Suami Pelit Istri Pamit

Suami Pelit Istri Pamit
Bertemu lagi?


__ADS_3

Bu Ningsih terus saja mengumpat dari tadi pagi, semenjak diri nya melihat Tiara di televisi yang menayangkan acara pesta mewah perusahaan nya.


Dia kesal, sangat kesal. Seharus nya hari itu dia bisa muncul di hadapan semua orang sebagai mertua nya Tiara. Dan menegaskan pada semua orang bahwa dia masih memiliki hak atas harta yang di miliki wanita itu.


"Arrgggghh... Ini semua gara gara wanita sialan itu! Kenapa juga dia harus berbohongdan menyembunyikan hal sebesar ini? Dan juga Rio, kenapa juga anak itu menghalangiku? Seharus nya ia mendukungku untuk melakukan semua nya! bukankah semua yang ku lakukan juga untuk nya! Memang dasar anak itu!". Geram Bu Ningsih setiap kali diri nya mengingat kejadian saat ia melihat Tiara di TV itu


"Anak itu bodoh atau bagaimana sih? Seharus nya Rio memperjuangkan hak nya memiliki harta itu, bukan malah menjadi seorang pengecut seperti ini'". Teriak Bu Ningsih


Setiap waktu bahkan menit saat diri nya pulang dari rumah sakit, ia menggerutu hal yang sama. Apalagi ia tidak pernah tahu dimana Tiara tinggal sekarang. Diri nya semakin kesal saat membayangkan kehidupan wanita itu dalam kemewahan, rumah yang besar, kendaraan, pakaian yang bagus dan modis, perhiasan mewah, liburan dan berbelanja. Uuuhhh Bu Ningsih jadi geram dan greget sendiri membayangkan semua itu terjadi pada diri nya.


Bu Ningsih sudah berusaha mencari tempat tinggal mantan menantu nya itu, tiap hari dia menscroll sosial media milik Tiara, namun belum juga berhasil mendapatkan alamat tempat tinggal Tiara.


Terlebih diam diam ia pernah mendatangi perusahaan Tiara, tempat dimana Rio juga bekerja, waktu itu Manda dan Rio tidak mengetahui kepergian nya ke kantor itu. Karena Rio sedang cuti libur dan Manda pergi entah kemana.


'Kilas Balik Bu Ningsih pergi ke Perusahaan Mahesa'


Bu Ningsih mendatangi kantor itu untuk menemui Tiara, tapi satpam tak pernah mengizinkan diri nya untuk masuk. Meski dia sudah memaksa dan mengatakan jika diri nya memiliki urusan yang penting.


"Maaf Buk, anda tidak di perbolehkan masuk ke dalam gedung kantor". Cegat seorang satpam saat Bu Ningsih berjalan nyelonong untuk masuk ke area gedung kantor mahesa.


"Apa sih ini! Kau jangan menghalangi ku seperti ini! Kau tidak tahu, jika aku bagian dari pemilik perusahaan ini!". Sentak Bu Ningsih dengan nada angkuh seraya mengangkat dagu nya saat berbicara

__ADS_1


Satpam itu mengernyit heran, setahu nya ia tak pernah melihat wanita paruh baya ini berseliweran di perusahaan. Dan dia mengatakan jika diri nya bagian dari perusahaan ini, bahkan satpam itu bingung. Dia sama sekali tidak mengenali nya, bahkan dia sendiri sangat mengenali siapa saja orang orang penting di perusahaan. Satpam itu mendengus geli sambil terkekeh, karena mengira jika wanita paruh baya di hadapan nya saat ini tengah halu


"Aduuh Ibu, jangan kebanyakan mimpi! Maaf ya Bu, sebaik nya Ibu sekarang pulang saja, takut nya kalau lama kelamaan berada di luar rumah penyakit asam urat mu kambuh, dan kami yang akan repot. Mending sekarang istirahat di rumah saja". Celetuk seorang satpam dengan santai nya


Bu Ningsih yang mendengar perkataan dari satpam itu tak terima, dia menatap satpam itu dengan tatapan yang di penuhi dengan amarah, ia berkacak pinggang dan berbicara dengan lantang. Bahkan banyak orang dan karyawan yang berseliweran di sekitar sana menatap aneh pada diri nya.


"Heh, satpam kurang ajar! Kau tak tahu siapa saya hah? Saya adalah mertua nya Tiara, saya masih keluarga dari Tiara, berani sekali kau berbicara tak sopan seperti itu kepada ku! Kau mau aku adukan dan kau akan di pecat!" Bentak Bu Ningsih tak terima di hina seperti itu oleh seseorang yang jabatan nya hanya sebagai satpam


"Baru saja jadi satpam sudah belagu, kalau saya adukan, mereka akan memecat mu! biar saja, biar tau rasa kau!". Sambung Bu Ningsih percaya diri, seolah olah diri nya memiliki kekuasaan di kantor itu


Satpam itu terlihat kesal mendengar wanita paruh baya itu sangat keras kepala, tak lama ia mendapatkan telpon yang dengan sigap langsung ia angkat. satpam itu terlihat mengangguk mengerti kalu mematikan sambungan telpon tersebut. Ia kembali mendekat ke arah Bu Ningsih yang berada di depan gerbang kantor.


"Bu, sebaik nya silahkan anda pulang dan pergi dari sini. Jangan membuat keributan di lingkungan kantor ini, nanti malah mengganggu pekerjaan di sini. Maaf, silahkan pergi". Ucap sang satpam dengat tegas


Kedua orang itu saling berdebat karena kekeh dengan ucapan mereka masing masing, karena sudah sangat kesal, sang satpam langsung berlalu pergi setelah mengucapkan beberapa perkataan.


"Maaf, Nyonya Tiara sedang tidak ada di kantor, Beliau tengah ada urusan di Paris, jadi saya mohon, sebaik nya anda pulang sekarang juga. Permisi!". Tegas sang satpam lalu beranjak pergi meninggalkan Bu Ningsih di luar gerbang.


Bu Ningsih berteriak tak terima kala satpam itu meninggalkan nya di luar gerbang, tapi Bu Ningsih langsung tersadar dengan kata 'Paris' berarti itu di Luar Negeri, dan Tiara saat ini tengah berada di Paris? Bu Ningsih tentu saja langsung terbakar mendengar perkataan yang di ucapkan satpam itu, seharus nya jika dia masih menjadi mertua Tiara tentu saja dia juga akan ikut berlibur ke Paris.


"Dasar wanita sialan! Mentang mentang sudah jadi boss, ia jadi sombong dan sangat serakah! Pakek acara foya foya ke luar negeri lagi!. Decak Bu Ningsih sebal.

__ADS_1


Setelah hari ia pergi ke kantor Tiara itu dia selalu merasa kebakaran jenghot dan emosi nya tak karu karuan.


...****************...


Hari ini Tiara baru saja pulang dari perjalanan bisnis nya di Paris, ada beberapa proyek yang akan ia kerjakan di negara itu. Tiara pergi tak seorang diri, ia pergi bersama dengan Bintang.


"Kak, apakah ada jadwal penting hari ini?". Tanya Tiara saat mereka baru saja menginjakan kaki nya di Bandara


"Hemm, seperti nya Free". Jawab Bintang


"Wah bagus dong, aku mau ke salon untuk melakukan spa sudah sangat pegal pegal sekali badan ku semua". Ujar Tiara dengan merenggangkan otot otot nya yang terasa pegal


"Baiklah, apa mau kakak temani?". Ujar Bintang menawarkan diri nya


"Tidak perlu kak, aku akan pergi sendiri". Sahut Tiara


Tiara dan Bintang pun langsung masuk ke dalam mobil, setelah mengantarkan Tiara ke salon, Bintang pun kembali melajukan mobil nya.


Saat Tiara tiba di salon ternama, dirinya di sambut hangat dan ramah oleh para pegawai nya. Tiara pun langsung di giring ke sebuah ruangan VVIP.


Di sisi lain, Bu Ningsih, dan Manda yang di ajak Mawar bertandang ke sebuah salon Mewah di pusat kota. Salon itu selalu ramaiboleh pengunjung, karena memang pelayanan nya yang sangat memuaskan.

__ADS_1


Apakah mereka mengunjungi salon yang di mana Tiara juga berada di sana?


__ADS_2