayang kok kamu bisa ada di sini". Tanya Rio yang langsung tersadar dari lamunan nya, sebab tangan nya di guncang dengan sangat keras


"Ihh apaan sih Mas, Emang gk boleh calon istri mu ini datang ke rumah ini". Ucap Mawar mencebikkan bibir nya


"Bukan gitu sayang kan bisa Mas jemput, ingat kamu gk boleh kecapekan kasihan baby nya nanti". Ujar Rio seraya mengelus elus perut Mawar yang masih rata


"Ya habis nya kangen, Mas apa bener kamu selalu meminta rujuk kepada Tiara?". Tanya Mawar To the poin


Kedatangan Mawar ke rumah Rio bukan semata hanya untuk bertemu Rio saja, namun wanita itu juga ingin menanyakan dan memastikan apa yang di ucapkan Tiara tadi tidaklah benar.


Rio langsung gelagapan setelah mendengar pertanyaan Mawar tentang diri nya yang selalu membujuk Tiara untuk kembali Rujuk pada nya


{kenapa Mawar bisa tahu}. Ucap Rio di dalam hati

__ADS_1


"Em enggak lah sayang ngapain sih aku mengajak rujuk Tiara, sekarang yang paling terpenting di hidup aku adalah kamu dan anak kita". Ucap Rio tersenyum manis ke arah Mawar


Pipi wanita itu langsung memerah, Mawar malu dan senang ketika Rio mengatakan jika diri nya lah yang paling penting di hidup Rio.


__ADS_2