Suami Pelit Istri Pamit

Suami Pelit Istri Pamit
Pindah


__ADS_3

saat ini Rio sudah terbangun dari pingsan nya, di lihat nya ia tengah berada di kamar. ia mengerjapkan mata nya berulang kali, dan teringat akan sebuah fakta yang di lontarkan oleh Pak Ahmad tadi.


"Mas.. Mas sudah bangun, Duh mas kenapa pakai acara pingsan segala sih kamu!!". Ujar Mawar membuyarkan lamunan Rio


Rio hanya terdiam, bahkan saat Mawat berbicara lelaki itu hanya menolehkan wajah nya saja tanpa berniat membalas ucapan Mawar.


"Mas.. Kamu ini kenapa sih?". Tanya Mawar lagi


" War, apa benar kalau kamu bukan anak kandung dari Pak Ahmad? kamu sama Bapak jangan nge prank aku kayak gini lah, pasti Bapak bohong kan? ". Ujar Rio balik bertanya


Mawar mengerutkan dahi nya mendengar perkataan dari Rio, seolah olah menganggap semua fakta yang di dengar lelaki itu adalah sebuah kebohongan.


" Apaan sih mas.. Ya emang bener aku bukan anak kandung Pak Ahmad, sebenar nya saat dulu aku mengetahui kalau aku bukan anak kandung nya, aku juga merasa sangat sedih dan kecewa. tapi ya sudahlah, masih untung keluarga ini sangat baik memperlakukan aku, kecuali nenek, Ibu dari Bapak yang tak pernah menyukai aku, entah kenapa aku juga tak tau". Ujar Mawar menjelaskan


Rio bergeming saat mendengar cerita Mawar, ada rasa kasihan juga terhadap istri nya itu, tapi jika wanita itu bukan anak kandung keluarga ini bukan kah semua akan menjadi sia sia, perjuangan Rio menikahi Mawar bahkan sampai ia berhutang.


"Aaarrrggghhh.....". Erang Rio Frustasi seraya menyugar rambut nya dengan kasar


(Bagaimana ini, bagaimana aku bisa menjelaskan kepada Ibu dan juga Mbak Manda kalau ternyata Mawar bukan anak kandung dari keluarga Pak Akhmad. kenapa aku harus mengetahui fakta ini sebelum menikah). Ujar Rio di dalam hati nya


"Kenapa sih mas kok teriak teriak gitu, kenapa sih saat kamu tahu aku bukan anak kandung Pak Ahmad kamu malah jadi kayak gini?". Tanya Mawar merasa aneh


"Ohhh aku tahu, kamu berniat mengambil harta keluarga ini kan mas dengan menikah dengan ku? apa iya mas? jawab mas, jawab". Ujar Mawar kesal


"Kalau memang benar seperti itu lebih baik aku gugurkan saja anak ini mas, biarkan saja! ". Ancam Mawar

__ADS_1


" Apaan sihh sayang, mas gk kayak gitu kok. kamu jangan berfikiran macam macam. mas pingsan tadi mungkin karena belum makan seharian. sedari kemarin sore sampai siang ini perut mas belum terisi apapun, kamu tahu sendiri kan". Ucap Rio beralasan


"Trus kenapa mas? Apa sekarang kamu menyesal menikah denganku ketika mengetahui fakta itu? iya begitu mas? ". Tanya Mawar tersulut emosi


" Bukan begitu sayang, mas hanya sedikit terkejut, mas sangat beruntung menikah denganmu kok, jangan berfikir yang aneh aneh ya". Ujar Rio


"Ya sudah, ayo kita bereskan barang barang apa saja yang akan kamu bawa untuk tinggal di rumah mas". Ujar Rio lagi mencoba menenangkan istri nya itu


" Iihh enggak ah, mas aja yang lakuin. apa mas gk lihat perut aku sudah membuncit seperti ini? aku capek ya mas kalau harus membereskan nya, mas aja ya...". Pinta Mawar


"Hemm Ya sudah, tapi mas mau hubungin Mas Alex dulu untuk menjemput kita di sini, soal nya kan gk mungkin kita kesana jalan kaki dan mobilmu juga sudah tidak menjadi milikmu lagi sayang". Ujar Rio dengan nada lesu


" Iya sudah mas, aku mau istirahat dulu capek sekali badanku ini". Ujar Mawar yang langsung merebahkan tubuh nya di ranjang dan tertidur dengan lelap


(Mas sebentar lagi jam 3 jemput Rio dan juga Mawar di rumah mertuaku ya, menggunakan mobilku). Tulis Rio dalam pesan nya


Tak membutuhkan waktu lama, Alex pun membalas pesan dari Rio itu dan menyanggupi untuk menjemput adik ipar nya.


(Ok!). Balasan dari Alex


Rio hanya menghembuskan nafas nya secara perlahan seolah sedang menghilangkan rasa sesak yang ada di hati nya, mau bagaimana lagi? ini semua sudah terlanjur, jadi mau tidak mau Rio harus siap menerima segala konsekuensi nya.


yang menjadi beban di dalam fikiran nya saat ini adalah, bagaimana cara untuk memberitahu Ibu dan juga kakak perempuan nya tentang status Mawar yang sebenar nya.


Rio lagi lagi mengacak rambut nya karena merasa sangat frustasi memikirkan cara itu, apalagi lelaki itu juga bisa membayangkan betapa marah nya nanti Ibu dan juga kakak nya saat mengetahui fakta ini.

__ADS_1


(Aarrggg.. Sudahlah!! semua sudah terjadi, setidak nya Mawar masih mengandung anakku sehingga membuatku sedikit merasa tenang). Batin Rio


Lelaki itu langsung membereskan apa saja barang barang yang akan di bawa nya pulang ke rumah Ibu nya itu, tak lupa dengan pakaian, sepatu, tas, dan peralatan make up Mawar.


Semua itu ia kemas secara asal saja yang terpenting bisa di bawa, ia juga membereskan beberapa pakaian milik nya yang memang ia sengaja bawa dari rumah kemarin. fikir nya, jika Rio akan menginap di rumah mertua nya satu mingguan, ehh tau tau nya dia harus balik ke rumah secepat ini.


Tak terasa jam pun sudah menunjukan pukul tiga sore, Rio dan Mawar yang sudah bersiap siap untuk pergi dari rumah itu pun sedang menunggu kedatangan dari Mas Alex yang akan menjemput mereka berdua.


Tak lama mereka berdua menunggu, akhir nya yang di tunggu tunggu pun tiba. suara deru mesin mobil memasuki halaman rumah sang kepala desa, yang Rio tahu bahwa itu adalah suara deru mesin mobil milik nya.


Terlihat Alex yang memarkirkan mobil, dan turun untuk menyapa mertua dari adik ipar nya itu.


"Pak, Bu.. Mawar pamit dulu ya, terimakasih Ibu dan Bapak sudah menjadi orang tua yang baik untuk Mawar. Ibu dan Bapak jangan lupa jaga kesehatan ya, dan salam sama nenek peyott itu kalau aku sudah menikah dan hidup bahagia. jadi dia tidak perlu mengkhawatirkan jika aku akan mengambil harta nya". Ujar Mawar sedikit ketus, jika mengingat bahwa nenek angkat nya itu tidak pernah menyukai nya, padahal karena tingkah Mawar lah yang membuat Ibu dari Pak Ahmad tidak menyukai nya.


"Husstt... kamu gk boleh gitu nak, itu nenek kamu loh. ya sudah kamu juga jangan membantah apa yang di katakan suami kamu, jadilah istri yang berbakti ya..". Ujar Bu Lastri menangis harus, meskipun Mawar bukanlah anak kandung nya. namun Rasa sayang yang sudah bersama sama hingga puluhan tahun tak bisa di pungkiri lagi.


"Nak Rio.. Ibu titip Mawar ya, jangan kamu sakitin dia. Ibu mohon jaga dia, dan harap maklum ya kalau sifat nya masih kekanak kanakan dan manja. semoga kalian menjadi keluarga yang sakinah". Ucap Bu Lastri memberi wejangan


Rio hanya menganggukan kepala nya seraya tersenyum ke arah ibu mertua nya itu, sejujur nya perasaan nya kini sedang kalut sesudah mengetahui fakta tentang Mawar.


" Ya sudah Bu, Pak. Saya dan Mawar berangkat dulu". Ujar Rio


"Iya nak hati hati di jalan". Ujar Bu Lastri, sedangkan Pak Ahmad sedari tadi tak banyak berbicara. lelaki paruh baya itu menatap kepergian anak angkat nya itu dengan perasaan yang tak bisa di artikan.


Alex, Rio, dan Mawar pun menaiki Mobil, dan Alex pun langsung melakukan mobil itu, untuk membawa mereka ke rumah Rio.

__ADS_1


__ADS_2