Suami Pelit Istri Pamit

Suami Pelit Istri Pamit
Menikahlah denganku Ra!


__ADS_3

sudah seminggu Alfian dan juga Tiara tidak bertemu satu sama lain, karena Tiara sendiri sibuk dengan berbagai pekerjaan nya, Sama ha lnya dengan Alfian. lelaki itu juga Sibuk dengan pekerjaan yang menggunung seperti tidak ada habis nya. bahkan Alfian pun sudah beberapa kali pulang pergi dari luar kota dan juga luar negeri. setiap hari Alfian dan Tiara hanya berhubungan melalui media sosial mereka masing-masing.


"Alfian..". Seru Tiara seraya melambaikan tangan nya saat melihat Alfian pada sambungan video call nya yang telah berhasil tersambung pada lelaki itu


sebenarnya Tiara dan juga Alfian memiliki janji di sebuah restoran dua jam lagi, tapi entah kenapa Tiara ingin memberikan surprise datang ke kantor Alfian dan tidak memberitahu lelaki itu terlebih dahulu


"Sayang...". Alfian tersenyum namun sedetii kemudian lelaki itu tampak menautkan alis nya Karena melihat jika Tiara telah berada di depan lobby kantor nya saat ini


"loh kamu di kantor ku sayang". ucap Alfian dengan girang


Tiara tampak sedang mengganggukan kepala nya seraya tersenyum pada sambungan telepon tersebut dengan tetap Melambaikan tangan nya


"tapi aku nggak boleh masuk, karena belum bikin janji hehehe...". ujar Tiara Seraya meringis memperlihatkan deretan gigi nya yang putih bersih sungguh Hal itu membuat Alfian merasa jika Tiara saat ini sangat menggemaskan


"Oh ya, karena ini mungkin baru pertama kali nya kamu datang ke kantor, Tunggu sebentar ya sayang". ucap Alfian


Tiara pun hanya menganggukkan kepala nya sebagai tanda setuju dengan ucapan yang di lontarkan oleh Alfian, wanita itu memandang ponsel nya tetap dengan senyum yang tak pernah lepas dari bibir nya.


kemudian Alfian pun memerintahkan asisten nya untuk menjemput Tiara di lobby dan tidak lama Tiara pun telah berada di ruangan Alfian


Alfian menyambut hangat kedatangan Tiara di kantor nya dan tanpa Alvian duga Tiara berlari lalu menghamburkan diri nya ke tubuh Alfian, Tiara memeluk erat tubuh lelaki itu.


Alfian sendiri terkejut tapi juga sekaligus bahagia mendapati wanita itu memeluk nya, seakan mengobati rasa kerinduan nya yang seminggu ini tidak bisa bertemu dengan nya.


"Sayang kenapa lari-lari, emang segitu kangen nya ya sama aku?". ujar Alfian menggoda dengan masih melingkarkan tangan nya di pinggang Tiara


Tiara memang sadari dulu sangat manja kepada Bintang dan juga Alfian bahkan diri nya telah mengenal kedua orang tua dari Alfian karena memang kedekatan mereka Sedekat Itu, menurut Tiara Alfian adalah sosok kakak bagi nya sama seperti bintang.


bahkan saat Alfian menceritakan jika Tiara dan diri nya sudah memiliki sebuah hubungan, orang tua Alfian pun sangat bahagia dan sangat antusias menyuruh Alfian untuk cepat cepat segera menikahi Tiara.

__ADS_1


Sama halnya nya dengan Tiara, menurut nya Tiara adalah adik perempuan nya yang menggemaskan. meskipun dia teman satu kampus, namun lebih Tua Alfian 1 tahun ketimbang Tiara, dan ia pun menganggap Tiara sebagai adik nya.


namun lama kelamaan rasa sayang sebagai adik itu perlahan berubah menjadi rasa ingin memiliki dan takut kehilangan. Dulu Alfian telah kehilangan kesempatan untuk bersama Tiara, tapi sekarang Alfian tidak akan pernah melepaskan nya.


"Enggak kok, aku nggak kangen". Jawab Tiara, namun dengan lebih mengeratkan pelukan nya dan membenamkan kepala nya di dada bidang Alfian


Alvin pun tersenyum bahagia melihat Tiara berada dalam pelukan nya, sungguh perasaan ini begitu berarti untuk Alfian saat ini.


mungkin ada setitik keraguan dari Alfian, karena lelaki itu tahu jika dulu Tiara sangat mencintai mantan suami nya itu. namun sikap Tiara yang seperti ini membuat nya bertanya, apakah Tiara sudah mulai mencintai dirinya?


Entahlah, karena Alfian tidak akan memaksakan perasaan nya kepada Tiara. Ia hanya ingin rasa cinta yang mungkin akan tumbuh di hati Tiara untuk nya benar-benar tulus dari dalam lubuk hati nya yang terdalam.


Alfian ingin agar Tiara benar-benar bisa mencintai nya bukan hanya menjadikan nya pelarian semata


"I miss you sayang". ujar Alfian sambil mengecup kening Tiara


"I miss you too Alfian". ucap Tiara membalas nya dengan jantung yang berdetak kencang


Alfian duduk di sebuah sofa panjang yang ada di dalam ruangan nya, tubuh nya bersandar di sandaran sofa dengan tubuh Tiara di dalam pelukan nya.


"Menikahlah denganku Ra! ". ujar Alfian tiba-tiba


Tiara sekrtika terkejut, ia menegakkan tubuh nya sambil menatap tajam mata Alfian. wanita itu berusaha mencerna setiap kata yang baru saja ia dengar, takut jika Alfian hanya bercanda.


"apa? coba ulangi lagi!". pinta Tiara kepada Alfian untuk mengulangi kata-kata nya


"menikahlah denganku Ra! ". ujar Alfian mengulangi kata-kata nya


"kamu nggak sedang bercanda kan Al?". Tanya Tiara penuh hati hati

__ADS_1


" Ra, aku serius. tapi aku nggak akan maksa kamu kalau kamu belum siap, It's okay". ujar Alfian yang memahami keadaan Tiara sebelum nya, mungkin bagi Alfian, Tiara masih memiliki Rasa trauma untuk melakukan sebuah hubungan pernikahan.


Alfian hanya tersenyum simpul, ia sadar mungkin Tiara akan menolak permintaan nya. karena mungkin Tiara masih mempunyai rasa trauma kepada pernikahan sebelum nya dan Alfian tidak akan pernah memaksakan perasaan nya terhadap Tiara


"Aku mau". ujar Tiara cepat setelah Alfian menyelesaikan ucapan nya


"Hah? apa sayang? coba katakan sekali lagi? ". sekarang giliran Alfian yang terkejut


jawaban Tiara ini benar-benar di luar ekspektasi Alfian, Ia berpikir jika Tiara akan meminta waktu untuk memikirkan nya atau mungkin akan langsung menolak nya, tak salah kan jika Tiara ingin membuka lembaran baru bersama dengan Alfian, apalagi menurut Tiara Alfian adalah sosok lelaki yang selalu memahami dirinya. dan keluarganya juga sangat menerima kehadiran Tiara dan memperlakukannya dengan hangat seperti anak kandung mereka sendiri.


"kamu ini serius kan Ra? aku nggak main-main, Aku mau kita menikah, benar-benar menikah". ujar Alfian memastikan, karena ia masih tidak percaya dengan jawaban dari Tiara


"Yes, I do Al". ucap Tiara dengan tersenyum


Alfian pun langsung menarik bahu Tiara dan membawa nya persis di depan nya. ia menatap tajam mata Tiara berusaha menemukan kebohongan di sana yang ternyata tak ia temukan sama sekali


Alfian tersenyum, kebahagiaan begitu membuncah di dalam dada nya. ia memeluk tubuh Tiara merengkuh nya sedalam mungkin seakan tak ingin melepaskan wanita itu.


"Terima kasih sayang, secepat nya kita akan bertemu untuk memberitahukan ini kepada bunda dan ayah".


"dan satu lagi Al, Kak Bintang". Ujar Tiara seraya tersenyum senang melihat ekspresi yang di tunjukan oleh Alfian, sebegitu senangnya Alfian saat mendengar jawaban itu dari dirinya.


"Oh iya Kak Bintang, itu mah santai, sayang. Bintang is my Bro". Ujar Alfian bercanda Seraya terkekeh


mereka berdua pun bercanda dan tertawa bersama seakan Rasa Bahagia tak pernah Padam pada diri mereka


ya Meskipun acara lamaran nya di utarakan oleh Alfian secara spontan waktu itu dan tak ada kesan romantis saat Tiara berkunjung ke kantor nya, namun kini hubungan mereka menjadi semakin dalam.


Mereka pun akan memberitahukan kedua orang tua Alfian dan juga kepada Bintang mengenai keseriusan hubungan mereka berdua.

__ADS_1


Tiara sendiri ingin menikah nanti setelah kakak nya itu menikah, dan barulah diri nya. Alfian pun menyanggupi keinginan Tiara itu, ia juga tidak terlalu terburu buru setidak nya ia sudah melamar Tiara dan sudah saling berkomitmen.


__ADS_2