Suami Pelit Istri Pamit

Suami Pelit Istri Pamit
Ketakutan Keluarga Mawar


__ADS_3

Saat ini Bu Lastri sedang terduduk di kursi sofa ruang tamu nya dengan perasaan gundah gulana, ia merasa ketakutan jika warga desa memgetahui perihal Mawar yang sudah hamil di luar nikah.


Rasa rasa nya Bu Lastri sudah kehilangan kesabaran nya, ingin sekali wanita paruh baya itu berjalan keluar untuk mencari keberadaan suami nya sekarang. Dia ingin segera mengadu dan mencari jalan keluar untuk masalah yang mereka hadapi saat ini, tentu nya wanita paruh baya itu akan menyuruh suami nya untuk cepat cepat menikahkan putri nya dengan Rio. Meski Rio terbilang baru selesai sidang perceraian nya, mau bagaimana lagi? Dari pada lama kelamaan memunggu yang tentu saja perut Mawar juga akan terlihat Membuncit dan seluruh warga desa akan mengetahui nya.


Namun saat berfikir, Bu Lastri mendengar suara deru mesin mobil yang masuk ke halaman rumah nya, Wanita paruh baya itu yakin jika suara mesin mobil itu adalah milik suami nya, siapa lagi kalau bukan Pak Ahmad.


Bu Lastri yang mendengar suara mesin mobil langsung bergegas berjalan ke arah suami nya itu, karena mengetahui jika Pak Ahmad sudah pulang.


Benar saja ketika Bu Lastri keluar dari dalam rumah, dia bisa melihat Pak Ahmad yang baru turun dari mobil nya. Dengan cepat Bu Lastri berjalan ke arah suami nya itu.


"Pak, Bapak!". Teriak Bu Lastri dengan keras


Pak Ahmad yang mendengar teriakan istri nya langsung menoleh ke arah nya, dia menatap istri nya dengan pandangan heran. tidak biasa nya, istri nya itu menunjukan raut wajah cemas, khawatir dan ketakutan menjadi satu seperti itu.


Pak Ahmad langsung berjalan menghampiri Bu Lastri, dengan wajah bingung dia memyentuh tangan istri nya, dia langsung keheranan dan terkejut saat merasakan tangan istri nya itu terasa bergetar dan mengeluarkan keringat dingin.


"Ibu kenapa? Kenapa Ibu panik begini? Ada masalah apa yang membuat ibu sepanik ini, sampai sampai tangan ibu gemetaran?". Tanya Pak Ahmad yang khawatir tentang kondisi istri nya saat ini.


"Pak.. Bagaimana ini pak?". Ujar Bu Lastri dengan nada panik

__ADS_1


"Ada apa Bu, Kenapa? Ibu tenangkan diri dulu ya, Kenapa Ibu terlihat ketakutan seperti ini? Apa yang terjadi sebenar nya?". Tanya Pak Ahmad dengan nada yang tak kalah panik nya


Lelaki paruh baya itu melihat ke arah dalam rumah dan tidak menemukan seorang pun berada di sana, lelaki itu tidak menemukan keberadaan anak nya.


"Pakk.. Mati kita pak, mati kita". Ujar Bu Lastri berulang ulang dengan wajah yang ketakutan


"Ada apa Bu? Mati kenapa? Ada apa sebenar nya? Cerita sama Bapak". Tanya Pak Ahmad yang frustasi melihat Istri nya seperti ini


Bagaimana tidak frustasi? Dia melihat sendiri wanita yang paling di sayangi di dunia ini terlihat begitu rapuh dan ketakutan saat ini.


Pak Ahmad langsung menggenggam tangan Bu Lastri menuju ke dalam rumah nya, dan mendudukkan Istri nya di kursi sofa ruang tamu rumah nya, tak lupa Pak Ahmad mengambil segelas air putih dan langsung di berikan kepada istri nya hingga gelas itu tandas tak tersisa.


Pak Ahmad langsung terduduk di samping istri nya itu, dan menggenggam tangan nya dengan erat. Berharap genggaman tangan nya mampu menenangkan rasa gemetar yang istri nya rasakan.


Bu Lastri langsung mengikuti perintah dari suami nya itu, berkali kali ia menarik nafas nya dan menghembuskan nya secara perlahan. Sehingga secara bertahap mampu membuat nya merasa tenang kembali, dia sudah merasa seperti semula lagi.


"Sudah tenangkan, sekarang Ibu ceritakan sama Bapak. Apa yang terjadi sebenar nya, sampai sampai Ibu kelihatan ketakutan seperti ini?". Tanya Pak Ahmad dengan lembut


"Pak, Bapak Mati kita pak!. Malu Keluarga kita Pak!". Ujar Bu Lastri dengan menangis tersedu sedu

__ADS_1


"Iya Mati kenapa Bu? Dan keluatga kita malu kenapa?". Tanya Pak Ahmad yang merasa bingung sedari tadi


Bu Lastri langsung menatap ke arah suami nya itu dengan pandangan nanar, dia menatap suami nya dengan wajah yang sudah basah akibat tangisan nya yang tak henti henti.


"Warga desa sudah tahu kalau Mawar hamil di luar nikah Pak!". Ucap Bu Lastri sambil terisak isak


Duaaarrrr...


Bagai terkena petir di siang bolong, sama hal nya dengan istri nya. Pak Ahmad tiba tiba merasa khawatir dan ketakutan jika apa yang di katakan ileh istri nya itu benar, jika iya? Bagaimana dengan reputasi nya sebagai seorang kepala desa, Lelaki paruh baya itu tak kalah cemas nya dengan sang istri, terbukti dari tindakan nya berkali kali mengacak ngacak rambut nya.


"Bagaimana bisa Bu? Kita tidak pernah memberitahukan nya kepada siapa siapa, jangankan ke para warga, kepada saudara kita saja tidak! Bagaimana bisa warga desa mengetahui hal itu?". Tanya Pak Ahmad yang terkejut, dia bahkan sampai tak mempercayai kalau gosip tentang kehamilan Mawar telah menyebar di desa ini


"Entahlah Pak, Ibu juga tidak tahu bagaimana cerita nya. Tetapi yang jelas, saat Ibu ada pertemuan PKK seperti biasa nya. Para tetangga sedang bergosip tentang anak gadis dari orang penting di desa kita yang tengah hamil di luar nikah, saat Ibu bertanya ke pada mereka, mereka semua tidak mau menjawab, bahkan seperti nya mereka sedang mengejek Ibu dan keluarga kita". Ujar Bu Lastri menjelaskan panjang lebar


Lagi dan lagi Pak Ahmad langsung mengusap wajah nya menggunakan kedua telapak tangan nya, karena merasa sangat kesal dengan cerita yang di dengar dari istri nya itu. Rasa nya ingin sekali dia marsh kepada Mawar, dan memukuli anak nya itu. Namun Pak Ahmad masih sadar jika tindakan nya itu tidak benar, bagaimana lagi? Nasi sudah menjadi bubur, mau tak mau dia jalani saja bagaimana kedepan nya.


"Ibu mohon Pak, kita harus cepat cepat menyuruh Rio menikahi Mawar. Ibu tidak mau menjadi bahan gunjingan seluruh warga desa jika mereka tahu Mawar hamil di luar nikah, apalagi lama kelamaan usia kandungan Mawar akan bertambah dan perut nya juga akan terlihat membesar. Jadi kita harus bicara lagi dengan Mawar Pak, supaya mempercepat pernikahan nya dengan Rio". Ujar Bu Lastri


Sedangkan Pak Ahmad sendiri nampak tengah berfikir langkah apa yang seharus nya dia ambil, dia tahu sendiri bagaimana keluarga dari Bu Ningsih, takut nya nanti bagaimana kehidupan Mawar selanjut nya. Tapi jika tidak di nikahkan segera ia juga takut tentang pandangan warga terjadap nya.

__ADS_1


"Baiklah Bu, nanti kita bicarakan lagi dengan Mawar". Ucap Pak Ahmad


"Ibu, Bapak kalian kenapa?".


__ADS_2