Suami Pelit Istri Pamit

Suami Pelit Istri Pamit
Aku sakit Ra!


__ADS_3

duduk di atas kursi kebesaran nya, kini Tiara terdiam sambil menatap kaca di salah satu sisi ruangan nya. pandangan mata Tiara terarah ke sana namun pikiran wanita itu sedang fokus ke hal lain, ya tentang kejadian kemarin di Singapura tentang Alfian yang mengungkapkan perasaan terhadap nya


Tiara tidak bisa berhenti memikirkan nya, Apa keputusan yang harus diambil? apa harus menerima Alfian atau tidak? jika menerima nya apakah itu tidak terlalu cepat?


Apa tidak masalah dia menerima nya? berbagai pertanyaan itu muncul di kepala nya, tapi menolak pun adalah hal yang tidak ingin Tiara lakukan, dia tak mau mengecewakan Bunda Elisa yang sudah ia anggap seperti Bunda nya sendiri.


memang Tiara terlihat sangat santai, tapi bohong kalau Tiara merasa bisa saja. Wanita itu bersikap seolah tidak ada yang terjadi, Meskipun mereka memang tidak dituntut-tuntut langsung menikah, tapi entah kenapa rasa tak pantas yang di rasakan oleh Tiara tiba tiba menghampiri hati nya, jika ia menikah dengan Alfian.


Selain itu ada perasaan khawatir mengenai status Tiara yang seorang janda memang Alfian adalah sosok pria yang sudah sangat cocok untuk berumah tangga.


usia Mereka pun tidak terpaut jauh, karena memang mereka berdua adalah teman satu kampus. Tapi tetap saja status Tiara sudah menjadi janda, jujur karena status itu Tiara sendiri memiliki rasa minder.


meskipun sudah 4 bulan Tiara resmi bercerai dengan Rio, tapi Tiara merasa baru kemarin melakukan proses perceraian nya.


Tiara juga takut orang-orang juga merasa Jika ia baru menjadi janda kemarin, kemudian mengetahui bahwa sekarang sudah memulai hubungan baru lagi, pasti mereka akan menilai Tiara wanita gampangan dan harus dicurigai menjadi sosok yang bisa menggoda laki-laki lain dengan mudah.


belum lagi pandangan meremehkan dari laki-laki hidung belang, ketika ia bertemu dengan salah satu Investor perusahaan, wanita itu mendapat pandangan berbeda, pandangan yang menggoda, Setiap orang pasti sadar Jika ditatap seperti itu entah tatapan suka, tatapan benci ataupun tatapan lain nya.


benar saja setelah pertemuan mereka selesai investor itu mencoba untuk merayu Tiara dengan mengajak bertemu kembali di tempat yang lebih private, Tiara sendiri Langsung menolak ajakan itu secara halus dan kemudian Ia lalu pergi.


setelah nya, kerjasama itu tidak pernah di lanjutkan, investor itu pergi entah kemana. tapi itu tak membuat Tiara risau, biar saja dia dianggap tidak profesional dari pada ia harus bekerja dengan orang yang membuat nya merasa tidak nyaman


memang benar apa yang dikatakan oleh Alfian jika tidak semua orang memandang nya begitu dan hanya segelintir orang, dan rata-rata pandangan negatif itu datang dari mereka yang sudah berpasangan.


lalu kekhawatiran yang lain nya adalah tentang Alfian, Bagaimana keluarga besar Alfian tahu Pewaris Perusahaan Wijaya menikah dengan seorang janda? Tiara sendiri yakin, jika pasti ada yang tidak menyukai nya, karena keluarga Alvin bukanlah keluarga sembarangan, meskipun Tiara juga seorang pewaris perusahaan besar namun rasa minder di hati nya sudah menguasai diri nya.

__ADS_1


Entah kenapa Tiara meyakini hati nya jika diri nya memang tidak pantas oleh Alfian, lelaki itu pantas mendapatkan wanita yang lebih jauh lebih baik dari pada diri nya, yang masih single dan tidak pernah berumah tangga seperti Tiara.


Tiara mengerjapkan mata nya saat mendengar pintu ruangan nya diketuk oleh seseorang, ia mengalihkan pandangan ke arah pintu lalu mempersilahkan siapapun yang di luar untuk masuk ke dalam ruangan nya. .


"Kak? ". Ujar Tiara tersenyum seraya bangkit dari duduk nya, saat melihat orang yang sudah di tunggu nya telah tiba.


hari ini Tiara memang memiliki Janji untuk bertemu dengan pacar kakak nya, Tiara sendiri sudah cukup baik mengenal calon kakak ipar nya itu, yang bernama nayla.


awal nya dia mengajak bertemu di salah satu restorant. namun Kak Nayla mengatakan jika ia memiliki jadwal yang cukup padat di rumah sakit, dan akhir nya wanita itu menawarkan diri nya untuk berkunjung ke perusahaan Tiara.


" Maaf ya dek, aku telat". Ujar nya seraya tersenyum


" nggak apa-apa kak, gimana pasien kakak? ". ujar Tiara Seraya duduk kembali di sofa begitupun dengan Kak Nayla


"udah lebih baik kok, ini Kakak bawain minum sama cemilan, kakak tahu kamu kalau udah kerja pasti kayak bintang, lupa ini dan itu ya kan?".


sedangkan Nayla sendiri pun hanya tersenyum sambil menganggukkan kepala nya, bukan hanya untuk Tiara dia juga membeli untuk diri nya sendiri.


"Kak, aku boleh tanya sesuatu nggak? ". Ucap Tiara mencoba memulai pembicaraan inti dari pertemuan ini


"Boleh dong, kamu mau tanya apa?".jawab Nayla setelah menyeruput minuman nya, mereka duduk saling berhadapan dengan tubuh yang saling dimiringkan.


"maaf kalau kakak kurang nyaman dengan pertanyaan yang akan Tiara tanyakan, dan kalau kakak nggak mau jawab juga nggak apa-apa kok kak, hemm sebenar nya Kakak sama Kak bintang ada rencana untuk menikah kan? ". tanya Tiara dengan hati hati


Nayla pun kembali tersenyum, ia sama sekali tidak menampilkan raut wajah yang tersinggung atas pertanyaan yang disampaikan oleh Tiara

__ADS_1


"kamu santai aja Dik, kakak nggak masalah kok sama pertanyaan kamu?". ujar Nayla


"hehehe... takut aja kalau kakak nggak nyaman". sahut Tiara


"Enggak kok Santai aja, kalau ditanya rencana? jujur ada, kakak sama Kak bintang Udah lama pacaran dan pasti nya kita pengen punya ending yang bahagia dari hubungan kita. yaitu menikah, itulah ending yang mau kita capai. tapi ya lagi-lagi manusia kan hanya bisa berencana dan berharap sedangkan Tuhanlah yang menentukan ending kita. semua itu tidak semudah yang kita bayangkan untuk diraih. Terutama aku! ".


Langsung Tiara meraih tangan Nayla dan menggenggam tangan wanita itu seperti memberi dukungan atau support kepada nya.


Nayla sendiri hanya tersenyum, tapi kali ini ia begitu sendu


"Bintang sendiri udah lamar aku, Bintang juga sering ngajak aku untuk menikah, tapi karena aku...". ujar Nayla berhenti bercerita tiba-tiba air mata mengalir deras di pipi nya, sudah pasti ada hal yang menyesakkan di dalam dada nya


segera Tiara mengambil tisu yang berada di atas meja memberikan nya langsung kepada Nayla dan langsung dipakai oleh wanita itu untuk menghapus air mata nya.


"nggak papa Ra". ujar Nayla seraya mengusap air mata nya, saat ini terlihat jelas jika ia berusaha menguatkan diri nya sendiri


Tiara sendiri hanya terdiam ia memberikan waktu untuk Nayla sebanyak yang dia mau


"Maaf ya, Kakak jadi cengeng". ujar Nayla tertawa


"nggak Kak, nggak apa-apa". sahut Tiara menggelengkan kepalanya


Nayla sendiri langsung menghela nafas dengan panjang, mencoba menenangkan diri nya sendiri


"jadi begini Ra, kalau di tanya apa kakak mau menikah sama Bintang? sudah pasti jawaban nya Kakak mau, tapi ada dalam diri kakak yang buat kakak ragu...". Ujar Nayla memitong kalimat nya

__ADS_1


"Aku sakit Ra!". jujur Nayla dan kembali meneteskan air matanya


__ADS_2