
Tak terasa Rio sudah bekerja selama lima hari lama nya di perusahaan cabang milik Wijaya Group, bertepatan hari ini juga Rio akan membayar cicilan hutang yang sudah jatuh tempo.
{Yo, jangan lupa hari ini harus membayar cicilan hutang kita, soal nya Mbak sudah di hubungi terus menerus sama renteiner tua itu, dan Mbak bilang jika nanti sore setelah kamu pulang kerja akan membayar nya} Isi Pesan yang di kirim Manda, yang sudah di baca oleh Rio
"Huuuuffttt... ". Suara Rio menghela nafas nya dengan berat
" Baru juga kerja beberapa hari, sudah di beri pekerjaan sebanyak ini, gaji nya juga kecil, kalau bukan karena tidak butuh uang, aku juga tidak mau bekerja di perusahaan kecil seperti ini. apalagi pesan dari Mbak Manda ini, aakhh membuat kepala ku ingin pecah saja". Gerutu Rio merasa kesal
Memang Rio bekerja di anak cabang milik Wijaya Group, kantor ini tidak sebesar kantor utama yang berada di pusat, Rio juga bekerja sebagai pegawai biasa yang tak memiliki wewenang apa apa di perusahaan ini.
Pemilik perusahaan Wijaya memiliki seorang anak laki-laki yang tentu saja akan menjadi pewaris dari perusahan Wijaya, dan kabar nya pewaris perusahaan Wijaya akan berkunjung pada hari ini.
"Rio, tolong kamu foto copy berkas ini dua lembar ya". Ujar Pak sapto, kepala bagian divisi Rio bekerja
"Baik Pak". Sahut Rio dengan lesu
Tak ada pilihan Lain, kini Rio harus menerima pekerjaan nya dengan berlapang hati, biasa nya saat masih bekerja di Perusahaan Mahesa dengan jabatan Manager, ia yang selalu menyuruh nyuruh bawahan nya, tapi sekarang justru diri nya lah yang di perlakukan seperti itu.
...****************...
seorang pria yang cukup familiar bagi Alfian sedang berjalan menunduk dengan membawa berkas di tangan nya, Alfian yang merasa penasaran pun berjalan mendekat pada pria itu sebelum melanjutkan langkah nya menuju ke lift utama untuk membawa nya ke ruangan atas di mana ruangan CEO berada.
hari ini Alfian dipanggil ke kantor untuk bertemu dengan jajaran tinggi perusahaan cabang.
" Heeemm". Alfian berdehem
lelaki itu pun spontan menoleh dan dia terlihat terkejut saat melihat Alfian berada di depan nya, sama hal nya dengan Alfian yang malah lebih terlihat terkejut.
"Eehh Pak Al..Alfian".
Orang itu adalah Rio, Ya! pria yang membuat Alfian kaget itu ternyata adalah Rio yang bekerja di perusahaan cabang milik keluarga nya
" Lo kerja di sini?". tanya Alfian
"Iya, Lo kok ada di sini? ". jawab Rio lalu balik bertanya
__ADS_1
Alfian sungguh tak menyangka dia akan menjadi bos dari mantan suami calon istri nya itu, Alfian mengenal Rio sebagai pecundang yang pernah menghianati Tiara dan juga beberapa kali melihat jika Rio ingin menggoda calon istri nya.
lalu lihatlah sekarang tak menunggu sampai bertahun-tahun, Rio terjerembak ke dalam nasib yang cukup tragis, dari seorang pria kantoran yang perlente sampai bisa memainkan dua wanita sekaligus, sekarang hanya menjadi seorang pegawai biasa di perusahaan nya.
" Pak Alfian".
Danu, salah satu orang kepercayaan Pak Damar muncul lalu menyapa Alfian dengan sikap yang ramah
Rio agak keheranan, Kenapa pak Danu yang ia kenal sebagai orang penting di kantor itu malah menyapa Alfian dengan sikap yang sangat hormat.
"anda sudah di tunggu di ruangan meeting Pak, Apa Anda bisa bergabung sekarang". kata pak Danu lagi
"Oke saya akan segera ke atas". jawab Alfian
Rio semakin keheranan Sejak kapan Alfian tiba-tiba menjadi tamu Kehormatan di kantor perusahaan ini, Apa hubungan Alfian dengan kantor ini? tanya Rio di dalam hati
"silahkan Pak". ujar pak Danu mempersilahkan Alvfian agar berjalan lebih dulu
"terima kasih".
saat Pak danu ingin pergi, Rio yang sangat penasaran menahan langkah pria itu agar bisa bertanya
"Maaf Pak, ngomong-ngomong kenapa ada Pak Alfian di kantor ini? ". tanya Rio menahan kepergian pak Danu
" Loh, kamu emang nya nggak tahu tahu, Pak Alfian Wijaya itu bos kita semua". jawab Pak Danu dengan jelas, tapi itu malah membuat Alfian bingung
"Bos? Bos bagaimana maksud nya pak?". Tanya Alfian lagi
"dia itu CEO resmi di kantor ini, dia merupakan pewaris perusahaan Wijaya".
Rio sampai ternganga, ia lupa jika Alfian merupakan anak dari keluarga Wijaya. dan apa ini? Rio bekerja di anak cabang Wijaya Group
"Shitt!! Kenapa aku bisa lupa jika nama Alfian ada Wijaya nya, argghhh... kenapa bisa aku bekerja di perusahaan saingan ku, bodoh! bodoh! bodoh! ". Rio merutuki diri nya sendiri dalam hati dengan mengacak ngacak rambut nya secara kasar
"lanjutkan pekerjaanmu". kata pak Danu lalu pergi meninggalkan Alfian yang masih terdiam diri bagaikan patung begitu tahu kalau Alfian Wijaya adalah pewaris dan pemimpin pada perusahaan Wijaya.
__ADS_1
"Kenapa sih kehidupan orang-orang itu enak-enak banget, kenapa bukan gue aja yang terlahir sebagai anak dari keluarga Wijaya, tapi meskipun begitu gue nggak akan mundur untuk merebut perhatian Tiara lagi". Gumam Rio
perasaan Rio kini semakin kalut seharian ia merasa kesal, kini jam pulang kantor, ia pun keluar dari kantor menggunakan sepeda motor nya untuk pulang ke rumah, apalagi nanti ia akan di tagih uang untuk membayar cicilan hutang nya pada Rentenir Tua itu.
sesampai nya di rumah, Rio langsung meletakkan helm nya di motor dan langsung berjalan memasuki rumah, terlihat bu Ningsih yang sedang menonton acara TV kesukaan nya
" Eh kamu Yo, udah pulang? ". Tanya Bu Ningsih saat melihat Rio memasuki rumah
" Iya Bu, Mawar mana Bu kok rumah kelihatan sepi?". Tanya Rio saat tak mendapati Mawar yang biasa nya akan menyambut diri nya saat pulang bekerja
"Gk tahu tuhh, tadi kata nya izin pergi tapi gk tahu kemana, soal nya gk ada tuh bilang sama Ibu". Jawab Bu Ningsih dengan sinis
"Ohh Ya sudah Bu, Rio mau ke kamar dulu, Mau bersih bersih badan". Ucap Rio lalu beranjak dari duduk nya dan berjalan masuk ke dalam kamar
" Ya sudah habis Mandi, jangan lupa makan itu Ibu sudah masak makanan kesukaan kamu". Ujar Bu Ningsih
Rio masuk ke dalam kamar nya dan berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri nya, saat Rio masih sibuk dengan ritual mandi nya.
Tiba tiba pintu kamar terbuka dan menampakkan Mawar yang tengah menenteng beberapa papper bag yang berisi baju baju, tas, dan sepatu yang sudah ia beli tadi saat di Mall.
Saat Mawar tengah melihat lihat lagi baju yang sudah ia beli, pintu kamar mandi terbuka menampakkan Rio yang memakai handuk di lilitkan di pinggang nya.
"Eh Mas, kamu sudah pulang?". Tanya Mawar kepada suami nya
" Iya, apaan itu? kamu habis dari belanja?". Tanya Rio
"Iya Mas, lihat deh ini baju nya bagus banget kan". ujar Mawar gembira
"Iya bagus kok sayang, hemmm.. sayang mana uang yang mau Mas pinjam, soal nya hari ini Mas akan membayar cicilan hutang nya". Ujar Rio
" Lahh ini Mas uang nya sudah aku belanjakan semua". Jawab Mawar
"APA??? ".
" Kamu bercanda kan sayang, aduuhhh.. gimana ini kalau Mas gk bisa bayar hari ini, kita akan di usir dari rumah ini sesuai dengan perjanjian nya". Ucap Rio dengan gusar
__ADS_1
"Ya gimana Mas, aku fikir Mas Rio kan sudah bekerja, otomatis Mas akan dapat Gaji kan, jadi ya aku belanjakan saja uang itu". Ucap Mawar dengan santai