
semenjak pulang dari pasar raut wajah Manda terlihat lesu, bahkan badan nya terasa letih dan kepala nya pusing memikirkan perkataan dari Bude Tatik tadi, di tambah cuaca seperti sedang mendung di sertai dengan angin kencang seperti nya akan turun hujan.
"Kamu kok lesu gitu, kamu lagi sakit Manda? Apa kamu lagi mikirin laki mokondo itu? " tanya bu Ningsih
Wanita paruh baya itu khawatir saat melihat Manda yang biasa nya heboh bercerita, kini di tanya pun seolah malas untuk menjawab nya.
"Duh nggaklah Bu, ngapain aku mikirin Laki breng*sek. Hemm.. aku hanya kepikiran ucapan Bude Tatik tadi". Ujar Manda sambil memamdang mana sang ibu
" Ada apa dengan rentenir itu? nagih gitu? kamu tadi ketemu dia di mana?". tanya bu Ningsih penasaran.
"Bukan nagih sih Bu, tapi kayak mengingatkan saja, dan ternyata si Heru pemilik toko perabotan di pasar juga punya hutang sama Bude Tatik, tadi kebetulan saat mengambil setoran nya kebetulan toko nya sebelahan sama pedagang sayur yang aku beli, dan Bude Tatik ngelihat aku, jadi di peringatin gitu deh". Ujar Manda dengan wajah lesu nya
"Tapi bener loh bu, kita Minggu depan sudah harus membayar setoran pertama dua puluh juta. uang dari mana sebanyak itu?". Ujar Manda lagi sambil memijit pelipis nya
Bu Ningsih sendiri terdiam juga, ia memikirkan uang untuk setoran minggu depan akan dapat dari mana.
"semoga saja Rio bisa mendapatkan uang itu sebelum kita di tagih". ucap Bu Ningsih dengan gampang
Bu Ningsih sendiri sebenar nya ragu dengan apa yang dia ucapkan, jangankan uang dua puluh juta, uang dua ratus ribu saja mencari nya susah minta ampun apalagi anak nya Rio saat ini belum bekerja dan uang yang ada di tangan pun semakin menipis untuk kebutuhan sehari hari
Tiba tiba Rio berhenti dengan mengendarai motor, lelaki itu melihat ke arah ibu dan kakak nya dengan raut wajah bingung.
Manda dengan sigap berdiri dan sudah tak sabar ingin menceritakan apa yang menjadi beban fikiran nya.
"Yo dari mana? ". Ujar Manda saat melihat Rio sudah membuka helm dan mematikan mesin motor nya
"habis beli pulsa dari depan Mbak, Kenapa emang nya Mbak? ". tanya Rio
"kamu udah dapat uang untuk setoran awal minggu depan nanti?". Tanya manaa dengan menggebu-gebu
"Belum sih Mbak, emang nya Kenapa? ". tanya Rio dengan mengerutkan kening nya
"kan masih lama minggu depan kan Mbak". ucap Rio lagi
__ADS_1
"emang minggu depan, Itu tandanya 7 hari lagi. Tapi kita harus mempersiapkan nya dari sekarang Yo, Dua puluh juta itu bukan uang sedikit". Ujar Manda
"kalau kita tidak bayar bulan pertama gimana Mbak?". Tanya Rio tiba-tiba
"gila kamu Yo, bisa di uleg aku sama Bude tatik, mana setoran kita sejumlah pinjaman orang yang di cicil setahun pula". Ujar Manda pada adik nya
"ini semua gara-gara kamu sih asal nikahin orang yang enggak jelas asal-usul nya, bukan nya untung malah kita buntung". ujar Manda melotot pada adik nya
walau bagaimana pun kalau itu sampai terjadi bisa-bisa mereka akan kehilangan rumah yang mereka tempati saat ini, Rio sendiri terdiam dengan kebingungan, bahkan lelaki itu sekarang tidak bekerja, mobil juga sudah hilang dan sekarang di pusingkan oleh cicilan yang seakan mencekik diri nya secara perlahan.
"eh Kemarin kan Mawar di kasih uang sama Bu lastri, ambil aja uang itu. uang dia kan juga uang Kamu Yo" ucap Bu Ningsih tiba-tiba
"Oh iya bener bu, akku harus mendapatkan uang itu juga". Ujar Rio tersenyum
tiba-tiba ada suara seseorang yang mengagetkan mereka bertiga dari dalam rumah
"Mas, kamu sudah pulang. kok malah diam di sini, Aku udah nungguin kamu dari tadi loh di kama, lagi ngapain sih?". Tanya Mawar tiba tiba tapi Bu Ningsih dan Manda melengos dengan sinis
Semenjak kejadian terungkap nya asal usul mawar, Bu Ningsih dan Manda seakan akan malas untuk bertemu dengan Mawar.
"Eh sayang, yuk kita masuk ke dalam kamar". Ucap Rio dengan lembut, Rio membawa Mawar untuk masuk ke dalam kamar nya
Setelah sampai di dalam kamar, Rio bergegas menutup pintu kamar..
"Sayang, kamu tahu kan mas punya hutang besar kepada Renteiner". ujar Rio
"Iya, trus kenapa?". Tanya Mawar bingung
"Gini loh sayang, Mas minggu depan harus membayar hutang itu sebanyak dua puluh juta dan Kamu tahu sendiri Mas masih belum gajian, bahkan Mas masih cuti, kata Ibu kemarin kamu menerima uang dari Ibu Lastri kan? boleh gk mas pinjam uang nya dulu untuk membayar hutang, nanti pas Mas gajian, janji deh Mas akan ganti dua kali lipat". Ujar Rio
" Hemm.. Tapi Mas, uang itu kan mau aku pakek untuk kita pergi bulan madu. masak kita gk bulan madu sihh setelah menikah". Sahut Mawar mencebikkan bibir nya
"Hehehe Pasti dong kita akan bulan madu, tapi sekali ini saja ya sayang.. Tolong bantu Mas, pinjam kan uang itu.". Rayu Rio
__ADS_1
" Hemm gimana ya mas, tapi Mas janji kan balikin nya dua kali lipat". Ucap Mawar tampak berfikir
"Iya sayang pasti, apasih yang enggak mas lakuin buat istri mas tercinta ini".
"Lagian kamu sendiri tahu kalau Mas berhutang juga demi bisa menikahi kamu, masak kamu gk bisa melihat perjuangan Mas sih sayang". Ujar Rio lagi
"Hemm Ya udah deh, aku pinjamin tapi Mas harus ganti loh". Sahut Mawar
Rio pun tersenyum, rencana nya kini berhasil dan ia tidak akan pusing pusing lagi memikirkan setoran awal untuk membayar hutang nya, meski ia harus berakting seperti itu.
Untuk setoran selanjut nya biar ia fikirkan nanti saja, yang terpenting minggu depan ia sudah bisa membayar setoran awal kepada Bude Tatik si Renteiner kelas kakap itu.
" Ya sudah sayang Mas mau ke depan dulu, kamu istirahat ya jangan kecapekan kasihan nanti anak kita". Ujar Rio seperhatian mungkin
"Iya Mas, aku mau istirahat ya".
Rio pun melenggang pergi keluar dari kamar untuk menyampaikan informasi ini kepada Ibu dan kakak nya itu
Bu Ningsih dan Manda tampak sedang duduk di kursi teras, sambil melihat jalanan yang nampak terlihat banyak orang berlalu lalang
"Bu.. mbak". Panggil Rio
" Ehh gimana Yo, berhasil?". Tanya Manda
"Berhasil dong, jadi tenang aja untuk setoran awal Aman, kita tinggal fikirkan setoran selanjut nya aja nanti". Ujar Rio
"Huh seenggak nya, Wanita penipu itu bisa berguna sedikit sekarang untuk kita". Ucap Manda dengan sinis
"Ya sudahlah Mbak, Bu.. kalian harus Terima Mawar karena dia itu istri Rio sekarang dan saat ini Mawar tengah hamil anak Rio jadi Rio mohon jangan keterlaluan dengan nya". Ujar Rio
"Duhh kamu ini Yo, kalau Ibu tahu dia wanita Penipu lebih baik kamu balikan aja sana sama Tiara, dia sekarang sudah kaya dan makin cantik". Sahut Bu Ningsih
"Iya Rio tahu Bu, tapi untuk saat ini Rio mau fokus dulu cari kerja, uang kita sudah sangat menipis sekali".
__ADS_1
"Oh yaa Mbak, Mas Alex dan selingkuhan nya itu sudah tertangkap dan sudah berada di kantor polisi jadi kita di suruh kesana untuk memberikan keterangan lagi". Ujar Rio
"Wah yang benar Yo, biar mampus tuh Mas Alex dan pelakor sialan itu. Yaudah nanti kita ke sana saja, Mbak udah gk sabar mau kasih ucapan selamat kepada mereka berdua". Ujar Manda menyeringai