Suami Pelit Istri Pamit

Suami Pelit Istri Pamit
Ulang Tahun Perusahaan Mahesa


__ADS_3

POV Tiara


Hari ini aku sudah berdandan cantik, bahkan sejak siang tadi aku sudah melakukan beberapa perawatan.


Aku sudah bersiap dengan dress berwarna rose gold yang nampak feminim dan sangat elegant, dress ini sangat indah di padu padakan dengan warna kulit putih ku yang berseri seri seusai perawatan.


Hari ini adalah hari ulang tahun perusahaan mahesa, tepat beberapa puluhan tahun silam, papa ku membangun perusahaan ini dengan kerja keras dan hasil keringat nya sendiri. Sehingga perusahaan ini maju dan semakin maju hingga menjadi perusahaan terbesar nomor satu di kota.


Bangga? Tentu saja aku sangat bangga terlahir dari keluarga Mahesa, tapi di hari ini juga aku sedikit merasa sedih. Sebab aku merindukan kehadiran Mama dan Papa di sisi ku lagi, aku sangat merindukan mereka, namun aku juga sangat bersyukur memiliki kakak seperti Kak Bintang, yang selalu menyayangi ku meski terkadang suka menjahili ku.


Aku pun sudah siap berdandan, setelah memoleskan lipstik berwarna pink tipis serta make up tipis tipis di wajah ku, look yang natural. Aku melihat ke depan cermin mengamati penampilan ku hari ini, sempurna.


Setelah siap dengan penampilan ku, langsung saja aku mengambil clutch kecil dari Brand merk ternama, serta gelang emas yang menghiasi tangan ku agar semakin mempercantik diri ku pada pesta perusahaan hari ini.


"Aku sudah siap, tinggal berangkat. Pasti Kak Bintang wajah nya sudah di tekuk karena menunggu ku berdandan terlalu lama, hehehe". Ucap ku sambil terkekeh membayangkan ekspresi wajah Kak Bintang yang sudah muram karena menunggu ku yang terlalu lama berdandan


"Oh ya, Ponsel ku mana ya". Ku lihat sekeliling kamar dan kasur mencari ponsel milik ku, ternyata ponsel itu berada di bawah bantal.


Aku pun membuka ponsel ku untuk melihat beberapa panggilan dan chatt masuk, salah satu nya ada chatt dari Alvian yang memberitahu ku jika diri nya sudah berada di jalan untuk menjemput nya.


Namun saat ku lihat lihat lagi, ternyata ada beberapa pesan dari Mas Rio. Ku buka pesan itu yang menampilkan sebuah foto Mas Rio yang mempunyai luka di perban dan babak belur seperti di hajar oleh seseorang, bahkan di foto itu juga terlihat jika Mas Rio berada di sebuah ruang rawat inap rumah sakit.


Kenapa dengan Mas Rio, apa dia berkelahi dengan seseorang. Pantas saja jika beberapa hari semenjak dari pengadilan aku tak pernah melihat nya lagi di kantor, dan ternyata ini jawaban nya.


Aku pun tak memikirkan tentang keadaan Mas Rio, ku tutup ponsel ku dan aku pun melangkahkan kaki ku turun menuju ke lantai bawah.


Di meja makan sudah terlihat Kak Bintang yang seperti biasa nya, sarapan roti bakar selai coklat kesukaan nya di temani dengan secangkir kopi hitam panas.


"Pagi Kak, duh kakak ku ini tampan sekali tapi sayang nya masih jomblo". Ucap ku meledek nya


"Gk apa apa Jomblo, dari pada nikah trus cerai chuakkss". Ujar nya mengulti ku


Kak Bintang tertawa kecil seraya melihat ke arah ku, sedangkan diriku yang mendengar ejekan dari Kak Bintang sedikit merasa kesal, memang benar sih aku bercerai.

__ADS_1


"Ihh nyebelin banget, sama adik sendiri kok gitu sih". Ucap ku mencebikkan mulut ku karena kesal


"Hehehe udah, ayo sarapan trus kita berangkat". Ujar Kak Bintang


Aku pun hanya menganggukan kepala, saat tengah memakan sarapan ku. Deru suara mesin mobil terdengar di halaman rumah, sudah dapat di pastikan jika itu adalah Alvian.


"Duh udah dapet gebetan baru aja nih". Ujar Kak Bintang Menggoda ku lagi


Aku pun hanya menatap nya dengan tajam, setelah mendengar perkataan nya yang menjengkelkan.


Memang dasar Kakak Lucknut, jika bersama ku pasti mode usil nya on, coba di depan orang lain dia akan berubah menjadi beruang kutub, sangat dingin dan datar.


Alvian pun masuk setelah Bibi membukakan pintu nya, dia berjalan menuju ke arah meja makan di mana aku dan Kak Bintang masih berada di sana.


"Yaudah yuk berangkat". Ucap ku kepada kedua lelaki itu


"Ayo". Jawab Alvian


Alvian yang menyetir mobil, dan Kak Bintang duduk di sebalah Alvian, sedangkan aku tentu saja duduk di kursi belakang.


Tak terasa mobil pun telah sampai di halaman gedung kantor, banyak blitz kamera yang langsung menuju ke arah kami.


Jepretan jepretan kamera dan pertanyaan yang di ajukan oleh beberapa wartawan mengarah kepada kami, suasana sangat ramai banyak tamu hingga kolega kolega perusahaan yang turut hadir dalam acara pesta ulang tahun perusahaan mahesa.


Bahkan pada acara pesta ulang tahun perusahaan ini di siarkan secara live pada seluruh stasiun televisi.


...****************...


POV Author


Aula besar perusahaan sudah di dekor dengan sangat indah, dengan nuansa gold yang mendominasi membuat tempat ini terlihat sangat mewah bak sebuah istana kerajaan.


Di depan sana juga sudah ada dua spot yang berbeda, dimana disana akan menjadi tempat untuk merayakan ulang tahun perusahaan. Dan spot lain nya sebagai tempat pengangkatan pemimpin baru.

__ADS_1


Para tamu yang berdatangan berpenampilan sangat menarik dengan gaun perancang terkenal, mereka seolah olah berlomba untuk terlihat sebagai siapa yang paling sempurna.


Sama dengan kaum adam yang berstatus single, mereka berlomba lomba untuk berpenampilan semenarik mungkin. Karena mereka sendiri tahu jika pewaris perusahaan mahesa adalah seorang janda yang baru saja bercerai, siapa lagi kalau bukan Aku Tiara Putri Mahesa Pewaris dari keluarga Mahesa.


Mereka mencoba peruntungan, siapa tahu mereka mampu memikat pewaris itu. Jika itu terjadi, maka dengan begitu mereka seperti mendapatkan jackpot besar.


Karena selain mendapatkan pasangan, mereka juga dapat meluaskan relasi bisnis nya. Sehingga perusahaan mereka akan cepat maju dan berkembang, hingga hal itu juga bisa memberikan banyak koneksi dari negara tetangga untuk mempromosikan produk atau jasa perusahaan yang mereka pegang.


Suara Riuh menggema di aula perusahaan Mahesa, Saat sang MC menginterupsi agar tenang karena sang pemimpin telah tiba.


Riuh semakin menggema saat barisan pertama di dekat pintu yang melihat Tiara, pujian terus di gaungkan oleh para tamu undangan.


Rambut Tiara yang di biarkan tergerai dengan dress berwarna rose gold menambah kesan menawan di sana, semua orang terdiam melihat betapa cantik nya Tiara saat itu. Tak lama di susul dengan keluar nya Bintang dan juga Alvian. Jepretan kamera terus mengarah kepada mereka


Mereka bertiga mulai melangkah maju, hingga menjadi pusat perhatian.


Mereka memasuki aula dengan kilatan jepretan yang mengiringi setiap langkah nya, di sepanjang perjalanan menuju sebuah kursi yang telah di sediakan, Tiara terus saja mendengar berbagai pujian dari karyawan nya bahkan dari tamu undangan lain nya.


Senyum yang merekah dari bibir Tiara tak pernah surut, wanita itu sangat bahagia pada hari ini.


Berbeda hal nya dengan ke empat orang yang tengah menyaksikan Tiara pada pesta perusahaan itu, mereka berempat nampak terdiam dalam fikiran nya masing masing.


Ketiga wanita itu nampak kesal dan iri melihat kecantikan Tiara pada acara itu, sedangkan Rio sendiri perasaan menyesal meliputi hati nya. Lelaki itu lagi lagi merasa sangat menyesal telah mengkhianati Tiara, jika tidak pasti dirinya yang akan menjadi pimpinan perusahaan mahesa


"Cihh dasar sok kecantikan, baru punya perusahaan aja udah songong". Ujar Mawar Kesal tak terima jika hidup Tiara jauh lebih beruntung ketimbang diri nya saat ini


"Emang sombong banget, Mbak sumpahin gk ada yang mau sama dia. Biar jadi janda seumur hidup". Sahut Manda


"Dasar perempuan licik, awas aja kita akan bikin perhitungan sama dia". Ujar Manda lagi


"Udah udah matiin TV nya, muak Ibu ngelihat wajah sok polos nya". Ujar Bu Ningsih akhir nya


Mereka bertiga kepanasan melihat hidup Tiara yang berbanding terbalik dari yang mereka harapkan, mereka selalu menyumpahi keburukan untuk kehidupan Tiara. Padahal Tuara sendiri tidak pernah mengusik kehidupan mereka bertiga, tapi dendam dan iri hati yang menimbulkan rasa kebencian itu.

__ADS_1


__ADS_2