
Hari hari telah berlalu setelah hari sidang pertama di gelar, Tiara merasa beban yang ada pada diri nya semakin berkurang saja. Mungkin jika keputusan pengadilan telah mengabulkan gugatan cerai nya beban di pundak Tiara sudah tidak ada lagi.
Hari hari Tiara pun di lalui dengan suka cita, bahkan Rio sendiri tak pernah mau bertemu Tiara. Mungkin lelaki itu takut dengan ancaman Tiara yang akan memecat nya jika terus terusan mengganggu nya.
Seperti hari ini, Tiara memutuskan untuk melakukan perawatan di salah satu salon ternama di dalam Mall Galeria.
"Akhirnya aku merasakan ini lagi". Ucap Tiara dengan tersenyum lebar, karena pada saat menjadi istri dari Rio, wanita itu tak pernah
sangking enak nya melakukan perawatan hingga membuat Tiara memejamkan mata nya untuk beberapa menit.
Tanpa di sadari oleh Tiara, ada seseorang yang sedari tadi terus terusan memandang ke arah nya dengan tatapan sinis.
"Dasar wanita kampung sok sok an perawatan di salon ini, apalagi perawatan nya paket lengkap". Gumam seseorang itu dengan sinis
Seseorang itu tak lain adalah Mawar, dia juga melakukan beberapa perawatan pada wajah nya. Dan kebetulan sekali bertemu dengan Tiara.
Mawar merasa iri dan kesal melihat Tiara yang semakin cantik dan menarik, semenjak berpisah dari Rio terlihat Tiara lebih bahagia dan aura nya semakin terpancar.
Mawar juga merasa sangat kesal dan tidak terima jika ternyata Tiara adalah seorang pewaris perusahaan besar dan dari keluarga konglomerat, Mawar merasa sedikit takut jika Rio akan berpaling dan lebih memilih Tiara di banding diri nya.
Tak terasa perawatan yang di lakukan Tiara telah selesai, dia pun bangkit dari duduk nya dan hendak melangkahkan kaki nya.
Namun ada suara seseorang yang menghentikan langkah kaki Tiara, sehingga mau tidak mau Tiara menolehkan wajah ke belakang dan mendapati Mawar yang telah berdiri di belakang nya.
"Heh, Tunggu wanita miskin". Ucap Mawar yang selalu menghina Tiara wanita miskin, padahal ia tahu sendiri jika Tiara seorang konglomerat. Namun Mawar tak peduli karena julukan yang pantas untuk Tiara adalah Wanita miskin pikir nya.
Tiara mengerutkan dahi nya menatap ke arah Mawar, dalam hati Tiara bertanya tanya untuk apa Mawar mencegat langkah nya, bukankah dia sudah mendapatkan apa yang dia mau, toh sebentar lagi Rio dan Tiara akan berpisah.
__ADS_1
"Ada apa?". Ucat Tiara datar
"Kamu jangan berani berani mendekati Mas Rio lagi, karena kami akan segera menikah". Ucap Mawar kepada Tiara, belum apa apa valakkor itu sudah ketar ketir melihat Tiara saat ini. memang Mawar akui jika Tiara saat ini terlihat sangat cantik, kulit putih terawat, dan memakai pakaian yang modis, berbeda saat masih bersama Mas Rio.
"Oh, tentu saja aku tidak akan pernah mendekati Mas Rio tak ada untung nya juga bagiku. Oh ya dan satu hal, tolong bilang kepada calon suami mu itu agar tidak mempersulit jalan nya persidangan agar aku bisa secepat nya terbebas dari lelaki itu! Kan kasihan kamu yang sedang mengandung anak nya malah tidak di pedulikan, dia sibuk membujuk istri pertama nya untuk rujuk". Ucap Tiara senyum menyeringai
"Cih sombong sekali, mana mungkin Mas Rio meminta rujuk padamu. Asal kamu tahu Mas Rio mencintaiku dan tak pernah menganggap mu ada!! Asal kamu tahu ya kamu itu gk selevel sama aku!". Teriak Mawar
"Tentu saja aku memang gak selevel dengan valakkor alias wanita perusak rumah tangga orang!". Sahut ku menyindir Mawar
"Kamu..".
Mawar mengangkat tangan nya dan berusaha untuk menampar Tiara, tapi sebelum tangan itu mengenai pipi nya, Tiara sudah menangkis tangan Mawar terlebih dahulu. Dan memegang tangan Mawar dengan sangat kuat, hingga Mawar meringis kesakitan.
"Aw.. Lepasin". Ucap Mawar memberontak
"Dasar wanita sialan! Awas saja aku akan membuat hidup mu sengsara jika masih saja kegatelan dengan Mas Rio" Ucap Mawar mengancam Tiara
Tiara pun hanya tersenyum sinis menanggapi Perkataan Mawar, dan melenggang pergi seraya memakai kaca mata hitam miliknya.
Tiara memilih pergi dari hadapan Mawar, karena sedari tadi mereka beradu mulut banyak sorot mata yang menatap ke arah mereka.
Tiara masuk ke dalam mobil dan menginjak pedal gas mobil nya. Mobil Wanita itu langsung berjalan menyusuri jalanan yang nampak terlihat sedikit padat.
Di dalam mobil Tiara nampak berfikir, baru saja dia akan memulai hidup bahagia tanpa ada nya hinaan dan cacian. Eh malah tadi bertemu dengan valakkor sehingga membuat mood nya rusak hari ini.
Hari ini weekend jadi jalanan sedikit ramai, banyak kendaraan yang lalu lalang.
__ADS_1
Hingga mobil Tiara berhenti pada saat lampu merah, tapi tatapan Tiara tertuju pada sebuah mobil yang berada tepat di samping kanan nya. Mobil itu berisikan Keluarga kecil yang bahagia, entah kenapa ada perasaan iri saat melihat keluarga itu.
Tiara iri melihat keharmonisan nya, keluarga itu tampak kompak mengurusi anak nya, bahkan sang anak pun terlihat sangat bahagia.
Tiara membandingkan hidup nya dengan kehidupan keluarga tersebut.
Rumah tangga Tiara dan Rio berbanding terbalik dengan keharmonisan keluarga itu, Mungkin awal awal Rio memang terlihat sangat perhatian dan penuh kasih sayang.
Namun seiring berjalan nya waktu sikap Mas Rio berubah, Tiara membayangkan jika seandai nya dia memiliki anak dari pernikahan nya dengan Rio pasti diri nya tak akan sesedih ini, pasti akan ada seseorang yang menyemangati nya meskipun dengan hanya melihat nya.
Tak terasa air mata Tiara menetes dengan sendiri nya, ia tak ingin terlihat cengeng seperti ini. Akan tetapi Luka yang di torehkan Rio di hati nya sangat membekas.
Tin..Tin..Tinn
Suara bunyi klakson membuyarkan lamunan Tiara, ternyata lampu merah sudah berubah menjadi lampu hijau pertanda bahwa Tiara harus melajukan mobil nya kembali.
Tiara pun telah sampai pada mansion nya di kawasan elit yang tak sembarangan orang bisa masuk ke wilayah ini.
Pada saat hendak turun, ponsel Tiara yang berada di dashboard mobil pun berdenting pertanda ada sebuah pesan masuk pada ponsel nya.
Ting..
Tiara pun mengambil ponsel nya segera membuka dan membaca pesan yang di kirimkan oleh satu nomor yang tak di kenal.
"Ingat jangan pernah kegatelan mendekati Mas Rio!".
Isi pesan tersebut, sepertinya pesan itu dari nomor Mawar.
__ADS_1
Tiara sendiri hanya membaca pesan tersebut tanpa berniat untuk membalas nya, Wanita itu melanjutkan langkah nya menuju ke dalam mansion untuk mengistirahatkan tubuh nya sejenak.