Suami Pelit Istri Pamit

Suami Pelit Istri Pamit
Kedatangan Mantan


__ADS_3

sore itu berlanjut pada acara resepsi yang akan berlangsung selama 3 jam lamanya para tamu undangan mulai berdatangan satu persatu untuk ikut meramaikan pesta pernikahan tersebut


bu Ningsih masa sangat bahagia dan menyambut para tamu yang berdatangan banyak teman dan juga rekan dari bapak kepala desa dan juga keluarganya betapa bangganya bu Ningsih karena bisa berbesanan dengan keluarga kepala desa.


"Eh itu Bu Bos Tiara di undang juga ke pernikahan mantan suami nya?" Seru seorang lelaki seumuran dengan Rio


Karena memang Rio juga mengundang beberapa teman kantor lama nya untuk datang ke acara pesta pernikahan nya itu.


Bu Ningsih dan juga Manda langsung menengok ke arah seseorang yang di bicarakan nama nya, Ya siapa lagi kalau bukan Tiara.


"Bu, itu si Tiara! ". Ujar Manda sinis ketika melihat kedatangan Tiara bersama pria tampan.


"Tiara, Ya Ampun.. baru aja dia bercerai dengan Rio, udah gandengan aja sama laki laki lain. emang dasar perempuan gatal". Cibir Bu Ningsih yang tak suka melihat Tiara berjalan dengan Pria tampan dan terlihat kaya raya itu.


" Duhh, Bu Tiara cantik banget ya, cocok banget kalau sama Pak Alfian yang juga ganteng nya gk ketolongan. kalau mereka menikah, duhh gk ngebayangin gimana anak mereka nanti". Puji seseorang yang memuji kedua nya


"Halah, mereka berdua itu gk akan menikah. jangan ngarang kamu! ". Ucap Manda sinis


Dalam hati Manda terasa panas, ia tak Terima jika Tiara mendapatkan pria yang kelihatan nya jauh di atas adik nya itu.


Padahal keinginan Manda saat adik nya bercerai dengan Tiara, wanita itu akan sengsara dan menderita tapi kenyataan nya malah sebalik nya, pokok nya Manda tidak Terima!.


" Pak Alfian?". Ucap Marrgaretha, salah satu karyawan dari perusahaan Wijaya. dan salah satu teman Mawar


"Siapa perempuan yang bersama nya itu? ". tanya yang lain


" Apa itu Pacar nya?". sahut yang lain nya

__ADS_1


"Pak Alfian yang tampan kini sudah punya kekasih? huhuhu potek hati ku". Ucap Karina salah satu teman Mawar


Kini Tiara dan juga Alfian menjadi pusat perhatian para tamu undangan, tamu undangan merasa kagum melihat Tiara dan juga Alfian, sama hal nya dengan Rio. Lelaki itu menatap kagum dan penuh cinta kepada mantan istri nya itu, bahkan sampai tidak mengedipkan mata nya memandangi Tiara yang perlahan lahan berjalan ke arah nya.


beda hal nya dengan Mawar yang merasa tak suka karena Tiara dan Alfian kini jadi bahan perbincangan, karena harus nya Mawar lah yang menjadi bahan perbincangan karena ini pesta pernikahan nya bukan malah Tiara. sedari tadi Mawar menggerutu tidak jelas.


penampilan Tiara saat ini sangat maksimal sekali, postur tubuh nya yang imut tak menunjukkan bahwa dia pernah menikah, Tiara bak seorang gadis yang cantik jelita.


Alfian mengeluarkan lengan nya agar Tiara mau menggandengnya, Dan Tiara pun langsung menerima uluran lengan tangan Alfian dan mereka berdua pun bergandengan untuk bersalaman kepada pengantin


bu Ningsih yang melihat Alfian dan Tiara sedang berjalan menuju ke pelaminan tak berkutik sedikitpun, hati nya merasa sangat panas sekali melihat mantan menantu nya itu datang bersama dengan pria yang tampan dan terlihat kaya raya.


Lain Bu Ningsih, lain pula dengan Rio dan juga Mawar, kini Rio benar-benar merasa sangat gugup saat melihat penampilan Tiara yang sangat berbeda sekali Tiara sangat cantik sampai tak ada celah kekurangan sama sekali.


tatapan mata Rio cukup membuat Mawar menjadi kesal dengan lelaki yang kini sudah sah menjadi suami nya itu.


"Terima kasih, suatu kehormatan anda datang ke pesta pernikahan saya". sahut mawar dengan senyum yang kecentilan, dan menggoda. karena jujur mawar sendiri pun terpesona dengan wajah Tampan Alfian dengan tubuh tegap dan gagah nya.


"Terima kasih Pak Alfian, Ra.. kamu datang bersama Pak Alfian?". tanya Rio yang masih tak percaya


"Iya, karena dia calon suami ku". sahut Tiara singkat


Tiara dan Alfian pun langsung turun dari pelaminan itu, tak lupa dengan tangan Alfian terus menggandeng tangan Tiara. dan hal itu cukup membuat Rio merasa geram, dia mengepalkan tangan nya untuk menahan rasa emosi pada diri nya..


Sama hal nya dengan Mawar, dia juga merasa tak suka melihat Tiara menggandeng lelaki yang tampan dan juga kaya raya itu. bahkan Mawar dengar bahwa lelaki itu adalah adalah Alfian Wijaya seorang anak dari keluarga Wijaya, keluarga Wijaya terkenal keluarga konglomerat. dan hal itu membuat Mawar tidak Terima, dia berfikir harus nya ia lah yang bersanding dengan Alfian bukan Tiara!


(Awas saja kamu Ra, aku sudah susah susah merebut Mas Rio darimu. tapi sial nya kau mendapatkan yang lebih baik, lihat saja aku akan merebut Alfian juga) Ujar Mawar dalam hati seraya menyeringai ke arah Tiara yang masih di gandeng oleh Alfian.

__ADS_1


Saat Alfian dan juga Tiara turun dari pelaminan, tiba tiba langkah kaki mereka berdua di cegat oleh seseorang, seseorang itu ternyata Bu Ningsih, entah kenapa wanita paruh baya itu menyegat kedua nya.


"Hei nak! terima kasih sudah menghadiri pesta pernikahan ini, Tante sangat merasa terhormat dengan kehadiran mu". Ujar Bu Ningsih Sok Kenal kepada Alfian, tetapi Bu Ningsih hanya ramah kepada Alfian, dan tetap melihat ke arah Tiara dengan tatapan sinis


mengapa Bu Ningsih seperti ini? karena sedari tadi ia mendengarkan sekumpulan orang orang yang sedang menceritakan tentang Alfian, jika lelaki itu adalah seorang anak konglomerat, dan Bu Ningsih pun merasa panas dan tak Terima jika Tiara bisa mendapatkan lelaki itu. maka nya saat ini Bu Ningsih mencoba mencegat Langkah kedua nya, dan ingin berbicara kepada Alfian.


" Oh sama sama Tante". Sahut Alfian datar


"Oh ya nak, kamu gk mau berfoto dulu dengan pengantin nya? ". Tanya Bu Ningsih seperti sedang mencari muka, membuat Tiara yang ada di sebelah Alfian merasa muak melihat nya.


" Tidak perlu, aku dan juga Tiara sudah mau pulang".


"Oh iya, Tante ada nasehat untuk kamu. kalau kamu ingin mencari calon istri yang sepadan dan selevel dengan kamu, harus jelas bibit bebet bobot nya. Jangan sembarangan memilih wanita, Apalagi kamu ini kan kaya raya, yang takut nya perempuan itu hanya mau dengan denganmu karena harta nya saja". Cinir bu Ningsih seperti menyindir Tiara


Apa Bu Ningsih Lupa jika Tiara adalah Pewaris Perusahaan Mahesa? bahkan untuk masalah harta malah sudah tidak usah di khawatirkan lagi.


Dan sekarang apa ini? Bu Ningsih malah menyindir dan mengatakan jika Tiara mau dengan Alfian karena harta nya saja, hal itu membuat Tiara hanya mampu menahan tawa nya. jika ini bukan di acara pesta pernikahan dan banyak orang pasti Tiara akan menjawab bahkan meladeni nenek sihir di depan nya ini.


"maksud tante? aku yakin Tiara tidak begitu, dia itu wanita baik dan tidak pernah memorotiku. apa Tante lupa kalau Tiara itu kan juga pewaris perusahaan besar, Aku yakin dia akan menjadi istri yang baik setelah kami menikah nanti. bukan nya selama menjadi istri nya Rio saja, dia selalu sabar ketika suami nya mendzalimi diri nya? Bahkan ia juga tidak di beri nafkah yang layak, dan Rio juga berselingkuh". tutur Alfian kepada bu Ningsih


lagi-lagi Tiara ingin tertawa mendengar ucapan dari Alfian, perkataan ini pasti sangat menohok di hati bu Ningsih. Lihat lah raut wajah mantan mertua nya itu berubah masam seperti menahan malu


"ya ini kan cuma nasehat, Harus nya kamu berterima kasih sudah di nasehati, karena Ibu ini sudah berpengalaman". ujar bu Ningsih dengan Ketus


" Maaf! aku tidak butuh nasehat, semua keluargaku bahkan juga sudah merestui hubungan kami". sahut Alfian santai


Alfian dan Tiara pun langsung berlalu meninggalkan wanita paruh baya itu yang masih ngedumel tidak jelas

__ADS_1


"Ciihh.. Masih muda gk mau dengar nasehat orang tua!". Cicit Bu Ningsih masih bisa di dengar oleh kedua nya


__ADS_2