
Perasaan hati yang bahagia, membuat Alfian Tak sabar untuk segera sampai di apotek terdekat.
di sepanjang perjalanan, Alfian terus berdoa jika apa yang ia harapkan akan benar-benar terwujud.
Tak Butuh waktu lama, lelaki itu pun sampai juga di depan Apotek dan Ia pun segera masuk ke dalam untuk membeli apa yang ia perlukan.
setelah selesai, Alfian Langsung kembali pulang. karena jalanan yang cukup Lenggang, membuat Alfian bisa lebih cepat sampai ke rumah.
Alfian pun segera meminta Tiara untuk mencoba tespack tersebut, Tiara pun yang juga tak sabar langsung saja beranjak menuju ke kamar mandi.
setelah menunggu beberapa menit, akhir nya terlihat jelas dua garis yang begitu mereka idam idamkan.
Alfian pun langsung reflek memeluk dan menciumi wajah Tiara bertubi-tubi, Alfian juga sampai menangis terharu saat mengetahui jika istri nya benar-benar hamil.
ini adalah kado terindah yang pernah Alfian terima selama ini, tangis haru kedua nya benar-benar membuat Siapa saja yang melihat nya akan ikut terharu.
tak henti-henti nya mereka berdua mengucapkan rasa syukur dengan apa yang mereka dapatkan kali ini.
"Mas, Aku beneran hamil kan? aku tidak sedang bermimpi kan? ". seru Tiara kegirangan
"Iya sayang, apa kita periksa Sekarang aja. kebetulan kan rumah sakit juga masih buka, kita bisa saja ke sana gimana?". Ujar Alfian yang sudah tak sabar ingin memastikan kehamilan istri nya pada dokter
"nggak usah Mas, besok aja. Sekarang sudah sangat malam".
Alfian pun mengotak atik ponsel nya dan menghubungi pihak rumah sakit untuk mendaftarkan Tiara besok pada dokter Wisnu yang menjadi dokter keluarga nya.
Alfian dan Tiara akhir nya Pergi ke kamar Bunda nya untuk memberitahukan kepada ayah damar dan Bunda Elisa tentang kehamilan dari Tiara
"Bun.. Bundaa...". Teriak Alfian memanggil Bunda Ellisa
" Apa sih Al, kok teriak teriak gitu. ini rumah bukan hutan".
"Hehehe.. Maaf Bun, Bun Alfian dan Tiara punya hadiah buat Bunda sama Ayah". ucap Alfian
"Hadiah Apa? Bunda kan hari ini gk ulang tahun, sayang kamu sudah mendingan, gimana? udah enakan badan nya?". Tanya Bunda Ellisa ketika melihat Tiara baru saja datang menghampiri
" Sudah Bun, Tiara sudah baikan". Sahut Tiara sambil tersenyum
"Bun, ini buat Bunda". Ucap Alfian memberikan sebuah kotak yang memang sudah di persiapkan oleh Alfian dan Tiara tadi saat di dalam kamar
" Apa ini?". Tanya Bunda Ellisa penasaran
"Buka aja Bun".
Bunda Ellisa pun membuka nya, dan betapa terkejut nya, wanita paruh baya itu terdiam beberapa menit lalu melihat ke arah Tiara dan juga Alfian secara bergantian
" Sayang, kamu hamil? ". Tanya nya dan di angguki oleh Tiara seraya tersenyum lebar
Bunda Ellisa langsung memeluk menantu nya itu, rasa bahagia dan harus sekaligus membuncah di dada nya.
" Terimakasih Sayang, Al.. kamu harus jaga cucu Bunda ini, dan kamu harus menuruti apapun keinginan Tiara dan anak kamu". Ucap Bunda Ellisa di sela tangis haru nya
"Siap Komandan, Laksanakan". Sahut Alfian
__ADS_1
Mereka semua tertawa berbahagia, perasaan haru dan bahagia menyelimuti keluarga Wijaya.
...****************...
Pagi ini, Alfian sedang menunggu Tiara yang masih bersiap dengan penuh semangat.
hari ini baik Ia dan Tiara, kedua nya tidak akan pergi ke kantor. mereka akan pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan calon anak mereka.
Tiara keluar dari walk in closed memakai dress selutut dengan sepatu yang berhak jenis tahu setinggi 5 cm.
"Sayang, ganti sepatu nya yang flat aja jangan seperti itu". Ucap Alfian yang langsung bangkit dari duduk nya dan menghampiri istri nya
"Emang kenapa? aku cocok pakai sepatu ini Mas". jawab Tiara
" Ya nggak gitu sayang, aku ngeri ngeliat nya. kamu pakai yang rata aja ya".
"gk apa apa Mas, nggak ada yang cocok sama baju ini. udah ya, ayo kita berangkat sekarang".
"ya udah deh, habis dari rumah sakit kita belanja sepatu yang banyak, kita borong semua sama warna. pokok nya kamu jangan pakai yang tinggi-tinggi kayak gitu, nanti aku yang jantungan".
" Hemm kenapa jadi rewel banget sih calon bapak ini". ujar Tiara menggelengkan kepala nya sambil melangkah keluar dari kamar
"Sayang hati-hati jalan nya".
"Awas hati hati". Teriak Alfian cepat saat Tiara hendak menuruni tangga dengan Alfian yang terus mengatakan hati-hati dan jangan berjalan terlalu cepat
" ya udah besok kita pindah kamar ke lantai satu aja ya, atau pasang lift aja". ucap Alfian setelah mereka berada di lantai 1
"sayang, suamiku yang paling ganteng.. kamu tenang dikit bisa nggak? kalau kamu panikan gini, nanti aku ikut panik loh". Ucap Tiara sambil menghela nafas nya
"maaf, tapi besok pasang lift aja ya. tangga nya untuk sementara aku tutup, biar kamu nggak bisa lewat".
" Huft terserah kamu aja". ucap Tiara akhir nya
mereka berdua keluar dari rumah, lalu masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi belakang, karena mereka akan pergi di antar oleh sopir.
Tiara melarang dengan keras Alfian yang menyetir sendiri, karena lelaki itu kurang tidur.
karena saking bahagia nya mengetahui jika Tiara sedang hamil, bahkan semalaman lelaki itu mengelus-ngelus perut Tiara.
Lelaki itu berkata ingin merasakan kehadiran anak nya di dalam perut istri nya itu, padahal janin di dalam perut Tiara saja mungkin masih sebesar biji kacang ijo.
kini mobil melaju dengan kecepatan sedang, karena Alfian melarang keras sang sopir untuk kebut-kebutan dan tiba tiba nanti merem mendadak.
Tiara sendiri yang mendengar cerewet nya Alfian akhir nya minta Alfian untuk terdiam dan berpesan agar menyetir hati-hati kepada Pak sopir.
"sayang kamu nggak usah kayak gitu, bikin pusing tahu".
"aku nggak mau ada guncangan sedikitpun sayang, nanti kasihan anak kita". Ucap Alfian
Tiara menghela nafas dengan panjang
"Sayang, please deh... anak kita itu kuat, jadi jangan berlebihan yaa, ingat berlebihan itu nggak baik loh". Ucap Tiara
__ADS_1
Alfian pun menggangguk dan dia hanya mencoba berusaha memberikan yang terbaik untuk istri dan anak nya, dia Jadi tidak sabar untuk mengumumkan kepada keluarga besar nya tentang kehamilan Tiara.
tiba di rumah sakit, mereka masuk ke poli di mana dokter yang sudah membuat janji bersama mereka berada.
seorang dokter perempuan paruh baya, salah satu rekan kerja dari Dokter Wisnu, karena Alfian sendiri melarang, tidak di perbolehkan dokter laki-laki dan tidak di perbolehkan juga dokter yang masih muda.
setelah selesai melakukan pemeriksaan, ternyata bayi dalam kandungan Tiara sekarang sudah berusia 4 Minggu, kondisi nya pun baik, begitupun juga dengan Tiara.
karena ini merupakan kehamilan yang pertama untuk Tiara, sang dokter mewanti-wanti untuk tidak melakukan pekerjaan yang berat dan dokter pun memberikan sebuah resep dan vitamin untuk ibu hamil.
puas menanyakan banyak hal, mereka berdua pamit undur diri. kedua nya keluar dari ruangan dokter dengan wajah yang bahagia, terutama Alfian, bibir nya tidak lelah untuk tersenyum.
selesai dari rumah sakit, Tiara dan Alfian berkunjung untuk ke kediaman keluarga Mahesa untuk memberitahukan tentang kehamilan Tiara kepada kakak nya.
tiba di sana Tiara dan Alfian sudah di sambut oleh Nayla dan juga bintang, karena mereka berdua memang sudah janjian terlebih dahulu, dengan alasan Alfian ingin membicarakan sesuatu yang penting kepada Bintang.
kini Alfian mengambil alih fokus semua orang, dan lelaki itu meminta semua nya untuk tenang, karena dia akan mengumumkan sesuatu.
"Tiara hamil Kak". ucap nya kemudian yang membuat Bintang dan Nayla yang mendengar nya terkejut
"ya ampun, Selamat ya dek". Ujar Nayla dengan mata yang berkaca-kaca, Wanita itu menghampiri Tiara dan memeluk nya, seraya mengucapkan selamat dengan begitu tulus.
"Kakak boleh usap nggak? ". tanya Tiara yang ikut berkaca-kaca seraya menggangguk memperbolehkan Nayla untuk mengusap perut nya yang masih rata, Tiara sendiri tahu bagaimana perasaan dari Kakak Ipar nya itu, Tiara sendiri tidak bermaksud untuk menyakiti Kakak Ipar nya.
Nayla tersenyum, air mata kembali mengalir di pipi nya.
"selamat ya, sehat-sehat di dalam sana. dan doain tante juga biar bisa secepat nya ya". ucap Nayla yang membuat semua orang terdiam mengucap kata Amin atas segala harapan Nayla
Bintang sendiri yang juga mendengar doa sang istri berusaha agar tetap tenang, meskipun leher nya terasa di cekik karena menahan agar ia tidak menangis.
usia pernikahan mereka hampir satu tahun, Nayla juga sudah sehat, tapi entah sampai saat ini tanda-tanda kehamilan juga belum terlihat.
Sudah beberapa kali Mereka mencoba melakukan tes, tapi terpatahkan oleh kenyataan, mungkin usia pernikahan mereka belum seberapa di bandingkan pasangan yang lain nya yang sudah lebih lama mendambakan momongan seperti diri nya.
Nayla selalu berharap jika ia segera memiliki momongan, namun bintang tidak akan mempermasalahkan tentang itu, tapi keinginan wanita yang di cintai nya belum juga di kabulkan, sebagai seorang suami Ia juga merasa sedih saat melihat istri nya sedih soal momongan.
...****************...
Kini Nayla duduk di depan meja rias nya, tatapan nya kosong menatap pantulan diri nya di cermin.
di sisi lain, bintang yang melihat istri nya terdiam mencoba untuk menghampiri nya, tanpa suara dia membungkukan tubuh nya dan memeluk Nayla dari belakang.
"udah, jangan di pikirin ya sayang". bisik Bintang
"ya cuma kepikiran aja kok". ucap Nayla tersenyum dan mengusap lengan Bintang yang memeluk nya
" Tuhan mau kita pacaran dulu berdua, aku yakin nanti pasti juga hadir kok. jadi jangan di bikin stress ya". ucap bintang berbicara dengan begitu lembut
" kamu sehat, Aku juga udah sehat. tapi kenapa Tuhan belum kasih? apa ada faktor lain? apa aku sebagai manusia belum baik ya? apa bagi Tuhan kalau aku menjadi seorang ibu, aku nggak akan jadi ibu yang baik?". Lirih Nayla dengan mata yang berkaca-kaca
"enggak, kamu wanita yang luar biasa. bukan hanya itu Sayang, Dia belum datang bukan hanya karena satu atau dua alasan saja, tapi Tuhan pasti tahu alasan nya. jadi kita sebagai manusia tidak ada yang tahu, Kamu sangat sempurna dan aku sangat yakin kamu bisa menjadi sosok ibu yang luar biasa untuk anak-anak kita nanti, Cuma mungkin belum sekarang dan kamu Jangan menganggap kamu rendah seperti ini ya".
Nayla terdiam saat ini segala ucapan penenang pun rasanya sulit untuk ia terima.
__ADS_1