
"Jadi kalian berdua mau foto Pra weeding di mana nih". tanya Manda Yang penasaran akan fotografer di pernikahan adik nya itu
" Aku mau foto di tempat nya Bang Jojon aja deh Mbak, soal nya tempat dia kan udah terjamin kualitas nya dan kebetulan Ibu juga sudah kenal sama dia, tadi pagi Ibu sudah menelpon Bang Jojon agar siang ini aku bisa ke sana sama mas Rio, maka nya aku datang kemari untuk memberitahukan ini kepada mas Rio dan nanti siang akan berangkat bersama sama menuju studio Bang Jojon". kata mawar menjelaskan kepada manda
tadi pagi memang benar jika ibu nya mawar mengatakan, bahwa ia sudah menghubungi Bang Jojon agar mereka berdua bisa foto di dalam studio saja dan hasil foto itu akan di edit sedemikian rupa supaya terlihat mereka berdua Rio dan juga Mawar sedang melakukan pra wedding di suatu tempat, dan Mawar pun juga sudah setuju akan hal itu. dari pada tidak ada sama sekali foto pra wedding nya, lebih baik dia mengikuti saran dari ibu nya saja dan untung nya Rio beserta calon ibu mertua nya juga ikut mendukung dengan saran yang di katakan itu.
"yang di tempat Bang Jojon itu nggak bagus loh War! ". kata Manda sambil mencibir karena tidak setuju dengan pernyataan mawar
"terus gimana Mbak? apa Mbak ada saran, soal nya kan selama ini keluarga ku sudah selalu langganan di tempat Bang Jojon dan menurut kami pekerjaan dia cukup bagus kok". kata mawar yang ingin tahu
" Gini War, Mbak punya kenalan teman kok. dia salah satu seorang fotografer dan dia memang punya Studio di dalam nya. Jadi kalian bisa foto-foto di dalam sana dan nanti akan di edit, pasti bagus deh. gimana mau kan?". tanya Manda sambil mengambil ponsel nya seperti sedang ingin menghubungi seseorang
__ADS_1
"mawar hanya bisa menggangguk kan kepla nya dengan kaku, saat melihat Rio memberi kode kepada nya saat itu..
Wanita takut untuk membantah perkataan Manda, Karena bagaimana pun juga Manda sudah memiliki niat baik untuk membantu mereka mencari seorang fotografer yang handal, tetapi sebenar nya Mawar juga tidak enak jika ibu nya tahu kalau dia tidak jadi menggunakan jasa bang Jojon kali ini, seperti apa yang di katakan oleh Ibu nya
"Ya udah deh kalau gitu, boleh deh Mbak. aku ikut aja apa kata Mbak Manda! ". kata mawar dengan cepat
"Nah gitu dong, Ya udah Mbak kirim pesan dulu ya sama temen Mbak. Nanti kalian ke sana aja langsung, mau bareng Mbak juga boleh". kata manda dengan santai yang langsung di angguki oleh mawar dan juga Rio
"Oh iya Mas mengenai mahar? apa cuma emas 24 gram aja yang kemarin kamu kasih sama aku nanti nya?". tanya mawar secara tiba-tiba
"soal nya kemarin kan aku ke pernikahan temen aku tuh, mereka semua pada koar koar mengenai mahar teman aku yang menikah itu. dan juga beberapa teman aku yang lain mengira kalau kamu juga akan memberikan mahar yang mewah untuk aku Mas, keluarga aku juga punya pemikiran seperti itu sih". kata Mawar lagi menyambung kalimat nya
__ADS_1
Rio langsung merutuki diri nya sendiri yang kemarin dengan enteng berkoar-koar mengenai mahar milik teman Mawar itu tidak sebanding dengan mahar yang akan di berikan nya untuk Mawar, soal nya kemarin mawar sempat menunjukkan dan bercerita tentang mahar yang di dapatkan oleh teman nya. dan Rio pun meyakinkan kepada mawar Jika ia akan melakukan yang terbaik untuk mawar bahkan jika ingin menambah mahar Ia pun akan melakukan hal itu maka dari itu, jika waktu bisa di ulang kembali maka Rio sendiri tidak akan melakukan hal tersebut karena pada ujung-ujung nya dia juga yang akan susah seperti sekarang ini.
sedangkan Manda dan juga Bu ningsih masih saling berpandangan satu sama lain, mereka berdua seolah sedang mencari solusi mengenai apa yang akan mereka lakukan dalam situasi saat ini
"heemm... ya pasti nya dong sayang, pasti ada Lagi mahar untuk kamu yang sudah Mas siapkan. kamu tenang aja ya pokok nya mahar untuk kamu juga nggak kalah mewah kok dari pernikahan temen mu itu. gimana kalau di tambah dengan 50 gram emas lagi, Jadi total nya 74 gram emas untuk mahar pernikahan kita. gimana? kamu suka kan sayang". tanya Rio dengan nada lembut seraya menatap ke arah Mawar dengan tatapan lekat
namun hal itu langsung sukses membuat bu Ningsih dan juga Manda melotot kan mata nya dengan kaget, mereka tidak mempercayai apa yang baru saja Rio katakan. jika ia akan menambah 50 gram emas lagi untuk mahar yang akan dia berikan kepada mawar dan darimana uang itu berasal? itu adalah pertanyaan nya sekarang ini.
"beneran Mas kamu mau nambah emas 50 gram lagi buat mahar kita?". kata mawar yang sedikit membolak kaget, terlihat jelas kalau saat ini wanita itu sedang berada di dalam rasa antara percaya dan juga tak percaya dengan kata-kata yang di sampaikan oleh Rio.
"Beneran dong sayang, buat wanita yang paling aku sayangi, Ibu dari anak-anak ku nanti dan wanita yang akan menemani ku hingga akhir hayat ini. Apapun akan aku kasih buat kamu, Aku berjanji akan membahagiakan mu selalu sayangku..". ujar Rio mulai menggombal kepada mawar, sehingga membuat Mawar tersipu malu karena Rio menggombali nya di hadapan keluarga Rio.
__ADS_1
Wajah bu Ningsih dan juga Manda yang masih terkejut mendengar pernyataan dari Rio tadi, lantas tersadar dan mereka berdua langsung menatap Rio dengan pandangan yang memperingatkan. memang uang yang mereka pinjam dari Bude Tarik itu masih sisa sekitar 70 juta lagi, tapi masa iya semua mau di habiskan begitu saja? Bagaimana dengan cicilan bunga nya untuk bulan depan, jika uang itu semua di habiskan tak tersisa.
mereka berdua langsung tidak terima dengan keinginan Rio menggunakan uang itu untuk menambah Mahar, padahal sisa uang itu ingin di pakai Okeh manda untuk membuka sebuah usaha apa saja dan sisa nya akan di pakai oleh Bu Ningsih untuk menambah koleksi emas-emas Milik nya, jadi jika semua di habiskan untuk mahar pernikahan mawar lalu mereka berdua dapat apa?