Suami Pelit Istri Pamit

Suami Pelit Istri Pamit
Berubah


__ADS_3

Beberapa menit kemudian Rio tersadar dan mengerjapkan mata nya berulang kali, ia melihat seseorang yang tengah menatap nya dengan tatapan tajam.


"Pa.. pak Bintang eh maksud nya Kak Bintang". Ucap Rio gugup karena di tatap oleh mantan bos nya sekaligus mantan kakak ipar nya itu


bintang sendiri hanya terdiam dan tak menanggapi sapaan dari Rio itu.


Saat Rio pingsan tadi, salah satu Body Guard melaporkan perihal kejadian itu terhadap Boss nya yaitu Bintang. Dan akhir nya Bintang datang untuk melihat apa yang sedang terjadi.


" Pak Sudah Bangun". ujar Salah satu Body Guard.


"ehh iya Pak, maaf ya saya merepotkan". ujar Rio menunduk.


" Kak Bintang...". ucap Rio lagi mencoba untuk akrab kepada lelaki itu


tapi Bintang masih saja terdiam tak menjawab perkataan dari Mantan Suami dari adik nya itu, karena tak ada jawaban dari Bintang, Rio langsung bangkit dan berdiri.


"kak, saya datang kemari hanya ingin meminta maaf atas kesalahan yang sudah saya perbuat dahulu. Dan saya minta tolong sampaikan rasa penyesalan dan kata maaf saya pada Tiara. semoga pernikahan Tiara selalu bahagia". ucap Rio dengan getir


Rio sendiri tak menyangka jika kini hidup nya berbanding terbalik dengan dulu, mantan yang ia sakiti sekarang sudah bahagia bersama dengan pilihan nya


" Sudah?". ucap Bintang


"Hemm Mari kak, saya pulang dulu". Pamit Rio dengan nada sendu


Rio akhir nya berjalan untuk menuju ke motor nya, lelaki itu langsung melajukan motor nya melesat di jalanan.


Entah bagaimana Perasaan Rio saat ini, inti nya dia juga bersedih tapi dia juga ikut bahagia melihat Tiara sudah menemukan kebahagian nya.


(mungkin ini balasan atas perbuatanku selama ini sama kamu Ra, dulu aku kurang bersyukur punya Istri yang sesempurna kamu. Tapi kini aku sadar, semua nya kini telah sia sia. Semoga kamu berbahagia Ra). batin Rio seraya meneteskan air mata nya


Sebenarnya nya Rio lelaki yang baik, namun hanya karena diri nya yang selalu ingin menjadi anak yang berbakti pada Ibu nya, hingga kehidupan dan rumah tangga nya semua di atur oleh Ibu nya sendiri.


Sesampai nya di rumah, Rio langsung memarkirkan motor nya secara asal di rumah kontrakan yang mereka sewa itu.

__ADS_1


Nampak Bu Ningsih yang sudah menunggu nya sedari tadi, wanita paruh baya itu sudah tidak sabar ingin mengetahui kabar gembira dari putra nya itu.


"Gimana Yo, pasti berhasilkan? Pasti Tiara mau kembali rujuk lagi sama kamu kan?". cerocos Bu Ningsih yang penasaran


Rio sendiri langsung menghela nafas nya dengan panjang dan berjalan gontai menuju kursi kayu yang berada di kontrakan itu.


" Loh Loh Loh kok hidung dan mata kamu merah, kamu habis nangis Yo?". tanya Bu Ningsih lagi


"Tiara sudah bahagia sekarang Bu". ucap Rio sambil memejamkan mata nya


" Wahh tuh kan apa yang Ibu bilang, Tiara pasti Bahagian kamu ngajak dia rujuk lagi". Ucap Bu Ningsih dengan wajah yang sumringah


Rio yang memejamkan mata nya itu langsung membuka mata nya dan menoleh ke arah Bu Ningsih seraya menatap nya dengan tatapan sendu


"Tiara hari ini sudah menikah dengan Alfian". ucap Rio dengan nada getir


" APA?".


" Iya Bu, saat Rio pergi ke rumah Tiara, di sana terlihat banyak dekorasi pernikahan terpasang dan ternyata sedang di adakan nya acara Pernikahan. Rio kira tadi acara pernikahan Kak Bintang, Dan saat Rio bertanya kepada Body Guard yang menjaga gerbang rumah itu, mereka bilang jika hari ini adalah Pernikahan Tiara dan Alfian". jelas Rio dengan lemas


Bu Ningsih yang mendengar pernyataan dari anak nya itu hanya terdiam membisu tak sanggup mengatakan sepatah kata pun untuk menyahuti nya.


Wanita paruh baya itu tak tahu harus berkata apa saat mengetahui fakta itu, sejujur nya di dalam hati nya, ia merasa menyesal dengan semua yang sudah terjadi.


"Hemm Yo, ya sudah kita do'akan saja yang terbaik untuk pernikahan Tiara. Semoga pernikahan nya Sakinah". ujar Bu Ningsih akhir nya


Rio yang mendengar perkataan bijak dari Ibu nya itu langsung terkejut, karena tak seperti biasa nya Ibu nya berkata seperti itu, kini wanita paruh baya itu berkata secara baik dari mulut nya.


" Ini beneran Ibu kan?". tanya Rio


"Ya iya lah, kamu kira siapa?". Ucap BuNingsih dengan sewot


Rio tersenyum melihat kini Ibu nya seperti nya sudah ada perubahan.

__ADS_1


Bu Ningsih sendiri bukan semata mata langsung berubah seperti itu, melainkan tadi saat berbelanja ke tukang sayur, ia tak sengaja mendengar ucapan seseorang yang menceritakan tentang kisah Mertua yang sangat kejam terhadap menantu nya. dan saat Mertua nya meninggal, kejadian kejadian aneh terjadi saat di pemakaman.


Bu Ningsih yang mendengar hal itu langsung bergidik ngeri membayangkan azab itu.


Setiba nya Bu Ningsih di rumah, ia melihat Manda sedang menyuapi Risa hanya menggunakan satu telur yang harus di bagi berdua bersama nya.


hati Bu Ningsih mendadak terenyuh, saat dulu ia bisa membeli dan makan apapun yang ia mau. tapi sekarang kehidupan keluarga nya berbanding terbalik.


dulu ia selalu berkata jika Tiara yang tak pernah becus menjaga dan melayani suami nya hingga sang suami berselingkuh, namun malah Manda, anak nya sendiri yang seperti itu sampai ia harus bercerai dengan suami nya.


Dan dulu ia yang selalu mencaci maki Tiara dengan kata kata Wanita yang tak jelas asal usul nya, ia lebih menyanjung dan memuji Mawar dari keluarga berada, malah fakta nya Mawar sendiri seorang wanita yang tak jelas asal usul nya dan Tiara lah Wanita dari keluarga terpandang.


...****************...


Semenjak Rio dan Bu Ningsih pulang kemarin, Sampai detik ini mereka tak ada menengok keadaan Mawar, membuat wanita itu nampak frustasi dan merasa kesal.


Di pandangi bayi yang menurut nya adalah pembawa sial itu, entah bisikan dari setan mana, Mawar hendak membunuh bayi yang tak berdosa itu dengan mendekap nya menggunakan bantal.


Namun rencana nya gagal saat salah seorang suster masuk ke dalam ruangan nya, Mawar pun segera bersikap biasa dan langsung menganut bantal itu di atas paha nya.


"Ada yang bisa di bantu Bu? apa bayi nya mau di letakkan di atas bantal?". Tanya sangat suster yang melihat Mawar membawa bantal di tangan nya, dan di jawab gelengan kepala oleh Mawar


" Enggak sus, saya mau istirahat saja".


"Baik Bu".


Oooeekkk... Oeekk... Ooeekk...


Baru saja sang suster hendak melangkah pergi, si bayi nampak bergerak tak nyaman dan ternyata ketika di lihat dia sedang BAB


Dengan sigap sang suster mengganti popok nya dan setelah itu keluar dari ruangan itu.


" Hhuuufftt untung saja gk ketahuan". Gumam Mawar

__ADS_1


__ADS_2