Suami Pelit Istri Pamit

Suami Pelit Istri Pamit
Part Campuran


__ADS_3

Karena terkejut melihat Mawar, Pak Robby mencoba menetralkan diri nya agar terlihat biasa saja.


Namun sayang, Rio sudah melihat gelagat aneh dari Mawar dan Manager perusahaan tempat nya bekerja saat ini.


"Pak Alfian, mari kita berbicara di sana". Ujar Pak Robby karena sengaja ingin menghindari Mawar, karena ia yakin jika anak yang berada di kandungan Mawar merupakan darah daging nya yang tak mau di anggap nya.


"Oh ya, Pak Rio ini Pak Alfian, Beliau adalah pemimpin sekaligus pewaris perusahaan seperti yang tadi kita lihat di panggung ". Lanjut Pak Robby memperkenalkan kepada bawahan nya agar mengetahui CEO perusahaan cabang itu


Senyum Rio terbit dari bibir nya, tangan nya dengan semangat terulur untuk berjabat tangan, karena fikir Rio, jika ia bisa mengambil hati Alfian, siapa tahu ia akan di naikkan jabatan nya.


Namun sayang nya, angan angan itu harus di balas rasa malu karena Alfian sendiri tidak menyambut uluran tangan dari Rio.


" Tolong Ajari Istri Anda berkelakuan baik terhadap siapa pun, apalagi kepada calon istri saya jika anda masih ingin bekerja di perusahaan saya! " Tegas Alfian sambil mengeratkan rangkulan nya kepada Tiara, seolah menekankan kepada mereka semua siapa sosok Tiara sebenar nya dan bagaimana mereka harus bersikap


Pak Robby dan Rio sama sama terkejut mendengar perkataan dari Alfian, kedua nya berfikir masalah apa yang di lakukan Mawar sampai Alfian yang terkenal ramah kepada semua karyawan nya berubah menjadi seperti itu, seperti nya pewaris Wijaya Group itu tersinggung akan tingkah laku atau pembicaraan dari Mawar.


Pak Robby sendiri juga terkejut saat mengetahui fakta bahwa Mawar merupakan istri dari bawahan nya, tanpa berbasa basi lagi Pak Robby pamit undur diri dalam situasi tegang yang sedang terjadi.


Sedari tadi Mawar hanya terdiam menatap iri kepada Tiara karena di bela sampai seperti itu oleh sosok pewaris Wijaya, sembari mengusap perut nya yang sudah sangat terlihat buncit dan membesar, padahal usia nya saja baru memasuki 7 bulan.


"Minta Maaf!!". Rio menyuruh dengan tegas karena ia tak mau jika harus kehilangan pekerjaan nya, apalagi jaman sekarang sangat susah sekali untuk mencari pekerjaan


"Mas, aku gk salah!!!". Mawar menatap suami nya, ia menggelengkan kepala nya dan menolak perintah itu


Malas terjebak dengan drama yang ada, tanpa mengatakan apapun, Alfian membawa Tiara pergi.


Menurut Alfian banyak hal penting yang bisa ia lakukan dari pada terjebak dalam drama itu.


...****************...


Tiara merasakan suasana di dalam mobil lebih tegang dari biasa nya, perubahan sikap Alfian terjadi saat mereka bertemu dengan Rio dan Mawar.


Setelah itu mereka memang tidak langsung pulang, mereka tetap berada di sana sekitar 45 menitan, karena masih banyak orang-orang yang menyapa atau mengajak Alfian untuk berbicara.

__ADS_1


baru setelah itu, Alfian mengajak Tiara untuk keluar dari tempat acara itu dan pulang.


Tiara tidak mengeluarkan suara nya, Ia hanya terdiam dan menuruti Apa yang di lakukan lelaki itu saat Tengah marah dan Tiara tahu.


Alfian menghentikan Mobil nya di kiri jalan dekat dengan pusat kota yang masih ramai pengunjung untuk meluangkan waktu mereka.


Alfian menghembuskan nafas nya dengan kasar, ia melepas sabuk pengaman nya lalu menatap Tiara.


"Sayang, bisa peluk aku sebentar? ". Tanya Alfian


Tiara pun ikut melepaskan sabuk pengaman nya, dan tanpa mengeluarkan sepatah apapun Tiara mencondongkan tubuh nya, membawa Alfian ke dalam pelukan nya.


Alfian memeluk Tiara dengan begitu erat hal yang menurut nya bisa meredakan Gejolak amarah dalam diri nya.


kedua nya diam dan hanyut dalam pelukan hangat itu, sampai akhir nya dengan perlahan Tiara mengusap punggung Alfian dengan lembut saat merasakan Alfian yang mulai rileks dan tidak terlalu tegang


" Sekarang sudah lebih tenang? ".


"Iya". Jawab Alfian yang meraih tangan Tiara


"Biasa, cuma ngomong hal yang nggak penting, tapi aku sama sekali Nggak terpengaruh biasa aja. jadi kamu nggak usah takut kayak gitu ya". Ucap Tiara tersenyum santai


" tapi kalau sampai mereka ganggu kamu lagi, aku nggak akan pernah diam".


"ya kamu bebas deh mau ngapain aja, tapi ingat kalau dia nggak ganggu aku jangan pernah kita mulai terlebih dahulu, karena berurusan sama mereka itu sesuatu yang gak penting".


iya sayang". Jawab Alfian tersenyum


...****************...


Rio menatap kesal kepada mawar, kini mereka sudah kembali ke rumah. Dan setelah Apa yang di lakukan Alfian terhadap nya, Rio mati-matian menahan rasa kesal nya dan berusaha tenang meskipun rasa nya Dia sudah kehilangan muka.


Rio tidak berbohong, harga diri nya terusik dengar perlakuan Alfian yang mengabaikan uluran tangan nya, orang itu mempermalukan Rio di hadapan banyak orang.

__ADS_1


" Jujur sama aku, Kamu ngapain tadi?". pertanyaan yang sudah di tahan Rio akhir nya keluar


"apa sih Mas, aku tadi Nggak ngapa-ngapain kok". ucap Mawar berkilah


" Nggak mungkin kalau kamu nggak ngapa-ngapain, aku malu War! kamu lihat Gimana respon atasanku tadi? jelas kamu melakukan sebuah kesalahan, dan nggak mungkin dia begitu kalau kamu nggak bikin ulah".


"Aku gk ngapa ngaoain, kamu kenapa sih nggak percaya sama aku??!!". teriak mawar tidak terima


"aku tanya sekali lagi, Kamu tadi ngapain ??!!". Rio balas membentak


" aku nggak ngapa-ngapain, dia yang jahat sama aku dan anak kita". Ucap mawar benar-benar mempertahankan kebohongan nya


"Kamu masih nggak mau jujur sama aku, jelas Alfian sampai bicara tentang kamu itu arti nya kamu mengusik nya, dan dia tersinggung. lagi pula nggak mungkin Tiara begitu, dia tidak akan melakukan hal itu jika tidak diusik".


mawar membulatkan mata nya, ia terkejut dengan apa yang di katakan suami nya itu.


"Oh jadi kamu belain dia!! kamu belain mantan istri kamu itu mas? Jadi kamu lebih belain dia dan nggak percaya sama ucapan aku? Iya Mas?".


"dengar mawar, itu acara perusahaan yang di hadiri oleh banyak orang, tapi apa yang aku dapat dari orang yang memiliki jabatan tertinggi di perusahaan itu? aku di,abaikan begitu saja, aku di lihat seperti layak nya sampah!!".


"tapi memang bukan aku yang mulai Mas, dia yang cari gara-gara duluan".


"terserah aku lelah dengan drama yang kamu lakukan".


"Dan satu lagi yang ingin aku tanyakan sama kamu, ada hubungan apa kamu sama Pak Robby atasanku? ". Tanya Rio mengintimidasi


"ha? Hemmm Pak Robby siapa sih Mas, aku gk kenal sama dia". Lagi lagi Mawar mengelak


"Benar kamu gk kenal? tapi aku lihat dari tingkah kamu saat bertemu dengan nya aku merasa curiga, dan tadi aku juga samar samar mendengar jika kamu memanggil nama nya".


"Enggak Mas, kamu tadi salah dengar, aku gk ada manggil nama nya, sudahlah kamu jangan menuduhku yang tidak tidak". Ujar Mawar meyakinkan suami nya.


" Oke, tapi jika kamu ada sesuatu di belakangku, kamu tahu sendiri akibat nya!!". Ucap Rio, lalu pergi begitu saja meninggalkan mawar

__ADS_1


"Dasar Wanita Sialan!!! gara gara bertemu dengan nya aku menjadi sial seperti ini!!!". Geram Mawar menyalahkan Tiara


__ADS_2